"APA?! KAMI? MENIKAH?! BAYI?!" Kyuhyun dan ahjussi itu menutup telinganya rapat-rapat. Bisa gawat jika mereka terus mendengar teriakan Sungmin. Bisa-bisa mereka langsung tuli saking kencangnya teriakan shock dari Sungmin.
"Lah? Terus apa? Kalian kan mesra sekali. Cocok kok, seperti ahjussi dan istri saya, hehehe," ahjussi tersebut tampak salah tingkah, menggaruk-garuk kepalanya dibelakang. Dengan senyuman seolah tak bersalahnya.
"Kami masih SMA ahjussi, dot bayi itu juga untuk MOS kami," Kyuhyun menghela nafasnya. Bisa gila jika ia dituduh yang tidak-tidak dengan Sungmin. Bahkan ia sampai memukul sendiri dahinya.
"Oh hehehe. Maaf kalau begitu, mau berapa dot bayinya?" untungnya ahjussi tersebut langsung mengalihkan pembicaraan. Lagipula merea juga ingin cepat-cepat pulang, tanpa terganggu ucapan sang ahjussi tentunya.
"Lima," jawab mereka berdua bersamaan. Oh, sepertinya ucapan ahjussi tadi tak salah. Mereka saja selalu kompak, kenapa mereka tidak berpacaran saja ya?
"Ini, dua puluh lima won," Kyuhyun menerima barang yang diinginkannya dan membuka dompetnya, sama seperti Sungmin.
"Biar aku saja," sanggah Kyuhyun cepat sebelum Sungmin yang membayar. Ia yang memberikan lembaran 25 won untuk si ahjussi.
Sungmin hanya mengangguk. Ia mengikuti langkah Kyuhyun kedepan dan ikut menaiki motornya, dengan helm yang tadinya diberikan Kyuhyun kepada dirinya.
"Pegangan padaku," Sungmin mengernyit heran. Maksud Kyuhyun? Kenapa ia yang dingin tiba-tiba malah… "Cepat! Tadi saja kau hampir terjatuh."
Sungmin mengangguk. Kedua tangannya ia lingkarkan pada pinggang Kyuhyun malu-malu. Mereka melaju dengan posisi Sungmin memeluk Kyuhyun dari belakang, yang menyebabkan sensasi berbeda bagi mereka berdua.
.
.
Hai! Aku adalah Yesung, si tampan yang kemarin eksis-eksisan dan jadi ketua kelas padahal kemarin aku terlambat!^^ Hahahaha. Kalian tahu tidak apa kejutan kali ini? Penghuni baru lagi! Bersiaplah Donghae dan kawan-kawannya menyambut penghuni keenam. Ngomong-ngomong, siapa ya penghuni baru tersebut? Ikuti saja ya cerita ini! Aku mencintai kalian! ^^
Chapter 3 : New Girl
.
.
Kelima siswa tersebut berjalan dengan bangganya. Seluruh siswa mulai menggosipi mereka. Berita bahwa mereka berlima tinggal di satu rumah sudah menyebar kemana-mana –karena kemarin ada seorang siswi kurang kerjaan yang mendengar percakapan mereka–, sehingga menghasilkan reaksi yang berbeda-beda pada setiap orang yang ada disana.
"Itu Kyuhyun? Kyaaaa!"
"Lebih tampan si ketua kelas, lihat saja senyumannya, serasa ingin melayang!~"
"Donghae itu kan yang punya rumah sebenarnya? Aku dengar rumah mereka mewah lho, wah Donghae uangnya tebal, suami idaman!"
Blablabla. Percakapan mereka membosankan. Tak ada yang menarik bagi mereka berlima. Mereka berjalan seperti biasa saja, Yesung yang bersenandung, HaeHyuk yang mengumbar kemesraan dimana-mana seolah tak tahu tempat, Sungmin yang menatap takut-takut siswi yang mendeath glare-nya karena berjalan di samping Kyuhyun yang tampak malas dengan siswi centil tak berpendidikan tersebut.
"Hae! Aku sebal, sebal, sebal, sebaaaal! Mereka mengganggu kita saja tahu!" Eunhyuk mempoutkan bibirnya di depan Donghae –semalam Sungmin yang mengajarkan jurus itu– sehingga Donghae harus menelan ludah agar tak mencium pasangan tercintanya disini.
"Tatapan mereka seolah ingin memakan kita hidup-hidup! Hiii~" Sungmin juga ikut-ikutan protes, tentu saja ia malas dengan siswi-siswi sok cantik yang selalu membuntuti mereka walaupun tak jarang juga ada siswa yang ikut membuntuti mereka.
"Sudahlah, setidaknya kita bisa merasakan jadi artis sementara, dan mereka sasaeng fans kita," ujar Donghae menenangkan kedua gadis itu.
"Tapi harusnya kita sekarang bangga karena kita berjalan bersama ketua kelas 1-A dan anak kepala sekolah," Eunhyuk semakin mempoutkan bibirnya. Benar, mereka sebenarnya 'sedikit' memanfaatkan kedua orang itu, hahaha. Tapi tentu saja perasaan cinta Eunhyuk pada Donghae itu tulus. Siapapun tahu akan itu dan fakta itu tak akan pernah bisa dipungkiri.
"Sudahlah, hidup itu seperti lagu Miracle, tak mudah. Ini sih hanya cobaan kecil, jadi kalian tenang saja ya," semuanya mengangguk setuju mendengar ucapan penuh makna dari Yesung. Ya, ia bijaksana. Readers saja setuju kan Yesung jadi ketua kelas? Hehehe.
"Rasanya ada seseorang yang membuntuti kita tapi sembunyi-sembunyi tanpa harus histeris seperti mereka," deg. Kyuhyun yang pintarnya luar biasa dan berbicara seperlunya telah angkat bicara. Suara bass itu sedikit menakutkan, apalagi dengan ucapannya yang berkata ada yang membuntuti mereka diam-diam.
"Eh? Mungkin hanya perasaanmu Kyuhyun. Sudahlah ayo kita jalan lebih cepat ke kelas kita, kelas sudah ada di depan sana," Donghae akhirnya berpikir jernih dan bisa juga membujuk semua penghuni rumahnya. Mereka berjalan dengan perasaan yang berbeda-beda karena perkataan Kyuhyun barusan.
Tanpa mereka sadari, mereka memang dibuntuti oleh seseorang, perempuan yang pendek namun tatapannya hanya untuk pemuda bernama asli Kim Jong Woon.
.
.
"Pertama-tama, semua sudah lengkap peralatannya?" Sunny yang bertanya dengan senyuman manis namun dianggap mengerikan oleh semua anggota penghuni rumah Donghae.
"Sudah," jawab semua serempak, kecuali satu orang –Yesung.
"Aduh! Aku lupa papan namaku!" Yesung menjambak rambutnya frustasi. Akhirnya ia memilih maju dan berkata terang-terangan. "Aku tak lengkap sunbae."
"Yah! Sudah kubilang kan kau harus membereskan perlengkapanmu itu dulu! Kau sih…," Donghae menatap Yesung sedikit kesal. Harusnya semalam ia terus memperingati Yesung untuk segera membereskan semua perlengkapannya agar tak seperti ini.
"Kenapa ia yang jadi ketua kelas sih," gumam Kyuhyun menatap malas si ketua kelas yang malah terus-terusan dihukum.
"Sudahlah Hae, Kyu, semua orang juga pernah berbuat salah…," Sungmin menenangkan kedua sahabat lelakinya. Berusaha membujuk.
"Tapi kan-," perkataan Donghae terpaksa putus karena Eunhyuk membungkam mulutnya dengan jari Eunhyuk sendiri. Donghae sedikit merona karena… Yah, kan mimpi besar Donghae ingin mencium bibir kekasihnya.
"Sttt… Benar apa kata Sungmin. Jadi kau tenang saja Hae," Eunhyuk tersenyum menang dengan manisnya, lalu memeluk kekasihnya dari samping dan menyandarkan kepalanya di pundak Donghae. Padahal sekarang Donghae sudah seperti gurita rebus, merah sekali.
Sungmin hanya memandang iri mereka berdua. "Padahal aku juga mau punya pacaaar!~" gerutunya tak jelas. Nasibmu lah Sungmin, jadi Jomblo terus. Atau… Belum saatnya ia dan Kyuhyun berpasangan? Kkk~ Readers pasti tak tahu bagaimana kisah cinta Sungmin, karena author menyebalkan inilah yang sengaja membuat Sungmin dan Kyuhyun pelan-pelan dulu. Kkk~
Sedangkan di tempat lain…
"Yesung dihukum, aku… Aku juga harus ikut dihukum, perasaanku selalu aneh jika melihat lelaki itu, tetapi jika ia dihukum…," seorang anak perempuan yang dikepang dua karena peraturan kakak kelas melepas papan namanya juga. Tak tega si ketua kelas itu sendirian dihukum.
Ia mengangkat tangannya dengan cepat dan perasaan yang tegas, begitu konsisten. Persetan dengan semua orang disini. Yang penting ia ingin berada disisi Yesung. "Aku juga tidak lengkap!"
Sunny dan Jungmo saling memandang, mereka bertos-ria dan mengangkat sebelah bibirnya, tersenyum meremehkan seolah mereka berdua adalah mangsa bagi mereka.
"Jadi apa bagusnya hukuman bagi mereka? Berlari memutari lapangan atau… Berciuman? Hahaha, mereka cocok lho," seisi kelas bersorak menyerukan mereka, ada yang cemburu tapi kebanyakan sih mendukung mereka berciuman. Termasuk keempat penghuni rumah Donghae lainnya. Mereka malah semangat menyoraki sahabatnya. Bukannya mereka tidak setia kawan, tapi agar sahabat mereka mendapatkan pasangan. Sedangkan yang dihukum, keduanya sama-sama kaget.
"Mereka cocok lho… Kim Jong Woon dan Kim Ryeowook, sesama bermarga Kim, pasangan ketua kelas dan wakil ketua kelas, sama-sama pemalu, benar tidak?" goda Sunny lagi, dia terus saja cekikikan dengan Jungmo. Harusnya ia dan Jungmo saja ya yang berpacaran?
"Benar!" sorak-sorai di kelas semakin ramai, dasar para remaja, senang sekali melihat adegan drama romance secara live. Sedangkan HaeHyuk, mereka sama-sama memandangi bibir pasangannya dengan sedikit nafsu walaupun keduanya takut-takut, tak berani.
"Kalian ingat tidak tadi aku berkata ada yang membuntuti kita diam-diam?" Kyuhyun membalikkan badannya. Bercakap-cakap dengan HaeHyuk dan Sungmin. Tumben-tumbenan Kyuhyun ingin berbicara dengan mereka, biasanya ia cuek setengah mati.
"Ya, memangnya kenapa?" pertanyaan balik Donghae mewakili mereka bertiga. Ketiganya menatap Kyuhyun penasaran.
"Dia, maksudku Kim Ryeowook. Dialah yang membuntuti kita diam-diam tadi. Dan kalian tahu siapa yang dibuntutinya?" Kyuhyun menarik garis bibir kanannya. Ia menyeringai untuk entah yang kali keberapa. Tatapannya berubah menjadi tajam, sangat tajam.
"Siapa memangnya?" Sungmin mengguncang pelan tangan Kyuhyun. Ingin cepat mendapatkan jawaban. Ketiganya memang terlihat penasaran dengan Kyuhytun yang memanfaatkan kejeniusan otaknya.
"Si ketua kelas, lelaki SMA yang bernama asli Kim Jong Woon dan tinggal serumah dengan kita tersebut. Jadi kalian bisa tebak sendiri bukan mengapa ia membuntuti Yesung?" Kyuhyun menumpukan tangannya pada kursinya.
"Maksudmu… Karena Ryeowook menyukai Yesung?" Eunhyuk yang sekarang balik bertanya. Ia mengerjap beberapa kali.
"Menurutmu?" bukannya menjawab pertanyaan Eunhyuk, Kyuhyun malah balik bertanya. Ia menyeringai mendapati semuanya tampak berpikir dengan pikiran masing-masing. "Untung untuk kali ini kalian cukup pintar."
.
"Jadi cepat!" kembali ke keadaan semula, Sunny menyuruh Yesung segera mencium Ryeowook. Akhirnya pemuda itu mengangguk patuh setengah deg-deg an seakan jantungnya telah melompat keluar dari tubuhnya.
Lelaki itu menutup kedua matanya, Ryeowook yang polos mengerjap beberapa kali, ia berdoa supaya tidak segera jantungan dan dibawa ke rumah sakit untuk kali ini.
Itu berjalan dengan cepat. Hanya di pipi, namun keduanya merona merah dan seisi kelas menyorakinya, kecuali beberapa yeoja centil yang menyukai Yesung.
"Ma… Maaf," Yesung tertunduk dalam penyesalan. Sebenarnya, manis juga saat ia mengecup pipi putih lembut seorang Ryeowook. Eh? Apa sih yang dipikirkannya? Lupakan, Yesung. Lupakan perasaan anehmu!
"Ng… Tidak apa-apa," Ryeowook menggigit bibir bawahnya. Mereka berdua masih di dalam suasana canggung dan Ryeowook yang masih kaget meraba pipi halusnya. Jika semakin dibayangkan, mereka akan semakin malu lagi.
.
.
Kegiatan pertama : Empeng Bayi
"Sekarang keluarkan empeng kalian yang sudah diberi tali, lalu…," Sunny dan Jungmo terkikik bersama. Sebentar lagi mereka akan menjalankan rencana jahatnya. Apalagi sekarang mereka semua telah berada di lapangan sepak bola yang luas dan banyak rerumputan disana.
"Jangan bilang kita akan mengasuh bayi!" pekik Donghae yang sudah mati ketakutan duluan. Ia seumur hidup belum pernah mengasuh bayi, apalagi ia sering menghilangkan barang atau setidaknya merusaknya. Bisa mati jika ia menghilangkan bayi tersebut atau melukainya, orang tua bayi tersebut pasti akan marah. Namun sekali lagi itu hanya pikiran Donghae saja.
"Wae? Bayi kan lucu, jadi kau tak mau menikah denganku dan punya baby?" Eunhyuk sedikit merajuk. Tanpa ia sadari perkataannya menyentuh sisi sensitive dari Donghae, yang membuat pipi Donghae dihiasi semburat merah.
"Hei! Tentu saja aku akan menikah denganmu! Kau calon istriku, tahu," Donghae merangkul bahu Eunhyuk sebelum akhirnya ia memeluk kekasihnya dari belakang. Yang lainnya terutama kubu 'jomblo' hanya dapat memutar matanya, melakukan rolling eyes. Dasar terlalu mesra.
"Aku tak kuat mengganti popok bayiii!" sekarang giliran Yesung yang berpikir aneh-aneh. Dasar sensitifan dengan bayi. Wah, mereka bukan calon ayah yang baik ya sepertinya.
"Hihihi~ Jadi Sungie ternyata tak bisa mengurus bayi ya," gadis itu, Ryeowook, terkekeh sejenak. Ia berada tepat di belakang Yesung yang ternyata mendengar ocehan kecil dari mulut mini Ryeowook.
"Memangnya Wookie bisa mengurus bayi?" deg. Mata Ryeowook membulat. Ia benar-benar ia tak percaya bahwa ini kenyataan. Benarkah didepannya yang membalas ocehan kecilnya tadi itu Yesung? Jika ini mimpi lebih baik Ryeowook tak usah bangun saja! Apalagi tadi Yesung memanggilnya… Wookie?
"A… Aku?" tunjuk Ryeowook pada dirinya sendiri. Jangan-jangan ada anak bernama Wookie. Ia takut nanti dikira terlalu merasa. Kan malu jika melakukan kesalahan di depan Yesung.
"Memangnya ada siapa lagi?" Oh iya! Dasar Ryeowook, harusnya tadi ia langsung nyambung dengan perkataan Yesung, bukannya terdiam dan asik melamun seperti ini. Ryeowook tampak salah tingkah namun malah ditertawai kecil oleh Yesung.
"Aku punya adik bayi, eomma ku sempat menitipkannya padaku di kost sederhanaku, jadi aku lumayan bisa," Ryeowook tersenyum tipis, masih dengan semburat merah di pipinya. Ia memang senang bisa mengobrol dengan Yesung, tapi yang kali ini ia pikirkan, adik bayinya yang menggemaskan dan ingin ia cubit pipinya setiap hari. Gadis ini benar-benar keibuan, ya.
Oke, sekarang kita lihat keadaan KyuMin.
"Kenapa mereka bodoh sekali sih?! Mana ada orang tua yang rela bayinya dipinjam anak SMA yang rata-rata masih lemot dan tak tahu apa-apa?" Kyuhyun menepuk dahinya sendiri sedikit frustasi. Ia menggeleng-geleng melihat kelakuan HaeHyuk yang kelewat romantis dan YeWook yang sudah jelas punya perasaan khusus, rasa suka atau mungkin cinta?
"Tapi kan jika benar-benar ada yang begitu, setidaknya bagus, ada yang bisa melatih masa depan kan?" Sungmin memiringkan kepalanya imut. Namun keimutan itu tak berlangsung lama, ada seorang siswa tak tahu diri yang menabrak Sungmin sehingga Sungmin kehilangan keseimbangan dan…
Tidak terdengar suara apapun. Ya, Sungmin tak terjatuh. Dan ternyata… Tangan Kyuhyun menarik tangan Sungmin yang hampir terjatuh dan malah saking kuatnya tenaga Kyuhyun tadi, tubuh Sungmin malah berpelukan dengan Kyuhyun.
"Sudah kubilang, kalian itu bodoh terutama kau," ejek Kyuhyun lagi, kali ini dengan menjulurkan lidahnya tanpa terlihat sedikitpun ia berusaha melepaskan pelukan itu. Malah lelaki itu tersenyum tipis. Apa sih yang ada dipikirannya?
Sungmin seakan menulikan telinganya. Ia tak peduli dirinya diejek bodoh dan sebagainya, ia malah tersenyum tipis mengikuti Kyuhyun.
"Nyaman…" batinnya tanpa sadar.
Dan tanpa mereka sadari, HaeHyuk, YeWook dan KyuMin, hati mereka semua sedang berdebar-debar kencang. Mulut kita memang masih bisa berbohong, namun hati? Hati tidak akan pernah bisa berbohong. Karena perasaan itu bukan dari mulut, namun dari hati.
"Hei hei hei, kenapa malah kalian semua bermesraan?!" benar juga perkataan Sunny, tak hanya penghuni rumah Donghae, namun semua murid juga ikut bermesraan. Masa sih hanya karena dot bayi? Konyol dan tak elit sekali bukan?
"Jadi begini, kalian bukan disuruh menjaga anak bayi, tapi kalian harus memakai empeng dan kami akan memfoto kalian, mengerti?" Jungmo menyeringai bersama Sunny yang terlihat begitu menikmati pekerjaan mereka menyiksa adik kelas. Semua murid tentu saja menolak.
Kyuhyun yang sudah terlepas pelukannya dengan Sungmin tadi hanya mendecih kecil. Sedikit kesal juga dengan apa yang menjadi tugas MOSnya. Ia tak protes seperti kebanyakan murid lainnya, tapi mana mau ia memakai empeng layaknya bayi padahal umurnya sudah menginjak remaja dan hampir dewasa?
"Yang tidak memakai empeng nanti akan dihukum! Ayo cepat pakai!" seru Sunny dengan wajah bak nenek sihir yang jahat, berhidung panjang, banyak keriputnya, jelek, tapi masih saja suka menyiksa orang.
"Baik…," suara dari para kaum hoobae yang tersakiti terdengar begitu lemah. Ada yang pasrah namun ada juga yang masih mau memberontak tapi akhirnya menurut juga –takut di hukum Sunny yang galaknya mengalahkan ibu tiri Cinderella.
Semua kaum hoobae sudah memakai empeng mereka. Para laki-laki sih ternyata malah keasikan menyedot empeng dan para perempuan memandang jijik diri mereka. Tapi satu fakta yang perlu kalian tahu, mereka semua sekarang lucu sekali.
"Lee Sungmin dan Lee Hyukjae, lihat kesini," Sungmin dan Eunhyuk menoleh, mendapati Jungmo beserta kameranya yang memotret pose memalukan dari kedua gadis itu dengan cepat bagaikan kilat lalu menuju ke kerumunan para laki-laki.
"Hwaaa! Sungmin, aku pasti memalukan sekali bukan?" Eunhyuk tampak mewek, tidak suka dengan kamera Jungmo malahan sampai men-death glare kameranya, mungkin ia sekarang benci kamera Jungmo lebih dari apapun.
"Aku lebih memalukan lagi, Hyuk! Kau pasti akan tertawa melihat fotoku yang bertampang memelas tapi memakai dot bayi seperti anak bayi yang bahkan belum pernah menginjak bangku TK! Aku jelek, sangat jeleeek!" erang Sungmin frustasi dan lanjutlah acara mewek-mewekan mereka berdua.
"Tidak kok, kalian tidak jelek," tiba-tiba seorang gadis yang memakai dot bayi sama seperti mereka berjalan ke arah mereka berdua. Ia tersenyum tipis. "Kalian manis. Oh ya, namaku Kim Ryeowook."
"Namaku Lee Sungmin. Ngomong-ngomong kami memang jelek jika berpose begini kok, manis apanya jika kita memakai empeng yang seharusnya untuk bayi?" Sungmin menunduk lagi, malu karena ia sedang memakai empeng padahal ia tak mau.
"Aku Lee Hyukjae, panggil aku Eunhyuk saja. Benar kata Sungmin. Kami malah terlihat konyol bersama empeng menyebalkan begini. Pasti satu sekolah akan menertawai kami," Eunhyuk menghela nafas, ia duduk di sebelah Sungmin yang sedang memainkan rerumputan.
"Siapa bilang?" Ryeowook tersenyum penuh rahasia. "Coba kita gwiyomi bersama-sama. Pasti imut, aku yakin itu."
"Gwiyomi?!" Eunhyuk menganga lebar. Jelas saja, mana ada orang yang disiksa harus mengemut empeng dan disiksa terus-terusan begini malah harus melakukan gwiyomi selain Ryeowook?
"Bukankah nanti kita malah terlihat tambah konyol? Begini saja kita sudah tampak terlalu konyol, apalagi jika kita melakukan gwiyomi. Nanti sunbae berhati saudara tirinya Cinderella malah menertawai kita secara brutal dan puas," perkataan Sungmin membuat Eunhyuk menjadi lebih lesu lagi, tapi tidak dengan Ryeowook.
"Coba saja. Ayo kita lakukan bersama-sama," Ryeowook mengangkat kedua jari telunjuknya, lalu menaruhnya di pipi putih yang tadi dikecup Yesung. "Ildeohagi ileun gwiyomi."
Sungmin dan Eunhyuk malah memandang bingung teman barunya. Masih memakai dot bayi namun kenapa malah santai-santainya ia melakukan gwiyomi? Tak malu kah? Tapi jika dilihat baik-baik, Ryeowook memang malah terlihat imut karenanya. "Hahaha. Kau memang manis Ryeowook-ssi."
"Panggil aku Wookie saja agar kita akrab," ralat Ryeowook dengan senyuman manisnya. Kedua tangannya menggenggam tangan kedua gadis yang berstatus teman barunya. Satunya tangan Sungmin, dan yang satunya lagi tangan Eunhyuk. "Ayo kita lakukan bersama-sama."
Sungmin dan Eunhyuk mengangguk ragu-ragu. Mereka melakukan gerakan-gerakan imut dan bernyanyi lirik lagunya bersama dengan Ryeowook walaupun masih harus memakai empeng. Tapi, ternyata mereka menikmatinya juga. Malah di akhir lagu yang gerakannya mengharuskan mereka mencium keenam jari mereka masing-masing mereka tetap senang-senang saja.
"Kau lihat kekasihmu dan kekasih Kyuhyun, mereka kenapa bisa-bisanya gwiyomi padahal ada empeng bayi yang menyiksa mereka?" Yesung menggeleng-gelengkan kepala besarnya. Donghae yang disebelahnya hanya tersenyum maklum.
"Ia bukan pacarku, kepala besar!" protes Kyuhyun yang ternyata mendengar perkataan Yesung barusan. Yang dimaksud Kyuhyun malah tersenyum saja, senyum bodoh.
"Yasudah kalau begitu kau calon pacarnya," Yesung tampak santai-santai saja saat Kyuhyun ingin mencekoki batu untuk mengempeskan sedikit saja kepalanya yang berukuran kelewat dari garis normal itu.
"Sungie, kekasihmu juga melakukan gwiyomi itu. Malah ia yang mengajak kekasihku dan Sungmin," goda Donghae santai yang malah sedang menunggu reaksi Yesung.
"Hei, ia bukan kekasihku," Yesung membuang wajahnya, jujur saja pipinya tadi sempat memanas mendengar perkataan Donghae.
"Tapi kau dan dia tadi mengobrol kan? Kau tadi mencium pipinya dengan tulus kan? Kau dan dia tadi menggunakan nama masa kecil kalian padahal itu percakapan pertama kalian bukan? Itu tandanya kau menyukai dia, Yesung," perkataan Donghae ada benarnya juga. Orang mana coba yang baru pertama bertemu tapi sudah saling memanggil nama kecil kalian selain kedua orang yang saling menyukai?
"Ah! Donghae, kau akan merasakan pembala-," perkataan Yesung terpaksa berhenti disitu juga. Jungmo dan kamera menyebalkannya yang dibenci hampir seluruh kaum hoobae kini telah mengarahkan kameranya pada mereka bertiga.
"Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon dan Lee Donghae menolehlah kemari," ketiganya menatap kamera
Jungmo yang sama-sama mereka benci. Dan disaat itu jugalah, kamera Jungmo mengabadikan berbagai ekspresi lucu mereka bertiga. Kyuhyun yang cuek tapi anteng memakai dot bayi, Donghae yang tertawa, dan Yesung yang tampak marah pada Donghae.
"Terima kasih, nanti fotonya akan kucetak," Jungmo mengedipkan sebelah matanya bermaksud menggoda mereka bertiga. Namun ketiganya malah menatap jijik Jungmo, seakan Jungmo adalah virus. Dan tak jauh dari sana ada Sunny yang sibuk tertawa. Dasar singa betina yang terperangkap di dalam tubuh anak SMA.
"Menurut kalian bagaimana saat dia tadi melakukan ini?" Yesung mengedipkan sebelah matanya mempraktekkan gerakan Jungmo tadi.
"Ia terlihat menggelikan," jawab Donghae jujur yang sedari tadi mual karena Jungmo dan untungnya ia tak muntah ditempat saat itu juga.
"Tapi kau lebih parah lagi," Yesung mempoutkan bibirnya ke arah Kyuhyun yang mengejeknya barusan. Sebenarnya ia imut, tapi jika lelaki yang melihatnya… Mereka mungkin akan muntah ditempat.
"Kau tak pantas mempoutkan bibirmu itu, tak bagus," sekarang Donghae yang menggoda Yesung. Sungguh, Yesung ingin sekali mencekiknya saat ini.
.
.
Kegiatan kedua : Makan
"Kalian sudah membawa masing-masing bekal yang sudah diminta bukan?" tanya Jungmo memastikan. Dan untungnya kali ini mereka semua mengangguk tanpa ada yang tersisa.
"Sekarang coba kumpulkan kepada sunbae dan nanti sunbae akan membagikannya secara acak," titah Sunny segera dilaksanakan Yesung sebagai ketua kelas, ia mengumpulkan setiap bekal yang ada di meja mereka, dan saat ia mengambil bekal milik Ryeowook… Ternyata tangan mereka bersentuhan, entah sengaja atau tidak sengaja dan siapa pelakunya, yang pasti keduanya sedang merona hebat saat itu juga.
Sunny dan Jungmo membagikan acak bekal makanan mereka yang masing-masing berbeda isinya karena makanan tersebut memakai tebakan dan harus ditebak dulu baru memasaknya.
Sungmin membuka kotak bekal yang diterimanya, tebakan makanan yang diterimanya adalah 'gulung rumput laut', dan ternyata apa isi bekalnya benar-benar nyambung, yaitu kimbap. Ia memakannya dengan lahap, dan tersenyum ketika tahu bahwa yang membuatnya adalah Kyuhyun. Kebetulan sekali.
Sedangkan Kyuhyun? Ia membuka bekalnya, sedikit menyeringai melihat yang membuatnya adalah Sungmin dan kata kunci tebakannya adalah 'nasi cokelat'. Ya, lumayan ia kali ini mendapat nasi goreng. Ia cukup menyukai makanan satu itu.
Ia membuka kotak makannya, dan apa yang ia temukan? Bukan, bukan nasi goreng yang enak dan menunggu untuk dimakan, tetapi malah benar-benar nasi cokelat! Nasi perah yang dimasak bersama lelehan cokelat yang sudah mengeras.
"Lee Sungmin.," panggil Kyuhyun tegas sehingga mengusik acara makan gadis itu yang sekarang tengah tersedak dan terpaksa harus meminum air agar tidak tersedak lagi.
"Apa?" balas Sungmin sedikit berani.
"Kenapa kau malah memasak nasi yang dilelehkan dengan cokelat?" Kyuhyun terlihat malas. Lagipula mana cocok nasi jika dimakan dengan cokelat? Sampai kapanpun nasi cokelat tidak akan cocok.
"Kan tugasnya memang mengharuskanku membawa bekal nasi cokelat, ya kubuat lah," jawab Sungmin tanpa rasa bersalah sedikitpun. Yaampun! Anak ini!
"Terserahmu lah," Kyuhyun pasrah. Lagipula sudah ada Sunny di depannya yang mengharuskannya memakan bekal dari Sungmin. Namun ketika ia kunyah, ia tidak merasakan rasa aneh sedikitpun di dalamnya. Jujur saja, ini enak. Mungkin motivasi baru di dalam industri makanan?
"Tidak buruk juga," ucap Kyuhyun tanpa sadar yang jelas sekali didengar Sungmin. Sungmin tersenyum menang.
Dan kalian tahu? Diantara satu kelas 1-A, hanya mereka sendirilah yang bekalnya seakan tertukar. Maksudku, Sungmin mendapat bekal Kyuhyun dan Kyuhyun mendapat bekal Sungmin. Apakah ini kebetulan atau memang jodoh?
.
.
"Hae, aku dan Sungmin rasanya terlalu sepi. Masa dirumah hanya ada 2 perempuan sedangkan laki-lakinya ada tiga? Boleh ya aku mengajak Wookie untuk tinggal juga dengan kita?" bujuk Eunhyuk pelan-pelan, terlihat sekali ia ada maunya.
"Iya Donghae, Wookie juga tadi bercerita ia sedang mencari tempat tinggal baru yang lebih banyak teman-temannya agar ia tak sendirian dan berbahaya, boleh kan? Hitung-hitung kami bantu dia PDKT dengan Yesung hehehe," Sungmin cengar-cengir bersama Eunhyuk. Oh, ini toh rencana mereka. Dasar perempuan yang terlalu suka romance.
"Boleh ya Hae? Ya? Ya? Ya?" desak Eunhyuk semakin erat memeluk Donghae. Wajahnya juga semakin dekat dengan wajah Donghae yang sekarang sibuk menelan ludah, menahan keinginannya mencium Eunhyuk disini, padahal disini masih di dalam kelas –walaupun sekarang sedang istirahat dan rata-rata para murid pergi ke kantin sih.
"Terserah kalian sih," mereka berdua tos bersama-sama, akhirnya Donghae mengijinkan mereka juga.
"Terima kasih Hae!"
.
.
"Wookie! Kau mau tidak tinggal dengan kami? Donghae sudah mengijinkan, lagipula kau sekarang sudah tak perlu takut bahaya lagi kan? Sudah ada kami!" Eunhyuk tampak bangga, apalagi bangga dengan kekasihnya yang sudah mengijinkan Ryeowook untuk tinggal dengan mereka.
"Mau ya?" sekarang Sungmin yang mendesak Ryeowook.
"Ah, apa tidak merepotkan?" Ryeowook tentu saja merasa segan. Ia sebenarnya dari seminggu yang lalu sudah mengepak barang-barangnya agar tidak repot saat sudah menemukan tempat tinggal baru. Tapi ternyata disaat begini dua orang yang baru dikenalnya sudah mengajak tinggal di rumah Donghae.
"Iya, disana ada Donghae, aku, Eunhyuk, Kyuhyun, dan Yesung. Hitung-hitung kami membantu kau PDKT dengan Yesung, hehehe," Sungmin dan Eunhyuk bertos-ria. Mereka tampaknya mengacuhkan wajah Ryeowook yang sudah memerah.
"Kenapa kalian bisa…-,"
"Bisa tahu tentang perasaanmu?" Kyuhyun tiba-tiba muncul. Mengagetkan mereka semua. "Kau kan yang tadi sempat membuntuti kami diam-diam? Dan kau kan yang menatap Yesung terus?"
"A… Iya, maaf jika kalian terganggu, aku…," Ryeowook menggigit bibir bawahnya. Lebih baik ia disuruh menembak Yesung saja daripada terjebak di keadaan begini.
"Aku juga menyukaimu Wookie," gumam seseorang yang menonton mereka dari tadi. Ya, itu adalah Yesung. Ajaib bukan? Hah~ Apa sebenarnya perasaan mereka? Hanya mereka yang tahu.
"Tak apa, tinggalah dengan kami jika kau mau," Kyuhyun berlalu begitu saja, tanpa menoleh kebelakang lagi. Yang pasti bagiannya kali ini sudah selesai, jadi untuk apa mengganggu percakapan anak perempuan? Ia kan laki-laki.
"Aku mau," jawab Ryeowook tiba-tiba. Pandangannya seolah mengunci Sungmin dan Eunhyuk.
"Bagus!" EunMin bertos-ria lagi, mengekspresikan dirinya. Penghuni rumah Donghae sekarang bertambah lagi!
.
.
"Nanti kalian berkumpul lagi disekolah ini, tepatnya dilapangan, jam 3, oke? Jangan lupa akan perlengkapan kalian," nasehat Sunny malah diacuhkan para hoobae karena sekarang semua membenci dirinya. Mereka hanya berpura-pura mengangguk saja.
"Dan kalian tahu? Akan ada lomba nantinya. Hadiahnya menarik. Kalian lihat saja oke?" para murid sekarang terbelalak lebar. Mereka terlihat nafsu seakan ingin memenangkan langsung lomba itu tanpa memberikan peluang bagi yang lainnya.
Tapi, kira-kira lomba apakah itu? Dan yang kalian tahu, lomba itu malah akan mendatangkan pertanda baik bagi salah satu couple kita, KyuMin…
To Be Contineud…
Ada yang nanya kenapa Kibum jadi cowo. Ehm, seinget saya sih saya kaga sebut loh apa gender Kibum. Dan bagus, readers yang ini kritis, ia tahu apa yang akan saya jadikan kejutan, hehe. Kibum gendernya masih burem, dan ada kejutan untuk pairing SiBum (yang pasti Siwonnya kaga di GS)
Soal ID Kyuhyun yang "Evil00" itu, saya iseng! '00' nya itu saya asal kasih nama aja, jadi jangan kepengaruh, kadang kalo saya lagi ngetik kayak nggak sadar diri XD
Hyuk takut darah, nanti ada sidestory untuk itu, yang pairing HaeHyuk
Soal Full House, baguslah kalau ini nggak ada kemiripan sama Full House. Kalau mirip sama aja saya kayak nge plagiat dong? ._.
Typo saya emang nakal nih, maklum saya istri Donghae *dibakar Eunhyuk*
Line? Jangan kaget ya, saya line 01 XD *ketahuan deh authornya bocah*
P.S : Untuk update, maaf di chapter depan mungkin agak telat, soalnya saya minggu depan UAS, dan saya mau tak mau harus belajar agar naik kelas. Bisa kan dimaklumi? Oh ya, saya harap tolong jangan biasakan jadi Silent Readers, kalian tahu kan habis UAS biasanya mood hilang? Mood saya juga hilang, apalagi kalau lihat banyak SiDers, saya bisa-bisa otaknya lemot dan putus asa ._. Jadi sekali lagi, author adalah manusia, perlu dihargai.
Sampai jumpa di next chapter! (If you gimme some review) Love u readers!
