"Jangan anggap remeh, Daiki, ini perintah." Akashi tak kalah gusar mendengar jawaban Aomine. Terkesan tidak serius.

"Aku tahu, cukup, Akashi.." Aomine pun berjalan menuju zebracross. Akashi hanya menatap datar.

"Awas, nak!" Seorang bapak-bapak menghardik kearah Aomine. Akashi yang terkejut mengedarkan pandangannya kesekitar.

CKIIIT

O-oh, tidak. Ada sebuah truk yang melaju tidak terkendali. Dan dijalan sana hanya ada Aomine.

"DAIKI! MINGGIR!" Hardik Akashi keras. Cukup keras hingga Aomine menengok.

"Haah, apaan si—"

BRAAK

.

.

CURSE OF KUROKO

Genre : Tragedy/Mystery

Rate : T nyerempet M

Setting : AU!TeikoHigh

Warnings : Typo(s) , horror, gore, OOC nyelip, slight AkaKuro, bahasa berantakan, alur balapan, sho-ai detected, de-el-el

.

.

#HappyReading!

.

.

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

FanFiction © Ameru-Genjirou-Sawada

BRAAK

BRUUK

"KYAAAA!"

"ADA ORANG TERTABRAK!"

Akashi tidak bisa bergerak. Ia hanya mendengarkan teriakan orang-orang yang terkejut melihat peristiwa didepan mereka ini.

Aomine. Tertabrak truk itu dan terpental sejauh beberapa meter. Bisa Akashi lihat darah yang semerah rambutnya mengalir dari dalam tubuh Aomine. Seketika datanglah ambulance dan membawa jasad Aomine ke rumah sakit.

"Hei, bukankah itu murid SMA Teiko?"

Sayup-sayup Akashi dapat mendengar ibu-ibu berbisik-bisik tentangnya.

"Iya, itu seragam SMA Teiko.."

"Aku dengar telah terjadi beberapa kasus pembunuhan disana.., mengerikan.."

"Benarkah? Sungguh mengenaskan.."

Akashi tidak dapat mengelak. Tidak bisa menyalahkan ibu-ibu itu yang bergossip ria tentang dia dan teman-temannya. Ini semua karena rasa ingin tahu mereka, berujung pada hal yang seperti ini.

Akashi memutuskan untuk menyusul ke rumah sakit, melihat keadaan Aomine sekaligus meminta maaf kepada keluarganya. Sesaat sebelum ia melangkahkan kakinya pergi, manik heterochrome-nya menangkap satu sosok diantara orang-orang diseberang jalan.

"…Tetsuya..?"

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


Telah terjadi perisitiwa tabrak lari diperempatan jalan xxx dipusat kota. Korban diketahui adalah seorang siswa SMA Teiko. Saat ini pelaku penabrakan masih dimintai keterangan, dari hasil keterangan diketahui—

Akashi segera mengganti channel berita malam itu dengan channel lain. Ia agak terkejut karena berita Aomine tertabrak akan menyebar ke awak media. Yang jelas, semoga besok tidak ada satupun dari pihak media mendatangi sekolahnya. Kalau iya, dijamin akan Akashi usir dengan gunting-guntingnya.

Masalahnya adalah, hanya tinggal ia dan Hyuuga saja. Cepat atau lambat, salah satu—atau bahkan keduanya—akan segera dijemput kematian. Akashi benci mengakui ini, tapi ia takut mengetahui kenyataan ini. Ia, orang yang absolute dan selalu benar ini, mati hanya karena sebuah kutukan konyol? Rasa heran, sedih, sekaligus marah bercampur dalam dada Akashi.

'Dan sebelum aku mati, aku akan membongkar siapa 'Kuroko' itu…' Batin Akashi.

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


Akashi hanya duduk termenung sambil membolak-balikkan halaman novelnya. Ia mengedarkan pandangannya keseisi kelas. Waspada kalau-kalau—

"Akashi-kun." Oh, Akashi kira siapa. Sial, Akashi selalu saja tidak bisa menebak kemunculan Tetsuya.

"Tetsuya, auramu memang tipis.." Cibir Akashi. Tetsuya hanya diam dan mengambil kursi didepan Akashi.

"Kemana yang lain, Akashi-kun..?" Pertanyaan bodoh, Tetsuya. Apa kau tidak mengetahui berita semalam..?

"…" Akashi tidak menjawab. Maniknya masih berkutat dengan buku yang ia baca.

"Akashi—"

"Akashi!" Panggil seseorang dari kejauhan. Akashi melirik sedikit, itu Hyuuga.

"Maaf Tetsuya, nanti lagi kita bicarakan." Lalu Akashi pergi menyusul Hyuuga. Hyuuga meminta Akashi untuk mengikutinya.

Sementara Tetsuya hanya terdiam. Diam dengan raut wajah yang sulit ditebak.

.

.


"Aku sudah dengar beritanya. Nampaknya, tinggal kau dan aku saja.." Tutur Hyuuga. Akashi masih diam dengan wajah datar.

"Hyuuga-san, aku berat mengatakan ini, tapi sudah tidak ada jalur lagi bagiku untuk menghindar.." Akashi angkat suara. Hyuuga masih diam, menyilangkan tangannya didepan dada.

"Kau menyerah?" Mata Hyuuga memincing tajam. Sementara Akashi tetap diam.

"Aku tidak percaya kau menyerah semudah itu, " Tawa meremehkan keluar dari mulut Hyuuga, "Heh, kalian semua memang terlalu pasrah. Aku, tidak akan terkena kutukan itu..!" Sahutnya penuh keyakinan.

Akashi memincing tajam, "Kau yakin, Hyuuga-san..?"

"Tentu saja!" Sahutnya, dengan nada yang makin meninggi, "Kalau kau menghindar dalam permainan ini, 'Kuroko' itu pasti tidak akan menangkapku!"

Dangkal? Tentu saja. Itu pikiran anak kecil. Akashi tahu, ia dan mantan teman seperjuangannya sudah berusaha keras untuk menghindar dari permainan ini, tapi apa daya, big boss berhasil menangkap dan mengalahkan mereka.

"…sekalipun kau sudah dicap oleh 'Kuroko' …" Gumam Akashi pelan. Beruntung Hyuuga tidak mendengar gumamannya tadi.

"Kalau begitu, Hyuuga-san, semoga berhasil…" Akashi lalu berbalik meninggalkan Hyuuga. Ia tidak ingin berlama-lama lagi dengan orang bodoh. Toh emperor eyes-nya mengatakan, kalau sebentar lagi, Hyuuga Junpei akan dihabisi oleh 'Kuroko' .

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


"Akashi-kun, tadi itu siapa..?" Tanya Tetsuya melihat kedatangan kembali Akashi. Akashi hanya mendelikkan bahu acuh.

"Salah satu senpai. Kami…kenalan.." Jelas Akashi. Tetsuya hanya menggumam.

"Tetsuya."

"Ya, Akashi-kun..?"

"…kau melihat kejadian kemarin..?" Akashi kini balik bertanya. Sinar dalam matanya menyorotkan tanya dna curiga. Tetsuya hanya diam dengan tetap pada deadpan face-nya.

"Kejadian kemarin?"

"Aku melihatmu ada diseberang jalan kemarin, " Ujar Akashi, "Dan dihari dimana Ryota ditemukan tewas, aku ingat kau ada ditempat yang sama dengan tempat yang Ryota tuju.." Tambahnya.

Mendengar itu, ekspresi Tetsuya mengeras—walau tidak terlihat.

"Akashi-kun, kau mencurigaiku..?" Tanyanya. Akashi mendengus.

"Aku tidak mencurigaimu.., aku hanya menyatakan fakta." Tukas si surai merah. Tepat saat itu, guru yang mengajar sudah datang.

Tetsuya hanya terdiam. Ekspresinya menggelap.

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


Selama pelajaran sejarah, Akashi tidak fokus. Matanya tetap tertuju pada Tetsuya yang duduk diseberangnya. Ada yang aneh dengan gelagat Tetsuya, ia seperti menyimpan sesuatu yang Akashi tidak tahu.

'Ekspresinya tadi..memang mencurigakan..' Batin Akashi.

Ia lirik lagi. Tetsuya tetap fokus pada papan tulis didepan. Manic biru aquamarine-nya menatap kosong dan datar. Akashi sejak awal memang aneh, tidak ada yang tahu keberadaan Tetsuya, bahkan ada yang mengatakan tidak ada yang bernama Tetsuya. Semakin menambah kecurigaan Akashi.

Menghela napas panjang.

'Akan kucari tahu..' Batin Akashi mantab.

.

.


~~~CURSE OF KUROKO~~~


Kini matahari yang semula bertengger tinggi kembali ke peradabannya. Menembus cakrawala yang luas. Menghadirkan semburat orange yang meneduhkan. Disini, Akashi terdiam disebuah bangku panjang didepan lapangan basket sekolah. Tangannya ia silangkan didepan dada, seakan menunggu seseorang—atau sesuatu.

HYUU

Sepi. Hanya ada Akashi dan angin yang memecah keheningan. Tapi, anginnya aneh, terasa…lebih dingin—

'Tetsuya.' Akashi menyirengai senang tatkala melihat sekelabat bayangan Tetsuya berjalan melewatinya. Wajahnya agak gelap dikarenakan bayangan pepohonan yang jatuh mengenai wajahnya.

Dengan cepat dan hati-hati, Akashi mengikuti Tetsuya masuk kedalam gedung sekolah. Terus, berjalan melewati lorong dan kelas-kelas yang kini telah kosong dan sepi. Akashi makin mempercepat langkahnya.

'Sial.' Akashi merutuki Tetsuya yang—entah mengapa—kini berjalan lebih cepat, makin cepat, hingga bayangannya tiba-tiba menghilang dibelokan koridor.

"Apa..?" Akashi tidak mempercayai apa yang matanya lihat. Fisik Tetsuya itu lemah, tapi dia bisa secepat itu menghilang dari pengawasannya. Benar-benar aneh.

"HUWAA!"

Akashi tersentak. Ia kenal suara itu.

"Hyuuga-san!" Akashi dengan cepat berlari menuju sumber suara itu. Tak jauh dari Akashi, ia berbelok lagi, dan mendapati,

Hyuuga sudah tewas.

Dengan luka tusuk dikedua matanya. Tampak pisau yang menusuk kedua matanya masih tertancap dikedua bola matanya. Dan beberapa buah pisau tetancap ditubuh Hyuuga—termasuk jantungnya.

Akashi menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Ini menjijikkan. Apa 'Kuroko' itu akan menghabisinya sekarang juga?

Atau—

"Ah, kau datang, Akashi-kun.." Suara yang sangat Akashi kenal mengudara disekitar lorong itu. Sosok yang sangat Akashi kenal, muncul dari balik bayangan lorong.

Akashi menggeram kesal, "Tetsuya."

Tetap pada pandangan datarnya yang menyebalkan, ia jatuhkan sebilah pisau yang berlumuran darah itu. Menimbulkan bunyi 'trang' yang cukup keras.

"Aku tidak menyangka Akashi-kun akan menyerahkan diri secepat ini.." Tutur Kuroko. Akashi tetap diam.

"Aku seharusnya sudah menyadari ini sejak awal, Tetsuya." Balas Akashi—dengan suara yang tidak kalah datar. Tetsuya masih diam pada posisinya.

"Sudah terlambat, Akashi-kun, " Aura disekitar mulai menggelap, "Kau sudah beraninya mengusikku.., inilah akibatnya.."

"Tet—" Belum sempat Akashi bicara, Tetsuya sudah hilang dari pandangannya.

SRING

"Sayonara, Akashi-kun."

"Apa—"

WUUT

CRAAT

"UARGH!"

Sore itu, burung-burung gagak berterbangan dengan gembira.

.

.

.

.

.

.

Five years later…—

Dua orang siswi tengah bercakap-cakap sambil berjalan menyusuri halaman sekolah.

"Eh, apa kau tahu tentang rumor ke-13 SMA ini..?" Tanya seorang kepada yang lain. Orang kedua segera membekap mulut temannya itu, dan memandang kesekeliling.

"Sssh, kau ini, jangan berbicara tentang itu..!"

"Are? Kenapa?"

"Kau tidak tahu? Lima tahun lalu, terjadi pembantaian besar-besaran para pencari 'kutukan' itu. Ini semua, karena si 'Kuroko' itu.." Jelas siswi yang kedua.

"Benarkah?"

"Iya. Makanya, kita jangan bicarakan ini lagi. Nanti kita bernasib sama seperti mereka.." Bisik siswi kedua. Temannya hanya bisa mengangguk mengerti.

Mereka pun berjalan kembali. Mereka tidak menyadari ada sesosok bayangan dibalik gudang tengah tersenyum licik.

"Khuhuhu, nah, sekarang, siapa lagi korbannya~?"

_FIN_


Sudah tamat! Sudah tamat! \(=w=)/

Trima kasih telah membaca fic ini, yg review, fav, de-el-el, terima kasih! *peluk cium* *ditampol*

Sampai jumpa di fic Ameru laennya!

SPECIAL THANKS :

NOZOMI RIZUKI 1414 || KUROYUKI31 || || RALLFREECSS || CHWANGKYUH EVIL BERRY || DEVIL.X REINI || KUROSHI SATSUMI || MISAMIME || SHIROHARA YUKINA || SHOUJO RECORD || || NAMIKA RAHMA|| PINGKAN || VANDQ || ELFARIZY || EQA SKYLIGHT || 96RUI || VANILLACHOCO || KUROAMALIA || BROKENWINGS2602 || GOLDEN EYE LASHES || RYCHIZUU || SCARLETJACKET || .5 || THALIA TETSUNA || LOLICONKAWAII || FLOW LOVE || MIHARU || SALMAASUKA || KITAMI MISAKI || XOXO-VANILLA || RA CHAN243 || THE RED BLOODY SCISSORS || VALENCIAKIARA00 || HOTORI HANA || KIRIKA || AKASHIKI KAZUYUKI || YUURI-PYONN || DENODEN || LAWHIVE || ANDREA SKY || CPAVITA13 ||

==AND YOU ALL!==

"Jangan sekali-kali mengusikku, kalau sampai, maka kutukan ini akan menempel padamu.." —Curse of Kuroko

~~~CIAOSSU!~~~