"Selamat pagi, Naruto..!"Sapaku seperti biasa. Tinggal beberapa hari lagi kami akan dibawa kepengadilan….tapi kurasa sebaiknya waktu sisa ini dimanfaatkan untuk bersama..

"Selamat pagi, Hinata…apa kabar…"balasnya. Aku menyeritkan dahi mendengarnya.

"Naruto..!aku disini! Itu dinding…!"tegurku dengan tatapan sebal. Mendengar itu ia jadi celingak-celinguk kebingungan.

"Hinata…?dimana kau….ah..!rupanya disitu….maaf-maaf….pandanganku sedikit mengabur…."katanya sambil mendekatiku

"Apaa..?"

-00000000000000-

Lampion Edo

Chapter special .

Naruto©Masashi Kishimoto

Terimakasih pada semuanya yang sudah membaca,meriview, ato yg gak review…terimakasih…

Ini merupakan kisah selingan sebelum author mulai klimaks utama…..anggap saja pengisi jeda…..

Happy reading

-0000000000000000000-

"Kabur?"

Suara Neji terdengar malas saat mendengar ceritaku…wajahnya tampak kusut…tentu saja ia seperti itu karena ini masih jam 6 pagi…

"Begitulah…Neji-san…mata Naruto agak kabur..bisakah kau membelikan kacamata…?"Pintaku padanya dengan wajah memelas padanya.

"Tidak bisa…buang waktu saja…."Katanya dengan cepat sambil meningalkan kami. Ia pasti pergi ruang makan…tidak perlu diragukan lagi…ia pasti sebal karena aku memotong waktu SARAPANNYA.

Aku terduduk mendengarnya. Menghela nafas dan menoleh kearah Naruto.

"Tidak apa-apa Hinata…..aku akan baik-baik sa…..ouch…aku terbentur dinding lagi…!"

Kuabaikan kalimat terakhirnya. Aku khawatir dengannya…masa' waktu terakhir diantara kami…dia malah begitu?

Tapi sesaat kemudian wajah kusutku berubah menjadi sinar harapan. Kuputuskan untuk memanggil penjaga dan membisikan kata-kata padanya. Penjaga itu mengerti dan membawaku keluar sel. Meninggalkan Naruto yang seperti orang buta….

-00000000000000000000000-

Pedang yang masih baru itu diasah lagi oleh pemuda uchiha itu….Suigetsu yang melihatnya jadi sebal..

"Tuan….., pedang barukan pasti masih tajam..untuk apa di asah lagi?" seru Suigetsu sambil menatap pedang yang diasah Sasuke.

"Ini untuk persiapan pelaksanaan rencana kita nantinya….setidaknya aku ingin pedang ini bisa menebas baju besi dengan sekali tebasan…."kata Sasuke tanpa menoleh kearah Suigetsu…

Suigetsu pun terdiam lagi….Sasuke tampaknya ingin agar semuanya berjalan sesuai rencana.

Pistol, senapan, bom, pisau, rompi anti peluru, baju zirah….

Semuanya barang impor dari Eropa…!

"Tuan Sasuke ini sebenarnya mau jadi teroris ya?Duuh…repot-repotin aja….semoga gak ada granat atau bom atom…"

"Suigetsu!" kata Sasuke sambil menoleh kearah Suigetsu dengan serius. Suigetsu yang mendapat tatapan seperti itu menjadi tegang.

"Ya, tuan…ada apa?"

"Menurutmu bagaimana kalau nanti kita ledakin bom atom/ granat di lokasi..? lumayan kan….bisa menagalihkan perhatian…"

"Kalau tuan melakukan itu…satu kota Edo bakal hancur.."Jawab Suigetsu dengan malas "pakai bom kertas saja deh…kan gampang dicari..efek ledakannya gak separah bom atom…"

"Ah..!oke-oke! Kita pakai bom kertas…..!"Ujarnya sambil pergi meninggalkan Suigetsu…

Untung saja…kalau pakai bom atom entah apa yang akan terjadi…

-000000000000000000000000-

"Kacamata-kacamata-kacamata…!"

Berkali-kali Hinata mengucapkan kalimat itu. Ia kini berada di jalanan kota Edo. Di kanan dan kirinya berjejeran toko.. mulai yang menjual lukisan,makanan sampai pegadaian pun ada….

"Untung saja ibu mengizinkanku keluar….walau Cuma diberi waktu sejam tapi kurasa cukup…" kata Hinata sambil tersenyum kecil pada dirinya sendiri. Pikirannya sibuk melayang kearah Naruto..membayangkannya pakai kacamata….

::::Khayalan Hinata:::

"Naruto-kun..!aku pulang…"kata Hinata yang sudah membawa kacamata yang dibelinya. Dilihatnya Naruto yang sedang mengusap-usap jidat…terbentur dinding lagi….

"Ah..!Hinata-chan...dari mana ka…ouch..!dinding sialan..!"katanya dengan merengut kesal. Mungkin baginya ini adalah hari sial…

"Aku membawakanmu kacamata….kuharap kau menyukainya….lihat..lucu kan? Coba-coba…" Ucap Hinata dengan suara yang dimanis-maniskan…

Hinata mendekati Naruto dan memasangkan kaca mata yang lumayan mahal itu kemata Naruto…wajah Hinata bersemu merah...dekat dengan pujaan hatinya itu..

"Ahh….sekarang sangat jelas..!wajahmu terlihat sangat jelas"Seru Naruto sambil tersenyum lebar" wajahmu terlihat sangat cantik Hinata..!"

"Ah…."

"Cantik…cantik sekali…aku jadi menyukaimu..!" Serunya dengan keras. Membuat wajah Hinata yang sudah memerah menjadi seperti tomat.

::: Khayalan Hinata Off::::

"Kyaaa…..!" pekik Hinata sambil menutupi mulutnya. Wajahnya jadi memerah dengan khayalan itu. Orang-orang disekelilingnya jadi menatapnya dengan heran.

"SANGAT ROMANTIS…!KYAKYAKYAKYAKYA…!"

Puk..!

Tangan yang dingin itu menepuk pundak Hinata dengan berat. Jeritan histeris Hinata terhenti sampai disitu ketika melihat orang yang dibelakanganya.

"Jangan berteriak seperti orang gila disini….kau cari mati ya?"

Kata-kata yang dilontarkan orang itu membuat Hinata berlari sekuat tenaga.

"Kyaaa….! Ada orang mesum…..!"

….

….

"Mesum? Dasar perempuan berpikiran sempit…."Gumannya sambil pergi membawa ikan tangkapannya. Namun langkahnya terhenti saat menyadari sesuatu.

"Loh? Ini kan…."

--

Hah hah hah hah..

Desahan nafas Hinata yang terengal-sengal. Dirinya menatap kearah jalan yang dilaluinya tadi. Ia bersyukur karena laki-laki bertubuh besar dan berwajah seram itu tidak mengikutinya.

Dengan perlahan dia menengok kesana kemari…diliriknya jam impor yang dibawanya itu.

Gawat..!Tinggal 15 menit lagi…!

Dengan cepat Hinata mencari toko yang dimaksud. Tidak ada waktu bersantai-santai sekarang..

Langkahnya semakin memburu….desahan nafasnya mulai cepat…matanya melirik kesegala arah…

5 menit berlalu…

"Dapat…!" Serunya ketika menemukan toko yang ia cari. Dengan senyum penuh kemenangan ia masuk kedalam toko tersebut.

BRAKK..!

"Permisi..! apa ada kacamata untuk pandangan yang mengabur….?"Serunya lagi dengan lantang. Pemilik toko menatapnya dengan heran…

"Maaf..stoknya sudah habis…."

Kata-kata itu bagaikan duri yang menusuk Hinata. Kedua matanya mulai berkaca-kaca.

"Tidak adakah… toko lain yang menjual kacamata?"

"…"

"Ada kok….letaknya…."

- di kaki kaki gunung Osorezan-

"APPAAA….? TIDAK MUNGKIN..!PERLU SE-JAM UNTUK SAMPAI KESANA…!" Teriak Hinata dengan nyaring.

"Lalu…apa anda akan tetap kesana?"Tanya sang pemilik toko dengan wajah simpati.

"….."

"Carikan aku kuda tercepat…."

"Tapi…"

" Aku tahu sekarang hujan…aku akan menerobosnya..!" Seru Hinata yang membuat pemilik toko itu terdiam dan menuju ke belakang toko.

-00000000000000000000000-

"Kau sudah dapat, tuan?" Tanya Suigetsu dengan mata berbinar-binar ketika tuannya pulang.

"Yap..aku hanya dapat 4..tidak..lima lusin bom kertas…kalau saja tidak hujan aku mungkin dapat 10 lusin.." Jawab Sasuke sambi melemparkan jubahnya yang basah sembarang arah.

"Itu sudah cukup, tuan…eh? Tuan?"Tanya Suigetsu ketika melihat tuannya berjalan menuju kamarnya.

"Aku ingin memberi tahu Naruto sesuatu…."Jawabnya dengan tenang.

Suigetsu terdiam seribu bahasa mendengarnya….ia mengamati gerak-gerik Sasuke.

"Apa yang ingin Sasuke sampaikan pada Naruto?"

-0000000000000000000000-

Tap tap tap tap.

Suara derap langkah kaki Kuda terendam dengan suara hujan disertai petir yang berkejaran. Ia terus menatap jalan menuju Osorezan.

Harapan yang sempat membeku itu akhirnya mencair dan dipenuhi oleh kebahagian ketika menemukan tempat yang dimaksud pemilik toko kacamata tadi.

Dengan segenap tenaga ia pergi memasuki toko itu.

"Permisi…!"

"Selamat datang….." Sapa seorang pemuda yang rupanya adalah pria yang menegur Hinata tadi.

"Eh…!kamu…yang tadi itu…."Kata Hinata dengan tidak percaya.

"Oh…rupanya gadis yang berteriak sendiri….silahkan masukkk…."Ujarnya lagi dengan tersenyum mengerikan.

Merasakan hal yang tidak enak. Hinata mundur beberapa langkah kebelakang…

"Tidak…maaf….sepertinya aku salah toko…."Ungkap Hinata dengan berkeringat dingin.

"Kau bohong….di sini yang punya toko hanya aku saja…!"Katanya dengan nada yang dingin membuat Hinata bergidik

Pria itu semakin mendekati Hinata…aura hitam menyelimuti ruangan itu….

"Kumohon..!aku hanya ingin mencari…"

Waktu berjalan amat lambat. Detik-detik pun berputar….lampu lampion yang berada di situ meredup….semakin meredup ketika tangan pria itu akan menyentuh Hinata….

"HINAATTAAA….!"

Suara itu membuat harapan Hinata memuncak. Suara yang dikenalnya muncul…

"Naruto…..kenapa kau ada disini?" Tanya Hinata dengan heran…

"Aku diberitahu Sasuke lewat surat..ia melihatmu pergi menggunakan kuda menuju sini…jadi aku langsung kesini menggunakan kuda yang cepat di klanmu…."

GYUUTT…!

Hinata memeluk Naruto dengan cepat. Naruto terkejut ketika tahu-tahu ia sudah..

"Terima ksih Naruto…aku benar-benar takut….."katanya dengan pelan. Naruto yang mendengarnya terdiam. Mata biru saphirenya menggelap.

"Lainkali jangan lakukan lagi…aku tidak ingin dirimu terluka…."

" dulu..! bagaimana dengan keadaan matamu? Bukannya matamu ka…"

"sstt…!"

"?"

"Setelah melihat dirimu…kurasa mataku agak membaikk…dan perutku semakin lapar~~!" Kata Naruto dengan wajah menahan lapar. Hinata tersenyum kecil dan menoleh kearah pria yang berada tak jauh darinya.

Pria itu seolah mengerti…ia pergi dan membuka lemari yang ada diruangan itu dan membawakan benda yang dimaksud.

Naruto tersenyum samar-samar. Dipasangnya kaca mata itu sambil menggandeng Hinata keluar toko. Tapi setelah agak jauh dari toko….dengan cepat Naruto melepas kaca mata itu.

"Kau seharusnya tidak perlu melakukan sampai sejauh ini, Hinata…wortel saja cukup…"Ujar Naruto sambil menatap Hinata dengan serius.

"Tapi kalau kau terus dalam kondisi itu…kau pasti akan kesulitan..!" Bantah Hinata dengan merengut kesal.

Keheningan mengisi jeda pembicaraan mereka. Wajah dingin Naruto mencair, berubah menjadi wajah yang penuh kehangatan.

"Walau aku kehilangan penglihatanku sekalipun…asal aku terus disampingmu…aku tidak akan menyesalinya…."

"…."

Kehangatan menyelimuti Hinata ketika Naruto merangkulnya. Wajah Hinata bersemu merah..hujan yang menuruni langit dunia yang penuh kegelapan tidak mempengaruhi mereka berdua. Keduanya termabuk oleh angin cinta yang melewati mereka.

Naruto menatap Hinata yang hampir tertidur di rangkulannya. Kedua bola matanya menyiratkan kesedihan…

Apakah kami harus berpisah?

Kegelapan hatiku telah diterangi oleh gadis ini…

Apakah pertemuan kami adalah dosa?

Apakah perasaanku padanya adalah dosa?

Apakah kejadian malam ini juga…..

Naruto segera tersadar dari lamunannya. Dengan cepat di naikannya tubuh Hinata keatas kuda yang ditungganginya. Dibiarkannya kuda yang dipakai Hinata berdiri di depan toko.

Inilah malam terindah yang tak akan pernah kulupakan seumur hidupku

Yahh…

inilah malam terindah dan termanis yang kami berdua rasakan…

Chapter Special

END

--

Author : wahahahahahhahahaha….! Bagaimana para pembaca yang budiman? Chapter special ini gaje? Atau malah mengganggu kalian?

Ckckckckkc…aneh ya~~ padahal udah siap hadepin klimaksnya ternyata dapet chapter special…*dibomHiruma*

Review?