PLEASE LOVE ME
PLEASE LOVE ME
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance & Hurt/Comfort
Pairing : SasuHina
Rated : T
Author : BlackRed121
Don't Like Don't Read
Hari ini pagi dikota Konoha terlihat cerah musim semi ini memang sangat digemari penduduk begitupun dengan gadis yang satu ini Hyuuga Hinata yang tengah menikmati kopinya di sebuah cafe favorite yang biasa ia kunjungi dipagi hari bersama sahabatnya tetapi hari ini dia terlihat sendiri duduk menikmati seuasana sejuk khas musim semi, ia duduk ditempat biasa dengan jendela kaca yang langsung mengarah keluar cafe sehingga dia dapat melihat orang-orang berlalu lalang menjalankan aktivitas masing-masing.
Saat sebuah mobil berwarna biru melaju dengan pengemudi tampan didalamnya ditemani perempuan berambut blonde seketika mata Hinata terbelalak melihat mobil itu lebih tepatnya orang yang ada di mobil itu, untung saja jendela kaca mobil itu terbuka sehingga Hinata dengan tidak sengaja melihat mereka, entah kenapa Hinata tiba-tiba saja mengalihkan perhatiannya dan memegangi dadanya 'kenapa tiba-tiba jantungku berdetak seperti ini, kami-sama ada apa denganku akhir-akhir ini apa aku harus periksa kedokter' gumam Hinata masih memegang dadanya 'yang tadi di mobil itu sepertinya Sasuke-san dengan seorang perempuan tapi siapa, tunggu kenapa aku memikirkan Sasuke-san aku sudah gila, tapi aku juga merasa aneh jika bertemu Sasuke-san. Kami-sama' desah Hinata lalu menyesap kembali kopinya.
Tiba-tiba ponsel yang diletakkan di meja samping buku catatannya berdering dengan nama Sakura sebagai pemanggil.
"Moshi-moshi Sakura-chan, Ada apa ?" Tanya Hinata menjawab teleponnya.
"Hinata-chan kau dimana ? aku tak melihatmu dikampus." Jawab Sakura diseberang sana.
"Aku ada dicafe tempat biasa Sakura-chan, memangnya kenapa ?"
"Kau di Cafe kenapa kau tak mengajakku, kita bisa pergi bersama." Sambung Sakura.
"Aku kira kau lagi bersama Naruto-kun jadi aku tak enak mengganggu."
"Kau ini, Aku tidak lagi bersama Naruto dia ada urusan tadi, jadi aku mecarimu. Tapi kau akan kekampuskan ?" Tanya Sakura
"Iya Sakura-chan aku sudah diluar Cafe aku akan berangkat." Jawab Hinata lalu berjalan ke halte bus, Hinata memang lebih suka menggunakan kendaraan umum dibanding diantar jemput dengan mobil mewah, menurutnya dia lebih bebas kesana-kemari jika tak ada supir karena dia juga tak bisa mengemudi.
"Baiklah aku tunggu." Jawab Sakura lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Tak lama di perjalanan Hinata sudah sampai dikampusnya dengan buru-buru dia berlari menuju gerbang dan tak sengaja 'Bruukk' dan kesekian kalinya Hinata menabrak orang lagi.
"Ah, Go-gomen, Gomennasai. Anda tidak apa-apa ?" tanya Hinata pada orang yang ditabraknya setelah berdiri sambil membersihkan pakaiannya, dan pada saat ia melihat siapa orang yang ditabraknya dia terbelalak kaget bukan kepalang dan jantungnya mulai berdetak dengan kencang lagi.
"Sa-sasuke-s-san." Ucap Hinata dengan gagap.
"Hyuuga ?" Kata Sasuke menaikkan alisnya heran.
"Ah-Go-gomennasai Sa-suke-san aku t-tidak sengaja." Sambung Hinata masih dengan gagapnya dengan kepala tertunduk.
"Tch, ceroboh." Ucap Sasuke sinis Hinata yang mendengar itu langsung mendongkakkan kepalanya memandang Sasuke, saat melihat tatapan tajam Sasuke nyali Hinata langsung menciut apalagi jantungnya berdetak tidak karuan.
"Ke-kenapa Sa-suke-s-san ada di si-sini ?" Tanya Hinata takut-takut.
"Bukan urusanmu." Jawab Sasuke lalu pergi begitu saja. Tiba-tiba setetes bening keluar dari mata gadis yang ditinggalkan perasaannya saat ini entah mengapa ia sangat sedih dan kecewa, saat menyadari airmatanya keluar Hinata segera menghapusnya 'kenapa aku menangis, dan kenapa denganku kami-sama kenapa rasanya sa-sakit sekali' Ucap Hinata dalam hati air matanyapun menetes lagi. Sedangkan tak jauh dari sana seorang perempuan berambut pink yang berlari menuju kearah Hinata berdiri.
"Hinata-chan sedang apa disi-, kau menangis ada apa Hinata-chan?" pertanyaaan Sakura terpotong saat melihat air mata Hinata.
"Sakura-chan, tidak apa-apa tadi aku hanya kelilipan." Jawab Hinata sambil mengusap air matanya lalu tersenyum.
"Kau bohong Hinata-chan, katakan padaku dan siapa laki-laki yang berbicara denganmu tadi apa dia yang membuatmu menangis ?" Sakura tak puas dengan jawaban Hinata.
"Sungguh Sakura-chan aku hanya kelilipan, di-dia dia itu teman kerja Neji-nii aku tadi hanya menyapanya." Jawab Sakura 'aku tak tau Sakura-chan apa karena dia aku menangis' sambung Hinata dalam Hati.
"Begitukah, kau jangan coba-coba menyembunyikan sesuatu dariku Hinata-chan, cepat atau lambat aku akan tahu." Hinata hanya mengangguk dan meraih tangan Sakura lalu masuk kekampus mereka.
Sementara itu sebuah Restaurant ternama duduk dua sepasang kekasih yang sedang menikmati hidangan yang terlihat mewah, perempuan dan laki-laki itupun berpenampilan formal. Uchiha Sasuke dan kekasihnya Ino Yamanaka sedang menikmati makan malamnya dengan suasana romantis di Restaurant tersebut.
"Terima kasih Sasuke-kun sudah mengajakku makan malam romantis seperti ini, aku senang sekali." Ucap Ino yang tampak cantik dengan balutan dress panjang berwarna ungu lembut dengan rambut yang sengaja di gerai.
"Hn." Jawab Sasuke singkat lalu menikmati hidangannya lagi.
"Jarang sekali Sasuke-kun mau melakukan ini, tapi bagaimanapun malam ini aku senang sekali." Ucap Ino lagi dengan senyumnya, Sasuke tak menjawab hanya memandang Ino lekat-lekat. "Kenapa memandangku seperti itu Sasuke-kun apa ada yang salah ?" Tanya Ino yang risih.
"Tidak, Kau ... Cantik." Ucap Sasuke lalu tersenyum pada Ino, Ino terlihat malu-malu dengan rona merah dipipinya. Dan mereka menikmati kembali makanannya. Tak lama kemudian ponsel Ino bergetar sekilas Ino menatap pemanggilnya denga ekspresi terkejut.
"Sasuke-kun aku ketoilet sebentar." Tanya Ino tanpa menunggu jawaban dari Sasuke diapun melesat pergi.
-ditoilet-
"Moshi-moshi." Ucap Ino setelah masuk dalam toilet dan mengunci pintu.
"Apa kabar Ino ?"
"Kenapa kau menghubungiku ?" Tanya Ino pada orang yang berbicara di telepon.
"Apa-apaan pertanyaanmu itu." Jawab orang itu yang terdengar suara laki-laki.
"Bukan, maksudku bukan begitu. Maksudku ada apa ? aku sedang makan malam dengan Sasuke-kun."
"Benarkah ?" Jawab laki-laki tersebut dengan nada kecewa.
"Iya, ada apa ?" tanya Ino lagi.
"Kau tidak peka sekali Ino-chan, kau tidak dengar nada suaraku. Aku akan ke Tokyo besok, bagaimana menurutmu ?" Ino yang mendengar itu tersenyum sekaligus terkejut.
"Nani ? ke Tokyo ? apa maksudmu kau sudah gila ?" Tanya Ino mulai kesal.
"Memangnya kenapa, aku merindukanmu. Tak ada alasan aku sudah mengambil penerbangan tercepat besok, kuharap kau bisa menjemputku." Ucap laki-laki itu dengan tegas sedangkan Ino menghela nafas mendengarnya.
"Baiklah, sebenarnya aku senang kau bisa kesini, aku juga merindukanmu." Sambung Ino tersenyum dan memutuskan panggilan, setelah merapikan sedikit penampilannya dia kembali ke tempat makan malamnya.
"Kenapa lama sekali ?, aku menelponmu tapi ponselmu sibuk." Tanya Sasuke yang menunggu lama.
"Tidak apa-apa, tadi Obaa-sanku menelpon jadi aku sedikt lama di toilet." Jawab Ino berusaha santai.
Keseokan harinya dimalam hari di kediaman Uchiha. Uchiha Sai berkunjung ke mension Uchiha dengan tujuan untuk sekedar berkunjung. Dia terlihat sedang berbincang dengan Fugaku dan Mikoto diruang tamu.
"Bagaimana kabar Okaa-san dan Otou-sanmu, Sai-kun ?" Tanya Mikoto pada Sai.
"Mereka baik-baik saja Obaa-san." Jawab Sai
"Kudengar kau tinggal di apartemen ?" Tanya Fugaku sambil menyesap teh hangat yang sudah disediakan.
"Iya Ojii-san, Otou-san yang menyiapkannya. Tempatnya tidak terlalu jauh dari sini."
"Kenapa kau harus tinggal di apartemen Sai-kun kau punya keluarga disini kau bisa tinggal disini, aku mulai merasa rumah ini terlalu besar dengan penghuni tiga orang." Ucap Mikoto.
"Aku hanya tidak mau merepotkan Ojii-san dan Obaa-san, dan aku juga ingin mencoba hidup mandiri." Jawab Sai kalem.
"Kau ini mirip sekali Otou-sanmu. Kalau begitu sering-seringlah berkunjung kesini Sai-kun."
"Pasti Obaa-san. Apa Sasuke ada dirumah ?" Tanya Sai melihat keatas arah kamar Sasuke.
"Ada, dia dikamar. Kau langsung saja kekamarnya." Jawab Mikoto mempersilahkan Sai.
"Baik Ojii-san Obaa-san." Sai memberi salam lalu menuju kamar Sasuke.
Sesampainya dikamar Sasuke dia langsung membuka pintu tanpa mengetuknya.
"Ohayou." Ucap Sai sok imut lalu menuju keranjang Sasuke sedangkan pemilik kamar sedang berkutat dengan dokumen-dokumen di meja kerjanya.
"Kau tidak sopan." Ucap Sasuke tanpa mengalihkan penglihatannya. Sai yang mendengarnya hanya mengidikkan bahunya dan mengambil majalah bisnis disamping ranjang Sasuke dan membacanya dengan santai. "Kenapa kau kesini ?" Tanya Sasuke sinis.
"Aku hanya berkunjung."
"Hn." Ucap Sasuke lalu menutup dokumennya yang sepertinya sudah selesai. "Kalau tak ada perlu kau bisa pulang." Ucap Sasuke lagi sambil duduk di sofa.
"Kau senang sekali mengusirku, nanti saja aku masih ingin disini. Oh iya kau kenal Yamanaka ino ? aku melihatmu mengantar-jemputnya di kampus."
"Bukan urusanmu" Jawab Sasuke singkat.
"Oh ayolah aku hanya ingin tahu, belakangan ini aku selalu berpapasan dengannya tapi dia terlihat menghindar. Kenapa ya." Kata Sai menyeringai. Sasuke yang mendengarnya hanya memandang tajam Sai.
"Dia tidak mengenalmu."
"Bagaimana mungkin dia tidak mengenalku, kau tahu di New York aku seUniversitas dengannya dan kami sering berbicara tetapi aku heran sekarang. Apa jangan-jangan dia kekasihmu." Sambung Sai lagi mulai memancing Sasuke, sontak Sasuke kaget tetapi langsung kembali berwajah datar.
"Kalau dia kekasihku memangnya kenapa?." Tanya Sasuke mulai terpancing. 'Sudah kuduga' ucap Sai dalam hati.
"Sudah kuduga, tidak apa-apa kalian terlihat cocok. Kalau begitu aku pulang dulu." Ucap Sai lalu bangkit saat dipintu dia berbalik "Sepupu kau harus lebih hati-hati." Kata Sai lalu pergi.
"Cih, apa maksudnya." Balas Sasuke tanpa memikirkan perkataan Sai.
-bandara konoha-
"Moshi-moshi kau sudah sampai ?" Ucap perempuan berambut blonde dengan kaca mata dan topi yang menutupi sedikit wajahnya.
"Ya aku sudah sampai, tunggu aku disana Ino. Kau berpakaian warna apa ?" jawab suara laki-laki yang berada ditelepon tersebut.
"Baiklah, aku berpakaian Merah topi putih." Ucap perempuan itu yang tak lain adalah Ino. Tak lama kemudian dari kejauhan terlihat seorang laki-laki berambut merah dengan wajah baby face menuju ke arah Ino, Ino yang melihat laki-laki tersebut langsung berlari.
"Sasori-kun." Teriak Ino lalu langsung memeluk laki-laki yang dipanggil Sasori, laki-laki itupun langsung meletakkan kopernya dan membalas pelukan Ino.
"Aku merindukanmu Ino-chan." Ucap Sasori.
"Aku sangat merindukanmu." Balas Ino lalu melepaskan pelukannya dan langsung mencium bibir laki-laki yang ada didepannya lama sampai pasokan udara mendesak mereka untuk melepaskan satu sama lain.
"Kau sudah meningkat rupanya." Ucap Laki-laki itu Sasori, Ino merona mendengar perkataan Sasori. Setelah itu mereka langsung menuju ke apatemen Ino.
Setelah menempuh perjalanan sampailah mereka di apartemen Ino, mereka langsung masuk setelah mengambil barang. Sasoripun langsung meletakkan barangnya dan duduk di sofa diruang Tv.
"Sasori-kun mau minum apa ?" Tanya Ino setelah melepas kacamata dan topinya.
"Terserah saja. Sementara ini aku ingin tinggal disini, bagaimana ?" Tanya Sasori sambil melihat keseliling. Ino datang membawa kaleng minuman dingin dia ragu menjawab permintaan Sasori, jadi Ino hanya diam.
"Bagaimana Ino-chan, kau setuju aku tinggal disini ?"
"Berapa lama ?" Tanya Ino.
"Aku tak tau, aku mengambil cuti kuliahku. Tenang saja kau tak lupa aku juga orang jepang, aku juga punya keluarga disini. Aku akan kesana setelah melepas rindu denganmu." Jelas Sasori sambil memegang tangan Ino. Ino hanya menunduk tak menjawab.
"Kenapa kau diam? Oh kau takut pada Uchiha kekasihmu itu ? sampai kapan kau menyembunyikanku seperti ini ? aku juga kekasihmu Yamanaka Ino dan lebih mencintaimu dibanding Uchiha brengsek itu." Jelas Sasori emosi, Ino terkejut mendengar kemarahan Sasori.
"bu-bukan begitu Sasori-kun, ini tidak akan lama." Ucap Ino yang mulai takut.
"Tiga tahun menurutmu tidak lama ? aku selalu menunggumu, aku selalu ingin kau memberi tahu semua orang bahwa aku kekasihmu bukan Uchiha Sasuke."
"Iya aku mengerti tapi mohon tunggu sebentar lagi, sekarang ini aku sudah yakin kalau Sasuke sudah sangat mencintaiku, setelah ini aku akan meninggalkannya dan aku yakin dia akan hancur seperti apa yang dulu dia perbuat pada sahabatku. Yakumo-chan bunuh diri Cuma karena ditolak dan dipermalukan Uchiha itu, aku tak bisa terima itu Sasori-kun." Jelas Ino dengan air mata yang mulai menetes mengingat masa senior high schoolnya dulu bersama sahabatnya.
"Sudahlah Ino-chan jangan kau pikirkan itu, aku minta maaf sudah berbicara kasar." Ucap Sasori lalu memeluk Ino yang semakin terisak.
-Universitas Konoha-
Tidak terasa aktivitas di Universitas Konoha telah usai satu persatu mahasiswa meninggalkan kampus dan melanjutkan aktivitas selanjutnya.
"Ohayou Yamanaka." Sapa perempuan bercepol empat yang bernama Temari.
"Ohayou Senpai, hari ini hari yang cerah ya." Ucap Ino tersenyum
"Begitulah, oh iya aku tadi tidak melihat Uchiha mengantarmu ? apa ada sesuatu ?"
"Tidak juga, Sasuke-kun sedang ada miting pagi ini jadi dia tidak sempat mengantarku." Jawab Ino. saat
"Begitukah, yasudah aku duluan, Jaa-nee." Ucap Temari melambaikan tangan dan pergi.
Saat Temari pergi Ino merogoh tas dan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Moshi-moshi Sasuke-kun." Ucap Ino pada orang yang dia telpon.
"Hn, aku sudah diluar kantor aku akan menjemputmu."
"Tidak, tidak Sasuke-kun, Gomen hari ini kau tak usah menjemputku. Hari ini Obaa-sanku ke Konoha jadi aku akan menjemputnya dibandara. Gomennasai." Kata Ino dengan nada menyesal terkesan dibuat-buat.
"Aku akan mengantarmu."
"Tidak Usah, aku sudah ada diperjalanan, lanjutkan saja pekerjaanmu Sasuke-kun. Aku akan baik-baik saja." Ino meyakinkan, lalu berjalan menuju ke mobil yang berisi seorang laki-laki berambut merah dan masuk kedalam mobil.
"Yasudah, kau hati-hati." Balas Sasuke lalu memutuskan sambungannya. 'aku merasa aneh' gumam Sasuke. Sementara itu mobil yang tadi dimasuki Ino melaju dengan dikemudikan oleh laki-laki berambut merah yaitu Sasori. Tak jauh dari sana seseorang yang tak disangka-sangka memperhatikan mereka dengan mobil sportnya tak lupa seriangaiannya 'rupanya dia diKonoha, kau terlalu bodoh Yamanaka' gumam laki-laki yang mengikuti mobil Ino.
Tbc
Ohayou Minna-san, sebelumnya aku pengen minta maaf.
Gomen, gomen , Gomennasai Minna-san ... ;(
Aku tau updatenya sangat to late, tapi mau di apa lagi tugas sudah menumpuk disana-sini. Jadi aku gak punya kesempatan nulis. Chapter ini juga pendek banget dari chapter kemarin, aku sudah berusaha.
Di chapter dan chapter sebelumnya memang SasuHina kurang tapi yang pasti fanfic ini SasuHina kok, chapter ini sudah terjawab pertanyaan para reader tentang ketakutan Ino pada Sai, bukan Sai yang selingkuh sama Ino loh :D.
Aku senang kalian udah mau baca dan review fanfic gak jelas saya ini Arigatou Minna-saa, aku bakal berusaha gak telat update lagi, tapi gak janji yaa..
Arigatou Minna...
