"Tunggu, " Akashi memberi perintah untuk diam, "Aku juga menciumnya.., baunya.."

"…anyir.." Murasakibara yang sendari tadi diam berbicara.

"KYAAAA!" Terdengar teriakan salah seorang siswi. Akashi dan yang lainnya berlari menyusul teriakan tadi.

"Ada apa?!" Tanya siswa yang lain.

"ITU—"

Mereka semua terbelalak. Ya Tuhan, ini…

"TI—TIDAK—"

"Shintarou.."

.

.

CURSE OF KUROKO

Genre : Tragedy/Mystery

Rate : T…?

Setting : AU!Teiko High

Warnings : Typo(s) , OOC nyelip, gore-nya bkin mual, berpotensi bkin geregetan(?) , de-el-el

.

.

#Happy Reading!

.

.

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

FanFiction © Ameru-Genjirou-Sawada

Semuanya terdiam. Tercekat melihat mayat yang mereka lihat.

Midorima. Itu positif Midorima. Dengan leher yang terteleng kesamping dan masih mengeluarkan darah dari—sepertinya—bekas sayatan benda tajam. Mata Midoria melotot tajam. Seakan mengisyaratkan bahaya. Badannya yang sudah hancur dan berlumuran darah terbungkus dalam jaring yang biasa digunakan untuk menyimpan bola volley, dengan posisi digantung terbalik. Bahkan dari yang bisa dilihat, jari-jari tangan Midorima sudah tidak ada lagi.

Melihat itu beberapa siswi sukses pingsan dan muntah karena tak tahan mencium anyirnya darah. Beberapa guru dan staff yang kaget dan menyadari itu segera memanggil polisi dan membopong siswi yang pingsan.

"Ini….pasti bohong.." Aomine masih memandang tak percaya jasad Midorima yang dibawa oleh polisi. Sementara Kise yang berdiri disampingnya nyaris pingsan.

"Apa maksudnya ini? Setelah Kagami Taiga, kini Shintarou yang kena…" Akashi sulit memutar otaknya disaat seperti ini. Apa yang terjadi diantara mereka sekarang?

"Are? Tetsu-chin tidak ada…" Gumaman Murasakibara membuat Akashi mendongak dan memutar bola matanya. Ternyata benar, Tetsuya tidak ada.

"Kemana…Tetsuyacchi disaat seperti ini—ssu…" Kise masih gemetaran.

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


"Hey, Riko, apa menurutmu ini tidak aneh?" Hyuuga memecah keheningan tatkala sedang memeriksa beberapa artikel yang dikumpulkan siswa kelas satu.

"Hum.., tentang apa, Hyuuga-kun?" Tanpa mengalihkan matanya dari notebook-nya, Riko balik bertanya pada Hyuuga.

"Midorima Shintarou dari kelas 7-C, dan Kagami, mereka sudah menjadi korban pembunuhan misterius, dengan kondisi yang bisa dikatakan mengenaskan.." Hyuuga membaca artikel yang—kebetulan—Izuki yang membuatnya.

"Ya, aku tahu, " Riko membalik halaman notebook -nya, "Aku mengira…, sepertinya ini ada hubungannya dengan 'Kutukan Kuroko' itu.." Ujarnya lagi.

"Kutukan itu lagi?" Hyuuga nampak sewot, "Sudah kubilang itu hanya rumor, mitos.." Dan manik gelap itu kembali membaca artikel mengenai kuliner.

"Rumor.., mitos.., kau selalu saja berpikir realistis.., " Ejek Riko, "Apa kau tahu, di dunia yang luas ini, hal yang seperti itu memang ada..?" .

"…"

"Aku berpikir pasti 'Kuroko' merasa terusik dirinya dicari tahu, " Riko mengacak-acak berkas yang terletak diatas mejanya, "Karena seperti yang rumor katakan, 'Barang siapa mencari tahu tentang 'Kuroko' , sengaja atau tidak, maka kematian akan menghampiri mereka..' , kau mengerti itu, Hyuuga-kun..?" Jelas Riko panjang lebar. Sementara Hyuuga hanya diam sembari menaikkan kacamatanya.

"Termasuk kita?" Pertanyaan itu membuat Riko menoleh kearah Hyuuga.

"Riko, kita klub jurnalistik, juga mencari tahu tentang dia, bukan?" Mata Hyuuga berkilat tajam dibalik kacamatanya, "Berarti kematian itu juga akan mengincar kita, bukan?" Tanyanya lagi.

Riko tidak menjawab. Mata coklatnya sedikit melebar mendengar ucapan Hyuuga itu.

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


Akashi, Kise, Aomine dan Murasakibara duduk saling berhadapan dimeja kantin saat jam olahraga selesai. Wajah mereka nampak keras dan tegang.

"Aku mulai curiga atas apa yang terjadi.." Akashilah yang membuka pembicaraan itu.

Kise diam sambil melihat kebawah. Aomine menatap malas. Murasakibara masih menyesap susu kotaknya.

Kembali hening. Akashi merasa dirinya tumben-tumbennya tidak marah karena tak ada satupun dari teman—anak buahnya—yang tidak menjawab pertanyaan—atau lebih tepatnya pernyataannya. Kepalanya sudah terlalu lelah untuk marah pada kepala-kepala ini.

Manik merahnya menatap Kise yang sendari tadi gemetaran.

"Kau punya pemikiran, Ryota?" Nada itu sukses membuat kepala Kise mendongak.

"Y—yah, itu—"

"…"

"Ja—jangan-jangan, kita sudah dikutuk—ssu!" Akhirnya Kise mengutarakan hal itu.

"Dikutuk?" Aomine menaikkan sebelah alisnya.

"Ingat 'Kutukan Kuroko' yang pernah Riko-san ceritakan?" Dibalas anggukan, "Aku mulai berpikir karena kita mencari tahu tentang rumor waktu itu, sepertinya kutukan itu telah menempel pada kita…" Jelas Kise.

"Apa? Tapi waktu itu 'kan kita hanya penasaran.." Sergah Aomine. Murasakibara berhenti menyesap susunya.

"Mine-chin lupa, ya? Sekalinya mencari tahu tentang rumor itu, kutukan sudah tertempel pada kita…" Jelas Murasakibara. Menambah rasa tegang diantara mereka.

"Haah, ini semua gara-gara jurnalis itu.." Umpat Akashi.

Dan semua larut dalam pikirannya masing-masing.

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


Jam pelajaran tak terasa sudah selesai. Langit yang semula biru cerah, berubah orange kemerahan seraya matahari kembali kesudut cakrawala. Para murid sudah banyak yang pulang sekolah. Namun Riko masih sibuk berkutat dengan jurnalistiknya.

"Haah, sudah selesai.., waktunya pulang.." Lalu Riko menyambar tasnya dan mengunci ruang klub jurnalistik.

Gema sepatu yang menapak lantai sekolah terdengar jelas ditelinga Riko. Wajar saja, sekolah sudah sepi dan sunyi. Jelas suara sekecil apapun dapat terdengar dengan jelas.

TAP

Riko berhenti. Ia menoleh kebelakang. Namun lorong itu kosong dan remang-remang.

"Aneh, " Gumamnya, "Rasanya ada yang mengikutiku…"

Diam sebentar, sepertinya itu memang langkah kakinya. Lalu ia kembali berjalan menuju tangga yang menjadi penghubung lantai 2 dengan lantai 1.

ZRRUUNG

'Eh—?' Riko kembali menoleh kebelakang. Hanya dia, atau atmosfer disekitarnya mendadak dingin.

"Apa yang—UWAAA—" Ucapan Riko terpotong ketika ia merasa terdorong.

Riko jatuh dari tangga dengan kepalanya mengahantam anak tangga dari beton keras itu. Ketika sudah sampai diperpotongan tangga, ia berhenti tergelinding. Darah mengucur dari pelipisnya. Rasanya sakit dan pandangannya kabur.

Saat itulah ia lihat sosok mungil berdiri didepannya. Matanya tak bisa menangkap bayangan itu dengan jelas. Dan sepertinya, bayangan itu memegang tongkat baseball.

Tatapan datar itu…

"Kuroko…kun…?"

Bayangan itu mengangkat tinggi-tinggi tongkat baseball itu.

BUAAGH

.

.


Akashi menoleh kilat dan menatap langit sore kala itu. Murasakibara yang berjalan dibelakangnya sambil memakan pockienya mendadak berhenti berjalan.

"Ada apa, Aka-chin?" Mata tajam itu menerawang jauh.

"Tidak, ayo cepat, Atsushi, waktu seperti ini, apapun bisa terjadi." Akashi dengan cepat melangkah maju. Akashi sudah merasakan atmosfer yang menekan itu.

Murasakibara yang baru sadar segera berlari kecil menyusul Akashi yang sudah agak jauh didepannya.

Pemuda jelmaan titan itu tidak menyadari sosok kehitaman yang ada di persimpangan lorong.

"Tunggu, Aka-chin, tunggu aku—"

WUUNG

ZRAAAT

Akashi membeku ditempat. Mendengar suara itu, dengan cepat ia menoleh kebelakang.

BRUK

"Atsushi..?"

==TBC==


Kali ini korbannya dua! Karena bosen bkin korbannya tu2 yg berujung ficnya pendek, tak bkin aj dua.. dan utk Seirin yg nyempil, ane hny akan hadirkan Kagami [sudah dead-out] , Riko & Hyuuga saja =w=)a

Lalu, ad lgi, mengenai spoiler & cerita asli, ad 1 kalimat yg ane hilangkan, yaa.., gomen ne!

Oke! Sampai jumpa di chapter 006!

SPECIAL THANKS :

NOZOMI RIZUKI 1414 || KUROYUKI31 || || RALLFREECSS || CHWANGKYUH EVIL BERRY || DEVIL.X REINI || KUROSHI SATSUMI || MISAMIME || SHIROHARA YUKINA || SHOUJO RECORD || || NAMIKA RAHMA|| PINGKAN || VANDQ || ELFARIZY || EQA SKYLIGHT || 96RUI || VANILLACHOCO || KUROAMALIA || BROKENWINGS2602 || GOLDEN EYE LASHES || RYCHIZUU || SCARLETJACKET || .5 || THALIA TETSUNA || LOLICONKAWAII || FLOW LOVE || MIHARU || SALMAASUKA || KITAMI MISAKI || XOXO-VANILLA || RA CHAN243 ||

==AND YOU ALL!==


SPOILER!—

"HANYA TINGGAL KITA BEREMPAT DAN HYUUGA-SAN SAJA—SSU!

"Tenanglah, Ryota."

"Apa Tetsu tahu tentang 'Kutukan Kuroko' ?"

"Tidak tahu, tidak pernah dengar."

"Kise-kun, bisa tolong kemari.."

"Bagus."

CHAPTER 006 ON-GOING—!