Regret, Sorry, And Chance
Disclaimer : Bleach by tite kubo
Rated : T
Genre : Angst/Romance
Pair : Grimmjow x Ulquiorra
Buat semuanya maaf, author sempet off. Flashdisk ke format, terpaksa nyari ide baru. Di tambah laptop yang kena virus, nular ke flashdisk aku dua-duanya.
So, Gomennasai.
Chapter Sebelumnya
*PRAAANG*
" ulqui ! buka pintunya ! ulqui ! kau jangan berbuat macam – macam ! "
" Kamisama ! Ulqui ! Apa yang kau lakukan !"
Chapter 4
Ketika mereka berhasil mendobrak pintu kamar mandi, mereka dikejutkan dengan Ulqui yang bersimbah darah. Sepertinya, dia sungguh-sungguh tidak ingin ada yang bisa menyelamatkannya. Kedua pergelangan tangannya ia gores dengan kaca. Selain itu, ia juga menusuk perutnya dengan pecahan kaca yang cukup besar.
" ULQUI ! " teriak ketiga orang itu bersamaan. Grimmjow, langsung berlari kearah Ulqui. Memangku kepala Ulqui keatas pahanya. Menepuk pipi Ulqui, berusaha menyadarkannya. Sedangkan Kaien dan Aizen langsung memanggil dokter dan perawat.
" Ulqui ! Sadarlah ! Belum cukupkah Ulqui ?! Belum cukupkah kau menghukumku ?! Aku tak bisa hidup tanpamu ! Harusnya kau tau itu ! Aku sangat menyesal kau tau ? Kumohon Ulqui bertahanlah ! " Grimmjow berusaha menyadarkan Ulqui. Dia juga menyobek bajunya untuk menutup luka Ulqui di kedua pergelangan tangan dan perutnya. Meskipun percuma, karena darah di perut Ulqui masih merembes keluar.
Sementara itu, Aizen dan Kaien sudah datang membawa dokter dan perawat.
" Cepatlah ! Kumohon selamatkan dia ! " Aizen yang panik mendesak dokter untuk bergerak cepat.
Mereka segera membawa Ulqui, untuk menjahit lukanya.
Setelah selesai menjahit luka Ulqui, dokterpun memberitahu mereka keadaan U;qui.
" Pasien kehilangan banyak darah. Kami kehabisan stok darah O negatif. Di antara kalian ada yang berdarah O negatif ? " Tanya sang dokter.
" Paman ? kenapa kau diam saja ? Kau kan ayahnya ? Kau pasti memiliki golongan darah yang sama dengannya ? " Tanya Grimmjow sedikit mendesak.
" Dia . . Ulqui . . golongan darahnya sama seperti ibunya . . sedangkan aku dan Kaien, golongan darah kami AB negatif. " Jawab Aizen dengan wajahnya yang makin kusut. Sepertinya kali ini Ulqui benar-benar tidak dapat terselamatkan.
" Ugh ! Bagaimana ini ! Golongan darahku A negatif ! " Grimmjow makin frustasi.
" Waktunya sudah tidak banyak lagi. Meskipun luka-lukanya telah berhasil di jahit. Namun, kondisinya akan semakin menurun. "
Di tengah kemelut pikiran mereka masing-masing. Mereka benar-benar tidak akan sanggup kehilangan Ulqui secepat ini. Tiba-tiba ada yang menyela mereka.
" Golongan darahku O negatif. "
" Eh ! " Ketiga orang yang tengah panic itu mengegok kaget pada orang yang tiba-tiba menyela itu.
" Aku akan mendonorkan darahku. " Lanjut orang itu tanpa memperdulikan ketiga orang itu.
" Baiklah silahkan kea rah sini. " Sang dokter menuntun sang pendonor.
" Dia ? Tidak mungkin ? " Kaien syok melihat sosok wanita itu. Wanita berwajah cantik, berkulit putih, berambut hitam panjang.
" Tou-san juga tak percaya Kaien. Dia tau darimana ? "
" Kurasa media yang memberitakan masalah ini, telah memberitakan dengan sangat rinci, hingga dia tau jika Ulqui ada disini, Tou-chan. "
" Memang dia siapa ? Kenapa kalian terlihat begitu syok ? Bukankah bagus jika ada orang baik yang mau mendonorkan darahnya begitu saja ? " Grimmjow yang sejak tadi merasa tidak mengerti, akhirnya mencela pembicaraan sepasang ayah dan anak tersebut.
" Dia tidak melakukannya dengan cuma-cuma Grimm, dia memiliki alasan. " Jawab Kaien.
" Karena dia adalah . .
TBC
Gomenne,
Lagi-lagi bikin akhir chapter yang seperti ini.
Tapi sesegera mungkin Uru-chan upload lanjutannya.
Arigatou buat yang memang suka dan setia membaca fic dari Uru-chan ini.
Hontou ni Arigatou
