Chapter 2 : rasa yang tiba
ichigo secepat bershunpo ke rumahnya dan memasang gigainya kemudian melesat tanpa arah, tiba tiba saja ia berhenti ditengah jalan "sial'kenapa aku kebingungan, aku harus membelikannya apa , tipe wanita seperti dia sukanya apa? "Tanya ichigo pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba saja ichigo mendapatkan ilham yang entah dari mana, yang membuatnya berfikir untuk membelikannya kue brownies (brow gue manis kan…halah garing….) tak tanggung – tanggung ichigo langsung berlari ke toko kue yang cukup terkenal di kota karakura.
Setelah sampai disana ichigo meihat deretan kue-kue di dalam etalase untuk mencari kue yang dicarinya, lama memandangi kue-kuedi etalase ichigo malah bingung sendiri "brownies itu kayak gimana sih, dari dulu Cuma pernah denger namanya g' pernah liat bentuknya apalagi dimakan…hahh" gumam ichigo dalam hati.
Kemudian sang penjual bertanya pada ichigo "mau beli kue ya mas?".
"yai yalah masa mau beli bapak"ucap ichigo kesel.
Sang penjual hanya tersenyum "kalau boleh tau, emangnya mau beli untuk siapa?" Tanya sang penjual lagi.
"buat temen" jawabnya singkat
"temennya cewek to cowok mas?" Tanya sang penjual lagi.
Ichigo makin kesal dibuatnya "cewek" teriak ichigo dengan keras menggunakan loudspeaker orang demo yang entah dapet dari mana.
Si penjual pun hanya ber oh ria "bagaimana kalau saya yang pilihin" ucapnya.
"boleh deh" ucap ichigo
Lalu si penjual masuk ke dalam dapur di tokonya setelah 15 menit si penjual keluar dengan sebuah kotak yang di pegangnya dan langsung menyodorkannya "ini kuenya mas"
"hah ini kue apa "ichigo berniat membukanya tapi tangannya ditepis sang penjual "jangan di buka mas"ucap si penjual.
"memangnnya kenapa pak, kok g' boleh sih siapa bapak bohongin saya trus kadonya bukan berisi kue tapi bom"ucap ichigo dengan polosnya
"dasar anak cerewet , ini toko terkenal tau, pokoknya saya jamin mas g' akan nyesel bla bla bla bla" ucap si penjual panjang lebar memuji barang dagangannya.
Ichigo pun lemas mendengarnya, dan mengelap wajahnya yang penuh ludah sang penjual "iya dech saya beli, berapa" ucap ichigo sambil mengeluarkan dompetnya yang tipis menyedihkan.
"sudahlah untuk mas gratis deh" ucap si penjual.
"bener ni" ucap ichigo heran
"ho'oh" ucap si penjual
Raut wajah ichigo pun bercahaya sampai sampai sang penjualpun harus sedikit memalingkan wajahnya karena diterpa sinar wajah ichigo' selain itu idhigo masih terlihat bengong sambil tersenyum dengan mulut menganga , ia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya sebuah kata yang sangat-sangat bahkan terlalu membahagiakan dirinya , kata itu kata yang selalu bisa menenangkan hatinya dan menentramkan jiwanya oh sungguh kata yang indah didengar "gratis I love you " ucap ichigo dalam hati dasar lebai…
Kemudian tanpa basa basi ichigo bersujud di depan si penjual dan berterima kasih yang sebesar besarnya karena telah menyelamatkan hidupnya lalu tanpa basa basi ichigo melesat ke rumah urahara
Di rumah urahara
"aku kembali"teriak ichigo,
"ohhhh ternyata kau sudah kembali"ucap urahara.
"oooii ichigo apa kau sudah membeli hadiah untuk soifon"teriak yoruichi yang entah dari mana
"ya..ya… sudah kok" ucap ichigo
"emangnya kau beli apa untuknya ichigo"Tanya urahara.
"berisik, rahasia tau, lebih baik kau siapkan gerbangnya" ucap ichigo.
Urahara hanya tersenyum "jadi rahasia ya,…. ya sudah itu gerbangya sudah terbuka, cepat sana sebelum tertutup lagi" ucap urahara.
"okay…..lets go"ichigo langsung masuk ke gerbang penghubung dunia roh dan dunia nyata tersebut.
Di komunitas roh
Ichigo POV
Hahhhh sudah lama sekali aku tidak kesini, ternyata tempat ini tidak berubah sama sekali tetap saja terlihat kuno, bagaimana dengan rukia ya, apa dia juga masih kuno kayak dulu …haha…haha…, aku kangen sekali dengannya, nanti aku harus mengunjunginya, tapi sebelum itu aku harus mengantarkan ini pada soifon…..
Normal POV
Ichigo yang tanpa basa basi langsung bershunpo menuju ruangan batalion 2 yang tidak lain adalah ruangan soifon.
Sesampainya dia disana ichigo yang tadinya berniat masuk dengan baik-baik ternyata mengendap endap sambil mengintip soifon yang terlihat sedikit berbeda , bagaimana tidak heran melihat seorang soifon yang galak,kuat,tegas,dan tak pernak terlihat seperti wanita lazim ternyata sedang bersolek di depan cermin ,memutar mutar badannya sambil sesekali tersenyum seperti orang gila, ichigo yang terpana melihan pesona soifon hanya terdiam melotot , dalam hatinya ia hanya mampu berkata "cann….tik sekali, baru kali ini aku melihatnya seperti ini ternyata aku baru menyadari wanita seram ini ternyata cantik sekali"…"glek" suara krongkongan ichigo yang menelan ludahnya.
Tapi naas seseorang dari belakang menodongkan pedang tepat di krongkongan ichigo yang membuat ichigo menahan ludah untuk kedua kalinya .
Ichigo memutar sedikit kepalanya kepelakang untuk melihat orang yang menghunuskan pedang tepat dilehernya, ichigo terkejut karena orang itu adalah soifon yang mukanya terlihat seram dan memancarkan hawa membunuh "apa yang kau lakukan disini kurosaki ichigo?" ucap soifon geram.
"hehehe titttt…..dk ada apaapppppa kok hhhaaaanya saaaaaa…." Ucap ichigo terbata bata
"diam….." soifon memotong kata-kata ichigo "jangan banyak alasan "aku tanya…appppa kkkaaaaaaau tadi mmelihatnya" ucap soifon terbata-bata karena malu.
"iyyyya….maaf tapi akkkku tidak sengaja "ucap ichigo menyesal.
"tidak ada maaf-maafan, karena kau sudah melihatnya maka kau tidak boleh keluar dari sini hidup-hidup" ucap soifon kesal.
"appppppppa, kau kejam sekali" ichigo ketakutan dan menggunakan shunponya untuk meloloskan diri dari todongan soifon dan berhasil.
soifon yang menyadari ichigo lolos, ia langsung menggunakan shunponya untuk mengejar "jangan lari kau shnigami brengsek " ucap soifon marah marah .
"hey kau kejam sekali masa gara –gara hal seperti itu kau mau membunuhku" balas ichigo.
soifon yang tidak peduli dengan kata-kata ichigo terus mengejar dan melancarkan serangan pada ichigo sedangkan ichigo yang merasa harus menyelesaikan kesalahpahaman hanya menghindar sambil menjelaskan kata-kata yang tidak pernah dipedulikan soifon.
"hey kau ini apa-apan sich,aku kan tidak sengaja"ucap ichigo sambil menghindari serangan soifon.
"kau tidak akan memaafkanmu,sebaiknya kau tutup mulutmu dan lawan aku" ucap soifon sambil melancarkan serangan.
"aku tidak mau melawanmu, apa untungnya buat ku" ucap ichigo sambil mengelak
"kalau begitu mati lah dengan pasrah" soifon mulai geram dan mengeluarkan shikainya.
"appppaaaa kau serius mau membunuhku, kejam sekali itu kan masalah sepele" ucap ichigo yang mulai khawatir dengan keadaan yang mulai memanas.
"sial dia seram sekali sekarang beda banget dengan pemandangan yang kulihat sebelumnya, manisnya minta ampun" gumamnya dalam hati.
"tunggu dulu soifon…aku minta maaf dengan hal tadi, aku janji tidak akan memberitahu siapa-siapa, ini rahasia kita berdua, lagi pula aku kesini bukan bermaksud untuk melakukan hal itu, aku kesini karena yoruichi yang menyuruhku" ucap ichigo mantap
"nonnnnna yoruichi, untuk apa ia menyuruhmu kesini" ucap soifon yang mulai tenang.
"dia menyuruhku mengantarkan ini" ucap ichigo yang mulai mendekat dan meletakkan 2 kotak yang dibawanya ke lantai lalu ia kembali bershunpo ke belakang untuk berjaga jaga.
"apppa ini?"balas soifon.
" itu hadiah ulang tahun untukmu dari yoruichi, hehehehe selamat ulang tahun ya" ucap ichigo sambil senyum senyum.
"selamat ulang tahun katamu " ucap soifon sambil menatap ichigo dengan tatapan membunuh.
"sebaiknya kau menarik kembali kata katamu itu sebelum aku …" soifon mengeluarkan bankainya.
"tuuuutttutuunggu dulu, memangnya aku salah ya" ucap ichigo terbata bata
"kau salah besar shinigami pengganti, aku tidak suka dikasihani apalagi dengan kata kata seperti itu" ucap soifon sambil menunduk memegang pedangnya yang dalam kondisi bankai.
Ichigo hanya menunduk "hahahah ternyata kau wanita yang sensitif sekali dengan hal yang berbau kepedulian, hah sudahlah soifon jangan menutup dirimu seperti itu untuk orang lain, aku tau kau seorang kapten tapi apa harus kau bersikap seperti itu bahkan untuk seseorang yang peduli padamu, maaf jika aku menceramahi seorang kapten hebat sepertimu, tapi sepertinya kau harus mengerti tentang dirimu sendiri, kau harus mencoba membuka diri untuk orang lain dengan itu kau tidak kesepian lagi dan tidak bersikap aneh seperti ini karen kau bisa membagi semua perasaan ujka maupun pada orang lain dengan itu aku yakin perasaanmu akan lebih tenang dan kau bisa melupakan masa lalu mu yang tidak menyenangkan" ucap ichigo dengan wajah serius.
"ddddiam kau, apa yang kau tau tentangku"ucap soifon pelan yang terlihat menunduk.
" aku tau, aku tentangmu , tentang masa lalumu , dan semua hal tentangmu….,kkkkarena yoruichi yang memberi tahuku" ucap ichigo
Tiba tiba saja soifon melancarkan serangan bankainya yang seperti rudal dan boooooommm ichigo meledak….."dddddasar bodoh sudah kubilang padamu kau diam saja, karena kau tidak akan mengerti tentangku " ucap soifon dengan berlinang air mata.
"aku peduli padamu soifon …..aku peduli" sebuah suara terdengar dari asap ledakan yang tidak lain adalah milik ichigo, ichigo berdiri kokoh dengan mode bankainya sambi tersenyum.
"kkkkkkau" kata kata soifon terpotong karena sebuah pelukan mendarat pada tubuh mungilnya.
"kkkkkkau kkkkenapa" soifon tidak bisa melanjutkan kata-katanya, ia kemudian membalas pelukan ichigo denga diiringi isak tangis .ichigo tersenyum "menagislah soifon menangislah, lepaskan semua kesedihanmu,maka dengan itu ku bisa tenang" entah kenapa ichigo merasakan ketenangan yang luar biasa ia merasakan sesuatu yang lebih dari sekedar kepedulian.
"kkkkenapa kau melakukan ini ichigo?" ucap soifon pelan yang masih pada posisi berpelukan
"karena aku peduli padamu" ucap ichigo mantap tapi sebenarnya ingin mengatakanhal yang lebih dari itu, yaitu sebuah perasaan yang entah datangnya dari mana
"apa hanya karena itu" soifon sedikit kecewa dan melepaskan pelukannya.
"mmmmaksudmu" ucap ichigo
"aaaaaaku " ucap soifon yang tidak bisa melanjutkan kata katanya
"kkkkkenapa soifon" ucap ichigo bingung.
"aaaaaku ingin kau tetap disini bersamaku, aaaku ingin terus bersamammu,aaaaaaaku mencintai mu ichigo"teriak soifon sambil menangis ,entah setan dari mana yang mempengaruhinya sehingga berani mengungkapkan perasaan yang sudah ia pendam sejak dulu sejak pertemuannya saat menangani kasus bangsawan rurichiyo.
Ichigo memegang dagu soifin dan sedikit mendongakkannya , lalu dengan pelan dan berani ia mencium mencium bibir soifon sedangkan soifon hanya terdiam dengan muka yang memerah "aku tidak akan meninggalkanmu soifon, karena aku juga mencintaimu" ucap ichigo yang akhirnya menyadari bahwa perasaan lebih dari sekedar kepedulian itu adalah cinta.
" oya …. aku juga membawakan hadiah untukmu, maaf kalau aku hanya mampu membelikan kue dari dunia nyata, aku tidak punya apa-apa untuk membelikanmu hadiah yang lebih pantas"
Soifon tersenyum"kenapa kau minta maaf ichi, kau telah memberikanku hadiah terhebat dalam hidupku yang tak akan ada tandingannya"
Ichigo hanya membalasnya denga senyuman.
Lalu mereka terdiam sejenak sambil memandang wajah satu sama lain yang diakhiri dengan ciuman panas yang saling sedot menyedot air liur dengan lidah yang saling bertarung di dalam mulut…..ih menjijikkan….
end
Akhirnya selesai juga prolognya nantinya saya akan buat lanjutan untuk soichi pada cerita yang lainnya tapi dengan rate M hehehehhe anak kecil g' boleh baca….
Sebelumnya maaf ya loq banyak typo and ceritanya yang sangat gaje…..hehehe maklum anak baru
Sampai bertemu di cerita selanjutnya…
