Malam semakin larut namun tidak ada tanda-tanda bahwa pesta yang berlangsung di rumah bangsawan Jung itu akan berakhir begitu juga dengan dua sosok berlainan jenis yang masih berdansa tanpa ada yang berniat menyudahi.
Kyuhyun tersenyum lembut menatap gadis di depannya sementara Ryeowook masih setia dengan wajah stoicnya.
"Dari tadi kenapa kau hanya diam saja, kau bahkan tidak memperkenalkan namamu." Kata namja tinggi itu.
"Apa itu penting?" tanya Ryeowook.
Kedua pasangan itu menghentikan gerakan dansa mereka, Kyuhyun memandang tidak mengerti pada gadis di depannya, walaupun Ryeowook saat ini memakai topeng namun Kyuhyun dapat melihat melalui sorot mata gadis itu jika sang pemilik caramel saat ini menatapnya dengan tatapan tajam.
"Aku hanya ingin kenal denganmu saja." Jawab Kyuhyun.
"Aku harus pergi." Ryeowook membalikan tubuhnya.
Grep
Kyuhyun menahan pergelangan tangan Ryeowook, gadis mungil itu menoleh memandang tak suka pada namja di depannya.
"Apa maumu!" pekiknya, untungnya suara musik terdengar tinggi sehingga para tamu tidak ada yang mendengarnya kecuali Kyuhyun.
"Aku hanya ingin kenal denganmu." Ulangnya, Ryeowook memutar bola matanya.
"Tapi aku harus pergi, lain kali saja." Ryeowook melepas paksa tangan yang mencengkram pergelangan tangannya itu hingga terlepas lalu pergi meninggalkan namja tinggi di belakangnya tanpa ia sadari sesuatu miliknya kini beralih ketangan namja bergelar pangeran itu.
Cring
Kyuhyun mengangkat benda berwarna emas berbentuk rantai gelang yang terdapat beberapa huruf yang mengantung di sekelilingnya.
"R-y-e-o-w-o-o-k." Ejanya pelan, tak lama namja tinggi itu tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai, "Ryeowook eoh~? Akan ku temukan kau kembali."
Title : Blood and Destiny
Disclameir : semua cast yang ada di sini bukan punya kimi^^
Pair : Kyuwook, slight... , Haehyuk, Kangteuk, Sichul dll.
Warning : Vamfic, wolf:kyu, vamf:wook, crack pair, OOC, GS, aneh,gaje, typo (pasti ada), alur gaje, berantakan dll.
Rated : M ( untuk beberapa adegan tertentu).
Genre : Romance / hurt / fantasy/ supranatural.
Ini Cuma cerita fiksi semata dan semua yang ada di dalamnya adalah karangan author dan tidak ada dalam dunia nyata.. oke...
Tidak suka jangan di paksakan membaca KLIK BACK aja, warning berlaku jadi NO BASH.
Chapter 4
Sepanjang perjalanan pulang Ryeowook semakin menunjukan raut muramnya, bibirnya cemberut bahkan sang Umma yang terus berceloteh tak di tanggapinya.
"Wookie, kau kenapa chagie?" tanya Leeteuk.
Ryeowook tidak menyahut wajahnya terus memandang ke arah luar.
"Wo-.."
"Mungkin dia hanya kelelahan saja, chagiya. Biarkan saja." Sahut Kangin dari kursi kemudi.
Leeteuk memandang sedih putrinya, di usapnya surai madu putrinya penuh sayang, 'Ada apa denganmu nak? Dulu kau tidak seperti ini' batinnya miris.
.
.
Esok harinya di sebuah hutan lebat yang berada di pedalaman sebuah desa di pinggir kota seoul, seorang namja –ani- yeoja lebih tepatnya sedang duduk termenung bersandarkan sebuah pohon rindang dibelakangnya, sorot matanya teduh memandang hamparan luas rumput-rumput di depannya.
"Haahh~, hari yang membosankan." Gumamnya.
"Kalau bosan kenapa tidak berburu? Itukan kebiasaanmu." Sahut sebuah suara entah darimana asalnya.
"Malas," balasnya tanpa sadar.
"Kalau begitu kencan saja denganku." Sahut suara itu lagi.
"Mungkin itu lebih ba-.. eh tunggu siapa itu?" tanyanya, sepertinya dia baru menyadari jika sedari tadi ucapannya ada yang menyahuti.
Eunhyuk –yeoja itu- menengok kesana kemari untuk mencari asal suara, namun dirinya tidak menemukan seorangpun di sana.
"Kau sedang mencariku, Phantom hunter." Ucap suara itu lagi.
"Ya! Tunjukan dirimu, pengecut!" maki Eunhyuk.
"Lihat keatas." Eunhyuk mendongak, di dapatinya seekor serigala yang selalu mengganggu waktu berburunya itu kini bertengger dengan santai di dahan pohon yang berada tepat di atas kepala Eunhyuk.
"Kau, serigala kurang ajar yang selalu menggangguku." Hardik Eunhyuk dengan amarah yang makin membuncah karena melihat musuh bebuyutannya a.k.a serigala berbulu agak kehitaman itu.
"Aishh, jangan seenaknya saja memberiku nama aneh, aku punya nama, dan namaku Lee Donghae bukan serigala kurang ajar."
"Ooohhh, kau punya nama, kupikir mahluk kurang ajar sepertimu tidak punya nama, eh tapi tunggu dulu, kau...bisa..bicara?" tanya Eunhyuk terbata.
#Smirk
Sang serigala menyeringai, haha tampaknya hunter cantik di depannya ini baru sadar jika sedari tadi mereka 'mengobrol' cukup lama dengan Donghae yang berwujud serigala.
"Ne, aku ini sejenis warewolf." Ungkapnya, Eunhyuk membelalakan kedua matanya.
"Jinja~, aku tidak percaya, bisakah kau perlihatkan padaku wujud aslimu?" tanya Eunhyuk penasaran.
"Ini adalah wujud asliku, tapi kalau wujud manusiaku, aku tidak yakin bisa memperlihatkannya." Ujarnya, Eunhyuk memicingkan matanya.
"Wae?"
"Karena aku takut kau nanti akan jatuh cinta pada ketampananku." Jawabnya percaya diri, Eunhyuk tersedak ludahnya sendiri mendengar kenarsisan serigala di depannya.
"Ya! Kau pikir aku ini penyuka namja!" Bentaknya sambil menaruh kedua tangannya di pinggang.
"Tidak perlu berpura-pura menjadi namja di depanku, aku tau siapa dirimu yang sebenarnya." Ungkapnya, lagi kedua manik ruby itu membola dengan mulut menganga.
"Kau.."
"Aku tidak sengaja 'melihatnya' saat kau mandi di sungai 3 hari yang lalu." Jelasnya.
Wajah Eunhyuk memerah sampai telinga, antara marah dan malu bercampur menjadi satu, Eunhyuk menarik nafasnya kuat-kuat, sang serigala yang baru saja turun dari dahan pohon mengambil langkah mundur saat menyadari akan ada sesuatu yang meledak sebentar lagi.
"DASAR SERIGALA MESUM JADI-JADIAN KURANG AJAR!" Teriaknya penuh amarah sambil berlari mengejar sang serigala yang sudah terlebih dahulu berlari dengan kecepatan penuh.
"Berhenti kau!" teriak Eunhyuk pada serigala yang terus berlari di depannya.
"Kejarlah aku kalau kau bisa, huahahaha." Sang serigala tertawa mengejek, membuat urat kemarahan di dahi Eunhyuk semakin jelas.
"Kubilang berhenti kau berengsek!" makinya, dan aksi kejar-kejaranpun masih berlanjut entah sampai kapan.
.
.
Ryeowook berjalan seorang diri di koridor universitas, jam menunjukan pukul 3 sore dan itu merupakan waktunya untuk Ryeowook pulang.
"Wookie, tunggu!"
Ryeowook menghentikan langkahnya kala mendengar seseorang memanggilnya dari belakang, dalam hati Ryeowook berusaha menahan rasa jengkel begitu tahu siapa orang yang memanggilnya, si pemanggil yang ternyata adalah Henry berhenti tepat di samping gadis mungil itu.
"Wookie, hari ini temani aku jalan-jalan ne." Ajaknya, terselip nada memohon di setiap katanya.
"Tidak bisa, aku sedang dalam mood yang kurang baik hari ini, lagipuloa sudah kukatakan tempo hari kalau aku tidak mau." Tegasnya menolak ajakan teman yang baru beberapa hari yang lalu di kenalnya, itu hanya bagi Henry sebenarnya karena Ryeowook tidak pernah ingin punya teman.
"Jebal, aku ingin mengenal kota-kota yang ada di korea dan juga tempat-tempat yang bagus untuk di jadikan tempat bermain." Ujarnya.
"Bukankah banyak teman di universitas ini yang bisa kau ajak pergi."
"Kau tau, kau adalah orang pertama di universitas ini yang ingin ku ajak berteman."
"Dan aku tidak peduli, karena aku tidak butuh teman." Ucap Ryeowook penuh penekanan, gadis itu melangkah pergi, secepat mungki Henry mengejarnya dan berusaha menahan kepergian gadis mungil itu.
"Ayolah Wookie, kali ini~ saja." Menangkupkan kedua tangannya sambil merendahkan sedikit tubuhnya, Henry memohon sekali lagi agar teman barunya itu mau pergi dengannya.
Menghela nafas sejenak kemudian mengangguk pelan, "Ne baiklah, tapi hanya kali ini saja."
Dengan semangat penuh Henry berhambur memeluk gadis mungil di depannya sambil terus mengucapkan kata terima kasih pada Ryeowook.
"Gomawo Wookie, kajja kita berangkat naik mobilku." Tanpa sungkan Henry menggandeng lengan Ryeowook lalu menyeretnya keluar dari gedung universitas kearea parkir menuju mobil milik Henry.
.
.
Henry dan Ryeowook tiba di sebuah taman hiburan, kini keduanya berada di sebuah tenda yang di dalamnya sedang mengadakan acara lawak, para penonton tertawa terbahak-bahak bahkan ada yang sampai memegangi perutnya sambil berurai airmata melihat aksi-aksi konyol para pelawak di atas panggung berukuran sederhana di bawahnya, namun diantara ratusan penonton yang tertawa melihat aksi lawak itu hanya satu orang yang sama sekali tidak menunjukan reaksi apapun dia hanya duduk mematung, Ryeowook memang jarak tertawa ataupun tersenyum, segaris lengkung tipispun jarang sekali terlihat.
Henry gadis berpipi mochi itu sesekali melirik kearah Ryeowook, kedua mata gadis berpipi mochi itu agak sembab karena efek tertawa yang berlebihan.
"Wookie, apa kau tidak tertarik sama sekali?" tanya Henry.
"Tidak." Jawabnya singkat, Henry hanya bisa cengo di tempatnya, sungguh mengajak Ryeowook pergi kemanapun sama saja seperti mengajak sebuah boneka atau patung berwajah datar, tidak, bahkan boneka ataupun patung masih ada yang di buat dengan wajah senyum.
"Aku bosan, aku ingin pulang." Ucapnya.
"Ta-tapi kita baru setengah jam yang lalu berada di sini."
"Aku tidak biasa berada di luar rumah lama-lama, Appa dan Umma akan khawatir jika aku tidak berada di rumah segera."
"Ne baiklah, tapi ijinkan aku mengantarmu."
"Terserah." Henry kembali memasang senyum cerah, ini baru permulaan untuk mendekati Ryeowook, pikirnya, ya Henry akan lebih berusaha lagi untuk menjadi sahabat Ryeowook.
.
.
Tengah malam yang sunyi sepi dan juga sangat dingin, seorang gadis cantik bertubuh mungil sedang duduk di sebuah batu besar yang berada di antara aliran sungai yang berarus tenang, gadis mungil itu-Ryeowook- memandang teduh air yang mengalir di bawahnya, kedua kakinya di tenggelamkan dalam air sesekali kedua kakinya mengayun di dalam air sehingga menimbulkan bunyi kecipak dalam air.
Auuuu~
Tak lama berselang terdengar bunyi auman serigala dari arah bukit tinggi yang tak jauh dari sungai itu berada.
Krosakk
Sesuatu kembali berbunyi seperti daun kering yang terinjak oleh seseorang, Ryeowook bergeming di tempatnya seolah tak peduli dengan apapun yang berada di sekitarnya dia hanya ingin kesunyian tanpa ada gangguan dari mahluk apapun.
Tap tap
Bunyi langkah kaki tengah berjalan kearahnya yang mau tak mau membuat gadis mungil itu menoleh kearah sumber suara, di lihatnya seekor serigala berdiri tepat di sampingnya.
Cahaya putih kebiruan mengelilingi sang serigala dan tak lama tampaklah sosok sesungguhnya dari sang serigala, seorang pemuda tampan bertubuh tinggi berambut coklat lurus memiliki iris mata seindah sapphire berwarna biru, jubah hitamnya berkibar tertiup angin malam yang berhembus lumayan kencang (bayangin sosok Kyuhyun di mv opera).
"Kau.."
"Hai cantik sendirian saja?" tanyanya, Ryeowook tak menjawab dirinya terus memperhatikan sosok di depannya.
"Masih ingat denganku, nona?" lanjutnya.
"Entahlah." Kyuhyun tersenyum tipis mendengar jawaban kelewat singkat dari gadis di depannya, namja tampan itu mulai melangkah kembali kali ini dirinya ikut duduk di samping gadis mungil yang sudah ia tetapkan sebagai calon istrinya itu.
"Apa pertemuan kita di pesta waktu itu terlalu singkat sehingga kau lupa padaku?"
"Apa kau sangat yakin jika kita pernah bertemu?" Ryeowook balik bertanya.
"Aku sangat hapal aromamu." Ujarnya.
"Lupakan saja pertemuan waktu itu." Ucap Ryeowook enteng, tak sadarkah jika namja yang duduk di sampingnya berusaha menahan amarah karena ucapannya.
"Kau pikir itu mudah, aku sudah menunggu saat-saat ini sepanjang usiamu sekarang, kau pikir mudah melupakan sosok yang sudah di cintai sejak awal bertemu." Kyuhyun mencengkram kedua bahu Ryeowook yang kini sudah menghadap kearahnya.
"Kau bisa menemukan gadis yang lebih cantik di luar sana, jangan hanya terpaku pada satu orang saja."
"Sayangnya tidak semudah itu jika kau sudah benar-benar mencintai seseorang." Ryeowook memalingkan wajahnya tak berani menatap sosok di depannya lebih lama, dalam hati gadis mungil itu mengakui jika sosok di depannya membuatnya sedikit nyaman walau mereka jarang bertemu atau bahkan menurutnya baru ia kenal.
"Aku harus pulang." Ryeowook melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun lalu berdiri dari duduknya.
"Aku antar."
"Tidak, jangan gegabah, kau ingin di bunuh Appaku." Larangnya, namun bukannya takut Kyuhyun malah tersenyum lebar.
"Aku tidak takut pada Appamu."
"Aku akan tetap pulang sendiri, jangan ikuti aku." Ryeowook melompat ketanah di pinggir sungai lalu berjalan menjauhi namja tampan yang masih duduk di atas batu sungai, perlahan Kyuhyun berdiri lalu berjalan pelan mengikuti sang gadis.
.
.
"Phantom, aku ada tugas untukmu." Seorang namja berwajah cassanova masuk kedalam kamar Eunhyuk, keduanya terduduk di pinggir ranjang Eunhyuk.
"Apa hyung?" tanyanya.
"Besok pagi kau harus pergi kekota, kudengar para vampire tinggal di sana." Jawabnya.
"Mwo? Kota, tapi aku tidak tau seluk-beluk di sana hyung, dan lagi belum tentu aku langsung bertemu dengan para vampire itu saat tiba di sana." Yoochun tersenyum lembut, di usapnya kepala adik angkatnya.
"Kau tenang saja, nanti aku akan memberi alamat rumah Junsu padamu, kau tinggalah bersamanya sementara." Ucapnya.
"Ne, baiklah aku akan mencoba kesana."
"Hati-hatilah selama kau tinggal di sana, dan mengenai kebutuhanmu aku akan memenuhinya tenang saja." Katanya.
"Ne hyung."
.
.
Eunhyuk melangkah turun dari sebuah bis yang membawanya dari desa kekota, namja atau lebih tepatnya yeoja cantik itu langsung memandang takjub seluruh pemandangan kota seoul yang sedang di pijaknya.
"Woahhh~, ternyata kota itu sungguh luas dan indah ya, kkk. Banyak sekali gedung pencakar langit di sekitarnya." Gumamnya takjub, Eunhyuk terus berjalan di terotoar sambil membaca sebuah kertas berisikan alamat rumah seseorang yang di dapatnya dari Yoochun tadi pagi sebelum berangkat.
"Dimana aku harus menemukan alamat rumah ini." Gumamnya, keningnya mengernyit bingung sambil berulangkali membaca alamat rumah di tangannya, saat dirinya akan menyebrang jalan sebuah mobil melaju dengan kencang tepat kearahnya.
Tinnn
Bunyi klakson mobil mengagetkan Eunhyuk dari kesibukannya membaca kertas di tangannya, dirinya menoleh kearah suara dan langsung shok begitu mobil tersebut sudah berjarak beberapa meter darinya.
Sret
"Ya!" pekiknya kaget saat sebuah tangan menariknya kearah belakang.
"Kau tidak apa-apa." sebuah suara halus menyapa gendang telinganya, Eunhyuk menoleh dan mendapati seorang yeoja cantik yang kini menatap cemas padanya.
"Ne gwaenchanna, Gomawo sudah menolong saya." Ucapnya, yeoja cantik itu tersenyum lembut.
"Lain kali hati saat menyebrang." Sarannya.
"Ne ahjumma." Yeoja di depannya membelalakan matanya saat mendengar Eunhyuk memanggilnya ahjumma.
"Mwo ahjumma, wajahku masih terlalu muda untuk di panggil ahjumma walaupun umurku sudah tua." Eunhyuk melongo mendengarnya.
"Ka-kalau begitu aku panggil anda eonnie saja ne." Yeoja cantik yang ternyata adalah Heechul atau sekarang adalah Heenim tampak berbinar.
"Nah begitu baru bagus." Eunhyuk tertawa geli melihat tingkah lucu orang yang sudah menolongnya.
"Uhm, itu bolehkah aku bertanya eon uhmm.."
"Heenim,"
"Ne, Heenim eonnie."
"Kau mau bertanya apa?" Eunhyuk menyodorkan sebuah kertas pada Heechul.
"Apa eonnie tau alamat rumah ini." Heechul mengernyitkan keningnya saat membaca alamat di kertas itu seperti mengingat-ingat.
"Ah aku tau, kau hanya tinggal lurus saja dari sini lalu nanti kau berbelok kekanan, nanti kau akan menemukan sebuah toko bunga dan itu juga sekaligus rumah pemililknya." Jelasnya, Eunhyuk mengangguk-anggukan kepalanya, diam-diam Heechul memperhatikan Eunhyuk saat arah matanya melihat kearah leher kedua matanya tampak begitu shok saat melihat sesuatu yang berwarna merah bersinar di balik kerah yang menutupi lehernya.
"Gomawo eonnie, untung ada dirimu aku jadi tertolong, aku permisi dulu ne, semoga kita bertemu lagi." Heechul tersadar dari keterkejutannya, di tampakannya sebuah senyum lembut pada Enhyuk.
"Ne hati-hati." Eunhyuk perlahan menjauh meninggalkan Heechul yang kini menatap sedih padanya.
'Permata itu, permata darah.. putriku' batinnya, setitik airmata mulai menetes di ujung matanya.
Tbc
Annyeooonggg all readers.. kimi balik lagiii moga chap 4 ini kalian tidak bosan membacanya.. kkk
Oke kita ke balasan review dulu
Key yoshi : ne kyu anaknya sichul...nanti akan ada flashbacknya kok.. siwon tau kok kan dia bilang udah menemukan tapi anaknya malah sama mantan pacarnya heechul yaitu hangeng.. kkk wah jangan dong kan kasihan bang yeye di bikin pundung...okok mampir lagi ne...
Mufidatul andriani : ne kyu anaknya mereka.. yah namanya juga wook pura2 tuh sebenarnya #ditabok...
ahahaha yah kalau mereka udah bersama dunia serasa milik berdua.. xixixi
ini udah lanjut.. makasih...
Ryeohyun : annyeong ryeohyun-ssi.. ne gwaenchanna ff-ku kan jarang mudah di temukan#halah..
anaknya chullie eomma kyuhyun kok, yeye kan anaknya yunjae.. kan di chap awal itu yunho Cuma pernah tergila-gila pada heechul bukan menjadi kekasihnya.. hehehe oke moga di chap ini dirimu tidak bingung ama jalan ceritanya.. gomawooo..
Guest : hahaha ne kyuwooknya masih dikit... tapi mudah-mudahan di chap ini rada puas sama kyuwook momentnya...ne anaknya sichul emang kyu kok.. alasan kenapa di kasih hangeng pasti bakal terjawab kok.. ini kelanjutannya moga tetap suka...
Adeismaya : ne kyu anaknya sichul.. ini udah di lanjut kok...
Ryeosun : ne gwaenchanna.. ne kyu anak sichul.. kan hangeng raja makanya kyu jadi pangeran,, Cuma hangeng senang tinggal di kota saja.. kita berdoa bareng kyury semoga wook jangan pendiam lagi..siiippp..
Ryeofha2125 : ne kyu anaknya pasangan sichul...yah seorang ibu pasti sangat memperhatikan anaknya.. huhuhu...ini lanjutannya...
Ghaldabalqies : ne tepat sekali saeng^^... wah kalau eon bayanginya wook itu putri angsa#lha?.. wah request yemin..uhmmm #mikirdulu,,, ne ne nanti di pertimbangkan kkk... ini kyuwooknya tapi masih separo-separo#wew... gomawo ne...
Oktaavannyaa : ne kyu anaknya sichul tuh...wah masa tapi kimi belum lihat itu film tuh #mwo?... hahaha.. gomawo...
Ryeozaki : hai un... yah un kan emang selalu ketinggalan #digetok.. khukhukhu begitulah kita sepemikiran#apanya... sichul emang pasutri tuh.. kkk kyu emang seorang pangeran kok karena... kkk..ne tapi chull umma masih punya alasan lain juga kok... konfilnya paling gag begitu berat#mungkin.. kalau masalah perang paling juga antar hunter dan vampire yang saling menyerang xixixi... gomawo..
Cloudsomnia88 : ne...yewook sengaja di buat sligh.. flasbacknya kayanya belum di chap ini deh..gomawooo
Guest : ini udah lanjuutt
Ryeoyun : ne ini ff terbaruKyu..kkk ne wook emang suka pake kacamat tuh kan biar gag kena sinar matahari yang menyilaukan mata #O.o...gomawooo..
NishaRyeosomnia : gomawo udah mampir.. ne kyu anaknya sichul.. heechul emang mantannya hangeng tuh.. kkk..ini kyuwook momentnya...Haekan wolf kalau eunhyuk sama mochi uhmmm kayaknya di chap ini udah ada gambarannya deh.. xixixi
Ryeohyu09 : ne kyu anaknya siwon.. siwon tau kok dia anaknya tapi karena suatu alasan dia memilih diam dulu hahaha nanti ada flashbacknya kok.. ini kyuwook momentnya...gomawooo
MyryeongkU : ne heechul emang baik hati kok.. heechul punya alasan kok kenapa dia pengen nyatuin kyuwookk.. yah emang sifat wook di ff ini kaya begitu..hihihi ini lanjutannya..
Kimparkshi1 : hahaha ne kyu anaknya siwon..kkk gomawooo
Emargyu : hahaha siippp..
Kim ryeokie: hahaha benarkah makasihh.. yeye emang cembokur tuh... disini lumayan banyak kah?.. hahaha makasih...
Ryeong9yu : hahaha ne... yah begitulah tapi ada lanjutannya kok.. kkk.. ini udah lanjuttt...
Sushimakipark : ne kyu anaknya shicul.. bukan kok kyu kan di titipin sama hangeng.. anaknya yunjae itu kan yesung.. siwon tau kok xuma dia belum mau mengatakannya aja sama kyuhyun...wook begitu karena ada alasannya kok.. haha ini kyuwooknya wlau diki juga..kkkk gomawo..
Meidi96 : hihihi iya tuh.. hechul ngelakuin itu karena punya sebab kok...kayaknya di chap ini udah tau kalau hyuk anaknya siapa.. oke makasihhh
Dheek enha1 : kyu anaknya sichul kok.. ini udah lanjuuuttt
Byun hyerin : ne kita doakan kyuwook bersatu..kkk.. ne kyu emang anaknya sichul... gomawooo
Lailatul magfiroh (selalu hadir #hihihi) : hahahaha kan dirimu selalu setia rnr..kkk ne saeng kyu anaknya sichul dan heechul menitipkannya pada hangeng karena sesuatu juga.. kkk huhuhu selalu ada rahasia di balik rahasia juga loh..kkk soal wook yang dingin kayanya kita harus kasih dia kompor deh biar hangat *plakkk*... okeee saeng nyempil lagi di ripiu neee *kissbyelailalala*..
Hanazawa kay : ini udah panjangkah?
Sekali lagi kimi ucapkan beribu-ribu terima kasih buat yang udah baca dan juga review ff ini..sampai jumpa di chap depan bye-bye...
Review please...
