KEY

Chapter 4: Keputusan

Disclaimer: Tsubasa Reservoir Chronicle © CLAMP

Sinar ungu berwujud singa itu bergerak cepat. Semakin lama, serangan mereka semakin cepat dan berbahaya. Kurogane tampak telah terbiasa bertarung. Baginya, bukan masalah menghadapi tiga ekor singa sekaligus. Ketiganya menyerang dari arah yang berbeda. Kurogane menghindarinya lalu menebas salah satunya. Dengan segera ia berbalik lalu menahan serangan singa lainnya.

Sakura lega, tapi ia menguatirkan Syaoran. Singa yang dihadapi Syaoran belum bisa dikalahkan. Syaoran malah semakin terdesak. Singa itu menyerang dengan cakarnya. Syaoran mencoba bertahan dengan gagang sapu di tangannya. Namun gagang sapu itu terlempar seketika. Singa itu tetap maju menyerang. Syaoran memilih mundur, ke arah jendela kamar Sakura karena tak ada tempat lagi untuk menghindar. Akan tetapi…

"Syaoran!" Sakura menjerit.

Lompatan Syaoran sedikit meleset. Akibatnya ia gagal meraih jendela dan siap jatuh ke bawah! Sakura tak tinggal diam. Ia berlari ke jendela dan meraih tangan Syaoran, sebelum benar-benar jatuh.

"Sa…Sakura…" Syaoran terkejut melihat Sakura yang menolongnya.

Sakura tampak gemetar. "Ce…cepat naik!" katanya.

Syaoran mencoba naik. Tapi jarak antara dirinya dan jendela cukup jauh. Separuh badan Sakura sampai harus menjulur ke luar untuk meraih Syaoran.

"Tidak bisa…" kata Syaoran dalam hati. "Kalau aku memaksa naik, aku harus meraih tangan Sakura yang satu lagi. Tapi ia pasti tak bisa menahan berat badanku" Syaoran melirik ke bawah. Tampak sekilas sebuah sinar ungu bersembunyi diantara tanaman.

"Syaoran…cepat! Aku sudah tak bisa…" kata Sakura. Ia berusaha mempererat pegangannya. Tubuhnya semakin gemetar.

Singa yang melihatnya, kini melesat menuju Sakura.

"Sakura, lepaskan tanganku!" seru Syaoran. "Singa itu akan menyerangmu!"

"Tidak! Aku tak akan melepaskanmu! Nanti kamu jatuh!" sahut Sakura.

Syaoran merasa tak punya pilihan lain. Ia tak tahu apa yang menantinya di bawah. Tapi ia tak bisa membiarkan Sakura diserang. "Ini hanya lantai tiga. Jatuh pun aku tak akan apa-apa!" kata Syaoran.

"Tidak! Kau harus naik!" seru Sakura.

Singa itu semakin dekat.

"Maaf, Sakura!" kata Syaoran. Ia mencubit pelan punggung tangan Sakura.

Refleks Sakura melepas pegangannya. Syaoran jatuh ke bawah.

"Syaoraaannn!" Sakura menjerit.

Singa tadi kini sudah di dekatnya. Melihat itu, Sakura cepat-cepat menjauhi jendela.

"Hama Ryuuonjin!" Kurogane menyerang singa itu dengan jurusnya sebelum Sakura diserang lagi. Singa itu lenyap..

Syaoran yang jatuh, disambut kemunculan sebuah sinar ungu lain di bawah. Sinar bebentuk serigala.

"Monster lain lagi?" pikir Syaoran. Sebentar lagi ia akan mencapai tanah dan serigala itu hendak menerkamnya. Syaoran memutar badannya di udara. Dan ia jatuh dengan menginjak serigala itu.

Serigala itu marah dan melempar Syaoran.

"Tenma Kurusen!" Kurogane menyerang dengan jurusnya lagi. Tampak seekor naga muncul dan menyerang serigala itu. Keduanya lenyap disertai hempasan yang keras.

"Syaoran!" Sakura memanggil Syaoran dari jendela kamarnya. Tanpa menunggu jawaban, ia pun turun ke lantai satu dan ke halaman tempat jatuhnya Syaoran.

"Syaoran!" Sakura memanggil lagi. Akibat hempasan tadi, asap dan debu tipis memenuhi halaman, menghalangi pandangan Sakura. Sakura benar-benar kuatir. "Apa Syaoran terluka?" tanyanya dalam hati. "Syaoran!" Ia berseru lagi.

"Aku di sini" sahut Syaoran. Perlahan ia bangkit dan mendekati Sakura.

Sakura langsung berlari ke arahnya. "Kamu baik-baik saja?" tanyanya.

"I..iya, aku baik-baik saja!" jawab Syaoran.

Asap dan debu yang menutupi pandangan pun menghilang. Sakura menghela napas lega. Dilihatnya Syaoran baik-baik saja.

"Syukurlah!" Sakura memeluk erat Syaoran. "Aku benar-benar cemas"

"A..aduduh…Sakura…" Mendadak Syaoran meringis kesakitan.

Sakura terkejut dan melepas pelukannya. "Ada yang luka, ya?" tanyanya.

"Cuma sedikit" jawab Syaoran sambil memegang lengan kirinya. "Mungkin tadi kena batu"

"Coba kulihat!" Sakura memeriksa lengan Syaoran. Benar saja, lengan Syaoran terluka. Memang tak terlalu parah tapi darah mengalir pelan dari luka itu.

"Kalian tidak apa-apa?" Kurogane turun dari atap dan mendekati keduanya.

"Ah, Kurogane-san! Bagaimana dengan singa-singa itu?" tanya Syaoran.

"Tenang saja. Aku sudah melenyapkan semuanya" jawab Kurogane. Ia menyarungkan kembali pedangnya. Ukiran berbentuk kepala naga yang terdapat di gagangnya bersinar sekilas terkena cahaya lampu.

Syaoran terkagum melihat pedang Kurogane. Ia juga melihat pedang yang sama di dalam game. Dan saat ini Kurogane juga memakai pakaian serba hitam yang sama dengan pakaian di dalam game tadi.

"Syaoran, ayo ke kamarku! Lukamu harus diobati" kata Sakura. "Dan Kurogane-san juga! Aku ingin bertanya banyak hal"

"Ck…Baiklah! Walaupun pasti aku tak akan bisa menjawab semua pertanyaanmu" sahut Kurogane.

Mereka bertiga segera ke kamar Sakura.

Rumah Sakura tampak sepi. Selesai makan malam tadi, Touya pergi ke rumah Yukito. Katanya ia hendak menginap di sana untuk mengerjkan tugas kuliah bersama-sama. Fujitaka-san juga mendadak ada urusan ke luar kota. Karena tadi Touya buru-buru, Sakura dan Syaoran makan malam bersama dahulu sebelum main game.

Sakura lebih dulu masuk ke kamar dan mempersilakan Kurogane dan Syaoran duduk. Setelah itu Sakura mengambil kotak obat dan mengobati Syaoran.

"Singkatnya, aku pun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi" kata Kurogane. "Aku memang sering memakai kostum karakter game. Dan kadang-kadang keluar rumah dengan kostum ini" Kurogane berhenti sejenak. Wajahnya sedikit merah. "Eh yah.. Hari ini aku memainkan game sambil memakai kostum dan tiba-tiba saja monster-monster itu mengganggu. Lalu aku juga melihat monster berkumpul di dekat rumah ini. Jadi sekalian saja aku menghabisi mereka"

"Ooh…" Syaoran tak terlalu mempermasalahkan hobi unik Kurogane. "Lalu kau melawan mereka dengan pedang sungguhan?" tanyanya kemudian.

"Pedang ini, ya?" Kurogane memperlihatkan pedang miliknya. Pedang itu berwarna perak, dengan ukiran kepala naga berwarna emas di ujung gagangnya. "Pedang ini Ginryuu. Merupakan warisan keluargaku turun-temurun. Keluargaku membuka dojo kendo. Jadi aku sudah biasa berlatih pedang sejak kecil. Beberapa hari yang lalu perusahaan game mengirim email padaku dan mengatakan bahwa aku memenangkan undian untuk memainkan versi beta game mereka. Lalu aku diperbolehkan merancang karakterku dalam game itu. Jadi kumasukkan data tentang Ginryuu juga agar Ginryuu bisa menjadi senjataku di dalam game. Dan mereka mengabulkannya" cerita Kurogane.

Syaoran agak heran. "Jadi kau diperbolehkan merancang karakter game sendiri?" tanyanya.

"Ya. Memangnya kalian tidak, ya?" tanya Kurogane

"Tidak. Waktu itu kami langsung mendapatkan karakternya. Sakura hanya mengirim foto kami agar perusahaan game bisa membuat karakter yang sesuai wajah kami. Itu saja" jawab Syaoran.

"Hmh..begitu, ya?" kata Kurogane. "Sepertinya masih ada banyak hal menarik lagi yang akan terjadi"

"Ya, mungkin kita akan tahu semuanya kalau kita melanjutkan game ini" kata Syaoran.

Sakura yang sejak tadi tertunduk diam sambil membalut luka Syaoran itu mengangkat kepalanya.'Tidak!" seru Sakura tiba-tiba. "Kita tidak akan melanjutkan game berbahaya ini! Aku tak mau ada yang terluka lagi!"

"Sakura…"Syaoran tak bisa berkata apa-apa. Sakura benar. Mereka tak tahu seperti apa kelanjutan game itu. Mereka juga tak tahu apa yang sebenarnya mereka hadapi.

"Nanti aku akan mengirim email pada perusahaan game supaya mereka menarik kembali account kita…dan memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Aku tak bisa membiarkan permainan berbahaya ini berlanjut!" kata Sakura.

"Kau benar, tapi…kau lupa satu hal" kata Kurogane. "Bagaimana kalau pelaku semua ini adalah perusahaan game itu sendiri?"

Sakura terkejut mendengarnya. "Perusahaan…game?"

"Ya. Kalau mereka pelakunya, semua usahamu jadi percuma" kata Kurogane. "Email darimu tak akan ditanggapi. Bahkan mungkin mereka akan tetap mengejarmu karena datamu ada pada mereka. Mereka tetap akan mengirim monster-monster aneh itu ke sini"

"Benar juga.. Kita sudah menyerahkan data pribadi pada mereka. Mereka juga tahu alamat rumah kita. Dan mereka sendiri yang mengirimkan perlengkapan main game ke sini" kata Syaoran.

Sakura menggeleng cepat. "Aku tak peduli!" katanya. "Aku tak akan melanjutkan game ini!"

Kurogane bangkit berdiri dan membuka jendela. "Terserahlah" katanya. Ia melompat keluar. "Aku akan memilih jalanku sendiri" kata Kurogane lagi, dengan senyum keyakinan. Ia pun melesat pergi, melewati atap rumah.

Syaoran berjalan tertunduk dan menutyup jendela. Sakura juga hanya membisu.

"Aku.. aku tak bisa membiarkan kita semua dalam bahaya" sahut Syaoran, memecah keheningan.

"Jadi? Kau tak akan main lagi, kan?" tanya Sakura, penuh harap.

"Kalau memang dengan itu kita bisa menghentikan keanehan yang terjadi,aku akan melakukannya" jawab Syaoran.

Syaoran akhirnya menginap di rumah Sakura. Ia sudah minta izin pada ibunya dan ayah Sakura lewat telepon. Malam itu Syaoran tidur di kamar Fujitaka-san. Ia menginap karena kuatir dengan Sakura. Mereka tak tahu kapan monster-monster itu akan datang. Lebih-lebih ayah dan kakak Sakura hari ini tidak di rumah.

Sakura dan Syaoran sama-sama telah terlelap. Tapi sesuatu bergerak ke hadapan mereka.

Putih… Sakura membuka mata dan melihat ruang putih tak terbatas di hadapannya. Sakura kebingungan. Ia mencoba berjalan, melihat apakah ada orang lain atau hal lain di sekitarnya.

"Tak ada apa-apa di sini.." gumam Sakura. "Dimana ini? Kenapa aku bisa ada di sini?"

"Sakura.." Sebuah suara lembut memanggil Sakura.

Sakura menoleh ke belakang. Tampak kelopak bunga sakura berguguran dan berkumpul di suatu titik. Semakin lama kelopak bunga itu terkumpul semakin banyak.

"Sakura…" Suara itu terdengar lagi.

"Siapa?" tanya Sakura.

Kelopak-kelopak bunga itu bergerak dan membentuk sosok manusia yang kemudian berubah menjadi sosok yang mirip sekali dengan Sakura.

"Siapa kamu?" tanya Sakura. Aneh, ia tak merasa takut sedikitpun. Sakura malah merasa tenang.

Sakura yang lain itu tersenyum. "Aku adalah dirimu" jawabnya. "Bukan… Aku adalah tiruan dari dirimu. Aku adalah dirimu di dunia game"

"Diriku di dunia game?" tanya Sakura.

Tiruan dari Sakura mengangguk. "Kau ingat tidak? Kalau kau masuk ke dunia game, kau bisa melihat tubuh yang seperti tubuhmu?" tanyanya.

"Ya" jawab Sakura.

"Itu adalah aku. Aku tercipta untuk menjadi dirimu. Untuk menggantikan tubuhmu selama di dunia game" jawab tiruan Sakura.

Sakura tersenyum. "Sepertinya aku mulai mengerti" sahutnya. "Senang berjumpa denganmu!"

"Aku juga senang buisa berjumpa denganmu" kata tiruan Sakura. "Aku sengaja menemuimu untuk satu permohonan"

"Permohonan apa?" tanya Sakura.

"Aku tahu ini berat. Tapi aku memohon padamu… lanjutkanlah KEY!" kata tiruan Sakura. "Aku ingin kau melanjutkannya! Aku ingin kau menyelamatkan Clow Country. Juga menyelamatkan kakakku dan juga Yukito"

"Tapi kalau aku melanjutkannya, mereka akan datang lagi!" kata Sakura. "Mereka…monster-monster yang tak kami ketahui tujuannya…pasti akan datang dan menyerang lagi. Karena itu lebih baik kami tak melanjutkan game itu agar mereka tak datang"

"Tidak, mereka tetap akan datang" kata tiruan Sakura. "Mereka menjadi nyata karena Lock Reed lebih dulu mendapatkan wujud nyata di dunia ini. Menghentikan permainan,tak akan menyelesaikan masalah"

"Kalau begitu, aku akan meminta perusahaan game untuk menghentikan semua ini. Bagaimanapun juga, mereka pemilik KEY. Mereka pasti bisa melakukan sesuatu" kata Sakura.

"Percuma. Lock Reed telah menguasai perusahaan game itu. Kini semua sudah berada dalam pengawasannya" kata tiruan Sakura.

Sakura tersentak. "Benarkah?" tanyanya.

Tiruan Sakura mengangguk.

Sakura terdiam sejenak. "Banyak hal yang tak kupahami. Apa sebenarnya KEY itu? Kenapa dunia KEY bisa tercampur ke dunia nyata?" tanyanya.

"Semua itu bisa kamu ketahui kalau kamu melanjutkan KEY" jawab tiruan Sakura. "Kalahkan Lock Reed! Dan kenyataan akan terkuak"

"Tapi bagaimana kalau monster-monster itu menyerang lagi? Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk menghadapinya" tanya Sakura.

"Tenang saja" Tiruan Sakura mengangkat tangannya.

Kelopak bunga Sakura berguguran lagi dan terkumpul di tangan tiruan Sakura, membentuk sebuah pistol. Pistol itu berwarna emas. Permukaannya dipenuhi ukiran bunga Sakura.

"Ini untukmu" Tiruan Sakura menyerahkan pistol itu pada Sakura. "Pistol ini memiliki peluru yang jumlahnya tak terbatas. Kau cukup mengalirkan energi ke dalamnya, lalu melepasnya dalam bentuk peluru"

Sakura terdiam dan menerima pistol itu. Ia memejamkan mata sebentar. "Hitsuzen…." Katanya dalam hati. "Sepertinya aku memang tak bisa mundur begitu saja"

"Tolong, selamatkan Clow Country! Hanya mereka tempatku berpulang" mohon tiruan Sakura.

Sakura terbangun. Dilihatnya sekitarnya. "Ini kamarku? Au sudah kembali? Atau tadi itu cuma mimpi?" pikirnya.

Beberapa detik kemudian Sakura tahu, tadi ia tidak sekedar bermimpi. Pistol yang diberikan tiruan Sakura tadi ada di sebelah bantalnya.

"Semua itu kenyataan" pikir Sakura. Ia pun menghela napas. "Aku sebenarnya tidak mau menghadapi bahaya seperti ini, tapi…" Sakura teringat kata-kata terakhir dari tiruannya tadi. "Aku tak bisa berhenti memainkan game itu begitu saja. Aku harus membawa diriku yang satu lagi kembali ke rumahnya…dengan bahagia!"

"Bawalah pedang ini" Sosok yang sangat mirip dengan Syaoran menyerahkan sebuah pedang. "Nama pedang itu adalah Hien. Pedang itu memiliki elemen api. Gunakan pedang itu untuk melindungi orang yang berharga bagimu"

Syaoran menerima pedang itu. "Tapi bagaimana denganmu? Pedang ini milikmu, kan? Apa tak apa-apa kalau aku membawanya?" tanya Syaoran.

"Tak apa-apa. Saat ini dunia kita sedang terhubung. Apa yang menjadi milikku adalah milikmu. Dan apa yang menjadi milikmu juga adalah milikku" jawab tiruan Syaoran.

"Aku mengerti" Syaoran menggenggam Hien erat-erat. "Aku pasti akan melindungi Sakura dengan pedang ini…dan dengan nyawaku sendiri"

'Mimpi' Syaoran pun lenyap. Syaoran terbangun. Hien sudah ada di sebelahnya.

TO BE CONTINUED

Pertama-tama terima kasih pada semua yang udah baca dan terima kasih pada yang udah review.

Terima kasih atas masukannya. Walaupun mungkin belum bisa kuterapkan dengan maksimal, aku akan belajar lagi.

Maaf Fai dan Mokona belum bisa muncul. Chara yang baru muncul di chapter ini adalah Clone Sakura dan Clone Syaoran. Fai dan Mokona akan muncul dalam 2-3 chapter ke depan, jadi tunggu saja ya!

Tentang pertanyaan adanya KuroFai… hm…. Kalaupun ada mungkin kadarnya sangat sedikit. Tapi lihat saja nanti deh ;p

Nah, siapakah Lock Reed? Kenapa bukan Fei Wong Reed? Kenapa game dan dunia nyata bisa tercampur? Tunggu lanjutannya ya!

Thx