Regret, Sorry, And Chance

Disclaimer : Bleach by tite kubo

Rated : T

Genre : Angst/Romance

Pair : Grimmjow x Ulquiorra


Balasan Review :

Gaa-chama :: Gomenne. aku juga pengemarnya ulqui-chan. Tapi aku penggemar genre angst juga. Jadi beginilah hasilnya. Gomenne. Kalau mau bawain parang bawain buat Nnoitra aja. Jangan grimm-kun kan grimm-kun sebenernya sayang sama ulqui-chan.


Jam 7 malam hari ke 2 minggu ke 3

Beberapa kali ulqui mencoba bunuh diri. Membuat grimmjow memilih izin dari sekolahnya. Dia tidak mau meninggalkan ulqui sendirian. Dia tidak mau kehilangan ulqui. Dia sudah meminta izin dari orang tuanya juga untuk menjaga ulqui. Begitu juga dengan kaien dan sousuke yang mempercayakan ulqui padanya. Karena mereka sendiri sibuk, kaien disibukan dengan praktek dan sousuke yang sering berada diluar kota untuk mengurus cabang perusahaannya yang kadang bermasalah atau sekedar mengecek keadaan cabang-cabang perusahaannya.

" Ulqui, ayo buka mulutmu. Kau harus makan. Sejak 3 hari yang lalu kau belum makan. " Grimm berusaha membujuk ulqui untuk makan. Sudah sejak dia pertama kali mencoba bunuh diri, dia menolak makan. Dia hanya diam dengan mata kosong. Terkadang air matanya mengalir. Tapi dia tetap tidak bergerak. Suara isakkan pun tak terdengar.

" ulqui . . aku merindukanmu. " grimmjow menundukkan kepalanya.

Saat tidur, ulqui-pun tidak tenang. Bayangan kejadian hari itu benar-benar menghantuinya baik saat ia sadar maupun saat ia tertidur. Namun, saat grimmjow mengusap kepalanya, entah kenapa dia bisa lebih tenang.

Jam 8 pagi hari ke 6 minggu ke 3

Grimmjow bangun melihat ulqui yang sudah duduk dengan tangannya yang mengusap kepala grimmjow. Sudah 4 hari, ulqui tidak lagi melakukan percobaan bunuh diri. Semua orang mulai tenang, meskipun ulqui tetap tidak bicara.

" U . . ulqui . . kau ? " grimmjow kaget melihat ulqui yang seperti itu. Seperti normal. Tidak terlihat depresi.

" iya grimm . . kenapa ? " jawab ulqui sambil tersenyum.

" ini . . sungguhan kan ? aku tidak bermimpi ? " grimmjow masih tidak percaya.

" tentu saja baka ! coba saja " jawab ulqui sambil mencubit pipi grimmjow.

" Aaduduh . . ulqui hentikan sakit. Ampuun. "

" kalau sakit berarti bukan mimpi kan ? "

" iya juga ya. Syukurlah ulqui. Aku sungguh senang. Akhirnya kau kembali. Aku sangat merindukanmu. " grimmjow memeluk ulqui.

" aku juga grimm . . aku juga . . " kata ulqui sambil mengusap punggung grimmjow.

- Tok Tok Tok –

" boleh kami masuk ? " kaien melongokkan kepalanya dari balik pintu. Dia datang bersama ayahnya.

" masuklah nii-chan , tou-san " jawab ulqui

" ulqui ! kau sudah sadar ! " kaien kaget karena yang menjawab kali ini adalah adiknya.

" iya nii-chan " jawab ulqui sambil tersenyum

" oh tuhan . . ulqui ! syukurlah " kali ini sang ayah yang mengucap syukur kemudian memeluk putra bungsunya.

" sudah . . sudah . . tou san jangan menangis lagi . ." ulqui menenangkan ayahnya yang menangis dalam pelukannya.

" iya . . tou san hanya tidak menyangka kau akan kembali secepat ini " jawab sang ayah.

" ohh ya . . kau sudah makan ulqui ? " Tanya kaien. Ulqui menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

" ahh kau ini bagaimana grimm, adikku ini pasti lapar sekali. Kebetulan kali ini ni-chan dan tou san membawakanmu sup kesukaanmu. Kau mau ? "

" hemm ! " ulqui mengangguk semangat.

" biar tou san yang menyuapimu yaa ? "

Sementara sousuke menyuapi ulqui. Grimmjow dan kaien berbicara di sofa yang ada di ruangan itu.

" saat aku bangun, aku sempat tak percaya melihat ulqui yang sudah seperti dulu. Seperti mimpi. " grimmjow memulai pembicaraan.

" aku juga begitu, saat mendengar suara ulqui yang menyahut tadi. " kata kaien.

" syukurlah, melihat keadaannya. Kurasa dia hanya butuh pemulihan kondisi tubuhnya saja. "

" ya kurasa begitu. Ayah juga jadi terlihat cerah kembali. "

Setelah ulqui selesai makan, mereka berempat saling bercerita. Menceritakan banyak kejadian yang ulqui lewatkan.

" ulqui kau tertinggal 12 episode Bleach looh. " grimmjow memanas-manasi

" aah grimm, jangan diceritakan aku mau menontonnya sendiri. " ulquiorra menutup telinganya.

"adikku masih tetap otaku rupanya. " mereka tertawa bersama-sama.

" uuh badanku terasa lengket sekali. Sudah berapa lama aku tidak mandi ? " Tanya ulqui.

" umh 1 minggu kurasa. " jawab grimmjow

" uuh pantas saja. Aku mau mandi. "

" ya sudah. Mandi sana. "

" Mana handuknya baka neko ? "

" nih " grimmjow melempar handuk pada ulqui.

Ulquipun mandi, terdengar suara gemericik air dari kamar mandi. Wajah ketiga orang itu sudah tidak terlihat tegang seperti hari – hari kemarin. Sambil menunggu ulqui mereka melakukan kegiatan mereka masing – masing. Sousuke membaca buku yang dia bawa. Kaien mengerjakan tugasnya di laptopnya. Dan grimm hanya memainkan ponselnya.

*PRAAANG*

Tiba – tiba terdengar suara pecahan kaca.

Mereka yang sudah mulai tenang itu kembali panik.

Mereka menggedor-gedor pintu memanggil – manggil ulqui.

" ulqui ! buka pintunya ! ulqui ! kau jangan berbuat macam – macam ! "

Ketika mereka berhasil mendobrak pintu. Mereka semakin panik.

" Kamisama ! Ulqui ! Apa yang kau lakukan !"

TBC


Sepertinya saya belum bisa membuat mereka tenang. Saya seneng kalau ulqui di khawatirin banyak orang. :p.