Live!

By. Hikari 'The Princess Blue'

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Rated : T

Pair : Rumit

Genre : Romance

Summary : Mereka terjerat pusaran hidup yang menggelora. Terperangkap dalam perasaan sendiri. Terjebak dan tak dapat menyangkalnya. Tak bisa menghindar. Dan sampai saat itu tiba, akankah mereka masih dapat mempertahankan eksistensi-nya di dunia Entertainment?

Minna, ini fic kedua saya. Setelah melihat review dari kalian, sudah saya putuskan untuk membuat Sakura sebagai tokoh utama. Arigatou karena udah ngasih saran lewat review.

Enjoy for reading! ^^

===000===

Chapter 1

Sehari setelah konser besar The Rustle yang meraih kesuksesan gemilang, para personilnya mendapat jatah libur satu hari untuk beristirahat sebelum persiapan untuk konser di beberapa televisi swasta secara live. Libur merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh semua personil. Walaupun hanya satu hari. Satu hari untuk melepas lelah. Satu hari untuk sejenak melupakan kilau lampu sorot dan kamera-kamera yang terus merekam apapun aktivitas mereka. Inilah salah satu ketidaknyamanan dari menjadi seorang bintang. Kau akan membiarkan semua orang tahu semua urusanmu, pikiranmu, dan kehidupanmu. Seakan para kuli tinta itu tidak ada hentinya untuk menelanjangi kehidupan pribadi seorang artis. Menyebalkan memang. Itulah resiko yang harus mereka berempat tanggung.

Salah satu dari mereka berempat memutuskan untuk pulang ke tempat tinggalnya yang sekarang. Sasuke Uchiha. Untuk menghindari fans-nya yang mengerikan, dia memutuskan berbaur dengan lingkungan dan menyembunyikan identitasnya sebagai Sasuke Uchiha. Sekarang dia tinggal di sebuah apartemen kecil di dekat kantornya. Dia melangkah menuju pintu apartemennya. Dandanannya berbeda dengan Sasuke yang biasanya. Jika disini, dia memakai kacamata yang lensanya kotak. Yaa, walaupun kacamata itu sangat tidak berhasil dalam menyembunyikan wajah tampannya.

"Hey, Akira-kun. Tumben hari ini kau pulang," kata seorang perempuan berambut pink yang merupakan tetangga sebelahnya. Apartemen Sasuke ada dilantai dua dan bersebelahan dengan apartemen perempuan pink itu. Apartemen mereka ada pada satu atap. Pintu apartemen mereka pun bersebelahan. Oh iya, ada satu hal lagi. Untuk menutup identitasnnya sebagai seorang bintang, disini Sasuke merubah namanya menjadi Akira.

"Kau juga baru pulang, Sakura?"

"Aku baru pulang kuliah. Akira-kun sudah makan?"

===0000====

Sasuke POV

Aku melangkah masuk ke apartemenku setelah makan malam bersama di apartemen Sakura. Well, sudah setahun aku mengenalnya sebagai tetanggaku. Aku menyembunyikan identitasku dan tidak memberi tahu siapa pun tempat tinggalku yang sekarang. Dan ku akui dia satu-satunya perempuan yang bisa dekat denganku. Kau tahu, tidak banyak yang bisa tahan dengan sikap dingin dan kasarku. Sakura berusia 18tahun, sama denganku. Sakura juga kuliah di kampus yang sama denganku. Hanya saja aku menempati kelas khusus yang jadwalnya hanya pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Selebihnya hari-hariku sibuk dengan urusan band. Walaupun aku menjadi seorang bintang, aku juga tidak mau berhenti kuliah. Pendidikan itu nomor 1 bagiku dan keluargaku.

Mengenai hidupku yang sekarang, kurasa ada sedikit perubahan. Aku rasa hidup dengan memegang teguh realitisme juga bukan hal yang terlalu baik. Ada kalanya aku harus memahami sesuatu yang tidak realistis seperti sebuah perasaan yang kini aku rasakan. Dalam perasaanku, intuisiku yang lebih berperan. Entah kenapa aku tidak bisa memprediksinya. Ada sesuatu yang lain dalam diriku.

Err, taulah jika kau menginginkan seseorang yang entah mengapa kau menginginkannya. Dalam sekejap, secara logika, kau juga akan berfikir bahwa hal itu bukan hal yang realistis. Owh! Sekali lagi mungkin aku dapat membayangkan ketika semua hal yang ku sebutkan tadi terjadi padaku. Ku rasa otakku benar-benar sedang kacau.

Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kini ku rasakan. Ada perasaan aneh saat aku menatap gadis pink itu. Dan beberapa bulan ini aku sadar kalau aku menginginkannya. Entahlah… ekspektasiku buruk. Ugh! Sekali lagi ku katakan kalau ini buruk! Buruk sekali!

Hatiku berkhianat! Otakku mulai berkonfrontasi dengan intuisiku. Uh! Sakarang sepetinya cupid-cupid itu memanahku. Aku seperti hampir gila rasanya. Ok! Berkali-kali aku tekankan, mengapa harus dia orangnya? Kenapa aku harus merasakan perasaan seperti ini padanya. Ini seperti bukan diriku saja!

'Sasuke, kau menggelikan dan memalukan!' umpatku pada diriku sendiri.

Ini pertama kalinya dalam hudupku. Kutekankan, ini PERTAMA KALI dalam hidup seorang Sasuke Uchiha. Ya! Diriku! Sasuke Uchiha yang tidak pernah memikirkan orang lain selain dirinya sendiri. Dan sekarang aku harus mengakui ada yang aneh dalam hidupku. Aku bisa merasa sangat gelisah hanya dengan membayangkan wajah gadis itu. Ayolah! Siapa pun tahu aku bukan orang yang terbiasa memikirkan orang lain. Apa lagi melamun dengan gelisah seperti ini. Ini jelas bukan gayaku.

Wajah gadis itu seakan terus mengintimidasiku untuk terus membayangkannya. Aku benci mengakuinya! Tapi inilah yang aku rasakan. Memalukan memang melihat diriku sendiri tiba-tiba merasa lemah hanya ketika berada di depan gadis itu. Sihir apa yang dia punya untuk merubahku menjadi takluk dengan pesonanya yang begitu sederhana? Atau malah kesederhanaan dan kebaikan hatinya yang mampu membuatku luluh?

Aku tidak bisa tidur. Aku semakin gelisah. Dan ada banyak perasaan yang tidak aku mengerti. Perutku mual! Aku mulai muak dengan hatiku! Apa yang terjadi dengan diriku? Gadis itu seperti menjajah pikiranku. Tak sedetik pun dia biarkan aku untuk mengingat orang lain selain dia. Kami-sama, perasaan apa ini? Jika tidak melihatnya, rasanya tersiksa. Sangat tersiksa. Apa kau merasakan hal yang sama denganku, Sakura?

===000===

Normal POV

Sakura mengunci apartemennya. Sepertinya dia akan keluar rumah. Bersamaan dengan itu, Sasuke juga akan keluar rumah untuk membuang sampah. Sasuke membawa sekantung sampah yang akan dia buang ditempat sampah utama yang terletak di lantai bawah.

"Akira-kun? sedang apa?" kata Sakura.

"Buang sampah. Malam-malam begini, kau mau keluar?"

"Iya, aku ada janji dengan teman. Err, Akira-kun kenapa? Wajahmu terlihat pucat,"

"Mungkin hanya kurang tidur,"

"Ku pikir kau terlalu banyak memikirkan sesuatu. Apa kau sedang ada masalah?"

'Ya! Dan kaulah masalahku, Sakura!' jawab Sasuke dalam hati.

"Istirahatlah, Akira-kun. Aku pergi dulu,"

*Skip time*

Sakura sampai di café tempat dia bertemu dengan temannya. Sakura melihat laki-laki berambut pirang yang telah menjadi temannya sejak kecil. Laki-laki itu memakai jaket tebal, syal, topi dan kacamata. Sekarang adalah musim dingin. Wajar saja kalau laki-laki itu memakai pakaian seperti itu. Tapi Sakura tahu laki-laki itu sedang berusaha menutupi identitasnya. Sakura melangkah dan duduk di depan laki-laki itu.

"Kau sudah lama menunggu, Naruto?" tanya Sakura.

"Sttt.. jangan keras-keras menyebut namaku. Kau tidak tahu sekarang aku sudah jadi artis terkenal?" kata laki-laki yang bernama Naruto itu.

"Haha.. kau tetap tidak berubah ya. Ada apa kau mencariku malam-malam?"

"Hanya ingin melihatmu saja. Tidak boleh?"

"Sejak kapan kau selalu ingin melihatku? Tiga hari yang lalu juga kau menyuruhku menemuimu,"

"Aku kan rindu padamu, Sakura-chan. Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan tetanggamu?"

"Akira-kun? Tumben kau menanyakannya, Naruto?"

"Apa kau sudah jadian dengannya?"

Seketika itu, terlihat semburat merah dipipi Sakura. Sakura memang selalu menceritakan tetangganya pada Naruto. Ya! Tetapi Naruto hanya tahu Akira dari cerita Sakura. Naruto belum pernah sekali pun bertemu tetangga Sakura.

"Pokoknya kau tidak boleh dekat-dekat dengan dia lagi!" kata Naruto.

"Eh? Kenapa?"

"Karena… "

"Karena apa?" tanya Sakura penasaran.

"Karena aku menyukaimu, Sakura-chan!" Naruto menggenggam erat tangan Sakura.

"Sakura-chan, maukah kau menjadi kekasihku?" tanya Naruto dengan wajah serius.

"K-kau serius, Naruto?" tanya Sakura dengan wajah tak percaya.

"Tak pernah seserius ini," jawab Naruto dengan nada pasti.

"A-aku.."

"Aku tidak menyuruhmu menjawab sekarang. Pikirkan baik-baik dulu. Setelah itu, cepat beritahu aku jawabanmu yah, Sakura-chan"

Naruto bangun dari kursinya.

"Aku sudah pesan makanan kesukaanmu. Kau makan dulu baru pulang. Aku pergi dulu," kata Naruto sambil memberi isyarat pada pelayan untuk membawakan makanan yang telah dipesannya sebelum Sakura datang, lalu melangkah pergi meninggalkan Sakura yang masih mematung.

Sakura masih tidak percaya dengan apa yang Naruto katakan tadi. Setelah Sakura menghabiskan makanannya, dia melangkah keluar dari café. Sudah terlalu malam. Dia tidak mungkin pulang jalan kaki. Sakura berniat mencari taksi untuk pulang. Tetapi taksi yang lewat di depannya selalu sudah di tumpangi oleh orang. Dan jalan di depan café itu tidak terlalu ramai. Sepi. Dan sampai café pun tutup, Sakura belum juga mendapat taksi. Sampai tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depannya.

"Sedang apa kau malam-malam disini, Sakura?" kata laki-laki di dalam mobil yang telah membuka kaca mobilnya.

"K-kau" mata Sakura membulat melihat laki-laki itu.

"Sudah lama kita tidak bertemu yah, Sakura"

"Neji,"

"Kau masih ingat namaku ya?" tanya laki-laki yang bernama Neji itu dengan wajah datar.

Sakura menatap wajah laki-laki itu dengan tajam. Siapa yang dapat melupakan nama laki-laki itu? Bahkan Sakura sampai muak karena terlalu mengingatnya. Neji, Hyuuga Neji, teman satu band dari Naruto yang sekaligus adalah mantan kekasih Sakura saat SMA. Sakura memang tidak satu SMA dengan Naruto, sehingga Naruto tidak tahu jika rekan satu band-nya adalah mantan kekasih dari perempuan yang dia sukai.

Saat Sakura menjalin hubungan dengan Neji, rasanya Sakura benar-benar bahagia. Mereka berpisah karena ternyata Neji menduakannya. Saat itu Sakura benar-benar terpukul karena dia sangat mencintai kekasihnya itu. Mati-matian Sakura berusaha melupakan Neji, dan sekarang, kenapa dia tiba-tiba muncul kembali?

Perasaan Sakura menjadi rumit. Naruto, teman masa kecilnya yang tiba-tiba menyatakan perasaanya. Akira atau Sasuke, tetangganya yang selalu Sakura kagumi. Dan tiba-tiba sosok Neji datang kembali di hidupnya setelah dulu dia menghancurkan hati Sakura. Apa yang harus Sakura lakukan?

TBC

Chapter selanjutnya akan lebih rumit dari ini.

Terima kasih bagi kalian yang telah mereview fic saya. *Hug*

Arigatou, Minna-san. . .

Bales review dulu!

Girly girl

Iya, sudah saya rubah pair-nya kan? Saya malah menempatkan Sakura sebagai tokoh utama. Haha..

Arigatou sarannya…

Cherry-chan

Hmm… okehlah! Saya juga penganut SasuSaku sih. Gabisa lepas dari pair itu.

^^ salam kenal juga, Cherry-chan.

Arigatou review-nya. . .

ZoZo

Okeh! Arigatou sarannya. Sudah saya pertimbangkan kooo~

Thanks udah review… ^^

4ntk4-ch4n

iyaa~ ini sasusaku koo~

hehe.. arigatou review-nya.

Spesial thanks for: Beby-chan dan Azuka Kanahara. Arigatou sudah review fic saya...

For all reviewers:

Terimakasih sudah mereview fic abal-ku. Haaah, mimpi apa saya semalam? Engga nyangka prolog-ku di fav. Arigatou,….. well, semoga kalian suka dengan chapter ini. Saya membuatnya special buat para reviewers. Gomen for typo. Saya tidak terlalu memperhatikan sih.

Mind to review?