Desir angin yang berhembus menerbangkan kelopak sakura jalanan kota Tokyo.
Mataku terus menatap langit dengan tersenyum kecil.
Ingatanku terputar kembali akan hari itu…..
Hari dimana kedua orang itu meninggal seperti kisah-kisah romantika Romeo & Juliet.
Lampion Edo
Epilog
Ingatan
Naruto©Masashi Kishimoto.
Desir angin pagi yang menerpanya membuat Sasuke merapatkan jubahnya lebih rapat. Matanya menatap kedua batu nisan itu dengan datar seperti biasanya. Yah..setiap pagi ia pasti kemakam Naruto dan Hinata.
"Huh….Suigetsu….kau tidak perlu bersembunyi…."Kata Sasuke dengan mendengus kesal. Orang yang dimaksudkannya hanya menunduk hormat dan menyerahkan sekotak bekal pada Sasuke.
"Sarapan…aku hanya ingin menyerahkan ini…."Ucapnya sambil meninggalkan Sasuke sendirian.
Sasuke mengabaikan kotak bekal itu. Matanya masih menatap kedua nisan didepannya. Entah kenapa…jika melihat nisan itu membuat pikirannya terputar akan ingatan itu…
::::FlashBack:::
"Ternyata kau gagal ya….."Keluh Sasuke yang berdiri di depan jenazah Naruto dan Hinata. Wajah keduanya tampak tersenyum…seolah mereka tidak menyesal akan kematian tragis yang terjadi pada mereka.
Sasuke masih menatap keduanya dengan tatapan dingin. Menyeringai tajam dan memasukan keduanya dalam peti.
"Berakhir….yah..berakhir…tidak menyesal sih..aku hanya sedikit tidak menduganya…."Guman Sasuke dengan pelan" ternyata bagi Naruto, melawan 20 orang pengawal merupakan hal yang sulit…."
Sasuke pun menatap langit biru yang masih agak gelap itu. Fajar yang menyinari dunia seolah enggan memancarkan cahayanya.
::::FlashBack Off::::
Sasuke menghela nafasnya. Matanya masih menatap langit yang belum disinari oleh fajar….
"Aku tidak menyesal…tidak menyesal…tidak menyesal…"katanya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya."Cih…aku tidak punya waktu untuk menyesalinya….!"
Keheningan pun mengisi jeda….pikirannya akan ingatan tentang keduanya menjalar dalam jiwanya. Perasaanya pedih…tapi ia ingin membunuh segera perasaan ini…
"AAAAGGGGGGHHHHHHHHH…..!"
Teriakan Frustasi Sasuke mengisi sekitarnya. Matanya menatap kedua nisan itu dengan kesal. Ia harus segera membunuh perasaan ini…harus…
Tapi sesaat ia terkejut ketika menyadari sosok dibelakangnya…
"…..!"
"NARUTO..!"
Teriakan Sasuke yang begitu menggema ketika melihat Naruto membuat orang yang bersangkutan terkekeh kecil dipandanginya Sasuke yang wajahnya kebingungan.
"Aku hanya ingin bicara denganmu sebentar sebelum masuk nirwana.."kata Naruto dengan singkat.
"Cih….kau tidak perlu repot-repot..pergilah ke nirwana secepatnya.."balas Sasuke dengan sebal.
"Ayolah~~kau tahu….aku hanya ingin mengobrol denganmu….ummm…"
"Cepat katakan…...atau akan kupanggilkan Onmyouji untuk memasukan dirimu secara paksa…!"gertak Sasuke dengan nada jengkel.
"Tidak perlu berbohong begitu…aku tahu kalau kau sangat menyesali perbuatanmu beberapa bulan lalu…"kata Naruto dengan tersenyum kecil."Aku bisa memakluminya…"
"jangan bodoh! Siapa yang menyesal…..?"
"tuh kan….kau ini selalu membunuh perasaanmu…gak baik tau…!"nesahat Naruto " aku hanya ingin mengucapkan terimakasih dan peringatan….."
"Peringatan?" ulang Sasuke dengan menyeritkan dahi
"Ya…sesuatu yang besar akan terjadi padamu….jadi kau harus berhati-ha…"
"Cukup..!aku tidak perlu mendengar prediksi anehmu…cepatlah kembali kealammu…dasar bodoh.!"potong Sasuke dengan marah.
Naruto yang mendengarnya terdiam sesaat…. terkejut ketika mendengar perkataan Sasuke yang berubah menjadi kasar…apa karena kematiannya?
"Ck…dasar keras kepala…"desis Naruto sambil menghilang bagaikan kabut…
Sasuke menghela nafas panjang. Menundukan kepalanya. Matanya terpejam berusaha menetralisir kejadian barusan…
Omong kosong sialan…untuk apa dia repot-repot menemuiku hanya untuk menyampaikan peringatan?
Bodoh….
Pikiran Sasuke terhenti ketika menyadari panah beracun menancap di dadanya. Dengan terhuyung-huyung ia menoleh kearah sumbernya..
"…"
"Cih..ternyata kau…"keluh Sasuke saat melihat pemuda Hyuuga itu berdiri dengan memegang busur dan anak panah.
"Untuk balas dendam nona Hinata….."sahut Neji dengan singkat. Suaranya terdengar berat. Sorot mata yang menyiratkan kebencian mendalam itu menatap mata Onyx Sasuke dengan tajam.
"Kau pikir semua akan berakhir dengan balas dendam?"balas Sasuke"kalau pun aku mati….Suigetsu akan membalas…."
"Memangnya dia bisa apa? Toh dia sudah pergi duluan….."jawab Neji dengan tenang...Sasuke terkejut, dengan cepat di angkatnya kepalanya untuk melihat Neji.
"Tidak mungkin ka…."
JLEEEBBB….!
Tusukan panah kedua membuat Sasuke tersungkur. Darah segar miliknya merembes dengan cepat. Erangan Sasuke melengking membuat Neji tersenyum puas.
"Selamat tinggal…"
kata Neji mengakhiri pembicaraan mereka dibuangnya busur dan panah miliknya. Berjalan meninggalkan Sasuke yang sudah sekarat.
Sasuke sudah kehabisan tenaga dua luka yang diterimanya tepat didadanya itu membuat Sasuke bersusah payah untuk mencabutnya.
Kehidupan bagaikan angin yang bertiup
Terkadang angin itu membawa kehangatan dan terkadang membawa kepedihan
Kepedihan yang diterima akan membuat jiwa tersiksa
Kehangatan yang diterima akan membuat jiwa terbuai oleh nafsu.
Kegelapan yang telah membuatku tersiksa
Kegelapan pula yang telah membuatku tidak mempercayai siapapun.
Dan kegelapan pula….
Yang telah mengantarkan diriku kedalam jurang penderitaan….
Epilog End
Yak, selesai…bagaimana para pembaca? Apakah anda sekalian merasa puas? Atau malah merasa eneg setelah membaca fict ini….?
Author mengucapkan terimakasih dan permintaan maaf…terimakasih telah membaca cerita ini sampai akhir dan maaf apabila selama dalam cerita ada kata-kata yang kurang berkenan….*cielah*
Oke. Mau review?
