Blood And Destiny

Pagi hari yang cerah mengawali segala aktivitas di kota soul, di sebuah bangunan bertingkat dua namun terkesan sederhana dan indah, seorang yeoja cantik bernama Kim Leeteuk tampak sibuk memasak, suaminya Kim Kangin kini sedang duduk di kursi meja makan sambil di temani secangkir kopi dan sebuah koran yang tengah di bacanya.

"Chagie apa kau sudah membangunkan putri kita?" tanya sang suami.

"Ne, aku akan segera kekamarnya." Jawab yeoja cantik itu sambil melangkah meninggalkan dapur.

Yah, walaupun mereka sekeluarga adalah vampire namun mereka hidup layaknya manusia biasa, karena mereka kini tinggal dan berbaur diantara manusia.

Disclameir : Kyu sama Wook bukan punya kimi^^v.

Pair : Kyuwook, slight... , Haehyuk, Kangteuk, Sichul dll.

Warning : Vamfic, wolf:kyu, vamf:wook, crack pair, GS, aneh,gaje, typo (pasti ada), alur gaje, berantakan dll.

Rated : M ( untuk beberapa adegan tertentu).

Genre : Romance / hurt / fantasy/ supranatural.

Ini Cuma cerita fiksi semata dan semua yang ada di dalamnya adalah karangan author dan tidak ada dalam dunia nyata.. oke...

Tidak suka jangan di paksakan membaca KLIK BACK aja, warning berlaku jadi NO BASH.

Chapter 2

.

.

Tap tap

Leeteuk melangkahkan kakinya kearah tangga dan naik menuju lantai 2 setibanya di atas dirinya langsung menuju sebuah kamar dengan pintu berwarna coklat yang memiliki ukiran berbentuk jerapah.

Cklek

Dibukanya pintu kamar putri satu-satunya, "Wookie, kau sudah bangun chagi?" tanyannya sambil melongokan kepalanya karena ia masih belum sepenuhnya masuk kedalam kamar.

Sesosok yeoja cantik bertubuh mungil yang kini sedang berdiri di depan jendela menoleh kearah Leeteuk, tatapan datar dan tak berekspresi.

Kim Ryeowook itulah namanya, gadis cantik keturunan vampire yang merupakan putri tunggal Kangin dan Leeteuk, adalah sosok yang pendiam dan jarang bergaul dengan siapapun, wajahnya datar dan dingin jarang berbicara jika tidak perlu, bahkan saat kedua orangtuanya berbincang-bincang Ryeowook hanya diam saja dan hanya sesekali menanggapinya.

Leeteuk tersenyum lembut pada Ryeowook di raihnya tangan putrinya lalu membawanya turun menuju dapur.

.

.

"Wookie, nanti siang akan ada tamu yang datang kemari, jangan keluar dari kamar ne." Kata sang Appa, Ryeowook hanya diam tak menjawab.

"Memang siapa yang akan datang kesini yeobo?" tanya Leeteuk penasaran.

"Hanya teman lama." Jawabnya.

"Aku sudah selesai," Ryeowook berdiri dari duduknya lalu melangkah pergi meninggalkan kedua orangtuanya.

"Kapan dia mau berubah yeobo." Ucap Leeteuk lirih, ia memandang sedih sosok putrinya yang kini sudah menghilang di balik pintu dapur.

"Entahlah, tak ada yang bisa kita lakukan sekarang, cukup dia menjadi anak yang penurut itu sudah lebih baik."

"Di kampusnya pun dia jarang bergaul dengan teman-temannya." Ungkapnya, sedih jika harus melihat sikap putrinya yang sekarang, entah apa yang terjadi pada putrinya sejak keluarga kecilnya pindah dari kastil hitam mereka sifat putrinya berubah drastis, jarang bicara dan juga bergaul walau dengan sesama vampire.

"Wajar saja, Wookie adalah vampire jadi memang seharusnya dia bergaul dengan sebangsanya bukan dengan para manusia." Ungkap Kangin.

"Tapi setidaknya dia mau bersosialisasi dengan mereka walau ras kita berbeda." Bantah Leeteuk yang juga tidak mengerti jalan pikiran suaminya.

Leeteuk tau jika mereka adalah vampire, bagi bangsa vampire manusia adalah sumber makanan mereka saja itu pun jika vampire itu senang menghisap darah manusia, tapi berbeda dengan keluarga Kim yang satu ini mereka lebih senang berbaur di antara mereka dan mereka lebih senang berburu binatang untuk di hisap darahnya ketimbang darah manusia.

"Sebaiknya kau persiapkan dirimu untuk menyambut kedatangan tamu kita, chagie. Kau tidak mau mengecewakan tamu kita kan?"

Leeteuk berdiri dari duduknya lalu membereskan piring kotor di meja makan.

"Aku mengerti, memang siapa mereka? Apa begitu penting?" tanyanya sambil menyabuni piring-piring di tempat cuci piring.

"Apa kau sudah melupakan sahabat lamamu?" Kangin balik bertanya.

Leeteuk menghentikan kegiatannya dan sontak menoleh kearah suaminya dengan raut wajah tercengang.

"Maksudmu Jaejoong?"

Kangin melipat koran di tangannya lalu tersenyum sekilas pada istrinya.

"Ne, mereka akan datang kemari bersama Yesung tentunya." Jawabnya.

"Ah aku benar-benar tidak sabar menunggu kedatangan mereka." Katanya dengan wajah ceria, ya sudah lama Leeteuk dan Jaejoong tidak bertemu semenjak keluarganya pindah, di tambah lagi putra pertama mereka yang bernama Jung Jongwoon atau Yesung sangat akrab dengan putrinya dulu walau usia mereka berbeda jauh.

.

.

Jam menunjukan pukul sepuluh pagi Ryeowook bergegas turu kelantai bawah lengkap dengan tas selempangnya serta beberapa buku di tangannya.

"Wookie, sudah Appa bilang jangan keluar dari kamarmu."

"Aku harus kuliah." Ucapnya datar.

"Kamu sedang sakit, jadi Appa melarangmu untuk kuliah hari ini lagipula sebentar lagi keluarga Jung akan kemari kau tidak ingin bertemu dengan Yesung."

Ryeowook menatap malas sang Appa, "Tidak, kuliahku jauh lebih penting, dan aku sudah sembuh sekarang."

Ryeowook berjalan melewati Appanya menuju pintu keluar.

Blam

Pintu di tutup dengan agak keras saat Ryeowook keluar dari rumahnya, Kangin sedikit geram dengan tingkah putrinya yang mulai keras kepala ini sedangkan Leeteuk yang melihat hanya bisa mengurut dadanya.

"Sudahlah, biarkan saja." Leeteuk menghampiri suaminya.

"Aku tidak mengerti darimana sifat keras kepalanya itu di turunkan, bahkan aku tidak sekeras kepala itu." Ungkapnya.

"Ne, aku tau dia memang berbeda."

.

.

Ryeowook memasuki area kampusnya dengan santai, banyak pasang mata yang tertuju padanya untuk mengagumi kecantikan gadis cantik keturunan vampire itu, ya sesuai yang pernah di rapalkan Heechul dalam mantranya Ryeowook kini begitu di puja banyak pria di kampusnya, selain itu dia juga sering mendapat pujian dari para dosen yang mengajar di kelasnya karena kecerdasan gadis yang sekarang baru memasuki usia 19 tahun itu.

Seperti biasa Ryeowook langsung masuk kedalam kelasnya lalu duduk di bangkunya, jam pelajaran di kelasnya akan di mulai sebentar lagi jadi untuk mengisi waktu luang sebelum dosen pengampunya datang Ryeowook lebih memilih membaca bab pelajaran yang akan di pelajarinya hari ini.

Sret

Sebuah tangan putih pucat terulur tepat di depan wajah Ryeowook, gadis itu mendongak pada sang pemilik tangan.

"Hei, namaku Henry Lau, aku adalah mahasiswi baru di sini bolehkah aku berteman denganmu?" tanya gadis cantik berambut pirang kecoklatan bernama Henry, yang tanpa basa-basi memperkenalkan dirinya dan mengajak Ryeowook berteman.

Ryeowook hanya diam dan memandang aneh gadis berpipi mochi di depannya, dirinya tidak suka jika waktu belajarnya di ganggu seseorang apalagi dia adalah orang baru yang sok akrab dengannya.

"Hei, kenapa kau hanya diam saja?" tanya Henry yang merasa tidak mendapat respon apapun dari teman yang menurutnya menarik itu, ya Henry ingin berteman dengan Ryeowook bukan tanpa alasan, gadis berpipi mochi itu menganggap jika Ryeowook adalah sosok yang menarik saat pertama kali melihatnya.

"He-.."

Brak

Ryeowook menggebrak meja di depannya sambil beranjak dari duduknya.

"Aku tidak butuh teman." Ucapnya kemudian pergi keluar kelas, moodnya benar-benar buruk pagi ini.

Henry ternganga tidak percaya dia akan mendapat perlakuan seperti itu dari teman barunya, namun dalam hati ia bertekad akan mendekati Ryeowook sampai gadis mungil itu mau berteman dengannya.

.

.

Di koridor kampus terlihat yeoja cantik yang merupakan dosen dengan predikat dosen terseksi sekaligus tergalak di kampusnya berjalan dengan langkah anggun, senyum cantik terhias di bibir manis berwarna merah muda miliknya.

Kim Heenim itulah namanya selain cantik dan galak dia juga memiliki sisi misterius, ya menurut sebagian mahasiswa yang pernah mengobrol dengan Heenim mereka akan merasakan aura aneh jika berada di dekatnya, bahkan ketika dosen itu marah saat mengajar karena anak didiknya tidak memperhatikan pelajaran seluruh murid di kelas itu seolah merasa berhalusinasi melihat aura merah di belakang dosen cantik itu, benar-benar mengerikan sampai-sampai tidak ada yang berani melewatkan mata pelajarannya karena jika tidak maka bersiaplah mendapat amukan dahsyat darinya, selain itu Heenim juga tak jarang membawa kucing hitam kesayangannya yang merupakan hewan peliharaannya yang di beri nama Heebum.

Brukk

Suara debuman yang lumayan keras terdengar di belokan menuju ruang untuk para dosen, terlihat di sana dua orang berbeda gender terduduk di lantai dingin koridor Universitas.

"Ya! kalau jalan lihat-li..." ucapan Heenim terhenti saat melihat sosok sang penabrak, di depannya kini terdapat sosok namja kekar yang sedang mengusap area pantatnya yang sakit karena mencium lantai universitas, namja tampan itu kini memandang sosok cantik di depannya.

"Mian, aku tidak sengaja." Katanya, namja kekar itu berdiri lalu mengulurkan tangan kearah Heenim, "mau kubantu berdiri?" tawarnya.

Heenim yang sempat shok karena melihat namja di depannya buru-buru menggeleng cepat lalu berdiri dari duduknya.

"Gwaenchana, aku permisi dulu." Ujarnya gugup dan mulai melangkah meninggalkan namja kekar berlesung pipi itu atau lebih tepatnya Choi Siwon.

Grep

"Sepertinya aku mengenalmu." Ucapnya tanpa sadar atau memang menyadari sesuatu.

Raut wajah Heenim berubah pucat namun yeoja cantik itu berusaha menetralkannya.

"Kita baru saja bertemu, dan bagaimana caranya jika kita sudah saling kenal." Heenim berusaha bersikap tenang.

"Entahlah, tapi aku merasa seperti pernah melihatmu di suatu tempat." Ujarnya.

"Mungkin hanya perasaanmu saja, ah sepertinya aku harus segera keruanganku, permisi."

Siwon terus memperhatikan Heenim yang kini berjalan melewatinya menuju sebuah pintu yang merupakan ruangan miliknya.

"Siwon!" panggil seseorang di belakang namja kekar itu.

"Ne pangeran."

"Apa yang sedang kau lakukan, cepat kita harus menemui Appa-ku sekarang."

"Ne pangeran, mari kita keruangan ayah anda."

Cklek

"Appa." Panggil Kyuhyun pada namja yang kini duduk di kursi sambil melihat-lihat berkas yang ada di tangannya.

"Kyu kau sudah datang, kemarilah." Hangeng nama namja yang terlihat berusia paruh baya itu memberi kode pada anaknya untuk duduk di kursi yang berhadapan dengannya.

"Ada apa Appa memanggilku kemari?" tanya Kyuhyun langsung.

"Ini untukmu." Hangeng menyodorkan sebuah undangan pada anaknya.

"Pesta ulangtahun putri bangsawan Jung." Sebelah alis Kyuhyun terangkat begitu melihat nama pemilik pesta yang tertera di undangan tersebut, bukannya apa-apa hanya saja tidak begitu menyukai putri bungsu dari bangsawan Jung yang bernama Seohyun itu.

Meskipun ras mereka sama tapi bukan berarti Kyuhyun akan menyukai yeoja itu, itu karena dirinya masih menanti seseorang yang sampai saat ini belum ia ketahui namanya.

"Apa kau akan datang, ayolah Kyu, kau itu pangeran dan Appa adalah seorang raja, jangan permalukan nama kerajaan kita." Kata Hangeng membujuk anaknya, ya, Hangeng memang seorang raja Wolf namun dia lebih senang berbaur dengan ras manusia maka dari itu dirinya mendirikan universitas agar dirinya bisa lebih dekat dengan para manusia.

"Aku tidak tertarik datang sama sekali, putri keluarga bangsawan Jung itu sangat cerewet dan aku tidak suka yeoja yang cerewet." cetusnya dengan raut tak suka.

"Kyu, jangan seperti itu lihat umurmu sekarang sudah seharusnya kau mempunyai pendamping hidup."

"Bukankah bangsa kita berbeda, mungkin jika kita manusia umur 32 tahun itu memang sudah sangat matang, tapi bagi bangsa wolf atau vampire usiaku ini masih terbilang muda Appa." Dalihnya, ya memang bagi ras vampire atau wolf yang berumur panjang usia Kyuhyun masih terbilang muda.

"Appa mengerti Kyu, tapi setidaknya kau harus datang walau hanya sekedar memberinya ucapan selamat ulangtahun atau memberinya sebuah hadiah, lagipula yang di undang bukan hanya bangsa wolf saja tapi para vampire danpenyihir juga ikut di undang di pesta itu."

" benarkah?" Kyuhyun memandang serius Appanya.

"Ne, aku seorang raja mana mungkin aku harus berbohong." Kyuhyun mengangguk tanda mengerti.

"Baiklah aku akan datang." Ucapnya, Hangeng tersenyum puas mendengar keputusan putranya.

"Ah ya, ada satu hal lagi yang harus kau tau, di pesta itu kau harus menggunakan topeng, karena tema pestanya adalah pesta topeng."

"Ne arraseyo, kalau begitu aku pergi dulu."

Hangeng yang melihat sifat putranya hanya bisa menghela nafasnya.

Di sisi lain seseorang yang sejak tadi telah mencuri dengar pembicaraan mereka menyeringai senang di balik tempat persembunyiannya, 'Pesta topeng, eoh? Hmm, menarik' innernya lalu [ergi meninggalkan tempat persembunyiannya.

.

.

"Pangeran, apa anda yakin akan datang kepesta itu?" tanya Siwon.

"Ne, tentu saja." Jawab Kyuhyun santai.

"Apa yang membuat anda tiba-tiba berubah pikiran seperti itu?"

"Kau dengar yang di katakan Appa raja barusan, Appa raja bilang jika bukan hanya ras kita saja yang hadir tapi juga sar vampire dan itu berarti ada kemungkinan 'dia' juga akan hadir bukan."

"Ne ne saya mengerti, mianhae pangeran." Siwon merendahkan sedikit tubuhnya.

"Tak apa, palli kita harus kembali keistana." Ujar Kyuhyun sambil masuk kedalam mobil mewah miliknya di ikuti Siwon yang kini masuk dan duduk di kursi kemudi.

.

.

Kediaman Kim Youngwoon tampak ramai, ya walau hanya ada tiga orang tamu yang datang kerumahnya namun gelak tawa yang berasal dari tamu dan sang tuan rumah sendirilah yang membuat suasana di sana terlihat sangat ramai.

"Kanginie, mana Wookie, aku daritadi belum melihat putrimu?" tanya Yunho.

"Dia sedang kuliah, mungkin sekitar jam 5 sore dia baru pulang." Jawab sang kepala keluarga.

"Mianhae, sebenarnya kami sudah melarangnya untuk berangkat kuliah, di samping karena dirinya sedang sakit dan belum sembuh total, kalian juga akan datang kemari. Kami merasa tidak enak pada kalian."

"Hahaha tak apa, Teukie-ah. Lagi pula kedatangan kami kemari bukan hanya bertamu saja tapi kami juga ingin mengundang kalian kepesta putri dari dongsaeng angkat Yunho yang berasal dari bangsa wolf, yang akan berulang tahun 3 hari lagi." Ungkap Jaejoong.

"Jinja? gomawo sudah mengundang kami, kami pasti akan datang."

"Tentu saja kalian harus datang, karena jika tidak kami akan tetap menyeret kalian." Kata Jaejoong di selingi candanya yang sontak membuat orang-orang yang berada di ruang tamu itu tertawa kecuali seorang namja bermata sipit yang sedari tadi hanya diam memperhatikan kedua orangtuanya berbincang-bincang dengan sahabat lamanya, raut wajah namja bermata sipit itu tampak kecewa karena keinginannya untuk bertemu gadis cantik pujaan hatinya kini hilang sudah.

"Ah, sepertinya kami harus segera kembali." Ucap Yunho.

"Loh, kenapa cepat sekali, ini bahkan belum masuk jam makan siang." kata Kangin.

"Tak apa, memang kedatangan kami kemari hanya untuk itu saja, kami permisi dulu ne."

Ketiga tamu penyandang marga Jung itu mulai beranjak dari duduknya dan mulai melangkah keluar dari rumah sederhana milik Kangin.

"Hati-hati di jalan." Ucap Leeteuk sambil melambaikan tangannya pada ketiga tamu yang baru saja menaiki mobil mewah mereka.

.

.

Malam hari yang cerah di sertai terangnya cahaya bulan purnama yang bersinar, sekelompok mahluk berbulu halus berwarna abu-abu tengah bergerombol mencari mangsa di tengah gelapnya malam.

Geraman khas serigala terdengar pertanda mahluk itu sedang mengincar mangsa, sorot mata tajam beriris merah menatap lekat mangsa yang kini seolah mendekat kearah mereka, namun diantara puluhan pasang mata berwarna merah ada satu mata yang berwarna unik yaitu mata beriris biru sapphire.

Tbc...

Yeayyy chap 2 datang piuhhh...

Makasih buat semua yang udah baca kimi sangat senang karena masih ada yang mau membaca ff abal ini.. mungkin di sini kyuwook momentnya belum kerasa ya,, tapi tenang chap depan kyuwook moment bakal kimi munculin kok..

Balasan review

Ryeohyun09 : ne bayi itu emang wook.. yang di cari appa siwon emang umma heechul tuh..kkk...kisah cinta kyuwook ya uhmm kita lihat aja deh di chap2 selanjutnya...

Key yoshi : hubungan sichul akan terjawab di beberapa chap lagi...

Ryeon9yu : ini udah lanjut..

Guest : ini udah lumayan cepet kok updatenya...

Tina kpopers : mudah2an aja di chap ini rada ngerti ama alurnya..

Kim ryokie : ini udah lanjuttt...

Lailatul magfiroh : gwaenchana saeng... ne umur mereka emang beda jauh saeng.. kkk.. buat sifat wook kayaknya udah tau di chap ini...

Ryeofha2125 : gomawo.. ini udah update tapi gag pake kilat ko ^^v...

Meidi96 : makasih udah bilang seru.. ne di sini kyu emang agak tua(?)#plakk. Ne heechul Cuma ngasih jampi2 (?) tuh#plakk... anaknya yuhjae sekarang udah tau kan... :D

Hanazawa kay : ini udah lanjuuttt..

Cho cheonsa : hahaha ne ini udah di lanjut.. mampir lagi ya...

Cloudsomnia88 : wah jinja? Masih suka..#terharu T.T.. kirain udah lupa... ini udah lanjut..

Kimparkshi1 : ne ffnya ke hapus huks T0T... gomawo buat semangatnya.. mampir lagi ne...

Sekali lagi kimi ucapkan banyak terima kasih buat semuanya baik itu reader maupun silent reader..

Sampai jumpa lagi di chap selanjutnya.. do'akan semoga ff ini lancar updatenya..

Pai pai...