Impossible

By : Banana Milkeu

Cast : Oh Se Hun a.k.a Sehun

Lu Han a.k.a Luhan

Kim Jong In a.k.a Kai

Rate : sebenernya T tapi ternyata kata temenku T+

Warning :Typo(s), (very) OOC, Genderswitch

A HunHanfanfiction

Disclaimer : Disclaimed~~

.

.

.

.

Sehun dan Kai berlari untuk menghampiri Luhan. Kyungsoo dengan cepat memeluk Luhan dan menepuk pipinya lembut dengan panik.

"Ya! Luhan irreona!"

Dengan bakat terpendam yang dimiliki Sehun, dengan cepat ia menggendong Luhan dan membawanya ke UKS, bahkan sebelum Kai sempat melihat keadaan Luhan.

Kai terdiam.

Kyungsoo membisu.

"Sebenarnya…"

"Apa yang terjadi di antara mereka?" ucap Kyungsoo

"Ya, kenapa kalian diam saja? Cepat bantu aku memanggil Kyuhyun sunbae! Lee seonsaeng tidak hadir hari ini!" ucap ketua kelas mereka, Jinki

Kai langsung datang menghampiri Jinki

.

.

.

.

Sehun membaringkan Luhan di atas kasur UKS. Nafasnya terengah-engah, wajahnya terlihat begitu khawatir. "Hufft…." Sehun menduduki kursi di dekat kasur itu sembari menghela nafas. Ia menatap Luhan. Ia tersenyum.

"Ya, mana ada malaikat yang membuat orang lain khawatir?" ucap Sehun sambil tertawa kecil.

Sehun menatap tubuh Luhan dari atas sampai bawah.

Rambutnya, bentuk tubuhnya, kakinya, bahkan aroma bubble gum manisnya yang childish, sama sekali bukan selera Sehun.

Biasanya ia memilih wanita yang memiliki rambut yang di salon tiap harinya, tubuh yang seksi, kaki jenjang, dan menggunakan parfum dari Paris yang harganya setara dengan gajimu seumur hidup.

Mungkin inilah alasan Sehun memilih Luhan. Luhan berbeda dari semua gadis dan janda yang pernah dikencaninya.

Sangat berbeda.

Ia senyum-senyum sendiri ketika memikirkannya.

Tiba-tiba, Sehun bangkit dari posisinya. Ia mundur selangkah, wajahnya mendadak pucat.

Percaya atau tidak, tidak atau percaya, dan percaya atau tidak, Sehun merasa matanya mulai mengalami gangguan.

Apakah ia menua secepat itu?

Sehun menutup matanya sebentar, sambil bergumam "Kumohon, jangan biarkan aku melihat hal seperti ini. Mataku, berfungsilah kembali dengan normal". Kemudian, secara perlahan ia membuka matanya.

Masih tetap sama.

Sehun tidak percaya.

Tubuh Luhan…

Transparan.

.

.

.

.

.

Kai dan Jinki memasuki ruang OSIS. "S-sunbae… Tolong kami… A-ada yang terluka dan Lee seonsaeng tidak hadir."

"Mwo? Nugu? Dimana ia sekarang"

"Lu Han, sunbae. Ia di UKS sekarang" jawab Kai.

Kyuhyun terdiam, mengetuk mejanya beberapa kali menggunakan jarinya. Kai dan Jinki bingung. Kenapa ia tak segera pergi?

Kyuhyun tersenyum kecil "Ayo kita kesana"

Sementara itu, di UKS, Sehun masih berusaha menyadarkan dirinya. "Oh ayolah aku tidak berpengalaman dalam hal mistis. Kumohon jauhilah tubuh Luhan"

Ia kembali menutup matanya, berdoa sebentar, lalu membukanya kembali.

Tubuhnya kembali seperti semula–

"Syukurlah…"

–kemudian transparan lagi.

Sehun terdiam. Ia frustasi. Siapa Luhan sebenarnya? Apakah ia arwah penasaran yang pernah disakiti Sehun? Apakah ia malaikat pencabut nyawa? Apakah ia utusan ibunya untuk menghukum dirinya? Atau ia ibunya? (oke yang terakhir ngawur)

Sehun menutup wajahnya dengan tangannya. Ia sudah terlalu pusing.

"Eunggh…"

"Lu-Luhan?" ucap Sehun gugup.

Tubuh Luhan kembali normal.

"Apa… Apa yang terjadi?"

"T-tidak ada apa-apa"

Luhan melihat wajah Sehun "Kenapa wajahmu begitu pucat? Kau sakit"

"A-aku tidak apa-apa"

Kemudian terdengar suara pintu dibuka. Muncullah sosok Jinki, Kai, dan Kyuhyun.

"O-oh sudah ada Kyuhyun sunbae. Aku pergi dulu, Luhan"

"Y-ya Sehun!"

Jinki dan Kai menatap Sehun kebingungan. Kyuhyun menatap wajah Luhan dengan matanya yang mematikan.

"Eumm… Jinki-ssi, Kai-ssi, bisa tinggalkan kami berdua? Aku akan segera memeriksanya." Ucap Kyuhyun.

"Ne sunbae" ucap mereka kompak. Mereka membungkukkan tubuh lalu keluar dari ruangan itu.

Setelah mereka keluar, ruangan jadi sunyi.

Kyuhyun mendekati Luhan lalu memeriksa kepalanya.

"Well, annyeong Luhan-ssi"

"E-eh… Annyeong sunbae" jawab Luhan gugup.

Setelah itu, tidak ada yang berani memulai pembicaraan. Lebih tepatnya, tidak mau.

Kyuhyun sudah selesai mengobati Luhan. Ia duduk di kursi yang ada di dekat kasur.

"Wajahmu terlihat polos. Tapi ternyata ada rahasia yang sangat besar di balik wajahmu itu" ucap Kyuhyun. Ia mengeluarkan smirk andalannya.

Luhan hanya menatap wajah Kyuhyun bingung. "Ini peringatan terakhir, Luhan-ssi. Jika tidak, kau akan menyesal"

Jantung Luhan berdegup kencang. Ia takut. Apa maksud Kyuhyun?

"Seorang yang sedang menjalani perjalanan 49 hari, tidak seharusnya jatuh cinta pada targetnya sendiri. Jika tidak, kau akan bernasib sama dengan Suho." Dengan itu, Kyuhyun bangkit lalu meninggalkan UKS.

Otak Luhan yang sudah terbiasa bergerak lambat, berusaha dengan keras untuk menyatukan maksud dari kata-kata Kyuhyun tadi.

49 hari, target, cinta, dan Suho. Semuanya bisa digabungkan.

Luhan langsung bangkit dari kasurnya lalu mengejar Kyuhyun.

"KYUHYUN SUNBAE! TUNGGU SEBENTAR!"

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan memutar arahnya.

"Ada apa lagi, Luhan-ssi? Kau seharusnya istirahat dulu."

"Kita harus bicara sekarang."

"Sekarang? Kau pikir aku orang yang memiliki waktu senggang yang banyak sehingga aku dapat menikmati kopi dan melakukan hobiku di ruanganku? Maaf, Luhan-ssi, aku sibuk"

Kyuhyun memasuki ruang OSIS.

Luhan tak bisa diam, ia menggedor pintu ruang OSIS yang sudah terkunci dengan hati-hati.

"Kumohon, aku janji tidak akan lebih dari 10 menit! Yang akan kubicarakan sangat penting, sunbae!"

Kyuhyun membuka kuncinya, lalu keluar dari ruangan itu. Ia menatap Luhan malas "Sepenting apa pembicaraanmu sehingga kau berani memohon seperti itu?"

Luhan terdiam. Sepenting apa? Bahkan jawaban dari pertanyaan itu tak dapat dijawab dengan kata-kata.

Kyuhyun tersenyum remeh "Ikuti aku"

Luhan mengerjapkan matanya "H-huh? Kemana?"

"Bukankah kau mau bicara? Sepertinya sangat rahasia. Kita bicarakan di atap sekolah."

.

.

.

.

"Nah…" Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas. "Ada apa?"

Luhan menatap Kyuhyun "Sebenarnya kau ini siapa?"

Kyuhyun tertawa kecil. "Kau orang yang tak tau cara berbasa-basi sedikit Luhan-ssi"

"Kau sendiri yang bilang kalau kau tidak punya banyak waktu" kata Luhan menantang.

"Dan, apa tadi? Kau? Mana sopan santunmu, hoobae?" kata Kyuhyun meremehkan.

"Kau berusaha mengalihkan pembicaraan"

"Faktanya, tidak"

"Sudah cukup! Jawab pertanyaanku tadi!" Luhan mulai kesal.

"Kau bertanya siapa aku? Aku Cho Kyuhyun, ketua OSIS di sekolah ini."

"Bukan, maksudku–"

"Kau pasti penasaran, siapa aku sebenarnya, kan?"

Luhan menelan air liurnya. Tepat sekali.

"Sebenarnya, aku tidak mau menceritakannya."

Luhan membelakkan matanya.

"Tapi melihat wajahmu tadi, baiklah. Aku akan beritau siapa aku." Wajah Kyuhyun terlihat serius.

Luhan balik menatap Kyuhyun serius.

"Aku…"

.

.

.

.

Luhan membaringkan tubuhnya di kasurnya yang empuk. Hari ini sudah sukses membuat Luhan stress.

Luhan melihat boneka rusanya "Haruskah… Aku melupakanmu, Sehun?"

Flashback…

"Tapi melihat wajahmu tadi, baiklah. Aku akan beritau siapa aku." Wajah Kyuhyun terlihat serius.

Luhan balik menatap Kyuhyun serius.

"Aku…"

Luhan kembali meneguk air liurnya, bersiap menerima kenyataan.

"Guardian angel, sama seperti Suho."

Luhan mundur beberapa langkah.

Ya, tepat seperti dugaan Luhan. Kyuhun memang salah satu dari makhluk seperti Suho.

"Bahkan sebelum kau melakukan misimu, aku sudah merasakan tanda-tanda cinta akan tumbuh diantara kalian berdua. Kau tau kan peraturannya?"

"Tapi, memangnya apa alasan sebenarnya, kenapa aku tidak boleh jatuh cinta?" Tanya Luhan

"Sebenarnya dulu tidak ada peraturan seperti itu. Tapi, dengan pemikiran matang, aku menambahkannya" jawab Kyuhyun. Ia menatap lantai.

Luhan semakin bingung "Kenapa?"

Kyuhyun menarik nafas panjang.

"Dulu, Suho juga sama seperti dirimu, jatuh ke dalam lubang kefrustasian. Ayahnya meninggal dan ibunya terus mengirim surat hutang suatu hari, ia menyelamatkan seseorang dari maut. Suho juga mengikuti perjalanan 49 hari. Tugasnya mudah, mengembalikan semangat hidup seorang pasien kanker."

Kyuhyun menarik nafas lagi.

"Semuanya berjalan lancer hingga akhirnya Suho bilang bahwa ia jatuh cinta pada targetnya. Aku mulai merasa khawatir. Aku tau ini tidak benar. Kemudian, di hari ke 49, aku menyatakan bahwa ia berhasil melakukan misinya."

Luhan semakin serius mendengarkan.

"Tapi di hari itu juga, cintanya menghembuskan nafas terakhirnya."

Jantung Luhan terasa berhenti.

"Suho, yang nyaris menerima nyawa dariku, langsung terduduk dan menangis."

Nafas Luhan tercekat. Kyuhyun terlihat menahan tangisnya.

"Kemudian, dengan air mata yang masih bercucuran di matanya…"

"S-sunbae cukup…"

"Ia meminta padaku…"

"Sunbae, kau tidak mau menceritakan hal ini kan? Kalau begitu hentikan"

"Untuk memberikan nyawanya pada cintanya itu."

Kali ini Luhan diam.

"Sebagai ganti dari nyawanya, aku mengangkat Suho menjadi guardian angel. Karena aku tau, bila ia ada di surge, ia tak dapat melihat cintanya lagi…"

Luhan menatap ujung sepatunya.

"Maka dari itu, Luhan-ssi. Aku mohon."

"Jangan mengulangi hal yang sama seperti Suho, dan membuatku merasa bersalah."

Luhan kembali menatap Kyuhyun.

"Dan ingat, ketika kau mendapatkan kembali nyawamu, memori semua orang tentangmu akan terhapus. Semuanya kembali menjadi seperti semula, ketika kau tidak hadir dalam kehidupan mereka, kecuali yang sudah pernah kenal denganmu sebelum perjalanan 49 hari."

Kyuhyun langsung berlari meninggalkan Luhan.

Meninggalkan Luhan yang masih membeku di tempatnya.

Flashback End…

"Sehun…" Luhan memeluk bonekanya.

"Aku tidak akan pernah melupakan bahwa aku mencintaimu."

TBC

First, saya minta maaf karena update yang sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat lama ini. Maklum lah sibuk belajar -_- saya masih bocah kelas 9 qaqa, jadi harus belajar buat UN nanti.

Second, saya minta jangan gebukin saya karena capek nunggu update ff ini (oke ini gr banget)

Third, maaf buat kalian yang sparKyu, saya buat dia jadi guardian angel disini. Kalo dia jadi setan kan ga nyambung sama ceritanya -3- lagipula ada sisi angel yang terlihat di wajah Kyuhyun walau sedikit /slapped/

Fourth, maaf belum ada moment HunHan dan KaiSoo nya~ masih focus di Luhan dulu.

Fifth, HAHAHAHAHAHAHA TBC SAUDARA! PENDEK BANGET YA CERITANYA. MAKLUM BUATNYA CUMA 2 JAM JADI TERKESAN BURU-BURU. RENCANANYA SIH MAU END DI CHAPTER INI TAPI…. SAYA RASA BELUM WAKTUNYA END. Mungkin chapter selanjutnya akan jadi chapter terakhir :3 (mungkin)

Chochobarbx: hehe gomawo ^^

Hallo ha: hmm bisa gak ya :p gomawo ^^

kyeoptafadila: tenang imannya terbuat dari baja(?) gomawo ^^

HyunRa: ini lanjutannya, baca aja~ gomawo ^^

wonkyuhae: nggak kok, mereka belum pernah ketemu~ sengaja dibuat gini. Maaf masih belum bisa dipanjangin, otak saya macet T.T

lisnana1: udah lanjut ^^

teleportbabies: maaf ya masih kurang panjang T.T otak saya macet huhuhu T.T gomawo ^^

DJ 100: hehe kita sama '-'/

WinterHeaven: baca aja nih XD gomawo ^^

lulittledeer20: udah lanjut XD hehe kapan-kapan ya /slapped/ gomawo ^^

RZHH 261220: TENANG SEMUANYA UDAH DIATUR /evil laugh/ XD

aysndrEXO: lanjut nih XDiya :D gomawo ^^

piy: udah lanjut nih :3

Kym Rin -SehunOhSeorinKim: udah lanjut XD pujian kamu berlebihan sayang hehe :'3 but, gomawo ^^

Last word, review please? *bbuing bbuing with Luhan*