Title : I'M a prisoner of Love
Author: Micky_Milky
Genre: Romance/ Drama
Rate : T++
Disclaimer: YunJae saling memiliki, DBSK milik orang tua, tuhan, dan Cassiopeia
Pairing: YunXJae… YooSuMin
Length: Chaptered
Warning : Typo, Yaoi, Ooc, Oc, alur kecepatan. Dll
.
.
.
Chap 2
Enjoy reading
"Tuan JaeJoong?"
Mr Lee memandang tak percaya pada pria cantik itu, apalagi seluruh penghuni ruangan itu. Mata musang milik pria tampan yang masih memegangi pinstolnya pun tak luput tercengah.
"JaeJoongie?"
.
.
I'M a prisoner of Love
JaeJoong memandang Mrs Lee sesaat, meminta penjelasan kalau pria tua yang sekarang berada di depannya adalah Mr Lee orang yang dicarinya. Mrs Lee mengangguk sambil tersenyum lembut. Mata bulat indah itu tiba-tiba memanas, dia berusaha tak menangis, dia pria dan pria tak boleh mudah menangis.
"Mr Lee…!"
Tap… Tap…Tap
Dengan langkah cepat JaeJoong menghampiri Mr Lee yang masih tercengah melihat si objek penyebab kerusuhan hari ini di kediaman Jung berdiri di hadapannya, tak jauh dari dia bersimpuh.
"Mr Lee… kumohon… kumohon bantu aku."
Mr Lee memandang JaeJoong dengan sedikit bingung, wajah tuanya terlihat linglung saat ini, apalagi saat dia tahu Yunho memperhatikannya dan pemuda cantik itu dengan cermat. Jika dia salah bicara dan melukai hati JaeJoong dia tak mau ada korban lagi saat ini, karena dia tahu, Yunho tak akan membunuhnya seberapapun besar kesalahannya, tapi sayang pemuda tampan itu selalu mencari sosok lain untuk di jadi pelampiasan, dan Mr Lee tak mau itu terjadi. Cukup dua orang bawahan Yunho yang sudah meregang nyawa itu saja korbannya.
"Tuan JaeJoong, waeyo?"
Dielusnya surai hitam milik JaeJoong lembut, Mr Lee merasa ketika tangannya menyentuh rambut pemuda cantik itu, seolah dia sedang mengelus rambut Yunho.
"Bantu keluargaku, tolong selamatkan harta kami, aku tak mau keluargaku menderita… Mr Lee nikahi aku."
"MWO?"
Mr Lee dan Mrs Lee menjerit tak percaya, begitu pula seluruh bawahan Yunho yang berada di sana, termasuk Yunho sendiri.
"Ta-tapi, saya tidak bisa tuan, kenapa saya harus menikahi anda, saya ini sudah tua."
JaeJoong terduduk lemas, tangannya mengepal kuat lalu mencengkram kerah kemejah Mr Lee kuat.
"Aku tahu… aku tahu kau sakit hati karena aku tolak 'kan, Mr Lee… bukankah kau yang memintaku menikahimu, dengan begitu hutang keluargaku akan lunas."
Mr Lee melirik Yunho yang masih berdiri dengan gagahnya di belakang JaeJoong, memperhatikan setiap gerakan dan bicara JaeJoong, pria tua itu dapat melihat satu seringai berbahaya muncul di bibir sang tuan muda yang sangat disayanginya itu.
"Mr Lee…!"
JaeJoong berusaha menarik Mr Lee dari alam bawah sadarnya, membuat tatap pria tua itu kembali focus padanya.
"Saya tak bisa apa-apa, yang saya maksud tuan bukan menikah dengan saya, tapi dengan tuan saya…"
Mr Lee kembali melirik Yunho, dan JaeJoong tahu arti lirikan Mr Lee. Dengan sedikit memutar tubuhnya JaeJoong melihat pria tampan yang berdiri dengan angkuhnya di depannya, menatapnya dengan pandangan… errrgg, entah lah, JaeJoong pun tak tahu.
"Dia Tuan muda Jung Yunho, dia lah yang saya maksud, tuan JaeJoong."
Kali ini JaeJoong berdiri dengan cepat, lalu menatap Yunho tepat di mata rubah yang menatapnya dengan lembut, seluruh penghuni rumah yang melihat adegan itu berani bersumpah, selama Yunho menjadi ketua mafia, baru kali ini dia melihat sorot mata rubah yang biasa tajam, dan mengerikan itu melembut melihat sosok cantik yang sangat di cintainya itu.
"Tu-tuan Yunho."
Jantung JaeJoong seolah ingin berhenti sesaat, bukan… bukan karena dia sudah jatuh cinta pada pria itu, tapi karena dia terlalu takut, dia lebih memilih berhadapan dengan Mr Lee yang terlihat jauh lebih lembut daripada pria yang didepannya ini, pria bermata tajam, dengan setelan bak penjahat professional, dan yang lebih JaeJoong takutkan, sebuah pistol lengkap dengan peredam suara terlihat bertengger dengan damai di tangan kanan sang pemuda, tanpa bertanya pun JaeJoong tahu, siapa yang membuat kedua manusia tak berdosa di sampingnya saat ini meregang nyawa.
"Ne, Yunnie… panggil aku Yunnie, Joongie."
Sesaat JaeJoong merasa jantungnya benar-benar berhenti berdetak, suara berat nan dalam milik Yunho seolah mengulitinya hidup-hidup, dia serasa berdiri di atas tebing yang tinggi dan ingin jatuh saat melihat pria tampan itu mulai berjalan mendekatinya. Oh jangan… dia belum siap mati saat ini.
"A-aku, a-aku ingin min-minta bantuanmu. Tuan."
"Yunnie…"
Kembali, pria tampan itu berjalan berlahan kearah JaeJoong, sosok yang terlihat tegas, dan beribawah sekaligus menyeramkan itu membuat JaeJoong mundur selangkah demi selangkah saat sosok itu ingin mendekatinya. JaeJoong berhenti tepat saat dia merasa kakinya menabrak sesuatu. Dengan takut-takut JaeJoong melihat kebelakang, memastikan apa yang ditabraknya, sampai dia melihat sosok mayat dengan kening yang bolong, dan mata yang melotot. Hiiiee… JaeJoong bergidik ngeri sendiri.
"N-ne… Yun-Yunnie."
Akhirnya JaeJoong berbicara, pria cantik itu tampak menelitih keadaan, dia harus keluar dari rumah ini sekarang… tapi… aiz~ dia bahkan belum mendapatkan uang untuk membayar hutang sang ayah.
"Apa yang membuat malaikat cantik-ku datang kemari hm~ apa ini masalah hutang ayahmu?"
Malaikat? Oh~ JaeJoong geli sendiri mendengar kata-kata itu. JaeJoong mengangguk saat Yunho menyeret kata hutang sang ayah dalam pembicaraan mereka.
"Ne… a-aku bermaksud meminjam uang, tu… ah Yunnie, a-aku janji akan membayarnya."
Pikiran JaeJoong berubah total, kalau boleh memilih, lebih baik dia dinikahi oleh Mr Lee dari pada dengan sosok mengerikan yang masih menyeringai di depannya saat ini.
"Meminjam? Huh~ jangankan meminjam, aku akan memberikan seluruh uangku untukmu, dengan syarat… kau harus menikah denganku."
perkataan barusan benar-benar membuat JaeJoong yang merasa berdiri di tepi tebing yang tinggi seakan terjun bebas kedalamnya.
"A-apa? Bi-bisakah ini kita diskusikan lagi? Bagaimana kalau aku menjadi pelayan di sin…"
Perkataan JaeJoong tak sampai habis, saat melihat sorot mata Yunho berubah total, dia ingin menangis saat ini, tidak… tidak boleh, dia lelaki berumur 22 tahun, dan dia tak boleh menangis.
"Kau ingin menjadi pelayanku? Cih~ sayang aku ingin kau menjadi istriku, bukan pelayanku."
"Eh… Istri?"
JaeJoong ingin sekali membenturkan kepalanya ke tembok, dia itu pria, kenapa harus menjadi istri, dia mengakui kalau dirinya memang cantik, tapi demi tuhan, dia tak sudih menjadi seorang istri.
"Bagaimana? JaeJoongie-ku, kau mau? Kalau mau, detik ini juga rumahmu dan isinya selamat."
JaeJoong mengepal erat, tak ada jalan, kepalang tanggung, matipun dia mau, asal keluarganya bahagia.
"N-ne. Tu… ah Yunnie."
Yunho tersenyum puas, begitu pula seluruh manusia yang melihat adegan YunJae tadi, mereka bersyukur, setidaknya tak ada yang menjadi korban lagi malam ini, andai JaeJoong kembali menolak, sudah dipastikan akan terjadi pembunuhan masal.
"Kau memang terbaik, sayang… baiklah, aku akan urus hutang-hutangmu."
Yunho mengelus pipi JaeJoong sayang, lalu mengecupnya dengan lembut, membuat JaeJoong bergidik ngeri menerima perlakukan seperti itu dari seorang pria. Dengan langkah lebarnya Yunho berjalan ke arah meja, lalu mengambil ponsel keluaran terbarunya, yang JaeJoong yakini berharga sangat mahal… mungkin setara dengan harga motor metiknya. Dilihatnya Yunho terlihat serius menekan sesuatu di sana, lalu mendekatkan ponsel itu ke telinganya.
"Batalkan penyitaan rumah milik Mr Kim sekarang."
"…"
"Ne, sekarang juga…"
Pik…
Sambung telpon itu terputus sepihak, JaeJoong meyakini, Yunho bukan sosok pria biasa, dia pasti seseorang yang sangat disegani banyak orang.
"Bawa mayat itu ke hutan, lalu bakar."
Printah Yunho dengan tegas. Dengan sigap empat orang bodyguard menyeret 2 sosok mayat itu. Tapi belum juga menjauh, JaeJoong sudah menghentikan langkah ke 4 bodyguard itu.
"Mi-mian, Yunho-shi, ah~ Yunnie… tolong jangan dibakar, bukankah kasihan jika anda membakar mayat mereka, to-tolong kembalikan kepada keluarga mereka saja…"
JaeJoong berhenti bicara saat Mr Lee yang masih berlutut di belakangnya menyentuh pergelangan kakinya. Ah~ baru bertemu JaeJoong sudah berani mencoba memerinta Yunho, nasip pemuda itu bisa sama dengan kedua mayat itu… Yunho tak suka di perintah, baginya mutlak dialah yang memberi perintah.
Yunho terlihat berfikir, Mrs Lee harap-harap cemas, kalau saja Yunho nekat melakukan hal buruk pada JaeJoong, hanya karena kesalah kecil pemuda itu.
"Baiklah… kembalikan mereka ke rumah masing-masing, dan berikan uang belasungkawa kepada keluarga."
Sudah berkali-kali hari ini seluruh manusia di tempat itu di buat tercengah, biasanya Yunho tak ingin repot-repot dengan urusan pelayan yang dibunuhnya, tapi kali ini… oh~ Yunho bahkan menuruti perintah JaeJoong.
"N-ne Tuan muda."
Dan ke empat bodyguard itu menghilang sambil menyeret ke dua mayat itu pergi. Kembali Yunho berjalan mendekati JaeJoong, pria tampan itu memandang penuh kelembutan pada pria cantik di depannya.
"Bubarlah kalian, tinggalkan kami berdua."
"Ne tuan muda…" serentak, seluruh pelayan Yunho membubarkan diri, termasuk Mr Lee, tapi tidak untuk Mrs Lee, dia masih khawatir Yunho akan menyakit JaeJoong yang tidak tahu apa-apa itu.
"Kau cantik sekali sayang, boleh aku menciummu, sebagai balasan untukku, karena mau membantumu."
JaeJoong terdiam, tubuhnya gemetar saat wajah Yunho mendekat, detak di jantungnya semakin menggila, satu kecupan mendarat di bibirnya, tapi tak lama, Yunho yang memang sudah memimpikan hal ini mencoba mencium kembali bibir JaeJoong, pria bermata rubah itu melumat bibir atas JaeJoong dengan lembut, menyelipkan tangannya di pinggang dan tengkuk JaeJoong berusaha membuat tubuh mereka menyatu sempurna, tangannya yang berada di Pinggang JaeJoong mengelus pinggang itu pelan, lalu menyelinap masuk kedalam kemeja JaeJoong, menjalar di tubuh putih mulus itu lalu berhenti di punggung JaeJoong. Lumatan Yunho terhenti, dengan wajah yang masih saling mendekat Yunho tersenyum senang, walau tak membalas dan merespon, JaeJoong terlihat pasrah di pelukkannya.
"Jangan memasang wajah seperti itu, aku bisa merasukimu sebelum kita menikah kalau kau begitu."
Kembali, Yunho melumat bibir JaeJoong, kali ini tangannya mengelus perut rata JaeJoong, lalu naik kearah dada JaeJoong, baru saja Yunho hendak meremas dada kirinya, JaeJoong mendorong Yunho dengan napas yang tersengal-sengal.
"Hentikan…!"
Yunho yang mendapat penolakan memasang wajah tak suka, JaeJoong dengan takut-takut menatap Yunho, lalu kembali menunduk dalam.
"Mianhae, Yunho-shi… ah~ Yunnie. Sa-saya tak bisa melakukannya."
Yunho dapat melihat tubuh JaeJoong yang begetar, dia tahu perlakuannya sudah terlalu Jauh, dan dia tak akan mengulanginya, dia tak mau JaeJoong membencinya. Dia ingin pria itu mencintainya, sama dengannya yang terlalu mencintai pria itu, sampai menjadikan JaeJoong obsesi tersendiri.
"Baiklah, aku mengerti, aku pun ingin saat kita melakukannya bukan karena napsu, tapi karena kau mencintaiku. Ne… sekarang pulanglah, aku akan mengantarmu, besok aku akan kerumahmu dan menemui orang tuanmu untuk membicarakan pernikahan kita."
"I-itu…"
"Ajhumma juga akan ikut, ah~ ini pasti akan menjadi pembicaraan yang menyenangkan. Benarkan Yun."
Mrs Lee yang dari tadi bersembunyi dan sempat melihat adegan tak senono dari YunJae tersenyum senang, baru beberapa jam, pria cantik itu sudah mebuat Yunho berubah total.
"Ja. Yun… antarkan calon istrimu pulang."
"Ne Ajhumma."
.
.
Mr dan Mrs Kim langsung berlari keluar rumah mereka saat melihat sang putra baru saja turun dari limosin berwarna hitam metalik yang terpakir di depan rumah mereka. Mereka dapat melihat bagaimana mengerikannya raut wajah sang putra.
"Jae…"
Mrs Kim langsung berlari memeluk JaeJoong, membenamkan wajah sang putra ke dalam pelukkan hangatnya. Dengan wajah menelitih Mr dan Mrs Kim memandang Yunho yang menunduk hormat, sambil tersenyum manis.
'Sok Polos.'
Batin JaeJoong kesal, dia kesal, kenapa Yunho berwajah bak malaikat didepan keluarganya. Dengan ogah-ogahan, JaeJoong yang baru saja melepaskan diri dari rengkulang sang ibu berdiri di samping tubuh Yunho.
"Appa, Ini Tu… ah, Jung Yunho. Bisa kita masuk, aku ingin membicarakan sesuatu."
Mr Kim mengangguk, setelah mempersilahkan Yunho masuk, pria tua itu melirik mobil mewah Yunho, dan melihat sosok pria tua yang berdiri di depan limosin itu sambil tersenyum ramah. Pria tua yang bertemu dengannya tadi siang.
"Mian, Yunho-shi, kau mengenal Mr Lee?"
Mr Kim yang baru saja mendudukkan diri di sofa milik keluaraga Kim itu menatap pria yang duduk di depannya curiga, pemuda itu hanya memasang wajah penuh senyum ramah, berbeda saat JaeJoong melihatnnya di kediaman Jung tadi, pemuda itu mengerikan sekali.
"Ne, dia Bawahan saya. Appa."
Ups… JaeJoong menepuk jidatnya kesal, belum juga menikah, Yunho sudah memanggil ayahnya 'appa'. Mrs Kim yang sibuk menyiapkan Teh langsung duduk di samping JaeJoong.
"Apa kau orang yang dimaksud Mr Lee itu?"
Yunho mengangguk, dia melirik JaeJoong yang duduk menjauh darinya, seolah menghindari Yunho, pria cantik itu menggeser tempat duduknya sehingga menempel pada sang ibu.
"Appa…"
JaeJoong langsung menarik lengan sang ayah, dan melihat sang ayah menatapnya dalam.
"Aku, Jung Yunho kemari ingin menjadikan Kim JaeJoong sebagai istriku."
"MWO?"
Mr Kim memandang tak suka, pria paruh baya itu baru saja hendak berdiri dan menyeret Yunho untuk keluar dari rumahnya, tiga orang pria berbadan kekar sudah masuk kedalam kediaman keluarga Kim, dan menarik lengan Mr Kim dengan keras.
"Yak…! bersikaplah sopan pada tuan muda."
"Appa."
JaeJoong menarik kerah kemejah Yunho, memandang Yunho dengan kemarahan besar.
"Lepaskan Appa-ku…! Jangan pernah melukainya, atau pernikahan yang kita rencanakan batal. Lebih baik aku tidur di jalan daripada melihatmu menyakiti appa-ku."
Yunho terdiam, dengan satu gerakan Jari ke tiga bodyguard itu melepaskan cekalannya pada tubuh Mr Kim. Dengan wajah menyesal Yunho menunduk dalam ke depan Mr dan Mrs Kim.
"Mianhae, appa. Maafkan bodyguardku… aku menyesal."
Mr Kim terteguh, begitupulah ketiga bodyguard di samping Mr Kim, baru kali ini tuan muda mereka menundukan kepala didepan seseorang dan meminta maaf.
"Tolong mengerti appa, aku kemari dengan niat yang tulus, aku benar-benar mencintai JaeJoong. Appa boleh meminta apapun dariku, tapi kumohon, berikan JaeJoong untukku, karena dia nyawaku."
JaeJoong tercengah, dia tak percaya pria angkuh dan dingin didepannya ini berkata seolah dia mengenal JaeJoong dan mencintai pemuda itu sudah lama.
"JaeJoongie, apa kau mau menikah dengan orang ini?"
Mr Kim meminta Jawaban pada sang putra, JaeJoong terlihat berfikir, dia sudah mengadakan perjanjian dengan Yunho, dan dia tak bisa mundur.
"N-ne appa, aku bersedia."
Yunho tersenyum puas, Mrs Kim shock berat, air matanya mengalir begitu saja, dia tak menyangka anaknya bersedia menikah dengan seorang pria.
"JaeJoongie… Tolong pikirkan lagi, Chagi. Umma tak mau kau menyesal nantinya."
JaeJoong tersenyum lembut, lalu berjalan memeluk sang umma.
"Aku tahu nanti aku pasti akan menyesal, tapi aku melakukan ini demi kalian, demi kita… demi kehidupan kita nanti, umma jangan menghawatirkanku, aku akan baik-baik saja."
Yunho yang berada di samping JaeJoong, menarik JaeJoong dari pelukan Mrs Kim dan merangkul pemuda cantik itu erat.
"Kupastikan…! Kau akan bahagia bersamaku, JaeJoongie. Dan tak akan pernah menyesal karena sudah menikah denganku."
Mr Kim menghela napas, dia menepuk pundak Yunho lembut, melihat pria bermata musang itu.
"Kapan kalian akan menikah?"
Wajah Yunho kembali tersenyum, dilepaskannya pelukannya pada JaeJoong, dan melirik JaeJoong yang masih menerawang entah kemana.
"Aku ingin secepatnya, kalau bisa minggu depan."
"MWO? Kau gila, aku masih ingin kuliah."
"Kau masih bisa kuliah, Joonggie, aku tak akan melarangmu."
"Baiklah, aku akan persiapkan seluruhnya."
Yunho kembali menunduk, dia berusaha sesopan mungkin di hadapan calon mertuanya saat ini.
"Mianhae appa, appa tak usah bersusah-susah, seluruh urusan pernikahan saya yang urus, saya Cuma minta tolong agar JaeJoong di jaga sampai hari pernikahan kami."
"Yak… kau kira aku apa? Aku ini bukan kucing peliharaan."
Yunho menyentil hidung JaeJoong dengan gemas, kelakuan JaeJoong membuatnya ingin mencium pria cantik itu saat ini juga.
"Aku tahu, hanya saja aku tetap harus waspada jika ada seseorang yang merebutmu dariku, atau mungkin jika ada seseorang yang membuatmu menyukainya."
JaeJoong kembali bungkam, huh~ kelihatnnya kehidupannya akan berjalan penuh kekangan.
.
.
JaeJoong terdiam sesaat melihat gedung besar yang akan menjadi tempat pernikahannya dan Yunho, sangat besar untuk undangan yang hanya 500 orang itu, Yunho sengajah tak ingin mengundang banyak orang, dia bukan malu, hanya saja ini untuk keselamatan JaeJoong dan kedua mertuanya.
Bagi Yunho nyawanya tak ada apa-apa dibandingkan nyawa JaeJoong, posisinya di dalam dunia mafia, membuatnya menjadi bahan pembicaaan, dan sudah dipastikan banyak sekali musuhnya di luar sana, jika mereka tahu Yunho menikah dengan seseorang, kehidupan seseorang itu pasti terancam dengan seluruh musuh-musuhnya di luar sana. Itulah alasan pria tampan itu lebih memilih-milih siapa saja yang akan datang kedalam pernikahannya.
"Kau suka?"
Yunho memeluk JaeJoong dari belakang, menyenderkan dagunya di bahu JaeJoong, JaeJoong yang merasa risih, melepas dengan lembut rangkulan Yunho di perutnya.
"N-ne, ini sangat mewah."
Yunho sedikit tak suka dengan perlakuan JaeJoong padanya, tapi pria tampan itu berusaha bersabar.
"Aku juga sudah memesan sepasang cincin dan baju pernikahan kita."
JaeJoong kembali terdiam, dia teringat akan posisinya sebagai istri di dalam hubungan ini, mau menolakpun tak mungkin, melihat kekuasaan Yunho akan dirinya, pantas kalau dia dijadikan istri. Ah ngomong-ngomong tentang istri, bukankah seorang istri di haruskan memakai gaun? Oh… itu akan sangat memalukan baginya.
"Yunho-shi… ah mian maksudku Yunnie, apa aku harus memakai gaun."
Yunho mengacak rambut JaeJoong gemas, dia menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan JaeJoong.
"Ani, kau akan pakai Jas, walau ku akui kau lebih pantas memakai gaun, tapi bagiku kau tetaplah pria, Jae."
JaeJoong bernapas legah, dia bersyukur, setidaknya Yunho masih bisa membuatnya terlihat manly 'Mungkin'.
.
.
.
TBC
A/N
Mian ru updet… semoga suka chap ini, dan gomawo yg sudah baca… maaf alurnya sedikit bertele-tele…
Big Gomawo buat…
NaraYuuki | guest | LeeSangWook | Beautiful Beast'98 | yoon HyunWoon | Jaelupme | kyura | nunoel31 | JungJaema | irengiovanny | jung rieri | Clein cassie | jae sekundes | Taeripark | ajid yunjae | Dhea Kim | YunHolic | YeChun | Youleebitha | guest | Hana-Kara | jaena | Aaliya Shim | guest | septiarahma | ShinJiWoo920202 | Jung Jaehyun | missjelek | sanaki chan | usi . husiaty | imelriyanti | YunJaeLovers |
Bukan gak mau balas repyu, tapi aku gak tau harus balas apa ^^ tapi yang jelas aku senang banget baca repyu kalian, dan makasih sudah doain skripsi milky…
Repyu lagi ne…^^
Micky-Milky^^
