"Naruto Uzumaki…."

Suara Neji terdengar berat saat membacakan gulungan surat itu. Naruto dan aku yang sedang bermain kejar-kejaran itu terdiam mendengar isi gulungan surat itu.

"Kau akan dibawa kepersidangan minggu depan… hakimnya adalah Minato Namikaze dan Sabaku no Gaara…atas tuduhan pencurian dan menghina keluara raja…"

"Tunggu!apa Hinata akan disidang juga?"Potong Naruto dengan panik.

"Ya…atas tuduhan memberikan perlindungan kepada pencuri..tapi kurasa hukumannya tidak akan seberat dirimu…."Jawab Neji sambil menggulung surat itu kembali. Lalu meninggalkan ku dan Naruto dengan senyuman pahit.

"…."

"Bagaimana ini,Naruto?"

"…."

"Aku tak tahu…"

-000000000000000000-

Lampion Edo chapter 4

Naruto©Masashi Kishimoto.

'Tawaran yang membingungkan'

-00000000000000000-

"Naruto..!jangan santai-santai saja dong~~!"bentakku sambil menatap tajam kearah Naruto. Seminggu lagi ia dan aku akan disidang….

"Jangan panik,Hinata…tenanglah…toh Cuma disidang…paling hukumannya,hukuman penjara….atau…pengasingan…kalau seperti kamu sih…paling hukumannya penjara doang sih…"

"Tapi..!bagaimana kalau kau mendapat hukuman pengasingan..?kita tidak akan bisa bertemu lagi…!"Seruku dengan lantang. Kedua mataku sudah berkaca-kaca.

"Tidak apa-apa…itu lebih baik…kalau begitu aku tidak akan merepotkan dirimu lagi…"Jawab Naruto dengan enteng sambil menatap kearah langit-langit.

Aku terdiam dalam waktu yang begitu lama…tak terasa kedua mataku telah meneteskan air mata…aku terduduk dalam diam..menyesalinya?bukan…

Aku hanya sedih karena tidak akan melihatnya lagi…

-00000000-

Sasuke berjalan menyusuri jalan setapak di tengah hutan. Menunggu seseorang yang sudah dipanggilnya….

"Suigetsu…kau sudah siap?"Tanya Sasuke pada partnernya itu. Suigetsu hanya mengangguk setuju..

'siap tuanku…"jawabnya singkat. Sasuke merasa puas mendengarnya…

"Tinggal sedikit lagi…!aku bisa menghentikanmu..Naruto…!"desis Sasuke. Suigetsu yang mendengarnya hanya tersenyum kecil.

"Tuan sangat berambisi menghentikan Naruto-san ya…"

Sasuke hanya terdiam mendengarnya….keheningan mengisi jeda pembicaraan mereka.

"Tentu saja….aku harus menghentikannya dari pekerjaan 'mencuri' itu…otaknya itu harus kucuci dulu….aku harus bertanggung jawab…"

Ingatan Sasuke pun terputar teringat akan peristiwa 'itu'

"Ahh…tuan merasa bertanggung jawab..karena tuanlah yang dulu membawa Naruto kepemukiman kumuh….kalau saja saat tuan tidak membawanya kesana….pikiran Naruto-san pasti tidak akan sejauh ini…"potong Suigetsu.

"Yah…begitulah…aku mengejar Naruto selama ini…tapi tampaknya ia tidak mau mendengarkan perkataanku…ia selalu lolos dariku…menyebalkan..!"Ujar Sasuke sambil memandangi langit biru cerah…

Tapi pembicaraan mereka terhenti ketika bertemu dengan orang yang telah ditunggu-tunggu…

-0000000000-

Naruto masih menatap langit-langit sel…..tatapannya kosong membuat Hinata menjadi tak enak…

"Naruto….kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku…aku akan baik-baik saja…pikirkan saja dirimu…"Kataku berusaha menenangkan Naruto. Aku tahu ia sedang memikirkan siding minggu depan.

"Aku tak bisa begitu…" Katanya yang membuatku menoleh kearahnya"Maaf…gara-gara aku kau jadi ikut terlibat…seharusnya aku tidak bersembunyi ketempatmu….."

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi…..aku mengalihkan pandanganku darinya….

"Ini bukan salahmu sepenuhnya….."Kataku dengan menunduk sedih…

Aku tidak ingin kehilangan dirimu, Naruto…

Kriiettttttt…..

Pintu sel pun terbuka sosok penjaga yang sangat kekar menghampiri Naruto…

"Ada yang ingin menemuimu.."Katanya dengan nada kasar sambil menarik Naruto keluar dari sel.

Naruto….

Semoga kau baik-baik saja….

Pikiranku terhenti…mengepalkan kedua tanganku…wajahku memerah…dadaku terasa sakit…..

Kenapa aku menyukainya?

Karena ia tampan?atau ia memperhatikanku?

Bukan….

Tapi karena ketulusan hatinya….

-0000000000-

"Hoi..!cepatlah…!"bentak sang penjaga itu dengan keras"apa kau tidak berniat berjalan lagi?"

Aku berjalan mengikutinya dengan lebih tegap. Langkahku hampir tidak terdengar. Pakaianku yang sudah kotor dan robek tidak kuhiraukan…..

Tinggal seminggu lagi…

Andai waktu bisa ulang…

Tidak…..

Sudah terlamba sekarang…

Tidak ada gunanya melakukan itu….

Lamunan Naruto terhenti ketika menyadari bahwa tamu yang ingin menemuinya telah berada di hadapannya. Mata Naruto terbelalak melihatnya.

"Lama tak jumpa, Naruto…"

"Sasuke..!"

-00000000000000000000000000000-

Desir angin menyelimuti sel tempat Hinata dikurung. Air mata masih belinang di pipinya. Masih memikirkan Naruto…

Naruto-naruto-naruto…!

"Kau tampaknya menderita sekali ya…"Sahut sebuah suara dari luar sel. Hinata terkejut mendengarnya. Dengan cepat ia menyeka air matanya dan menoleh keasal suara.

"Siapa kau?"

"Aku…."

-ooooooooooooooooooooooo-

"Apaaa?"Teriak Naruto dengan nyaring yang membuat Sasuke harus menutup kedua telinganya.

"Jangan berisik…nanti penjaga itu mendengar pembicaraan kita"Kata Sasuke dengan kesal.

"…..terlalu nekat juga tidak bagus Sasuke….! Tapi…idemu bagus juga.."Ujar Naruto sambil tersenyum jahil…Sasuke cemberut.

"Ada bayarannya, bodoh..!"

"Ha?"

"Ya…imbalan…aku tidak perlu uang atau apa…aku hanya ingin kau berhenti jadi pencuri itu saja…"

Syarat yang diberikan Sasuke membuat Naruto membeku…jantungnya terasa ditusuk oleh pedang..

"Berhenti, katamu?"

"Iya…setelah berhasil, kau harus berhenti..aku tidak suka kau melakukan pekerjaan seperti itu…"Jawab Sasuke sambil memainkan kedua tangannya.

" …"

"Kau setuju kan, Naruto?"

"Ck…apa boleh buat…aku setuju…"Jawab Naruto dengan pasrah.

"Bagus…."Sahut Sasuke dengan tenang..ia berjalan menjauhi Naruto dan mengatakan sesuatu pada penjaga. Sang penjaga pun mengerti dan membawa Naruto kembali kedalam sel.

"Jaga dirimu baik-baik, Naruto….ingat….kau perlu banyak tenaga untuk minggu depan.." Bisik Sasuke dengan tampang licik.

"Tidak perlu diberi tahu...aku tahu apa yang akan kulakukan…"Balas Naruto dengan memandang Sasuke dengan tatapan sebal.

Keduanya pun terpisah…Sasuke yang biasanya cemberut kini tersenyum penuh kemenangan…..

Sebentar lagi….!

Ia menghentikan langkahnya ketika melihat partnernya, Suigetsu telah menunggunya…dengan menyembunyikan senyum kemenangan itu. Ia memasang tudung jubahnya dan berjalan bersama Suigetsu…

Minggu depan akan menjadi minggu yang paling menarik…

To Be Continued

Author : And..,Cut…!

Yak…sebentar lagi..fict ini akan mencapai klimaksnya tidak terasa ya…

review?*nyodorin kotak amal*#digaploksendal