Suasana di pagi hari yang begitu sejuk di tambah sinar mentari hangat yang mulai naik, dua orang yeoja cantik duduk saling berhadapan di sebuah cafe yang letak tempat duduknya berada diluar di temani dua cangkir coffe late yang sesekali di minum pemiliknya masing-masing.
"Jadi kau kenal dengan Kibum..oppa?" tanya Ryeowook agak ragu.
"Tentu saja, aku mengenalnya sangat baik malah." Jawabnya sumringah, raut wajah Ryeowook berubah sendu.
"Sejujurnya aku tidak begitu mengingatnya, sebagian memoriku tentangnya hilang." Henry tidak dapat menyembunyikan raut terkejutnya begitu mendengar kalimat jujur dari gadis di depannya.
"Maksudmu, kau..."Henry menghentikan ucapannya karena ragu untuk meneruskannya.
"Ya aku memang mengalami amnesia, kata Appa dan Umma kepalaku terbentur karena di serang para hunter saat usiaku 15 tahun." Ujarnya sambil memandang jalanan di sekitarnya.
"Pantas saja kau lupa pada Kibum oppa." Ucap Henry.
"Kau siapa sebenarnya?" Ryeowook menatap tajam Henry, dan yang di tatap hanya tersenyum.
"Aku dongsaeng Kibum oppa, apa kau tidak ingat." Kata-kata itu sukses membuat Ryeowook melebarkan kedua matanya.
Title : Blood and Destiny
Disclameir : semua cast yang ada di sini bukan punya kimi^^
Pair : Kyuwook, slight... , Haehyuk, Kangteuk, Sichul dll.
Warning : Vamfic, wolf:kyu, vamf:wook, crack pair, OOC, GS, aneh,gaje, typo (pasti ada), alur gaje, berantakan dll.
Rated : T
Genre : Romance / hurt (mungkin) / fantasy/ supranatural.
Ini Cuma cerita fiksi semata dan semua yang ada di dalamnya adalah karangan author dan tidak ada dalam dunia nyata.. oke...
Tidak suka jangan di paksakan membaca KLIK BACK aja, warning berlaku jadi NO BASH.
Chapter 7
Ryeowook memilih berjalan-jalan di sekitar kota setelah keluar dari kafe, Henry pun memutuskan untuk pulang kerumah, obrolan mereka cukup panjang hingga keduanya baru menyadari jam sudah menunjukan pukul 10 siang.
Ryeowook menghela nafas, di ingatnya obrolannya dengan Henry seputar namja yang bernama Kim Kibum yang ternyata dulunya adalah kekasihnya dan juga Henry yang merupakan adik tiri Kibum, 'pantas mereka berbeda marga' pikir Ryeowook, Kibum adalah kekasih Ryeowook, namja itu meninggal 4 tahun yang lalu karena menyelamatkannya saat ia di serang para hunter, entah apa yang terjadi usai pemakaman sang kekasih Ryeowook kehilangan ingatannya saat bertanya pada Appa dan Umma mereka hanya menjawab jika ia di serang para hunter lalu kehilangan ingatan, namun sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai suatu saat pasti akan tercium juga kan tepat 3 bulan setelah kejadian itu Ryeowook sempat mencuri dengar pembicaraan kedua orangtuanya yang ternyata sengaja menghilangkan seluruh memorinya, Ryeowook benar-benar shok, marah dan juga kecewa pada kedua orangtuanya, dan entah suatu kebetulan atau tidak Ryeowook juga menemukan sebuah buku bersampul ungu yang merupakan diari miliknya saat itulah perlahan ingatnnya mulai kembali yah walau tak seluruhnya.
Tiiinnnnn
Bunyi klakson mobil di samping Ryeowook membuyarkan lamunan gadis cantik itu, gadis itu dengan tak acuhnya terus melangkah, sang pengemudi tampak tak mau menyerah di sejajarkannya mobil miliknya yang berwarna merah marun dengan sang gadis, terdengar bunyi siulan dari sang pengemudi yang membuat Ryeowook terpaksa menoleh kearahnya.
Tangan Ryeowook mengepal menahan kesal, siapa yang sudah berani menggodanya sang gadis menoleh, bibirnya terbuka siap menumpahkan segala makian namun sepersekian detik bibir sewarna cerry itu kembali terkatup kala melihat sosok tampan di balik kemudi itu.
"Hai~, sendirian saja nona cantik." Sapanya seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Kupikir mahluk jejadian sepertimu tidak bisa mengemudikan sebuah lamborghini?" Ryeowook balas bertanya dengan nada malas sambil melipat tangannya di dada.
Sang namja terkekeh, "Zaman sudah maju love, kajja naik mobilku, kita jalan-jalan di sekitar kota."
Kyuhyun membuka pintu untuk kekasihnya, merasa tidak ada pilihan lain Ryeowook pun naik kedalam mobil kekasihnya.
"Kita mau kemana?"
"Hanya berjalan-jalan saja seperti yang kukatakan, kecuali ada tempat yang memang ingin kau singgahi." Ujarnya, Ryeowook berpikir sejenak.
"Bagaimana kalau kita kebioskop." Usulnya, Kyuhyun mengernyit.
"Bioskop apa itu, apa sejenis tempat seperti hutan atau yang sering di gunakan untuk makan?" jika saja Ryeowook bukan orang yang pandai mengendalikan diri sudah pasti dirinya tersedak tiba-tiba atau menggeplak kepala kekasihnya saat mendengar kalimat kekasihnya yang polos atau memang udik.
"Kau tidak tahu bioskop?" tanya Ryeowook heran.
"Ne?" jawabnya.
"Kau bisa naik kendaran mewah dan tahu perkembangan zaman tapi kenapa gedung bioskop saja kau tidak tahu."
"Itu lain lagi, love. Aku hanya di ajari Appa-ku mengenai alat tranportasi saja tapi kalau hal lain yang berhubungan dengan manusia aku tidak tahu sama sekali." Jelasnya panjang lebar.
"Haah, ya sudah kalau begitu lajukan saja dulu mobilnya nanti jika aku menyuruhmu berhenti kau harus menghentikan mobilmu, arra."
"Ah ne." Kyuhyun mengidupkan mesin mobilnya lalu melajukannya.
.
.
"Inikah yang di sebut bioskop, kenapa kau tidak bilang dari tadi love, jika disini banyak manusia." Ryeowook memutar bola matanya lalu menatap kekasihnya.
"Memangnya ini di hutan tempatmu biasa bermain, ini duniaa manusia ingat, dunia yang penuh keramaian." Entah kenapa tangan Ryeowook gatal sekali ingin memukul kekasihnya.
"Tapi ini terlalu ramai, apa mereka tidak takut pada kita." Grrr ingin sekali Ryeowook menelan hidup-hidup kekasihnya.
"Memangnya sekarang kau sedang berwujud monster, tentu saja mereka menyangka jika kita sama dengan mereka dengan wujud kita yang sekarang, aigoo kenapa aku harus mengenal mahluk udik sepertimu, dan kenapa aku bisa berbicara panjang lebar seperti ini." Ucapnya frustasi.
"Mianhae aku benar-benar tidak tahu, jangan marah ne." Bujuknya.
"Aku tidak marah..." Kyuhyun tersenyum lega, "Hanya saja, aku ingin sekali membunuhmu." Lanjutnya penuh penekanan di akhir kalimat sambil berlalu pergi meninggalkan kekasihnya.
"Ya, tunggu aku love, mianhae jebal." Kyuhyun mengejar kekasihnya.
"Aku tidak marah, hanya kesal saja. Kajja kita harus membeli tiketnya."
"Apa itu tiket." Dan kali ini Ryeowook benar-benar melemparkan tas kecil yang di pegangnya tepat mengenai pelipis kekasihnya.
"Appo!" pekiknya sambil mengusap pelipisnya.
"Rasakan itu, huh." Ryeowook mengambil tasnya lalu melenggang pergi.
Suasana di dalam bioskop cukup menegangkan di tambah beberapa orang terutama yeoja ada yang menjerit ketakutan ketika melihat adegan demi adegan menyeramkan di layar lebar yang berada di depan sana, Ryeowook dan Kyuhyun hanya biasa saja saat melihat adegan-adegan yang sering mereka lihat di kehidupan nyata, hanya saja ada beberapa perbedaan menurut pemikiran mereka.
Satu jam lebih sepasang kekasih itu berada di gedung bioskop, kini keduanya keluar dari sana karena film yang di tontonnya sudah usai.
"Tadi itu lumayan menyenangkan." Ucap Kyuhyun.
"Yah, hanya saja menurutku mereka terlalu berlebihan."
"Maksudmu?"
"Kau tau vampire tidaklah seburuk dan sejahat itu jika kau melihat aku dan keluargaku." Ungkapnya, rupanya film yang di tonton keduanya bertema vampire.
"Kau mungkin berbeda, ah selanjutnya kita akan kemana lagi?" tanya sang pangeran mengganti topik.
"Aku ingin pergi ke mall." Jawabnya.
"Mall, ap-" belum sempat Kyuhyun meneruskan ucapannya Ryeowook buru-buru menutup mulut kekasihnya.
"Ikuti saja apa yang kuucapkan, arra." Kyuhyun mengangguk dengan mulut yang masih tertutup tangan kekasihnya.
Ryeowook melepaskan bekapannya lalu berjalan mendahului kekasihnya.
.
.
Seorang yeoja cantik bergummy smile duduk termenung di kursi taman, sesekali terdengar helaan nafas dari bibir tipisnya.
"Sendirian saja?" tanya sebuah suara, Eunhyuk mendongak dan mendapati Heechul berdiri di depannya.
"Heenim eonnie? Ah, ne, aku memang senang menyendiri." Jawabnya, namun Heechul menangkap ada nada getir di setiap ucapannya.
"Boleh, aku duduk?" tanyanya lagi, Eunhyuk terkesiap.
"Ah ne, silahkan." Eunhyuk sedikit menggeser tubuhnya membiarkan yeoja yang lebih tua darinya untuk duduk di sisinya.
"Kenapa hanya sendiri? Mana kekasihmu."
"Eh?" Eunhyuk menoleh cepat, "Aku belum punya kekasih." Ucapnya gugup sambil kedua tangannya meremas celananya.
"Jinja~, tapi sepertinya ada yang sedang mengejar-ngejar dirimu, siapa dia eoh?" Heechul menubrukan bahunya dengan bahu Eunhyuk sambil menggoda , entah kenapa Eunhyuk tiba-tiba saja merona.
"A-a..tidak ada yang mengejar-ngejar aku eon." Sangkalnya, yah walaupun saat ini ada yang selalu mengejarnya itu tak lain dan tak bukan adalah si serigala jejadian kurang ajar yang tak jelas asal-usulnya itu, begitulah pikir Eunhyuk.
"Hahahaha... kenapa kau gugup sekali, ayolah cerita pada eonnie mu yang cantik ini." Rayunya dengan sedikit kenarsisan.
"Aku... aku hanya sedang meridukan seseorang saja." Lirihnya agak pelan namun masih bisa di dengar Heechul.
"Memangnya siapa yang sedang kau rindukan, heum?"
"Aku merindukan Umma-ku."
Seketika Heechul merasakan pernafasannya seperti terhambat bongkahan batu besar, keringat mengucur tanpa di sadari olehnya tak lupa wajahnya yang juga berubah sepucat mayat, keadaan itu terjadi secara bersamaan, apa...apa yang harus ia katakan.
Deg deg deg
Jantung Heechul berpacu kencang, namun sebisa mungkin yeoja cantik itu menetralkan semuanya, ya dia berusaha bersikap tenang.
"Umma?" Heechul mencoba bertanya dengan nada biasa walaupun terdengar sedikit gugup dan kaku.
"Ne,aku sangat ingin bertemu dengannya." Eunhyuk mulai terisak, "Aku selama ini tidak pernah melihat wajahnya, 32 tahun aku hidup tanpa tau apa arti dan tujuanku selama ini."
Tangan Heechul terangat dan bergerak kearah rambut sang anak.
"Memangnya di mana Umma-mu?" Eunhyuk menggeleng tanpa di sadarinya kepalanya ia letakan di bahu Heechul.
"Selama 5 tahun aku berada di panti asuhan, lalu ada sebuah keluarga bermarga Park yang mengadopsiku, dan aku sekarang memakai marga mereka." Jelasnya, hati Heechul merasa teriris mendengarnya, ingin sekali ia mengatakan jika ialah Umma kandungnya tapi sebuah kenyataan harus membuatnya bungkam untuk sementara waktu sampai ia siap untuk mengatakankan hal yang sebenarnya.
"Jika orang yang di depanmu ini adalah Umma-mu, apa yang ingin kau katakan?"
"Aku mungkin akan memberinya banyak pertanyaan, kenapa Umma membuangku, kenapa Umma tidak menginginkanku dan malah menitipkanku di panti asuhan, apa karena aku aneh, bahkan anak-anak di panti pun tidak ada yang mau dekat denganku." Sungguh hati Heechul menjerit dan menyangkal setiap ucapan putrinya, tidak dia bukan tidak menginginkan kehadiran putrinya justru dia sangat menyayangi anak-anaknya dan menginginkan keduanya hidup dengan layak walau harus berpisah.
"Mungkin Umma-mu melakukan semua itu karena memiliki alasan tertentu, apakah kau akan membenci Umma-mu jika kau suatu saat nanti benar-benar bertemu dengannya?"
"Tak ada alasan bagiku untuk membenci seseorang yang telah melahirkanku, aku hanya marah dan kecewa padanya karena tega menelantarkanku sehingga aku menjadi seperti ini." Ungkapnya, ada rasa lega di hati Heechul setidaknya putrinya tidak akan membencinya.
'Terimakasih anakku, terimakasih karena kau tidak pernah membenci Umma-mu ini' batinnya, Heechul ikut terisak sambil memeluk putrinya.
.
.
"Love, bisakah kita berhenti dan beristirahat, ini sudah 3 jam lebih dan kita hanya berputar-putar saja di tempat ramai ini, apa kau tidak merasa lelah." Ryeowook menghentikan langkahnya lalu menghela nafas dan menghembuskannya perlahan.
"Baiklah, kurasa memang tidak ada satupun yang akan ku beli lagipula aku juga merasa lelah, kajja kita kembali kemobilmu." Kyuhyun mengelus dadanya, 'akhirnya' pikirnya llalu mengikuti kekasihnya.
"Mau kuantar pulang kerumahmu?"
"Tidak, aku ingin pergi kesungai." Jawab Ryeowook santai.
"Kalau begitu kita kesana bersama-sama." Kyuhyun mengandeng tangan kekasihnya.
.
.
Eunhyuk berjalan tergesa-gesa di tengah hutan, ia ingin sekali berburu rusa hari ini, harusnya ia berada di kota namun karena keinginannya untuk berburu sangat kuat jadilah ia diam-diam pergi kehutan untuk berburu, setelah bertemu dengan Heechul tentunya.
Yeoja cantik itu kini sudah masuk lebih dalam ke dalam hutan, namun saat akan langkah kakinya bergerak kearah samping tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang aneh, ia merasa ada yang menarik-narik ujung jubahnya.
"Ya! Apa yang kau lakukan, eoh? Lepaskan jubahku." Sembur yeoja bergummy smile itu sambil telunjuknya menunjuk-nunjuk seekor serigala yang berbulu agak kehitaman.
"Jangan kesana, di sana berbahaya." Peringat sang serigala, tersenyum miring sambil menatap sinis sang serigala.
"Kau pikir aku percaya, kau tau selama ini aku selalu menuruti naluriku, dan selama itu pula aku merasa baik-baik saja." Ketusnya.
"Aku serius berjalanlah kearah sini." Eunhyuk tak mempedulikan ucapan Donghae, yeoja itu terus berjalan sampai akhirnya..
srak
"Yak!" pekiknya lantang saat ia merasakan tubuhnya terperosok kebawah.
Sret
Grep
Sebuah tangan menggenggam kuat tangan Eunhyuk yang di raihnya sebelum terperosok.
"To-tolong aku." Eunhyuk meminta tolong, ada rasa sesal dalam dirinya karena ia tak mendengar ucapan sang serigala, eh mana serigala itu? Pikir Eunhyuk saat sadar jika yang menariknya bukan serigala melainkan tangan manusia, eh manusia? Eunhyuk mendongak lalu mendapati sosok tampan nan rupawan tengah menatap cemas kearahnya.
"Pegang kuat-kuat aku akan menarikmu." Ucapnya.
Deg
Suara ini bukankah, tidak mungkin, pikir Eunhyuk tak percaya jika orang itu adalah serigala kurang ajar yang selalu mengusilinya.
Tarikan kuat dari atas membuyarkan lamunan yeoja bergummy smile itu, kini ia sudah naik kembali dan langsung terduduk di atas tanah sambil mengelap keringatnya.
"Gomawo, aku pikir ucapanmu hanya bualan." Ucap Eunhyuk dengan nada menyesal.
"Ne, lainkali apa pun yang di peringatkan oleh seseorang kau harus mendengarkannya." Donghae mengacak surai coklat kemerahan itu dengan gemas membuat yeoja bergummy smile itu mengembungkan kedua pipinya.
"Yak!" pekiknya sambil menepis tangan namja tampan di depannya, Donghae terkikik geli melihat tingkah lucu yeoja galak di depannya.
"Kau lucu sekali." Ujanya dengan nada menggoda yang sukses membuat dirinya mendapatkan jitakan gratis di kepalanya.
"Rasakan itu huh." Eunhyuk berdiri.
"Kau mau kemana lagi?" tanya Donghae seraya ikut berdiri sebelah tangannya masih mengusap kepalanya.
"Berburu vampire, aku akan pergi kekota sekarang." Jawab Eunhyuk yeoja itu mulai melangkahkan kakinya.
"Aku ikut." Eunhyuk tidak menyahut yeoja berpenampilan namja itu meneruskan langkahnya di ikuti Donghae, jika saja kita perhatikan baik-baik Eunhyuk kini sedang memegang dadanya dengan wajah merona, terpesona sang serigala eoh.
.
.
.
Sepasang keasih itu kini sudah tiba di tempat tujuan keduanya mulai melompat lalu duduk di atas bau besar yang berada di tengah sungai.
"Langit masih sore, jadi kita tidak bisa melihat bulan purnama." Celetuk Kyuhyun.
"Yah, kita harus menunggu sampai langit gelap dan bulan muncul, tapi aku heran. Sepertinya kau sangat menyukai bulan purnama?" tanya Ryeowook sambil melihat kearah kekasihnya.
Kyuhyun tersenyum manis, "Kau tahu kalau serigala sangat menyukai bulan purnama, karena cahaya bulan purnama seperti memberi energi bagi bangsa kami (a/n : sumpah ini Cuma ngarang)."
"Tapi para manusia selalu berkata, jika bulan purnama muncul artinya para penyihir sedang berkumpul dan anak-anak di larang melihat keluar jendela atau mereka akan melihat para penyihir terbang menggunakan sapu-nya tepat di tengah bulan purnama."
"Itu hanya dongeng untuk menakuti anak-anak agar mereka tidak tidur terlalu malam, memangnya kau pernah melihat ada penyihir terbang sambil melewati bulan purnama?" tanya Kyuhyun, Ryeowook menggeleng.
"Tidak, yah walaupun mereka ada." Ryeowook menopang dagunya, pandangannya kini terfocus kedepan.
"Jangan mempercayai cerita aneh seperti itu, kecuali kau melihatnya secara langsung, ah lihat matahari mulai tenggelam." Kyuhyun mengalihkan suasana sambil menunjuk kearah matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat, cahaya jingga langit sore kini mulai tergantikan dengan kegelapan malam perlahan purnama di langit sana mulai muncul dan memancarkan keindahan cahayanya.
Tak jauh dari sana sepasang rubby memperhatikan sosok cantik Ryeowook.
Tbc.
Akhirnya kelar juga... annyeong para readerrrr semuanya *peluk reader satu2 #dikroyok*...
Saatnya balasan review...
Ryeozaki : hai un,,, bhuu jahat wae baru sekarang reviewnya,,, pokoknya chap ini harus review #maksa*digebukin* ... di chap ini udah ada jawabannya tuh,,, kalau masalah kyuhyuk yang berpisah ntar ada full flassback dari heechul.. oke di tunggu reviewnya lagi #mukagalak...
Dhia bintang: itu sudah kejawab di chap ini.. makasih udah mampir...
CloudSnowest : wook dingin ada sebabnya kok... ini lanjutannya...
Ryeosun : fufufufu mereka emang selalu sweettt,,, hoho kyu emang pinter tuh... jawabannya di chap ini tuh walau belum full.. soal kibum juga udah taukan... hehehe
Key yoshi : yuhuuu mereka udah jadian,, iya nih si appa emang bikin sebel #dicekekkanginappa... hohoho soal heechul itu bisa di atur...
Ryeoyun : lha2 itu bunga eon jangan di buang2 dong T.T myflower #lebay...semua jawaban buat si hyun centil kayanya udah ada di chap ini.. yosh di tunggu reviewmu lagi... tagnya pasti nongol di fb-mu...
Guest : semua pertanyaanya sudah terjawab tuh di chap ini kecuali yang soal wook minum darah kyu itu nanti abakal di bahas lagi di chap depan mungkin... oke ini udaj lanjuttt
Lailatul magfiroh a.k.a lailalalala : hohoho dirimu review 2 x ya.. yo wiss rapopo #korbaniklanfb... kyuwook emang jadian kok... huhuhu di chap ini kyuwooknya udah panjang kan... yah yeppa pan di sini bukan jodohnya wook tuh,,,, huhuhu oke ini lanjutannya...
MyreongkU : hohoho agak aneh ya,, soal masalah wook yang minum darah kyu nanti di bahas lagi di chap depan... yang bikin wook jadi kayak begitu di sini udah di jawab kok.. ini kyuwook momentnya moga suka...
Dheek enha1 : kibum masalalu wook tuh... ini lanjutannya...
Cloudsomnia88 : wohohoho gomawo.. ne masalalu wook itu kibum... flashback kiwook nanti pasti ada kok...ini lanjutannya...
Guest : ini udah lanjut...
Nisha Ryeosomnia : kk kayaknya seneng banget nih orang.. hihihi.. jawaban atas pertanyaanmu sudah ada tuh di chap ini.. hoho kyuwook kan emang romantis dan saling mengingat jadi begitu deh...
Ghaldabalqies :anyyeong saeng... masha sih ini udah panjangkan,,, ne ywook mau di jodohin tuh tapi wooknya kagak mau... yah kang appa sama teuk umma main rahasia2an tuh.. kkk requestnya masih di pertimbangkan kok.. oke di tunggu kehadiranmu di review chap ini...
Kim RyeoChan : ne kibum emang masalalu wook...
Ryeofha 2125 : hahaha kayaknya yekyu emang bakal bertarung deh... kkk kibum mantannya wook tuh...
Hanazawa kay : ne kibum mantannya wook...
Zakurafrezee : hoho iya tuh kyu emang begitu #digetok... hohoho soal itu nanti bakal di bahas lagi...kibum mantannya wook tuh dan henry adiknya kibum ^^..
Sushimakipark : ini kyuwook momentnya...sosok berharganya kibum oppa tuh.. henry niatnya baik kok...
Meidi96 : hohoho penasaran juga dia,,, jawabannya di chap ini kok,,,
Khai ria : ini udah lanjut...gomawo
Regita 139 : wookmma kayaknya malu tuh di plototin kangin appa... yah kangin appa kan ikut2an jaman siti nurbaya #lha... rate m ya,,, kimi mikir2 dulu kayaknya hahahahaha takut gagal sih... gomawo...
WookiePoopz : ya tuh mereka selalu meshra... ini jawaban buat pertanyaanya udah ada kan hohoho... ini lanjutannya
Fiuh selesai juga,,, mianhae kalau misalnya telat terus ada yang merasa kagok oz kimi tadi nyempilin a/n di dialognya... oke buat semuanya makasih bila mau mampir lagiii.. buat reader dan silent reader sampai ketemu lagi..
Review^^
