Di sebuah ruangan gelap yang sangat minim sekali penerangannya, seorang yeoja cantik berpakaian ala peramal berdiri di depan sebuah meja rias dengan kaca yang cukup membingkai separuh badannya, disisi meja rias itu terdapat sebuah bola kristal berwarna ungu gelap (bayangin bola yang sering dipakai peramal) yang mengeluarkan sinar keunguan di dalamnya.

"Kau lihat Heebum, putriku sangat cantik sekali." Ucapnya pada seekor kucing berwarna hitam yang bertengger dengan manis di pundaknya.

Heechul –yeoja cantik itu- mengambil sebuah bingkai berisi 2 photo yang sebelah kanan photo seorang bayi perempuan yang cantik dan yang sebelah kiri photo seorang namja tampan berwajah evil, Cho Kyuhyun.

Srett

Photo bayi perempuan itu berubah seketika menjadi potret seorang yeoja cantik berambut agak kecoklatan sedang tersenyum manis.

"Umma sangat menyayangi kalian maafkan Umma sudah memisahkan kalian dan juga Appa kalian." Ucapnya pada potret di depannya.

Title : Blood and Destiny

Disclameir : semua cast yang ada di sini bukan punya kimi^^

Pair : Kyuwook, slight... , Haehyuk, Kangteuk, Sichul dll.

Warning : Vamfic, wolf:kyu, vamf:wook, crack pair, OOC, GS, aneh,gaje, typo (pasti ada), alur gaje, berantakan dll.

Rated : M ( untuk beberapa adegan tertentu).

Genre : Romance / hurt (mungkin) / fantasy/ supranatural.

Ini Cuma cerita fiksi semata dan semua yang ada di dalamnya adalah karangan author dan tidak ada dalam dunia nyata.. oke...

Tidak suka jangan di paksakan membaca KLIK BACK aja, warning berlaku jadi NO BASH.

Chapter 5

Flashback

Malam hari langit tampak begitu cerah, bulan purnama bersinar dengan terangnya sehingga sinarnya mampu menerobos tiap-tiap celah kecil, di sebuah kamar yang berada dalam istana besar milik seorang raja bermarga Choi, seorang yeoja cantik tengah berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan, keringat dingin mengucur di pelipisnya, nafasnya berhembus tak beraturan, sungguh suasana tegang dan panik kini tercipta di ruangan luas itu.

Heebum adalah pelayan kepercayaan sang ratu bernama Choi Heechul, pelayan yang selalu mengikuti kemanapun Heechul pergi dan kini ia pun di percaya oleh sang ratu untuk membantunya bersalin dan itu sungguh membuatnya sangat panik dan tegang karena membantu seseorang bersalin itu bukanlah pekerjaannya, namun karena kesetiaannya pada sang ratu ia selalu menuruti apapun yang di perintahkan oleh Heechul a.k.a sang ratu.

"Ayo Ratu, sedikit lagi, kepalanya sudah terlihat."

"Nghhh..." Heechul meremas sprei sekuat tenaga yeoja cantik itu terus berusaha sekuat tenaganya untuk mengeluarkan bayinya dari rahimnya.

Tak lama berselang tangisan bayi pun pecah memenuhi kamar mewah yang di huni sang ratu.

"Selamat ratu, bayi anda lahir dengan selamat dan sehat, tidak kekurangan satu apapun." Tutur Heebum sambil memperlihatkan sesosok bayi mungil berjenis kelamin yeoja yang sangat cantik.

"Aku ingin melihatnya." Heebum menyerahkan sang bayi pada ibunya, Heechul menatap lekat bayi di dekapannya, mengecupnya sekilas lalu mengusap rambut sang bayi yang belum tumbuh benar.

Lima menit setelahnya Heechul merasa ada pergerakan lain dari perutnya seperti saat ia akan melahirkan bayi pertamanya.

"A-appo~, perutku, ada apalagi ini." Rintihnya tak tertahan.

"Kenapa ratu? Apa yang terjadi?" tanya Heebum setengah panik, yeoja itu mendekat pada sang ratu lalu menyingkap bagian bawah gaun panjang sang ratu.

"Ratu, sepertinya anda akan melahirkan satu bayi lagi." Heechul terbelalak kaget dirinya tidak menyangka akan melahirkan bayi kembar.

Heebum mengambil bayi perempuan di tangan Heecul menyimpannya dalam box bayi yang sudah di siapkan sebelumnya lalu kembali menghadap sang ratu untuk membantunya melahirkan bayi keduanya.

Kembali erangan dari mulut Heechul terdengar kali ini agak sedikit rendah karena pasca melahirkan sebelumnya, Heechul mengerahkan seluruh sisa tenaganya untuk melahirkan bayi keduanya.

Tangis bayi kembali terdengar kali ini bahkan lebih nyaring dari si bayi yang pertama, namun ada sesuatu yang berbeda dari bayi kedua ini, ya dia berjenis kelamin namja.

"Ratu, bayi kedua anda laki-laki, dia lahir dengan sehat sama seperti noona kembarnya."

"Aku ingin melihatnya, bawa dia kemari." Heenum menyerahkan bayi laki-laki yang berada di gendongannya.

Heechul mengecup dahi putra nya sekilas, "selamat datang anak kedua-ku." Ucapnya pelan.

"Apa kita akan memberitahu raja tentang kelahiran putra putri anda, ratu? Tanya Heebum.

"Jangan, raja tidak boleh tahu jika dia mempunyai aegya kembar, aku akan membawanya pergi dari sini sekarang juga." Heechul bangkit dari tempat tidurnya melupakan fakta bahwa ia baru saja melahirkan, yeoja cantik itu menidurkan bayi laki-lakinya tepat di samping noona kembarnya.

"Tapi ratu, bagaimanpun juga raja tetap harus tahu." Heechul berbalik dari posisinya yang semula memunggungi Heebum kini menghadap kearahnya.

"Cukup dia tahu jika dia hanya punya satu anak saja dariku dan aku tetap tidak akan membiarkannya bertemu dengan bayi ku." Ucapnya dengan inotasi tinggi.

"Tapi ratu.."

"Cukup, sebaiknya kau membantuku membereskan semuanya dan kita pergi dari sini secepatnya, sebelum king datang kembali kesini." Ucapnya cepat, sang pelayan hanya mengangguk patuh pada sang ratu.

.

.

"Ratu, bukankah anda baru saja melahirkan, apa tidak apa-apa jika anda sudah berjalan-jalan seperti ini?"

"Aku ini seorang penyihir, untuk memulihkan diri aku tahu apa yang harus aku lakukan bukan." Jawabnya.

"Ne, saya mengerti. Lalu kia akan keman sekarang?" Heechul menghentikan langkahnya yang otomatis membuat Heebum ikut menghentikan langkahnya sambil mengernyit heran.

"Itu." Ujar Heechul singkat, jari telunjuknya menunjuk sebuah gerbang yang memiliki sebuah papan bertuliskan panti asuhan.

"Ratu, anda yakin ingin menitipkan mereka disini?"

"Tentu saja tidak, aku hanya akan menitipkan Eunhyuk di sini."

"Eunhyuk?" Heebum mengulang nama yang sempat di ucap sang ratu.

"Nama putriku, namanya Choi Eunhyuk." Ucapnya sambil menatap lekat wajah polos putrinya, di kecupnya berkali-kali seluruh wajah putrinya untuk yang terakhir kalinya, hati kecilnya sebenarnya tidak tega jika harus memisahkan anak-anaknya dari Appa dan saudaranya.

'Nae aegya, mianhae Umma harus menitipkanmu di sini, sungguh Umma tidak bermaksud untuk memisahkanmu dari kembaranmu dan juga Appamu, aegya Umma kelak suatu saat nanti jika kau sudah dewasa , kau harus menjadi yeoja yang tangguh dan juga cantik, selalu bisa menjaga diri kapanpun dan juga dimanapun kau berada, dan jika suatau saat nanti kita di pertemukan kembali Umma harap kau bisa seperti yang Umma harapkan' Heecul meletakan putri pertamanya tepat di depan pintu gerbang panti asuhan, yeoja cantik itu lalu memasangkan sebuah kalung berliontinkan sebuah ruby yang indah.

"Ratu bukankah itu?" Heebum menunjuk kearah kalung permata yang baru saja di pasangkan Heechul di leher putrinya.

"Ya, ini adalah pecahan dari permata ungu yang berarti kekuatan dan kekuasaan, jika di pisahkan menjadi dua maka permata itu akan berubah menjadi permata ruby dan sapphire yang memiliki arti darah dan juga takdir." Jelasnya.

"Lalu permata yang satu lagi berarti..." Heebum menganggtungkan ucapannya.

"Ya, permata sapphier akan kupakaikan pada Kyuhyun, aegya laki-laki-ku." Ungkapnya, Heebum masih menatap Heechul tak percaya.

"Tapi ratu bagaimana anda bisa mendapatkan permata itu dari tangan raja?" tanya Heebum antusias.

"Jangan panggil aku Kim Heechul sang penyihir terahkir dari kaum gipsi jika hal seperti itu saja tidak bisa." Jawabnya ringan.

"Ah benar juga."

"Kajja kita harus kesuatu tempat." Keduanya berjalan meninggalkan panti asuhan tersebut, tak lama setelah mereka berjalan terdengar pintu gerbang di buka menandakan seseorang dari dalam panti keluar dengan pekikan kaget karena menemukan bayi di depan gerbang yang masih dapat di dengar oleh Heechul.

"Akhirnya ada yang mau keluar juga." Ucapnya lega.

.

.

"Ratu, apa anda yakin kita akan menitipkan pangeran Kyuhyun di sini?"

Heebum menatap shok bangunan istana di depannya, sekilas menatap sang ratu lalu melihat istana itu lagi, ya di depannya kini berdiri istana kerajaan wolf yang di rajai oleh raja wolf yang bernama Tan Hankyung atau Hangeng, ya walaupun Choi Siwon –suami Heechul- juga seorang raja wolf namun jarak kedua kerajaan ini sangatlah jauh.

"Entahlah Bum-ah, aku hanya padanya, lagipula lord Han adalah raja yang baik dan tidak suka memangsa manusia, aku yakin dia akan mendidik Kyuhyun kecilku dengan sangat baik." Heechul meletakan keranjang berisi bayi Kyuhyun, sebelumnya Heechul memasangkan kalung permata sapphire di lehernya dan juga sepucuk surat untuk sang raja wolf, di usapnya surai coklat yang masih samar di kepala sang bayi lalu di kecupnya lama kebning bayi itu, 'maafkan Umma putraku' batinnya yang lagi harus menahan nyeri karena meninggalkan anak-anaknya.

"Kita pergi dari sini." Heechul menegakan tubuhnya lalu berbalik dan berjalan meninggalkan tempat itu.

Taklama seorang penjaga istana keluar karena mendengar tangisan bayi di depan pintu gerbang istana berlambang kepala serigala berwarna emas.

"Ada apa pengawal?" tanya seorang namja berpakaian ala seorang bangsawan dengan mahkota indah terpasang di kepalanya.

"Kami menemukan bayi di depan istana, raja." Jawab sang pengawal, Hangeng –sangraja- menghampiri bayi yang berada di gendongan pengawal itu.

'Lucu sekali.' Batinnya, arah matanya tertuju pada tangan sang bayi yang sepertinya sedang menggenggam sebuah kertas, Hangeng mengambil kertas itu yang ternyata isinya adalah sebuah surat.

' Lord Han,

Aku menitipkan bayiku kepadamu, ku mohon tolong jaga dia, rawatlah dia hingga ia tumbuh dewasa, maaf sebelumnya jika aku telah lancang menitipkan yang seharusnya menjadi tanggung jawabku padamu, tapi aku terpaksa melakukannya.

Lord,

Hanya kau yang aku percaya, kau adalah namja yang sangat baik dan juga bijak, aku percaya jika kau bisa mendidik anakku dengan baik, mungkin hanya ini yang bisa aku sampaikan, ah satu lagi namanya Cho Kyuhyun.

Gomawo sudah mau membaca pesanku dan aku juga akan sering menemuinya walau dari jarak yang jauh.

Dari orang yang dulu menjadi kekasihmu.

Kim Heecul.

Hangeng melipat kembali surat itu lalu memasukannya kedalam kantong, sang raja tidak menunjukan raut marah atau kecewa ia justru malah tersenyum hangat.

"Aku akan menjaganya untukmu, Chullie." Gumamnya sambil menatap lekat bayi mungil di gendongannya.

"Cho Kyuhyun, sebenarnya aku ingin sekali mengubah margamu menjadi Tan, tapi sepertinya Umma-mu akan langsung membakar istanaku jika itu terjadi, hahaha." Tawanya lepas sambil menimang-nimang bayi di tangannya, jika ada yang merasa heran kenapa Hangeng mau merawat bayi yag jelas bukan anaknya itu karena rasa cintanya pada Heechul tidak pernah hilang, di samping itu meski hubungan keduanya bukan sepasang kekasih lagi, tapi Hangeng tetap menyayangi Heechul seperti pada sahabat atau saudara.

.

.

Di sebuah istana yang bernama istana kegelapan, sang raja yang kita ketahui bernama Choi Siwon kini sedang mengamuk di istananya.

"Kenapa kalian semua sangat lalai menjaga istriku, apa perintah dariku sebelumnya kurang jelas jika aku menyuruh kalian untuk menjaganya agar jangan kabur dari sini!" bentaknya pada seluruh pelayan dan juga pengawal istana, tata[an tajam siap membunuh di layangkan pada para pengawal dan juga pelayan yang berada di depannya.

Para pelayan dan juga pengawal di istana itu menundukan kepalanya tidak ada yang berani menatap sang raja secara langsung.

"Maafkan kami King, kami sendiri juga tidak tahu tentang kepergian ratu dan bayi yang di bawanya." Jawab salah satu pelayan yeoja.

"Bayi, jadi istriku sudah melahirkan?" tanya Siwon kaget.

"Ne, kami dengar bayi anda berjenis kelamin laki-laki." Jawab pelayan itu masih sambil menundukan kepalanya.

"Benarkah, lalu kenapa tidak ada yang memberitahuku satu orangpun." Maki-nya penuh amarah pada seluruh pelayan dan juga pengawal di istananya.

"Kami semua awalnya juga tidak tahu, jika ratu akan melahirkan, kami hanya tahu ketika kebetulan melewati kamar anda dan juga ratu." Siwon mengepalkan kedua tangannya lalu bergegas pergi meninggalkan para bawahannya.

Krieett

Suara pintu besi terbuka, sang raja a.k.a Choi Siwon masuk kedalam kamarnya dengan perasaan yang di liputi amarah yang besar pada istri yang di cintainya.

"Sudah pulang suamiku." Siwon terbelalak begitu mendengar suara seorang yeoja yang ternyata adalah istrinya, Kim Heechul.

"Kau, sejak kapan kau pulang, dan mana anakku? Ku dengar kau sudah melahirkan?" tanya Siwon bertubi-tubi dengan nada sedikit menuntut penjelasan.

"Anakmu? Sayang sekali dia sudah tidak ada, karena aku.." Heechul menghentikan ucapannya sejenak, "...sudah membunuhnya." Lanjutnya dengan penekanan di akhir kalimat.

"Apa kau sudah gila! Bagaimana bisa kau lakukan itu pada anakmu sendiri!" bentaknya, seandainya yeoja di depannya bukanlah istri yang paling di cintainya tentu Siwon tidak akan segan-segan membunuhnya, lagipula entah kenapa perasaanya tidak mempercayai ucapan sang istri.

"Terserah jika kau ingin percaya atau tidak dengan ucapanku, tapi ada satu hal juga yang ingin ku katakan padamu.." lagi Heechul menghentikan ucapannya, "aku juga sudah membuang permata ungu milikmu, dengan begitu semua kekuatanmu akan tersegel selama permata itu tidak di temukan."

"Choi Heechul!"

"Jangan panggil aku dengan margamu, aku tidak akan pernah mengubah margaku sekalipun kita sudah menikah." Sergahnya.

"Kenapa kau tidak pernah berubah, istriku?" Heechul tersenyum mengejek mendengar kalimat tanya dari suaminya.

"Kenapa katamu, kau pikir setelah apa yang telah kau dan kaummu lakukan pada kedua orangtua dan juga desaku sifat dan perasaanku akan berubah setelah kau nikahi, jawabannya tidak." Siwon menundukan kepalanya ia menyesali perbuatannya selama ini, seandainya saja dirinya tidak ingin menguasai hunian para kaum gipsi yang menyebabkan di hancurkannya desa tersebut mungkin yeoja di depannya ini tidak akan membencinya.

"Aku sungguh minta maaf, aku sungguh tidak tahu jika mereka.."

"Cukup!" ucapan Siwon terhenti, Heechul membalikan tubuhnya kearah jendela membelakangi suaminya.

"Hah~, -menghela nafas sejenak- dengarkan aku, ini adalah terakhir kalinya kita bertemu suamiku, karena aku akan pergi jauh dari sini, maaf aku tidak tidak bisa menjadi seorang istri yang baik untukmu selama ini."

"Jangan pergi." Siwon mendekat kearah Heechul.

"Selamat tinggal."

"Hee.."

Wush

Tubuh yeoja cantik itu menghilang bagai asap yang berhembus, "Sial!" rutuknya, 'seandainya saja kekuatanku tidak tersegel kau pasti tidak akan pernah bisa lari Choi Heechul, dan lagi anakku.. kenapa dia begitu te..

Deg deg

..-apa ini, detak jantung ini mungkinkah,' raut wajah Siwon berubah cerah seketika.

"Karasu*!" teriaknya tiba-tiba.

Suara kepakan sayap seekor burung tertangkap oleh indra pendengar Choi Siwon di susul munculnya sosok seekor burung gagak yang kini bertengger dengan manis di jendela kamar sang raja.

"Ada apa King memanggiku kemari?" tanya sang burung.

"Aku ingin kau mengikuti Heechul kemanapun dia pergi, lalu cari tahu tempat di mana dia menyembunyikan anak kami." Jawab sekaligus perintah sang raja.

"Baik King, akan saya laksanakan." Sang gagak merentangkan kedua sayapnya lalu mulai melayang kembali di udara.

'Istriku, kau tiak akan bisa membodohi-ku dengan mudah, suatu saat nanti kau dan juga anakku pasti akan kembali keistana ini.' Ucapnya dalam hati sambil memandang bulan sabit yang bersinar cerah di langit sana.

Flashback off

Ryeowook berjalan seorang diri di tengah hutam yang gelap mengingat jika hari sudah malam, seperti yang sering biasa di lakukannya jika malam hari langkah kaki gadis mungil itu tertuju pada sebuah sungai kecil berarus tenang yang membuatnya selalu nyaman dan tenang.

Ryeowook berhenti tepat di bibir sungai yang di tengahnya terdapat sebuah batu besar tempat yang menjadi tempat duduknya, gadis mungil itu mulai melompat ketengah batu besar itu lalu duduk dengan kaki yang di tenggelamkan kedalam air.

"Sepertinya tempat ini sangat favorite untukmu." Ucap sebuah suara di samping Ryeowook, namun seprtinya gadis mungil itu tidak mempedulikannya.

"Hei aku sedang berbicara padamu." Ucapnya lagi, Ryeowook tetap tidak menyahut.

Kyuhyun melompat lalu duduk di samping Ryeowook, "Suasana yang indah di temani bulan yang bersinar cerah, sangat cocok untuk sepasang kekasih yang sedang duduk berdua."

"Lalu untuk apa kau datang kemari, seharusnya kau temui kekasihmu dan berduaanlah bersamanya." Sahut Ryeowook pada akhirnya.

"Sayang sekali aku belum memilikinya, lebih tepatnya belum bisa."

"Lalu kenapa kau berucap seperti itu tadi."

Kekehan kecil namja tampan di sampingnya terdengar di telinga gadis mungil itu, "Karena aku berharap kau mau jadi kekasihku." Ucapnya.

"Kalau begitu bermimpilah tuan serigala."

"Sayangnya, seseorang pernah mengatakan padaku untuk tidak menyerah untuk mendapatkan orang yang kucintai, nona vampire."

"Kau, darimana.."

"Bukankah sudah kukatakan kalau kita pernah bertemu saat kau masih bayi." Ryeowook bungkam tak ingin membalas ucapan namja tampan di sampingnya.

"Maukah kau menjadi kekasihku, Ryeowook." Iris sewarna caramel itu membulat sempurna, bagaimana bisa namja di sampingnya itu tahu namanya, pikir Ryeowook.

"Kau.."

"Kau pasti berpikir darimana aku bisa tahu namamu dan jawabannya adalah ini." Kyuhyun memperlihatkan sebuah benda berwarna emas yang berkilau dan Ryeowook sangat tahu benda itu.

"Itu... gelangku."

"Ne ini memang gelangmu, bagaimana? Apa kau mau menerimaku?"

"A-Aku~.."

Tbc

Fyuhhh akhirnya kelar juga chap ini, bagaimana readers chap 5 ini masih ada yang kurangkah? Yah di maklum saja mood menulis agak menurun akhir2 ini...

Buat semuanya mian kalau kimi belum sempat membalas review dari kalian, tapi review kalian semua tetap kimi baca karena tanpa review dari kalian ff ini tidak akan lancar..

Sampai jumpa di chap depan..