"HUWAAA!" Terdengar jeritan yang mereka yakini—adalah suara Aomine Daiki. Mereka semua terkejut dan segera berlari menuju sumber suara.

"Aominecchi ada ap—HUWAAAA—" Kise yang pertama sampai, dan dia berteriak tak kalah kencang dan histeris dengan Aomine.

"Ada apa, Ryota, Daiki?" Tanya Akashi melihat dua anak buahnya itu kini dalam posisi jatuh terduduk dengan mulut menganga dan keringat dingin.

Manik Riko menatap suatu pemandangan yang tidak biasa, "KYAA!" Teriaknya sambil menutup mulutnya. Rasanya mual.

"I—ITU—SSU—"

"A—AKASHI—I—ITU—"

"AKASHI-KUN!"

Mereka semua terbelalak.

.

.

CURSE OF KUROKO

Genre : Tragedy/Mystery

Rate : T…?

Setting : AU!Teiko High

Warings : Typo(s) , misteri bkin bulu kuduk berdiri, berpotensi bkin mual, rate menjerumus ke (M) , de-el-el

.

.

#Happy Reading!

.

.

Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi

FanFiction Ameru-Genjirou-Sawada

"Ini…" Akashi memelototi sosok yang teronggok tak jauh dari tempat Aomine dan Kise. Apa itu?

"KYAA!"

"KAGAMI!"

Ya, itu Kagami Taiga. Tapi bukan dalam keadaan hidup.

Tubuhnya teronggok diantara rerumputan pendek, dengan badan yang sudah bersimbah darah—dan sudah banyak dikerubungi lalat, juga tangan kanannya yang sudah hilang. Lebih mengenaskannya lagi, kepala Kagami terletak tergantung di salah satu gawang, agak jauh dari mayat tubuhnya. Kepala itu tergantung dan darah masih menetes dari tempat kepalanya terpenggal. Beberapa ekor lalat nampak sudah merubunginya. Bau anyir darah menyengat penciuman.

"Ini..menjijikkan.." Midorima menatap ngeri pemandangan itu.

"Daiki, apa yang terjadi—" Akashi kembali melontarkan pertanyaan pada sang ganguro yang nampak mengatur napasnya.

"Ini…aku sedang mencari Kagami di lapangan baseball…lalu.."

.

.


"Gaah! Kemana tukang makan itu pergi?!" Geram Aomine ketika ia tak menemukan sosok Kagami dilapangan baseball. Kekesalannya bertambah tatkala melihat kemerahan dilangit dan beberapa awan gelap disana.

"Sial. Aku harus cepat!" Ia pun berlari meninggalkan lapangan baseball dan memutuskan kembali pada yang lain.

Namun langkahnya terhenti ketika mencium bau anyir dari arah lapangan sepakbola.

"Ish, bau anyir—apa ini—" Aomine berjalan menuju sumber bau menyengat itu, dan betapa terkejutnya melihat pemandangan mengenaskan didepannya.

"HUWAAA!"

.

.


"..jadi ketika kau sampai, Kagami Taiga sudah menjadi mayat." Simpul Akashi. Aomine mengangguk lemas.

"I—ini—tidak mu—mungkin…—ssu.." Kise hampir menangis. Ia tidak tahan melihat keadaan ini.

"A—AKU MAU PULANG—SSU!" Jerit Kise nelangsa. Riko berusaha menenangkan Kise yang kini menangis sesenggukan.

"Tenanglah, Kise-kun.."

"Akashi, aku akan menghubungi polisi…, dan biarkan mereka yang bertindak berikutnya.." Midorima segera mengeluarkan handphone-nya. Akashi mengangguk setuju.

"Baiklah. Semuanya, ketika polisi sudah datang, kita pulang." Perintah Akashi.

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


Esoknya kabar mengenai tewanya Kagami Taiga menjadi trending topic diseluruh penjuru Teiko. Banyak murid ketakutan sekaligus antusias mendengar kabar yang mengejutkan ini. Banyak orang yang mulai berspekulasi yang aneh-aneh. Bahwa Kagami dibunuh orang mabuk yang tak sengaja lewat, bunuh diri, sampai pada akhirnya,

"Ini pasti karena 'Kutukan Kuroko' !" Tukas seorang siswi. Membuat anggota Generation of Miracle yang sedang duduk melingkar di pojok kelas melirik kearah sang siswi.

"Oi oi, tenanglah, " Sang ketua kelas 7-C, Takao Kazunari, menengahi omongan yang tiba-tiba merubah atmosfer, "Apa maksudmu tentang urban legend itu?" Tanyanya dingin.

"Takao tidak peka, " Ejek siswi itu, "Aku tahu dari anggota jurnalistik lainnya kalau Kagami-kun adalah orang yang sangat ambisius mencari tahu kebenaran kutukan itu. Bukankah sudah pernah kuceritakan, 'Kuroko' akan mengincar siapapun yang mencari tahu tentangnya…berarti, kebenaran tentang kutukan ini memang benar!" Ujar sang siswi panjang.

Setelah siswi itu bercerita, kelas langsung gaduh.

"Me—mengerikan—ssu, aku tidak percaya urban legend itu bisa jadi nyata.." Gumam Kise dengan nada gugup. Disusul anggukan anggota GoM lainnya. Sementara Akashi hanya diam dan nampak bermain dengan pikirannya.

"Bisa saja, kan?" Sahut seorang siswa yang sukses mengagetkan GoM.

Surai biru langit, manikaquamarine itu. Akashi tahu.

"Oh, kau yang kemarin.." Ujar Akashi. Anak itu mengangguk dengan tetap memamerkan wajah temboknya.

Aomine menatap anak itu bingung, "Siapa itu, Akashi?" Tanyanya.

"Ini Tetsuya, aku tidak sengaja menabraknya kemarin." Ujar Akashi memperkenalkan sosok baru itu.

"Aomine Daiki." Ujar Aomine memperkenalkan.

"Yo, Tetsuyacchi! Aku Kise Ryota—ssu!" KIse berkata dengan antusias.

"Yo~ Murasakibara Atsushi, desu~" Murasakibara tetap dengan nada malasnya.

"Midorima Shintarou." Yang ini yang paling normal dan datar.

"Um, salam kenal semuanya.." Ujar Tetsuya seraya membungkuk.

Kise memadang Tetsuya sebenatar, "Tapi, aku baru sadar Tetsuyacchi ada dikelas ini.." Katanya.

"Soalnya keberadaanku tipis, Kise-kun.." Ujar Kuroko lembut.

Keberadaannya tipis!

'Sepertinya aku pernah mendengar pernyataan itu..' Pikir Akashi. Namun segera ia tepis pemikirannya itu.

"Ooh, aku baru tahu ada yang seperti itu.." Ujar Aomine seraya mengupil.

"Ish, Aominecchi jorok!"

"Berisik, kau mau?"

"Hyyaa, jijik—ssu!"

Dan GoM kembali ribut sama seperti biasa. Dan Tetsuya, hanya menatap datar mereka.

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


Sudah seminggu Tetsuya berteman dengan GoM, dan Tetsuya juga sudah berteman akrab dengan klub jurnalistik. Mereka sering menemani Tetsuya pergi ke perpustakaan, entah memang niat untuk membaca atau untuk ber-adem-ayem ria di dalam perpustakaan.

"Aku tidak tahu Tetsuyacchi suka membaca buku setebal itu—ssu.." Ujar Kise kagum melihat betapa tebalnya buku yang Tetsuya baca.

"Ah, ini biasa saja, Kise-kun..sudah biasa.." Jawabnya. Kise bersiul kagum.

Para kepala warna-warni itu tidak menyadari suara kasak-kusuk di rak belakang perpustakaan yang berisi buku kamus bahasa.

.

"Hei, kalian lihat itu?"

"Iya, itu anggota jurnalistik dan basket.."

"Ih, aneh, yaa.."

"Un, iya.., aneh."

"Mereka bicara sama siapa, ya?"

.


Langit kini menebar karpet orange kemerahannya diangkasa raya. Sudah waktunya untuk mengakhiri hari dan beristirahat. Midorima masih membaca buku yang tadi ia pinjam diperpustakaan. Enggan untuk beranjak dari kursinya.

"Ah, Midorima-kun?" Midorima mendongak dan menemukan sosok Tetsuya yang menatapnya datar, "Oh, kau."

"Belum pulang?" Tanya Tetsuya seraya mendekati Midorima. Midorima mengangguk, "Ya, aku sepertinya terlalu sibuk membaca ini."

"Oh, ah, Midorima-kun.., bisa menemaniku sebentar?" Pinta Tetsuya.

"Kemana?"

"Ikut saja.." Lalu Tetsuya dan Midorima berjalan beriringan.

.


Aida Riko nampak menempelkan ujung atas pulpennya dengan pipinya. Ia meneliti kasus kematian Kagami yang terkesan mencurigakan itu. Kacamata berbingkai marun bertengger dan membantunya fokus dalam mencerna berkas-berkas kematian Kagami tersebut.

'Aneh..sama sekali tidak ada bukti yag ditinggalkan pelaku..' Pikir Riko sambil meneliti selembar kertas berisi data-data korban.

"Ah, Riko-senpai, belum pulang?" Furihata Kouki berjalan menghampiri senpainya yang masih berkutat dengan beberapa lembar kertas.

"Ah, Furihata-kun, " Riko tersenyum melihat kouhai-nya itu, "Kau juga belum pulang.."

"Baru mau.." Furihata menggaruk belakang kepalanya, "Ngomong-ngomong, senpai.."

"Ng?"

"Kudengar dari para pemain klub basket.., Riko-senpai berteman dengan salah satu temannya.." Katanya. Riko mengangguk.

"Iya, namanya Tetsuya, sekelas dengan Akashi-kun dan yang lain.., anaknya pemalu dan berwajah datar.." Mendengar itu, air muka Furihata berubah.

"Se—senpai baik-baik saja, kan?" Tanyanya. Riko mengangkat sebelas alis.

"Apa maksudmu, Furihata-kun? Aku baik-baik saja.." Elak Riko. Furihata mulai merinding, "Ha—habisnya—"

"Di sekolah kita 'kan tidak ada siswa bernama Tetsuya!"

.

.

==TBC==


Ameru : Kuroko, kau mencurigakan *neliti wajah Tetsu pke kaca pembesar*

Tetsu : justru kau yg mencurigakan, Ameru-san…

Ameru : benarkah….? Muu~~ *pundung*

.

Midorima kira2 mo dibawa kemana, ya? Mau dibawa~ kemana~ hubungan kita~~ /malah nyanyi/

Ah, utk para reader smua yg sdh baca, review, fav dan segala2nya, Ameru ucapkan terima kasih :3 , doakan fic ini ga discon _-_

Kuroko : knp discon, Ameru-san?

Ameru : y—yah, soalnya…. *ngelirik tumpukan utang fic yg menggunung*

Kuroko : ah…. *swtdrop*

.

Yak! Sampai jumpa di chapter 004!

SPECIAL THANKS :

NOZOMI RIZUKI 1414 || KUROYUKI31 || || RALLFREECSS || CHWANGKYUH EVIL BERRY || DEVIL.X REINI || KUROSHI SATSUMI || MISAMIME || SHIROHARA YUKINA || SHOUJO RECORD || || NAMIKA RAHMA|| PINGKAN || VANDQ || ELFARIZY || EQA SKYLIGHT || 96RUI || VANILLACHOCO || KUROAMALIA || BROKENWINGS2602 || GOLDEN EYE LASHES || RYCHIZUU ||

==AND YOU ALL!==


SPOILER!—

Mereka berjalan beriringan menuju lorong sepi dan gelap di lantai tiga.

"Oy, Tetsuya, sebenarnya—"

"Khuhuhuhu…"

"Ap—"

"Ada apa, Midorima-kun?"