Being Manly? © The Bloody Phoenix

Disclaimer: The Characters in this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.

Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kim Heechul, Tan Hangeng, and other supported casts.

Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)

Genre: Romance, Comedy

Rated: PG-15

Warning: The plot of this fanfiction are originally MINE. Plagiators, Copy-caters, etc. are NOT ALLOWED here. Please click the 'x' button if this fanfiction are not suit to you.

Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from a beginner author, an absurd plot, full of gajeness, typo(s).

Summary: Cho Kyuhyun, seorang remaja manis bergelar The Little Princess, memiliki ambisi kuat untuk menjadi seorang model profesional. Suatu hari ia mendapatkan peluang untuk menjadi seorang model di sebuah majalah –yang sialnya- adalah majalah untuk pria dewasa!

Hope you guys enjoy the story,

Don't like don't read please~

Ps: Kalau lupa gimana cerita sebelumnya, dianjurkan untuk membaca ulang chapter sebelumnya XD

. . .

.

Part Seven: Super-Ultra-Mega Models

Sore hari sepulang dari rumah Jaejoong, Heechul mendapati Kyuhyun yang telah pulang sejak satu jam yang lalu. Anak manisnya itu sedang menyapu halaman rumah.

"Aigoo, kau sudah pulang? Umma kira kau akan pulang saat jam makan malam" Sapa Heechul begitu masuk ke area pekarangan.

"Ne umma. Tadi Changmin bilang dia kegerahan dan ingin segera pulang untuk mandi, makanya aku pulang cepat" jawab Kyuhyun sambil meletakkan sapunya kemudian mengikuti Heechul masuk ke dalam rumah.

"Kyunnie, tolong bawakan umma segelas air dingin" perintah Heechul. Kyuhyun pun segera melesat menuju dapur dan membawakan segelas air putih dingin seperti pesanan ibunya itu.

"Ini umma, silahkan" Kyuhyun menyerahkan gelas yang dibawanya pada Heechul. Kemudian dia mendudukkan dirinya di sofa tepat disamping Heechul.

"Kyuhyun-ah, lihat apa yang umma bawa" kata Heechul sambil menatap Kyuhyun.

"Ada apa umma?"

"Tadi umma pergi ke rumah Changmin dan berbincang dengan Jaejoong, dan umma mendapatkan ini. Tadaaa!" kata Heechul sambil mengeluarkan sesuatu yang didapatnya dari rumah Changmin.

"OMO!" Kyuhyun tersentak kaget melihat apa yang diperlihatkan ibunya. Majalah Seductropolis!

"U-umma, ke-kenapa umma bisa mendapatkan i-ini?" tanya Kyuhyun yang schock terbata-bata. Heechul mengangkat sebelah alisnya.

"Ah wae? Tentu saja umma mendapatkannya dari rumah Changmin" jawab Heechul. Kyuhyun menggeleng.

"Ah a-ani, bukan itu maksudku. Bagaimana umma bisa mendapatkannya dari rumah Changmin? Majalah itu kan baru terbit besok" kata Kyuhyun memperjelas pertanyaannya.

Heechul meraih majalahnya dan membuka halamannya satu per satu, "Jaejoong yang meminjamkannya pada umma, dia menemukannya di kamar Changmin. By the way, kenapa kau tahu kalau majalahnya baru terbit besok?" tanya Heechul heran karena Kyuhyun belum melihat-lihat majalahnya bahkan covernya sekali pun. Jadi mustahil Kyuhyun dapat menemukan keterangan waktu terbitnya.

"A-ah tidak apa-apa, aku hanya asal menebak saja, he-he. Ah umma, ka-kalau begitu aku akan naik ke kamar untuk mandi. He-he"

Kyuhyun pun berlari ke kamarnya sambil merutuki nasib sialnya. Aduuh gawat.

.

.

~WonKyu~

.

.

Tidak seperti yang Kyuhyun jadikan alasan pada ibunya tadi, pria manis berpipi tembam itu malah menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur dan meraih handphonenya yang tergeletak disana. Dengan cepat ia segera mendial nomor telepon Changmin dan setelah menunggu hingga beberapa kali nada tunggu teleponnya itu diangkat.

'Yoboseyo?'

"YAH CHANGMIN-AH!" panggil Kyuhyun tanpa basa-basi.

'Wae geurae?' tanya Changmin dari seberang sana. Kyuhyun mengepalkan tangannya kesal, "Yah, kau simpan dimana majalah Seductropolis yang Siwon berikan untukmu?" tanya Kyuhyun.

'Di bawah selimutku, kau kan sudah tahu kenapa bertanya lagi' balas Changmin.

Kyuhyun mendengus, "Coba periksa selimutmu!" perintah Kyuhyun. Di seberang sana Changmin mengikuti perintah Kyuhyun dan memeriksa selimutnya, begitu ia menyingkap selimutnya Changmin tak menemukan sang majalah disana.

'Kyuhyun-ah, majalahnya hilang!' pekik Changmin kaget.

Kyuhyun memutar bola matanya, "CHANGMIN PABOOOOO! Neo paboya! Jelas saja majalahnya hilang karena kau ceroboh meletakkan majalahnya di bawah selimut! Dan kau tahu, sekarang majalahnya ada ditangan ibuku karena Jaejoong ahjumma yang menemukannya meminjamkannya pada ibuku. Ah eottokkae..." Dan kini Kyuhyun meremas rambutnya frustasi.

'MWO?! JINJJAYO?!' pekik Changmin (sekali) lagi. Karena terlanjur kesal Kyuhyun memilih memutuskan saja sambungan teleponnya dengan Changmin secara sepihak.

Menghela nafas kencang, Kyuhyun langsung menekan tombol dial up Siwon dan menunggu pria yang lebih tua beberapa tahun darinya itu mengangkat teleponnya. Namun beberapa kali Kyuhyun memanggil panggilannya selalu gagal dan dialihkan menuju kotak suara.

"Aishh kemana sebenarnya ahjussi itu?"

Kyuhyun menggigit bibirnya sambil meremas tangannya cemas. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pada pintu kamarnya yang membuat Kyuhyun terlonjak kaget. Pintu kamarnya pun terbuka sedikit.

"Hei, little princess! Boleh umma masuk?" tanya Heechul yang kepalanya menyembul dari balik pintu. Kyuhyun mengangguk.

Heechul masuk ke dalam kamar Kyuhyun dan berdecak melihat kamar anaknya yang tumben sekali terlihat berantakan.

"Yah, apa tadi pagi kau tidak membereskan kamarmu?" tanya Heechul sambil memungut beberapa benda yang berserakan di atas lantai.

Kyuhyun nyengir-nyengir kuda, "Hehehe tadi pagi kan aku cepat-cepat pergi ke sekolah jadi tidak sempat membereskan kamar" kata Kyuhyun sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah tangannya membentuk 'v sign', sebagai tanda damai, kalau tidak seperti itu ia bisa saja mendapatkan amukan spesial dari Heechul yang cinta kerapian.

"Ck, sudah cepat mandi sana, biar umma membantumu membereskan kamar. Setelah mandi kau harus membantu umma menyiapkan makan malam dan camilan karena akan ada teman kerja appamu yang bertamu" perintah Heechul sambil mendorong Kyuhyun ke arah kamar mandi dan tak lupa memberikan handuk yang tergantung di dekat pintu kamar mandi.

"Siaap~ Hehe terima kasih umma"

Blam

Heechul pun kembali ke pusat kamar Kyuhyun. Ia mengembalikan peralatan tidur Kyuhyun seperti bantal, guling, dan boneka telur yang terdampar(?) di lantai ke atas kasur Kyuhyun. Kemudianberjalan menuju meja belajar Kyuhyun yang dipenuhi oleh sampah makanan ringan dan kertas yang diremat-remat. Dan untuk yang terakhir, Heechul berniat memasukkan jaket Kyuhyun yang tergeletak di meja rias ke dalam lemari pakaiannya, namun saat Heechul membuka pintu lemari ada sesuatu menjuntai berwarna cokelat dan merah dari sela-sela pakaian Kyuhyun yang digantung. Perlahan-lahan Heechul menariknya keluar.

Wig? Dan.. ada dua?

"Kenapa Kyuhyun menyimpan benda seperti ini?" tanya Heechul pada dirinya sendiri sambil mengamati wig itu dengan saksama. "Seperti pernah lihat.." katanya lagi. Namun kemudian Heechul menggeleng dan mengembalikan wig itu ke tempat asalnya dan ia buru-buru menutup pintu lemarinya.

"Aku bisa cari tahu itu nanti. Yang terpenting sekarang adalah memasak untuk makan malam. Yuhuuu"

Heechul pun berlalu dari kamar Kyuhyun dengan membawa sejuta ide untuk penyelidikan dalam kepalanya.

.

.

~WonKyu~

.

.

Sepulang sekolah di hari berikutnya, Kyuhyun pergi menuju kantor agensi Seductropolis. Tanpa sempat berganti baju, dan well, saking buru-burunya, dia berjalan di trotoar seperti orang sedang dikejar anjing.

Saat memasuki gedung, Kyuhyun langsung mendatangi meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan Siwon. Begitu mengetahui Siwon ada di ruang kerjanya Kyuhyun langsung melesat pergi.

"Ahjussi!" sapa Kyuhyun begitu ia berhasil mencapai ruang kerja Siwon dalam waktu kurang dari tiga menit, membuat Siwon yang tadinya sedang tertunduk serius di meja kerjanya terlonjak kaget di kursi putar.

"Wah! Kyu!" Siwon melotot kaget sambil mengusap dada. "Kalau masuk jangan lupa untuk mengetuk pintu."

Kyuhyun meringis, "Aduh, maaf Ahjussi." Kyuhyun berjalan mendekati Siwon dan duduk di sofa di samping meja kerja Siwon.

"Kebetulan kau datang kemari," kata Siwon. "Aku ingin memberimu ucapan selamat. Official debutmu mendapat sambutan lebih dari perkiraanku sebelumnya, majalahnya terjual lebih dari sepuluh ribu eksemplar dalam waktu kurang dari satu jam! Hebat bukan?" kata Siwon berapi-api sambil beranjak duduk di samping Kyuhyun.

"Terimakasih, itu berkat bantuanmu juga, Ahjussi." Kyuhyun memeluk leher Siwon sebentar dengan ekspresi senang di wajahnya. Namun tak lama mimik wajah Kyuhyun berubah lagi.

"Kenapa dengan ekspresimu, huh?" tanya Siwon bingung.

Kyuhyun menggaruk pipinya gusar, "Aduh Ahjussi, apa kau tahu kalau sekarang ada hal yang gawat?" tanya Kyuhyun balik. Siwon menggeleng.

"Ini benar-benar gawat, Ahjussi. Ibuku memiliki majalah Seductropolis! Bisa-bisa penyamaranku ketahuan"

Siwon melotot kaget, "Benarkah? Dari mana ia mendapatkannya? Kenapa kau baru memberi tahu aku sekarang?"

Kyuhyun cemberut, "Si Changmin bodoh itu teledor menyimpan majalahnya dan ketahuan oleh Jaejoong ahjumma, ibuku meminjamnya. Kemarin aku menelponmu tapi tidak kau angkat—"

Omelan Kyuhyun terhenti saat ponselnya bergetar dari dalam saku seragamnya.

Umma calling

"Wah, umma menelepon!" seru Kyuhyun. Kyuhyun langsung mengangkat teleponnya.

"Halo"

'Kyu, apa kau sudah pulang?' tanya Heechul di seberang.

"Belum. Ada apa, umma?"

'Bisa kau hubungi Siwon dan katakan padanya untuk ikut makan malam di rumah?"

"Euum, bisa. Kenapa tiba-tiba mengajaknya makan malam bersama, apa ada sesuatu?" tanya Kyuhyun. Apa mungkin umma akan mengadakan acara perjodohan untukku dan Ahjussi ya, pikir Kyuhyun yang masih sempat-sempatnya melantur.

'Ada sesuatu yang perlu dibicarakan. Sudah ya, Umma tutup teleponnya. Bye princess'

Tuut

Kyuhyun menghela nafasnya lalu kembali menatap Siwon.

"Ahjussi, umma ingin kau untuk ikut makan malam di rumahku. Katanya ada yang ingin dibicarakan. Kau akan datang?"

Siwon mengangguk, "Tentu saja. Bagaimana kalau kita ke rumahmu sekarang? Biar aku ikut membantu menyiapkan makan malamnya juga"

Kyuhyun bangkit, "Baiklah."

.

.

~WonKyu~

.

.

Pukul setengah enam sore Kyuhyun pulang bersama Siwon. Pintu depan rumahnya terbuka, tidak seperti biasanya. Setelah melepas sepatu dan menggantinya dengan sendal rumah, Kyuhyun dan Siwon berjalan masuk.

"Aku pulaaaang~ Oh appa?"

Muncul sosok Hangeng dari arah dapur dengan celemek dan sebuah panci di tangannya.

"Selamat datang. Wah, Siwon juga sudah datang." Sambut Hangeng dengan senyuman di wajahnya.

"Annyeong" Siwon membungkuk hormat pada Hangeng.

"Nah Kyu, ajak Siwon masuk. Appa masih harus menyiapkan makanannya"

Kyuhyun menarik tangan Siwon ke ruang tengah. "Sebentar ya Ahjussi, aku ganti baju dulu." Kyuhyun pun berlari menuju kamarnya.

Siwon duduk di sofa ruang tengah dan mengendurkan lilitan dasi di lehernya. Sejenak Siwon memejamkan matanya sebelum ada seseorang yang menepuk bahunya. Siwon membuka mata dan menoleh.

Terpaku beberapa saat, dan Siwon pun terpekik kaget.

"W—Wah! Nu-nuguseyo?!"

Siwon naik ke atas sofa sambil memasang posisi kuda-kuda, siap menyerang. Orang yang membuatnya kaget hanya mengibaskan tangan sambil memutar bola matanya.

"Masa kau tidak mengenaliku?"

Siwon melotot saat mendengarnya bicara, "Heee Heechul-ssi...? Omo, how can? Bajunya?!"

Heechul berdiri di hadapan Siwon sambil menyilangkan tangan di depan dada. Gaun mini merah, highheels, wig cokelat panjang, make up tebal, bibir merah menyala.. Siwon bergidig, ia merasakan atmosfer sedingin es tiba-tiba melingkupinya.

"Aku menemukannya di lemari Kyuhyun. Eotte? Apa aku terlihat sama seperti Kyuhyun?" tanya Heechul dengan suara yang dicentil-centilkan.

"Maksud anda?" Siwon bertanya hati-hati. Dalam kepalanya Siwon sibuk berdo'a dan mengirimkan sinyal(?) bahaya pada benak Kyuhyun.

"Dalam majalahmu. Apa aku terlihat sama? Atau aku terlihat lebih hot dari Kyuhyun?" tanya Heechul lagi dengan nada yang berubah berbahaya dan tatapannya tajam. Siwon waspada.

"A-aku.. aku tidak mengerti"

"Tidak usah berpura-pura bodoh, Tuan Choi Siwon, president of Seductropolis Ent. Kau yang telah menyesatkan anakku. Sekarang, rasakan ini! HYAAATT!"

Tiba-tiba saja Heechul menerjang Siwon hingga pria itu roboh. Siwon tak sempat membela diri ketika Heechul mencekik lehernya.

'KYU! KYU! TOLONG AKU!' benak Siwon berteriak. Tak lama Kyuhyun keluar dari kamarnya, seakan mendengar teriakan Siwon. Kyuhyun melotot melihat Siwon sedang ditindih(?) seseorang tak dikenal. Kyuhyun berlari menuruni tangga yang menghubungkan lantai atas dan dasar secepat mungkin dan menghampiri Siwon. Kyuhyun mencengkram tangan yang sedang mencekik Siwon.

"Hentikan!" jerit Kyuhyun. Seketika, tanpa penolakan, cengkraman itu mengendur. Kyuhyun mencoba melihat dengan baik siapa yang berani-beraninya menyerang Siwon di dalam rumahnya yang seharusnya aman.

"Halo, princess"

Heechul menatap Kyuhyun dengan senyum miring di wajahnya, matanya merah dan menyala-nyala. Kyuhyun meneguk ludah, kelu. Tiba-tiba sosok Heechul menjadi menyeramkan di wajahnya. Sepertinya ada dua tanduk mencuat dari sisi kepala Heechul. Sosok ibunya yang berubah itu mendekati Kyuhyun, sekarang sedang mencoba untuk melakukan hal yang sama seperti pada Siwon.

Mencekiknya.

.

.

.

"ANDWAAAAEEEEE!"

Kyuhyun tersentak bangun dari tidurnya. Keringat dingin turun di pelipis hingga dagunya. Kamarnya gelap dan sunyi hingga suara detak jam dinding terdengar begitu nyaring. Kyuhyun meraba lehernya dan menepuk pipinya, ia masih hidup.

Kyuhyun turun dari atas kasur dan berjalan keluar dari kamarnya. Di luar kamar lampu menyala terang benderang, ada suara orang bercakap-cakap dari lantai dasar. Kyuhyun menapaki tangga perlahan-lahan sambil mengarahkan pandangannya ke sana ke mari.

Saat melewati ruang tengah ia tidak melihat siapa pun, maka ia terus berjalan hingga dapur. Kyuhyun mengintip dari balik tembok.

"WAH!" Kyuhyun melompat karena kaget. Di sana, di ruang makan, ada kedua orang tuanya sedang berbincang dengan seseorang. Siwon.

"Kyu, kau sudah bangun?" suara Hangeng menyadarkannya dari keterkejutan. Semua mata memandang ke arahnya.

"Kau melewatkan makan malamnya" sambung Heechul.

Kyuhyun menatap Hangeng, Heechul, dan Siwon bergantian. "Berapa lama aku tertidur?" tanya Kyuhyun. Hangeng berhitung. "Tiga jam sepertinya"

Kyuhyun bertanya lagi, "Lalu kenapa ada Siwon? Bukankah hanya teman kerja appa yang ikut makan malam?"

Siwon tersenyum, "Memangnya aku bukan teman kerja ayahmu apa?." Perkataannya langsung disambut gelak tawa Hangeng dan Heechul. "Teman appa yang lain sudah pulang. Hanya Siwon yang masih tinggal" kata Hangeng memperjelas keadaan.

Kyuhyun langsung berlari menghampiri Siwon dan dengan tiba-tiba mengangkat kepalanya hingga mendongak.

"Ah, wae?!" protes Siwon ketika Kyuhyun memegangi dagunya kuat-kuat.

Tidak ada tanda-tanda bekas cekikan, pikir Kyuhyun.

Puk

Kyuhyun terlonjak. Heechul menepuk pundaknya.

"Huwaaahh, ampuni aku ummaaaaa!"

Kyuhyun berlutut di lantai dengan tangan tertangkup di depan wajahnya, tidak berani menatap Heechul.

"Eeeeh?!" Heechul heran.

"Jangan bunuh Siwon, kumohon. Aku mengaku salah, ini bukan salahnya. Aku yang harus dihukum, tapi tolong ampuni aku dulu. Huhuuuhuu"

Hangeng, Heechul, dan Siwon saling bertukar pandangan heran.

"Kau mengigau!" seru Heechul sambil menarik tangan Kyuhyun agar putra sematawayangnya itu bangun. Kyuhyun buru-buru melepaskan genggaman tangan ibunya dan mendekati Siwon sambil memasang posisi melindungi.

"Tidak, aku tidak mengigau! Umma, Appa, aku akan jujur pada kalian dan aku mohon jangan sakiti Siwon"

Hangeng mengangguk. "Ada apa sebenarnya, sayang?"

Kyuhyun menelan ludah, menatap Siwon yang ada di belakangnya sebentar, kemudian kembali menatap orang tuanya.

"Aku.. aku sudah menjadi model"

Terdengar pekikan tak percaya dari mulut Heechul dan Hangeng, namun sang appa mampu menguasai dirinya kembali dengan cepat. Siwon sendiri berseru tak menyangka kalau Kyuhyun akan mengatakannya secepat ini.

"Dimana?" tanyanya singkat dan minim emosi. Kyuhyun tidak tahu apakan ayahnya itu marah atau biasa saja kini.

"Se-seductropolis.."

Dengan spontan Heechul bangun dari duduknya, membuat kursi yang didudukinya berderit menggesek lantai. Tangannya mengacung garang ke arah Kyuhyun.

"MWOYA?! JADI YANG ADA DALAM MAJALAH ITU KAU?!"

"Huhuu ampuni aku umma!" Kyuhyun berlutut lagi. Kali ini Heechul tidak membantunya untuk bangun.

Tanpa Kyuhyun sangka, Heechul kembali duduk di kursinya dan menelungkupkan kepalanya di atas meja.

"Sudah kuduga" desah Heechul berat.

Kyuhyun mendongak, Siwon terpelongo. "Yeee?"

Heechul beralih memeluk Hangeng, "Yeobo, bagaimana ini? Akhirnya hal ini terjadi juga" keluh Heechul. Hangeng menghela nafas berat, "Kita tidak bisa menghalanginya sekarang"

Kyuhyun menarik tangan Heechul dan menggenggamnya erat-erat, "Umma, marahilah aku!"

Heechul mengelus kepala Kyuhyun, "Umma sudah menduga kalau kau akhirnya akan berbuat nekad. Bukan tanpa alasan umma dan appa melarangmu untuk menjadi model. Umma dan appa hanya tidak ingin kejadian yang dulu menimpa kami kembali terjadi padamu"

Kyuhyun memiringkan kepalanya tak mengerti. Hangeng melanjutkan, "Dulu saat ummamu masih muda ia adalah seorang model terkenal, dan sampai sekarang maih sangat terkenal. Dan sejak dulu appa sudah menjadi fotografer. Kami pertama kali bertemu pada sebuah pemotretan dan aku langsung jatuh cinta pada Heechul, dalam waktu dekat kami pun berpacaran."

Hangeng menarik nafas terlebih dahulu sebelum melanjutkan, "Kami sering terlibat dalam satu pemotretan, dan nyaris sepanjang waktu aku selalu bersamanya. Lalu pada suatu hari, terjadilah 'kecelakaan' yang akhirnya membuat Heechul mengandung. Kami banyak digosipkan di berbagai media dan untuk beberapa waktu reputasi kami sempat menurun. Aku pun memutuskan untuk menikahi Heechul, setelah itu kami berdua vakum dari dunia entertaiment dan kembali lagi setelah semua keadaan membaik."

Kyuhyun ternganga mendengarnya, begitu pula dengan Siwon. Kyuhyun sendiri baru tahu tentang hal ini.

"Kami sebenarnya melarangmu untuk menjadi model untuk menjagamu dari bahaya yang pernah kami hadapi. Tapi sekarang sudah terlambat, kita tidak bisa berbuat banyak selain mengawasimu" Heechul berbicara lagi, suaranya lemah dan tatapan matanya sedikit sedih. Kyuhyun jadi merasa bersalah.

"Maafkan aku umma, appa. Aku tidak tahu"

Hangeng tersenyum, "At least, kau 'jatuh' ke tangan Siwon. Appa memercayainya kalau ia baik. Hanya saja yaaa kau tahu sendiri, Seductropolis Magz adalah majalah pria dewasa. Mau tak mau kau harus tetap menyembunyikan identitasmu kalau masih ingin bernaung di sana, Appa tidak mau kau tersangkut skandal karena ketahuan kalau kau masih di bawah umur"

Kyuhyun berbinar, "Jadi Appa dan Umma tidak marah? Kalian tidak akan menyuruhku pindah agensi?"

"Tidak selama kau masih ada dalam batas kewajaran. Kalau kau merasa sudah ada di luar batas, cepat pergi dari sana. Dan kau Siwon, kau harus menjaga indentitas anakku, dan kalau kau sampai berbuat yang macam-macam akan ku gorok lehermu! Mengerti?!" kata Heechul galak.

Siwon yang sejak tadi terdiam buru-buru mengangguk, "Iya aku mengerti"

Hening sejenak. Mereka semua sibuk dengan pikiran masing-masing.

Heechul mendesah dan menyandarkan tubuhnya ke tubuh Hangeng.

"Yeobo, melihat Kyuhyun seperti melihat diriku dulu ya.." kata Heechul sambil menerawang. Hangeng tergelak kemudian terkekeh yang lama-lama berubah menjadi tawa yang besar.

"Ya, benar. Benar-benar seperti dirimu dahulu" timpal Hangeng.

Kyuhyun yang merasa bahwa namanya hanya 'numpang lewat' dalam perkacakapan itu protes. "Memangnya ada apa denganku?"

Bukannya menjawab, tawa Hangeng semakin menjadi-jadi. Heechul juga ikut tertawa. Ia dan Siwon terdiam seperti orang bodoh -_-

"Dulu sekali, Kyu, hahaha" Heechul buka suara, "Umma sama sepertimu. Memulai karir modeling dengan menyamar sebagai perempuan."

"Malah lebih parah. Umma mu pernah melakukan pemotretan 'panas' bersama appa dulu" tambah Hangeng jahil.

Kyuhyun dan Siwon saling berpandangan, "Masa?!" tanya mereka berbarengan. Heechul dan Hangeng mengangguk untuk menjawab pertanyaannya.

"Kapan-kapan kau harus melakukan pemotretan bersama umma, Kyu" kata Heechul yang disetujui Hangeng.

"Yang akan mengambil gambarnya adalah Appa dan Siwon. Apa kau mau, Siwon?"

Siwon mengangguk dan berseru semangat, "Suatu kehormatan untukku bisa bekerja sama dengan kalian"

Heechul menepuk tangannya dan berseru girang, "Lalu caption untuk pemotretannya adalah 'Duet maut Super-Ultra-Mega Models'. Eotte?"

Semua orang tertawa mendengarnya. Kedengarannya terlalu berlebihan. Tapi biarlah, yang terpenting segalanya menjadi jelas sekarang. Tak ada lagi yang perlu ditutup-tutupi Kyuhyun dari kedua orang tuanya.

Tak ada pembunuhan(?)

Tak ada kerusuhan(?)

Dan tak ada kemarahan dari Hangeng maupun Heechul.

Tahu begitu sudah dari kemarin Kyuhyun berterus terang =_=

Ya dan segalanya berakhir dengan baik. Mungkin hal selanjutnya yang perlu diurus adalah mengenai kejelasan 'hubungan' Kyuhyun dan Siwon. Dan sepertinya mereka harus 'bekerja keras' untuk menjelaskannya.

Sudahlah.

Lebih baik kita akhiri saja. Do'akan semoga langkah Kyuhyun selalu lancar kedepannya! Ho-ho.

.

.

.

THE END


A/N: Halooo semua~~ I'm back! Woo *lambai lambai*Eh gila, ini chapter udah ngutang berapa lama ya? Maaf ya buat yang udah sejak lama nunggu, kalian boleh cubit saya deh (kalau bisa u,u). Ternyata banyak sekali hambatan dan cobaan dalam proses pengerjaan final chapter ini. Fiuuhh

Gimana gimana menurut kalian tentang final Chapternya? Kalau saya pribadi sih ngerasa sedikit anti-klimaks gitu, hahaha. Tapi semoga kalian puas deh.

Kali ini saya nggak akan ngomong panjang lebar. Pokoknya thanks berat buat yang udah setia nunggu sama buat yang baca dari chapter awal sampai akhir dan maaf untuk semua ketidaknyamanannya.

Love you all!

The Bloody Phoenix :D