Regret, Sorry, And Chance

Disclaimer : Bleach by tite kubo

Rated : T

Genre : Angst/Romance

Pair : Grimmjow x Ulquiorra


Catatan author :

Kyaaaaa ! maafkan saya lupa bilang. Saya masih author baru. Disini rata – rata OOC. Maaf kalo ceritanya jelek. Mohon dimaklumi. Maaf kalau kurang berkenan juga.

Pokoknya Gomenasai ! hontou ni gomenasai !


Hari ini ulquiorra diijinkan berjalan-jalan di halaman belakang rumah sakit. Grimmjow juga menemaninya seperti biasa.

" uwaaah, akhirnya bisa keluar. Aneh sekali mereka melarangku keluar ruangan. Pake mengikat kakiku segala. Memangnya aku ini monyet apa yang bisa mengamuk sampai harus diikat segala. " keluh ulquiorra. Saat dia menjadi sosok kekanakan begini, dia memang tidak mengingat saat dia mengamuk.

" hei, creamy ! kenapa kau diam saja ? " tanya ulquiorra sambil bergelayut manja di tangan grimmjow.

" ehh . . eto . . ano . . aku tidak apa-apa. " jawab grimmjow gugup. Karena sebenarnya grimmjow edang memikirkan kata-kata kaien.

' bagaimana jika tidak ada kemajuan ? bagaimana jika dia seperti ini seumur hidupnya ? '

" myy . . reamy . . CREAMMYYYY ! " ulquiorra yang kesal akhirnya berteriak di telinga grimmjow.

*ngiiiiiiiiiing* telinga grimmjow berdengung seketika.

" hei ! tidak perlu berteriak juga kan ulqui ! kau mau membuatku tuli ?! "

" kau memang sudah tuli ! aku panggil berkali – kali tetap tidak menjawab. Huh aku kembali ke kamar saja ! " ulqui berjalan menuju gedung rumah sakit dengan menghentak-hentakkan kakinya dan memanyunkan bibirnya. Setiap yang melihatnya pasti akan langsung brteriak ' KAWAIII ' kecuali jika mereka tau bahwa dia merupakan pasien penyakit jiwa.

Tiba – tiba ulqui berhenti berjalan. Matanya melotot, melihat kearah seseorang dengan rambut panjang hitam dan tubuh tinggi, mirip seperti nnoitra, tapi bukan hanya sekedar mirip.

" ja..jangan mendekat ! kalian mau apa ?! jangan mendekat ! "

" ulqui ? " grimmjow berusaha meraih ulquiorra

" AAARGH PERGI ! MENJAUH DARIKU ! JANGAN MENDEKAT ! "

" u..ulqui kau kenapa ?! "

" JANGAN SENTUH ! JANGAN SENTUH AKU ! "

Sementara grimmjow berusaha mengejar ulqui. Ulqui berlari tak tentu arah dan wajah terlihat seperti orang ketakutan. Dimata ulquiorra sekarang semua orang terlihat seperti gerombolan teman – teman nnoitra. Dia mengalami halusinasi. Hanya karena melihat seseorang yang mirip dengan nnoitra. Ingatan mengenai hari paling mengenaskan bagi dirinya teringat kembali. Seperti putaran kaset rusak terulang dan terulang lagi. Ulquiorra memegang kepalanya. Kepalanya terasa sakit sekali. Melihat kejadian itu berputar-putar dikepalanya.

*BRUKK ! * ulquiorra pingsan. Grimmjow mengangkat tubuhnya ala bridal style. Mengantarnya kembali ke kamarnya. Kemudian memanggil dokter.

" Apa yang sebenarnya terjadi, dok ? kenapa tiba-tiba dia histeris seperti itu ? "

" kurasa, dia melihat sesuatu yang berhubungan dengan kejadian yang menyebabkannya jadi seerti ini. Kemudian dia berhalusinasi. Itu sebabnya dia histeris "

" lalu ? "

" dia sama sekali tidak mengalami kemajuan. Kurasa sebaiknya dia segera dibawa ke rumah sakit jiwa. "

" dia tidak gila. Lagipula ini baru seminggu. Masih banyak waktu. Aku yakin dia bisa kembali normal. "

" Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyinggungmu. Aku hanya menyarankan. Karena dokter penyakit jiwa mungkin leebih bisa menanganinya. Saya permisi dulu. "

Grimmjow kembali duduk di samping tempat tidur ulquiorra. Dia memandangnya dengan tatapan terluka. Dia terluka melihat ulqui-nya seperti ini. Rasa bersalah kembali menggelayutinya.

' Seandainya, aku mengesampingkan kemalasanku. Tidak mungkin jadi seperti ini. ' grimmjow akhirnya tertidur.

Sreek sreek

Tap Tap Tap

Grimmjow terbangun pukul 1 pagi. Ketika dia melihat ke tempat tidur ulquiorra yang kosong, dia langsung panik. Dia mengecek ke kamar mandi, ke bawah tempat tidur, ke depan kamar, dia tetap tidak menemukannya. Dia semakin panik. Dia berlari keluar rumah sakit, takut ulquiorra kabur. Namun saat dia melihat keatap gedung, dia melihat ulquiorra berdiri di atap gedung, di bagian ujungnya. Seolah sedang bersiap untuk bunuh diri. Grimmjow berlari secepat mungkin. Dia tidak boleh terlambat kali ini. Akhirnya dia sampai.

Ulquiorra sudah mulai mencondongkan tubuhnya kedepan. Bersiap menjatuhkan diri. *Hap* Grimmjow menangkap pinggangnya tepat sebelum dia jatuh. Grimmjow memeluknya dari belakang. Tak ada perlawanan dari ulquiorra. Ulquiorra juga tidak mengeluarkan satu katapun. Matanya kosong. Seolah kehilangan semangat hidupnya. Grimmjow membopong ulquiorra kekamarnya. Membaringkan ulqui di kasurnya. Ulqui tetap tidak bergerak. Matanya pun tetap kosong. Tidak ada mengeluarkan suara sedikitpun. Seperti tubuh tanpa jiwa.

Keesokkan Harinya

BRAK !

Suara pintu yang dibuka secara terburu-buru. Si tersangka, Kaien masuk dengan tergesa-gesa diikuti sang ayah yang terlihat sama paniknya.

" kudengar kemarin ulqui kembali histeris ? " Tanya kaien.

" ya, tiba-tiba saja dia berteriak ketakutan. Seperti saat pertama kali dia sadar. Tapi kali ini berbeda. Dia jadi seperti ini. " jawab grimmjow.

" Ulqui, ini ayah nak. Apa kau mendengar ayah ? " Tanya sousuke pada ulquiorra. Namun tak ada jawaban. Hanya tatapan kosong.

" ulqui kau mendengar nii-chan ? jawab nii-chan ulqui ! " pinta kaien lebih mirip gertakan karena paniknya.

Ulqui tetap tidak menjawab, dia tetap diam. Bagaimanapun mereka mencoba menarik perhatiannya ulqui tetap diam.

Sudah minggu kedua, keadaan ulqui semakin parah. Dia menolak makan. Tubuhnya semakin kurus. Kulitnya yang sudah pucat semakin pucat. Beberapa teman-teman dari sekolah mereka datang menjenguk. Berita tentang kejadian yang menimpa ulqui sudah menyebar keseluruh penjuru sekolah. Bahkan, media massa pun sempat memberitakannya. Wajar saja hal ini menjadi sorotan, sousuke aizen adalah pengusaha yang sudah terkenal di dunia. Segala hal yang bisa menjadi bahan berita tentang dirinya pasti akan langsung diberitakan. Apalagi hal seperti ini. Pasti para pemburu berita itu berebut mencari informasi mengenai kejadian yang menimpa ulqui ini.

Hari ini teman-teman ulqui datang menjenguknya. Mencoba mnegajaknya berbicara. Tapi, tak ada yang direspon olehnya. Bahkan, orihime inoue, mantan kekasihnya pun datang. Gadis itu tak kuasa menahan air matanya melihat keadaan ulquiorra yang seperti ini. Bukan rahasia lagi, kalau orihime masih menyimpan perasaan pada ulquiorra.

" ulqui-kun, ayo makanlah. Tubuhmu sudah sangat kurus. Bukankah kau bilang kau benci dikatai kecil ? makanya makan yaa ulqui-kun. Hiks hiks " orihime mencoba membujuk namun tetap tak ada respon. Mereka semua tak ada yang tidak meneteskan air mata melihat ulqui yang seperti ini.

" ulqui, kau lihat mereka semua peduli padamu. Mereka semua mengkhawatirkanmu. Ulqui, kumohon sadarlah. " kata grimmjow lirih sambil memeluk ulqui. Ulqui sama sekali tidak membalas pelukan grimmjow.

" A . . aku . . " tiba – tiba ulqui mengeluarkan suaranya. Semua yang disana kaget mendengarnya. Grimmjow melepaskan pelukannya. Ayah, kakak, serta teman – teman ulqui menunggunya melanjutkan kata-katanya.

" A . . a . . aku . . hiks . . hiks . . aku menjijikkan . . . hiks . . . menjijikkan . . hiks . . aku ini sangat menjijikkan . . . aku sampah . . hiks . . "

" Ssst , , ulqui jangan berbicara begitu , , tidak ada yang menganggapmu begitu , , hmm ? " ucap grimmjow sambil menghapus airmata ulqui.

" menjijikkan . . hiks . . "

" ulqui berhentilah berucap seperti itu "

Tiba-tiba dengan cepat tangan ulqui telah meraih sebuah pisau yang tadinya digunakan untuk mengupas buah. Dia mendorong grimmjow dan kemudian *Zraaash * dengan cepat dia menggoreskan pisau itu melintang dari bahu hingga pinggangnya. Dia mengangkat kembali pisau itu, ketika dia ingin menggores lagi pisau itu ke tubuhnya. Grimmjow sudah menahan tangannya, mengambil paksa pisau itu dan membuangnya.

Sedangkan teman-temannya yang lain berteriak ketakutan. Sousuke shock melihat apa yang dilakukan putra bungsunya. Kaien membantu grimmjow mengunci pergerakan ulquiorra.

" Aku menjijikkan . . tidak pantas hidup . . " kata ulqui dengan nada suara yang dingin.

TBC


Gyaa ! ini ratenya masih boleh di T ga sih. Disini ulquinya makin depresi. Maafkan saya. Kalo Fans Ulquiorra marah.

Saya juga fansnya kok. Makanya saya bikin dia di kelilingi orang-orang yang beneran sayang sama dia. Tapi, dia masih belum bisa menerima keadaannya.

Ada yang punya saran buat chapter selanjutnya ?