"Riko!" Koganei Shinji berteriak panik. Riko menginsyaratkan untuk tenang.

"Tenanglah, Koganei-kun, ada apa?" Tanyanya.

"I—itu, Kagami.." Katanya terbata, "Kagami?" Tanya Riko. Kagami Taiga, anggota jurnalistik kelas 7-A.

"Iya, dia.."

"…dia menghilang."

.

.

CURSE OF KUROKO

Genre : Tragedy/Mystery

Rate : T…?

Setting : AU!Teiko Senior High, seirin masuk SMA Teiko

Warings : Typo(s) , OOC nyelip, alur membelit, de-el-el

.

.

#Happy Reading!

.

.

Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi

FanFiction Ameru-Genjirou-Sawada

"…menghilang..?" Koganei mengangguk sambil menyeka keringatnya yang perlahan turun akibat berlari tadi.

"Iya, dia bilang padaku mau pergi ke toilet sebentar, makanya aku menunggunya didepan pintu…" Koganei mulai menjelaskan.

.

.

"Koganei-senpai, aku mau ke toilet sebentar, tolong tunggu sebentar, ya.." Kagami berkata seraya memasuki salah satu bilik dikamar mandi putra tersebut. Koganei mengangguk.

"Ya. Kutunggu." Dan terdengar suara pintu dikunci tak lama kemudian.

Lima menit. Koganei hampir mati bosan. Sedang apa saja Kagami didalam? Dirasa kalau buang air kecil tidak mungkin selama itu. Bahkan kalau buang air besar sekalipun, paling hanya memakan waktu 3 menit.

'Mungkin Kagami susah mengeluarkannya..' Tukas Koganei seraya terkekeh. Lalu ia kembali menunggu.

Menunggu, terus menunggu. Koganei tidak tahan. Kakinya sudah kesemutan sejak tadi.

"Kagami…" Koganei memutuskan untuk masuk ke kamar mandi, mengecheck keadaan Kagami.

Koganei berhenti didepan pintu bilik dimana Kagami masuk tadi. Tidak ada suara air diguyur dari dalamnya.

"…Kagami—" Koganei ketuk pintu itu, ternyata tak dikunci.

Dan sosok Kagami sudah tidak ada didalam sana.

"KAGAMI!" Koganei panik setengah mati. Ia pun berlari menuju ruang jurnalistik, berharap ini hanyalah mimpi.

.

.

Semua diruangan itu yang mendengar kesaksian Koganei terkejut.

"Benarkah itu, Koganei-kun..?" Manik coklat Riko membulat kaget.

"Kau pasti sedang setengah tidur tadi.." Midorima memberi alasan yang cukup logis. Namun, Koganei mengelak.

"Tidak! Sungguh! Kalaupun aku tidur, harusnya Kagami membangunkanku dengan menepuk pundakku atau macam apapun.." Tukasnya. Tka kalah logis.

"I—ini aneh—ssu…" Kise mulai berkeringat dingin. Pada dasarnya, Kise memang paling tidak suka mendengar cerita hantu dan horror—apalagi sekarang hal itu terjadi didepannya.

"Kalau begitu, ayo cari Kagami-kun!" Riko bangkit berdiri. Ia tidak terima anggota klubnya menghilang secara misterius.

"Aku ikut. Sepertinya menarik, " Seringai tercetak diwajah Akashi, ia pun bangkit berdiri dan menatap kepala warna-warni lainnya, "Kalian ikut mencari!" Titahnya.

"APA?! TA—TAPI—"

CKRIS

"Kalian mengelak…maka lebih baik kalian mati.." Ancam Akashi. Uh, dasar absolute.

"Ba—baik…" Jawab GoM pasrah—minus Murasakibara.

"Nah, ayo!"

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~


"Kagamicchi…. Doko ni—ssu…?" Kise berteriak memanggil nama Kagami disekitar area lapangan basket.

Walaupun Kagami mengikuti kegiatan sastra, ia cukup aktif dalam bidang olahraga—terutama basket. Kise sering melihat Kagami berlatih sendiri dilapangan basket seusai team basket berlatih disana.

"Ung…dimana…" Kise mendadak terdiam. Entah kenapa, atmosfer udara disana mendadak dingin dan mencekam.

GREP

"GYAAA!" Kise menjerit sejadinya. Saat ia menengok kebelakang, tak ada siapapun disana.

"A—aneh, sepertinya…ada yang memegang..ku.." Kise memegang lengan kirinya yang serasa dipegang tadi. Bulu kuduknya berdiri.

"Se—sebaiknya mencari yang lain—ssu! Disini seram—" Kise memutuskan untuk kembali bersama yang lain.

.


Sementara di koridor lantai 1, Midorima dan Murasakibara mendapat titah dari si kepala merah untuk mencari disekitar sana.

"Mido-chin, disini tidak ada.." Sahut Murasakibara setelah mencari di sekitar lab fisika. Midorima menghela napas kesal.

"Kenapa kita harus terlibat dengan hal yang seperti ini, nanodayo.." Geram Midorima kesal takayal tidak berhasil menemukan Kagami dikelas Inggris.

SYUT

"—!"

"Ada apa, Mido-chin?" Tanya Murasakibara tatkala melihat Midorima secara tiba-tiba menoleh kearah belakang. Kearah jendela kaca besar yang menggambarkan langit sore itu yang sedikit mendung.

"…rasanya tadi ada yang lewat.." Gumam MIdorima. Sayang gumamannya terdengar oleh Murasakibara.

"Ah, tidak ada yang lewat, Mido-chin, hanya ada kita disini.." Ujarnya sambil memeriksa sekitar. Memang, dikoridor sini hanya ada Murasakibara dan Midorima. Hanya mereka.

"Ya, mungkin…hanya perasaanku saja, nodayo.." Kata Midorima, menaikkan kacamatanya yang benar-benar merosot tadi.

"Ya sudah, ayo balik.." Pinta Murasakibara seraya berjalan menjauhi lab fisika, diikuti Midorima.

.


Akashi benci mencari. Ia benci tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia ini absolute, tidak semestinya ia berputar-putar sekitar sekolah hanya untuk mencari manusia yang secara tiba-tiba menghilang dari toilet.

"Dasar Kagami Taiga..kalau kutemukan akan—ugh—" Akashi yang tengah mendumel segera terhenti dumelannya ketika ia tak sengaja menabrak seseorang.

Berambut biru langit dengan sepasang batu manik aquamarine yang menatapnya datar.

"Ah, maaf." Ujar mereka hampir berbarengan. Si surai biru langit agak bengong.

"Kau…bisa melihatku?" Tanyanya heran. Akashi mengangkat sebelah alisnya, "Tentu saja. Buktinya aku baru saja menabrakmu."

"Oh.." Kata si surai biru langit.

"Namamu." Tanya—perintah—Akashi.

"Eh?"

"Aku tanya namamu." Lebih terdengar seperti pernyataan.

"Tetsuya…" Jawab pria itu dengan nada datar. Akashi mengangguk, lalu pergi meninggalkan Tetsuya tanpa berkata sepatah katapun.

Sementara Tetsuya hanya terdiam dengan wajah tak terbaca.

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


Yang lain sudah mencari kemana-mana. Namun tak ada satupun yang melihat sosok Kagami Taiga. Riko mulai panik.

"A—apa mungkin Kagami-kun sudah pulang.." Tanya Riko memastikan. Koganei menggeleng.

"Tidak, tasnya masih ada diruang jurnalistik.." Katanya. Riko menunduk sendu.

"Ini buang-buang waktu, nodayo. Bisa saja dia lupa bawa tasnya, nodayo." Tukas Midorima cuek. Murasakibara tetap diam. Kise masih merinding.

Akashi memandang sekitar dan baru menyadari ada seorang yang belum datang, "Kemana Daiki?" Tanyanya—masih memasang mata tajam waspada.

"A—Aominecchi be—belum kembali…—ssu…?" Kise makin gemetaran. Sudah sore, langit mendung, dan Aomine belum kembali. Cukup membuatnya ingin menangis ditempat.

"Jangan cengeng, Kise, Aomine itu gelap, mungkin saja dia sudah disini." Kata—atau lebih tepatnya hina—Midorima.

"Jangan bercanda, Shintarou/Midorimacchi/Mido-chin/Midorima-kun/Midorima!" Sahut Akashi, Kise, Murasakibara, Riko dan Koganei serempak. Midorima hanya bisa kicep.

"HUWAAA!" Terdengar jeritan yang mereka yakini—adalah suara Aomine Daiki. Mereka semua terkejut dan segera berlari menuju sumber suara.

"Aominecchi ada ap—HUWAAAA—" Kise yang pertama sampai, dan dia berteriak tak kalah kencang dan histeris dengan Aomine.

"Ada apa, Ryota, Daiki?" Tanya Akashi melihat dua anak buahnya itu kini dalam posisi jatuh terduduk dengan mulut menganga dan keringat dingin.

Manik Riko menatap suatu pemandangan yang tidak biasa, "KYAA!" Teriaknya sambil menutup mulutnya. Rasanya mual.

"I—ITU—SSU—"

"A—AKASHI—I—ITU—"

"AKASHI-KUN!"

Mereka semua terbelalak.

.

.

==TBC==


Ah, chapter 002 akhirnya jadi…agak gantung abis akhirnya, kufufu~ ._. dan akhirnya bkin yg rada panjangan…

Yah, walaupun fic ini fic pertama saya, ternyata cukup banyak yg anutias~ smoga saja apdetan ini bisa memuaskan (sdikit) rasa penasaran reader smua…, dan mungkin maafkan gaya penulisan Ameru yg..errr..terbawa dri fic dri fandom yg saya geluti..

Ah, ya, karena saya..apa, ya, istilahnya, masih buta terhadap karakteristik dri para tokoh KnB, mohon para senpai-tachi membantu saya menggambar tokoh KnB lbh baik lgi m( _ _ )m

Okey! Sampai jumpa di chapter 003!

SPECIAL THANKS :

NOZOMI RIZUKI 1414 || KUROYUKI31 || || RALLFREECSS || CHWANGKYUH EVIL BERRY || DEVIL.X REINI || KUROSHI SATSUMI || MISAMIME || SHIROHARA YUKINA || SHOUJO RECORD || || NAMIKA RAHMA||

==AND YOU ALL!==