PLEASE LOVE ME
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance & Hurt/Comfort
Pairing : SasuHina
Rated : T
Author : BlackRed121
Don't Like Don't Read
Sebulan berlalu semuanya berjalan dengan normal masih belum ada kejutan-kejutan yang terjadi. Sementara di kediaman Uchiha tiga orang penghuninya sedang duduk diruang keluarga.
"Sasuke ada yang ingin Otou-san bicarakan." Ucap Fugaku pada Sasuke.
"Nani Otou-san ?" Jawab Sasuke sopan.
"Sasuke kau sudah dewasa sudah waktunya kau mencari pendamping." Jelas Fugaku pada anaknya Sasuke memilih diam memikirkan sesuatu.
"Iya Sasuke-kun selama ini Okaa-san dan Otou-san belum pernah melihatmu bersama perempuan manapun, kami akan memberi kebebasan padamu untuk memilih, tetapi jika tidak ada kami akan membantu mencari dan kami sudah punya calonnya, bagaimana ?" Jelas Mikoto lebih tenang, Sasuke sontak berpikir siapa calon yang dipilihkan orang tuanya.
"Bagaimana ? jika ada bawa dia kemari dan perkenalkan pada kami." Sambung Fugaku.
"Tapi aku masih belum ingin menikah Otou-san." Jawab Sasuke.
"Kau sudah dewasa Sasuke sudah waktunya untuk menikah, Itachi juga menikah seusiamu. Dan juga aku sudah tua jadi kuharap kau bisa menuruti kemauan ini." Kata Fugaku dengan nada tegas.
"Iya Sasuke-kun sudah waktunya menikah, apa kau sudah punya kekasih ?" Tanya Mikoto ragu.
"Baik, Aku sudah punya Okaa-san Otou-san aku akan membawanya kesini." Ucap Sasuke tegas. Tampak ekspresi Mikoto terlihat sangat kecewa. Lalu Sasuke memberi hormat dan pergi naik keatas menuju kamarnya.
"Fugaku-kun bagaimana ini ? yang kutakutkan sudah terjadi, Sasuke-kun sudah punya kekasih aku tak menduga dia sudah punya kekasih. Bagimana janjiku pada Hitomi-chan." Rengek Mikoto pada suaminya.
"Sudahlah, Kita tidak bisa memaksanya, ini kehidupan Sasuke." Ucap Fugaku menenagkan istrinya diapun juga sedikit kecewa.
"Tapi aku ingin sekali dia jadi menantuku, apa aku tak boleh berharap." Rengek Mikoto lagi, Fugaku hanya diam menanggapi rengekan istrinya.
-Mension Hyuuga-
Di mension Hyuuga yang terlihat lebih tradisional tapi tanpa mengurangi sisi kemewahannya, bangunan itu terlihat sangat elegan dengan tampilan khas rumah adat tradisonal Jepang dengan campuran unsur modern. Satu keluarga yang sedang menikmati makan malam mereka dengan tenang sesekali ada keributan yang diciptakan oleh tangisan cucu pertama keluarga Hyuuga anak Hyuuga Neji putra pertama.
"Bagaimana sekolahmu Hanabi ?" Tanya sang kepala keluarga Hyuuga Hiashi pada anak bungsunya.
"Seperti biasa Otou-san baik, selalu menyenangkan." Jawab Hanabi, sementara Hinata tersenyum jail pertanda dia ingin menjahili Hanabi.
"nee Hanabi-chan kue yang kemarin untuk siapa ?" Tanya Hinata mulai jail.
"Kue ?" Tanya Neji heran memandang istrinya, Tenten hanya menggeleng tidak tahu.
"Kemarin Hanabi-chan tiba-tiba memintaku—huumfft." Hanabi langsung membungkam mulut Hinata dengan tangannya mencegah Hinata bercerita.
"Nee-chan jangan diceritakan." Ucap Hanabi setelah melepasakan tangannya.
"Memangnya kenapa, aku senang Otoutoku yang kuanggap tomboy ternyata punya sisi feminim, jadi kue itu untuk siapa ? apa untuk Konohamaru-kun ?" Tanya Hinata mulai menggoda Hanabi lagi, sontak pipi Hanabi terlihat merona.
"Hah-hah, Nee-chan jangan bercanda buat apa aku memberinya kue, aku memberi temanku. Dia kemarin ulang tahun." Ucap Hanabi berusaha mengelak.
"Benarkah ? tapi kenapa ada surat dengan kertas hati ?" Tanya Hinata semakin membuat Hanabi mendongkol dalam hati, seketika Hanabi menjadi kikuk.
"Sudahlah jangan goda adikmu Hinata habiskan makanan kalian." Tegur Hiashi pada anak-anaknya.
"Hai Otou-san." Ucap Hinata dan Hanai bersamaan lalu menghabiskan makan malam mereka. Setelah makan malam usai semua melakukan aktivitas masing-masing seperti Hinata yang masuk kekamarnya untuk beristirahat. Terlihat Hinata yang sedang duduk di meja belajarnya bukan untuk belajar tetapi untuk melamun, dia hanya mencoret-coret buku yang ada dimejanya.
'aku tak tau aku merindukan siapa, tapi rasanya rindu sekali. Kami-sama' ucap Hinata dalam hati sembari menghayal menatap kosong kertas yang sudah pernuh coretan. Karena bosan Hinatapun keluar kamar dan menuju teras menikmati angin malam.
"Kau belum tidur Hinata, disini dingin." Ucap laki-laki yang berambut panjang Hyuuga Neji lalu duduk di kursi sebelah Hinata.
"Aku belum mengantuk Nii-san, aku hanya ingin menikmati angin malam." Jawab Hinata tanpa mengalihkan penglihatannya.
"Akhir-akhir ini aku merasa kau tak seperti biasa lebih banyak diam dan lebih banyak menghabiskan waktu di kamarmu, apa ada masalah ?" Tanya Neji mengintimidasi.
"Ah- Benarkah, tidak ada tidak ada masalah, aku merasa biasa saja." Jawab Hinata gugup.
"Aku ini saudaramu Hinata dan kau tak pandai berbohong, kau tak bisa menyembunyikan sesuatu dariku."
"Benar-benar tidak ada masalah Nii-san, aku baik-baik saja." Balas Hinata dan tersenyum. Neji yang memang dari awal takkan percaya pernyataan adiknya memilih mengalah dan menunggu sampai Hinata ingin bercerita.
"Baiklah, kalau kau punya masalah jangan sungkan ceritakan padaku. Aku tak suka melihatmu seperti ini." Ucap Neji mengalah Hinata mengangguk mengiyakan perkataan Neji.
"Ah-Nii-san aku ingin bertanya, waktu pertemuan keluarga kita dengan keluarga u-uchiha. Laki-laki yang satu itu Uc-chiha S-Sasuke apa adik Itachi-nii ?" tanya Hinata sedikit gagap tiba-tiba yang terlintas di pikirannya adalah Uchiha. 'Kami-sama apa yang kukatakan, kenapa aku menanyakan Uchiha' ucap Hinata dalam hati menyesal Neji yang mendengar pertanyaan Hinata menatap Hinata Heran.
"Memangnya kenapa ?" Tanya Neji heran.
"Tidak,tidak hanya saja waktu itu aku bertemu di kampusku mungkin dia bersama Sai-kun." Ucap Hinata dengan mengganti cerita padahal bukan Sai yang bersama Sasuke tapi kekasihnya.
"Souka, Ya dia adik Itachi kau memang baru bertemu dengannya karena pada saat kalian masih kecil keluarga Uchiha pindah keAmerika untuk sementara waktu jadi yang kau kenal hanya Itachi. Sasuke tidak." Jelas Neji tanpa curiga.
'kami-sama ada apa ini, kenapa aku tiba-tiba memikirkannya. Ada apa sebenarnya' gumam Hinata dalam hati. "Yasudah Hinata masuklah udara semakin dingin." Ucap Neji menyuruh Hinata masuk Hinata hanya mengangguk dan bangkit dari tempatnya lalu masuk kedalam. "Kau kenapa Hinata" Ucap Neji saat Hinata berlalu.
Dipagi hari Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto berkunjung kekediaman Hyuuga, mereka sudah membuat janji terlebih dahulu.
"Silahkan duduk Fugaku-san Mikoto-san." Ucap Hiashi mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu. "Jadi bagaimana ?" Tanya Hiashi to the point.
"Gomennasai Hiashi-san, sepertinya ini diluar rencana. Sasuke sudah punya kekasih." Ucap Fugaku dan melirik sekilas istrinya.
"Souka, aku juga belum memberi tahunya, mau diapa lagi kita juga tidak bisa memaksa mereka." Balas Hiashi dengan sedikit nada kecewa.
"Apa tak ada cara lain Hiashi-san, aku ingin sekali Hinata menjadi menantuku, diluar perjanjianku dengan Hitomi-chan. Hinata anak yang tulus dan cantik aku sangat menyukainya." Ucap Mikoto memelas dan mulai menangis.
"Gomennasai, aku sangat menyesal Mikoto-san. Kita tak bisa berbuat apa-apa jika keadaan seperti ini, pasti Hitomi juga mengerti." Kata Hiashi menenangkan Mikoto yang sedang mengelap air matanya dengan tisyu.
"Bagaimana ini Hitomi-chan aku tidak bisa menepati janji kita." Ucap Mikoto berbicara sendiri dengan masih menangis.
-flashback-
"Hitomi-chan kau beruntung sekali mempunyai Hinata, aku juga ingin sekali anak perempuan, tapi kedua anakku semuanya laki-laki." Ucap seorang wanita yang menggendong seorang anak laki-laki bermata khas Uchiha pada seorang wanita yang menggendong bayi perempuan bermata levender khas Hyuuga.
"Kau tak boleh begitu Mikoto-chan, kau harus mensyukurinya. Kau juga beruntung mereka sangatlah tampan." Balas wanita yang bernama Hyuuga Hitomi denga lembut.
"Hm, aku sangat mensyukurinya. Oh bagaimana kalau mereka besar nanti Sasuke-chan kita jodohkan dengan Hinata-chan dengan begitu aku bisa memiliki anak perempuan dan itu adalah Hinata." Ucap Mikoto bersemangat, Hitomi tersenyum melihat sahabatnya yang sangat bersemangat.
"Hm, kita bisa menjodohkan mereka aku juga sangat senang jika Sasuke nantinya menjadi pendamping Hinata-chan. Kau harus rawat baik-baik dia Mikoto-chan." Balas Hotomi ikut bersemangat.
"Pasti kau juga harus merawat Hinata-chan aku yakin dia akan sepertimu cantik dan baik hati, Baik ayo kita berjanji Sasuke-chan kau akan menjadi jodoh Hinata-chan." Ucap Mikoto berbicara pada anak yang digendongnya. Hitomi tersenyum mengangguk mengiyakan. Saat mereka berbincang datang dua laki-laki dengan perawakan yang berwibawa menuju arah kedua wanita tadi.
"Gosip para wanita lagi." Ucap seorang pria bernama Uchiha Fugaku terkesan dingin, mendengarnya Mikoto yang notabene istrinya langsung mengelak.
"Kami tidak bergosip Fugaku-kun, kau lihat Hitomi-chan Itachi sudah mirip Otou-sannya aku harap Sasuke akan mirip denganku." Balas Mikoto sedikit kesal Hyuuga Hiashi dan Hyuuga Hitomi hanya geleng-geleng melihat sahabat mereka.
"Fugaku-san kami tadi membicarakan tentang perjodohan Hinata-chan dan Sasuke-chan." Jelas Hitomi masih dengan suara lembutnya.
"Perjodohan ? apa maksudnya mereka masih kecil." Ucap Hiashi heran.
"Bukan-bukan sekarang Hisahi-san tapi jika mereka sudah besar nanti, aku berjanji pada Hitomi-chan akan menjodohkan mereka berdua, aku sangat menyukai Hinata-chan, Bagaimana ?" Jelas Mikoto bersemangat.
"Terserah kalian saja yang penting itu baik bagi mereka." Jawab Fugaku.
"Tentu saja baik." Sambung Mikoto diiyakan Hitomi.
-flashback off-
Sementara di perusahaan Uchiha Corp, di ruangan sang direktur, duduk dua orang berlainan jenis di sofa sambil menikmati teh hangat yang sudah disediakan.
"Ada apa Sasuke-kun memanggilku kesini ? apa ada yang ingin Sasuke-kun bicarakan ?" Tanya perempuan yang berambut Blonde.
"Hn, aku ingin membicarakan sesuatu." Jawab Sasuke setelah menyesap teh hangatnya.
"Nani ?"
"Aku ingin memperkenalkanmu pada orang tuaku, mereka ingin aku segera menikah. Bagaimana menurutmu ?" Ucap Sasuke menatap Ino berusaha menemukan jawaban lewat matanya, Ino yang medengarnya terkejut sampai-sampai teh yang tadinya iya angkat hampir jatuh karena kaget.
"Nani ? bertemu orang tua Sasuke-kun ?" Tanya Ino dengan nada sedikit keras.
"Ya, ada masalah ? kita sudah lama berhubungan Ino aku kira tak ada masalah." Ucap Sasuke berusaha tenang setelah melihat sikap terkejut Ino.
"Ta-tapi aku be-belum siap Sasuke-kun." Ucap Ino gugup sekaligus gelisah.
"Kau tak usah takut, mereka akan senang."
"Tapi aku perlu waktu Sasuke-kun, aku permisi." Ucap Ino begitu saja lalu pergi. Sasuke yang melihat sikap Ino merasa heran dan menduga sesuatu yang tidak-tidak ia merasa ini bukan seperti Ino yang dia kenal. 'ada yang aneh' gumam Sasuke frustasi.
Tak lama kemudian seorang laki-laki berkulit putih pucat masuk tanpa mengetuk pintu.
"Ohayou Sasuke, tadi aku melihat Yamanaka Ino apa dia dari sini ?" Tanya laki-laki itu yang ternyata Sai.
"Ada apa kau kemari ?" Tanya Sasuke lebih dingin.
"Wow ada apa ini, kenapa mukamu kusut seperti itu, kau tak biasanya lebih dingin seperti ini padaku. Apa karena Yamanaka itu kalian bertengkar ?" Tanya Sai merasa ada yang menarik yang sudah terjadi.
"Bukan urusanmu Sai, sekarang keluarlah jika tak punya urusan." Ucap Sasuke lebih tenang.
"Kau ini, aku penasaran malah disuruh pulang. Aku datang kesini ingin bertanya tentang bisnis padamu. Tapi seperti kau kurang mood jadi kutunda dulu. Oh iya kudengar Ojii-san menyuruhmu segera menikah ? Itachi-nii memberitahuku. " Tanya Sai mulai memancing lagi.
"Baka Aniki." Gumam Sasuke memaki kakaknya yang sudah bocor.
"Ah ternyata benar, sepertinya aku sudah bisa menebak apa yang terjadi tadi. Kau seperti ini karena Yamanaka menolak ?" Ucap Sai tersenyum licik menduga-duka apa yang terjadi.
"Jangan campuri urusanku Uchiha Sai, sekarang pergilah sebelum aku memaksamu." Ucap Sasuke sinis, Sai hanya tersenyum membetulkan perkataannya tadi.
"Baiklah memang tak ada asyiknya berbicara denganmu Uchiha Sasuke." Ucap Sai lalu berdiri dari duduknya. "Kusarankan kau menyelidikinya, aku merasa ada yang aneh." Sambung Sai lalu berjalan menuju pintu.
"Apa maksudmu ?" Tanya Sasuke sebelum Sai pergi.
"Kau bisa pikirkan sendiri, kalau perlu bantuan bilang padaku." Jawab Sai lalu pergi. Setelah kepergian Sai, Sasuke terus memikirkan sikap Ino dan perkataan Sai 'Kusarankan kau menyelidikinya, aku merasa ada yang aneh, apa maksud bocah itu' gumam Sasuke semakin frustasi mengingat perubahan sikap Ino, dia tidak bisa berpikiran positif sebab ini kali pertama sikap Ino seperti ini padanya.
Seminggu berlalu hubungan Sasuke dan Ino mulai menunjukkan perubahan-perubahan terutama pada sikap Ino, sejak pernyataan Sasuke tentang orang tuanya Ino lebih sering memberi alasan pada Sasuke jika Sasuke ingin bertemu bahkan sekedar ingin menjemputnya. Sasuke yang merasakan perubahan-perubahan sikap Ino ia mulai berpikiran negatif dan juga mulai frustasi karena Ino bersikap menjauh padanya sekarang kondisinya sedikit memprihatinkan dia lebih banyak diam dan sering pulang terlambat, jika dihubungi hanya sekedar berbicara biasa saja lalu Ino menyudahi percakapan mereka.
Sai yang diberitahu oleh ibu Sasuke bahwa sikap Sasuke akhir-akhir sangat berbeda dan lebih dingin dari biasanya, mulai menduga-duga kalau ini karena Ino dia tak habis pikir pada sepupunya yang ia kira keras seperti batu bisa segalau ini cuma kerena seorang perempuan yang dia anggap jalang, dia juga tidak menyangka Sasuke yang jenius bisa dibohongi selama ini dengan Ino, Sai mulai kasihan pada Sasuke bagaimanapun juga Sasuke adalah sepupunya dia ingin membantu Sasuke walau ini akan sangat tidak baik untuk Sasuke, tetapi ini akan lebih tidak baik lagi jika Sasuke tidak mengetahuinya pikir Sai.
Di apartemen Ino terlihat Sasori masih ada disana duduk bersama Ino sambil menikmati acara TV dan menikmati cemilan yang ada dimeja.
"Bagaimana dengan Uchiha Ino-chan ?" Tanya Sasori
"Aku tak tahu, dia masih terus menghubungiku. Setelah dia bilang orang tuanya ingin berkenalan denganku aku jadi malas melanjutkan permainan ini, aku sepertinya akan berhenti. Aku juga sudah mulai muak bersamanya." Jawab Ino tersenyum meremehkan.
"Aku sangat menunggu saat-saat ini aku harap kau benar-benar mengakhirinya Ino-chan." Ucap Sasori lalu merangkul Ino, Ino tersenyum melihat tingkah Sasori yang mulai manja.
"Pasti Sasori-kun aku sudah bosan dengannya, apalagi jika menikah dengannya pembunuh sahabatku. Aku tidak akan sudi." Sambung Ino.
"Kau tak takut ?"
"Sedikit tapi rasa takutku dikalahkan oleh rasa muakku." Jawab Ino tersenyum.
"Tenang aku ada disini. Baiklah, aku lapar bagaimana kalau kita makan malam diluar." Kata Sasori mengajak Ino.
"Ya, aku juga lapar. Tunggu sebentar aku ganti pakaian." Ucap Ino sembari menuju kamarnya lalu keluar sudah berpakaian lengkap. Merekapun keluar menuju salah satu restaurant yang biasa mereka kunjungi.
Malam ini Sai mengajak Hinata makan malam diluar setelah Sai meminta izin pada Hiashi dan Neji yang awalnya dilarang keras oleh Neji tapi karena permintaan Hinata merekapun pergi. Diperjalanan Hinata hanya diam tak bersuara, Sai tak suka dengan suasana sepi seperti ini.
"Hinata-chan akhir-akhir ini kuperhatikan kau lebih banyak diam. Ada masalah ?" Tanya Sai memecahkan suasana sepi.
"Ah- Tidak ada Sai-kun aku baik-baik saja. Oh iya kita akan makan dimana ?" Tanya Hinata mengalihkan pembicaraan.
"Kita akan makan di Restaurant yang tak pernah kita kunjungi, kata Kiba disana lumayan enak." Balas Sai lalu tersenyum menatap Hinata. Hinata hanya mengangguk serta heran melihat tatapan Sai padanya.
"Perhatikan jalannya Sai-kun." Lerai Hinata, Sai sontak mengalihkan pandangannya ke arah depan memperhatikan jalan.
"Gomen." Ucap Sai. 'Hinata aku tak tahu aku bisa atau tidak mengungkapkan perasaan ini padamu, tapi ini sangat mengangguku. Aku sepertinya benar-benar jatuh cinta padamu' ucap Sai dalam hati lalu melirik Hinata sekilas.
Saat sampai di tempat parkir Restauran dengan tak sengaja Sai melihat laki-laki berambut merah dan perempuan berambut blonde yang saling rangkul berjalan menuju sebuah mobil. 'jalang' gumam Sai saat melihat mereka memasuki sebuah mobil. Saat mereka berlalu Sai secepatnya mengeluarkan ponselnya ia mengetik sesuatu dan mengirim sebuah pesan pada seseorang. 'akan terjadi hal yang heboh' gumam Sai meyeriangai.
"Kau mengatakan sesuatu Sai-kun?" Tanya Hinata setelah membuka sabuk pengaman dan melihat Sai yang terlihat sibuk sendiri.
"Tidak, bukan apa-apa. Ayo masuk." Jawab Sai lalu mengantongi kembali ponselnya.
-Uchiha Mension-
Dikamar sang Uchiha muda terlihat Sasuke sedang berbaring memejamkan mata dengan ponsel yang digenggamnya erat, sudah berapa kali dia menghubungi kekasihnya Ino tetapi tak ada jawaban pikirannya sangat kalut. Dan saat tiba-tiba ponselnya berdering tanda pesan masuk langsung saja ia melihat layar ponselnya dan mendesah ketika melihat siapa pengirimnya _Uchiha Sai_ diapun membuka pesannya.
_Uchiha Sai_
Ke Apartemen kekasihmu sekarang.
Sasuke tidak mengerti maksud pesan Sai . "apa maksudnya" Ucap Sasuke bingung. Tak lama kemudian setelah memikirkan pesan Sai dia bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya, pikirannya sudah dipenuhi hal-hal negatif tentang Ino. Dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata menuju apartemen Ino bahkan dia mengacuhkan panggilan ibunya saat Mikoto memanggilnya.
Sekarang Sasuke sudah ada didepan apartemen Ino, dia hanya berdiri didepan pintu apartemen Ino antara masuk dan tidak. Tetapi setelah meyakinkan hatinya bahwa tidak akan terjadi apa-apa di dalam. Segera Sasuke membuka pintu apartemen yang kebetulan tidak terkunci. Saat pintu itu terbuka pemandangan yang membuat Sasuke mematung mencengkeram kuat gagang pintu melihat pemandangan didepannya
Dua orang berlainan jenis sedang berpelukan mesra di depan matanya yang parahnya perempuan yang terlihat sangat senang itu adalah kekasih yang ia cintai yang sudah tiga tahun lebih menjalin cinta dengannya asyik berpelukan dengan laki-laki lain.
Sasuke sudah sangat terbakar melihat semuanya segera dia melangkah cepat menarik perempuan yang bernama Ino menghempasnya kesofa lalu berpindah pada laki-laki berambut merah dia melayangkan tinju sekuat-kuatnya pada laki-laki itu seketika laki-laki yang bernama Sasori itu terlempar dan menghantam dinding dan darah segar keluar dari sudut bibirnya, melihat siapa yang memukulnya Sasori menyeriangai dan bangkit membalas tatapan tajam dari Sasuke.
"Uchiha Sasuke apa kabar ?" Ucap Sasori sambil mengusap darah dibibirnya.
"Kau brensek."Geram Sasuke lalu berlari lagi menendang Sasori, memukulnya bertubi-tubi sampai Sasori tak bisa melawan dan wajahnya sudah banyak luka disana-sini. Menyadari hal itu Ino langsung berlari menuju mereka berdua dan langsung melerai mereka.
"Sudah berhenti, Sasuke berhenti, Kubilang berhenti Uchiha Sasuke." Teriak Ino sontak Sasuke berhenti mendengar teriakan Ino yang menyebut namanya dengan kasar tampa sufiks –kun.
"Kau membelanya." Ucap Sasuke mengalihkan pandangannya pada Ino yang sedang memeluk Sasori.
"Ya aku membelanya Uchiha brensek." Teriak Ino lagi lebih keras pada Sasuke, hati Sasuke bagai ditikam pedang tajam mendengar perkataan Ino. Dia diam sejenak mencerna perkataan Ino lalu bangkit .
"Jalang." Sambung Sasuke lalu pergi dan menghentakkan pintu dengan keras Ino tidak memperdulikan Sasuke yang pergi dia menangis melihat keadaan Sasori.
Sesampai dirumahnya emosi Sasuke belum reda dia masih sangat emosi sekaligus sangat sakit hati setelah melihat Ino lebih memilih laki-laki itu. Dia berjalan cepat membuka dan menutup pintu dengan keras dia mengabaikan semua maid yang berusaha menanyakan keadaannya. Saat sampai didepan tangga Sasuke berbalik melihat kearah Ibu dan ayahnya yang juga kaget. "Otou-san aku menerima calon yang kau pilihkan untukku." Setelah berkata seperti itu Sasuke naik keatas menuju kamarnya. Fugaku dan Mikoto tampak heran mendengar perkataan Sasuke.
Tbc
Ohayou Minna-san... welcome back.
Aku percepat nih chapternya, dichapter depan aku janji bakal banyak SasuHinanya. Jadi jangan bosan-bosan review ya..
Mohon kritik dan sarannya..
Arigatou...
