Live!

By. Hikari 'The Princess Blue'

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Rated : T

Pair : Rumit

Genre : Romance

Summary : Mereka terjerat pusaran hidup yang menggelora. Terperangkap dalam perasaan sendiri. Terjebak dan tak dapat menyangkalnya. Tak bisa menghindar. Dan sampai saat itu tiba, akankah mereka masih dapat mempertahankan eksistensi-nya di dunia Entertainment?

===000===

Chapter 3

Sakura menggeliat kecil dalam selimut tebalnya. Entah semalam jam berapa dia sampai di apartemen. Yang jelas semalam waktu tidurnya sangat tidak cukup. Rasa kantuk masih terus menderanya. Tak jarang dia membuka-tutup matanya untuk menghilangkan rasa kantuk yang terus menghinggapi dirinya. Perlahan dia singkap selimut tebalnya dan beranjak menuju kamar mandi. Sakura masih ingat hari ini ada kuliah jam sepuluh. Sekarang baru pukul tujuh. Masih ada banyak waktu untuk bersantai.

Beberapa menit kemudian Sakura keluar dari kamar mandi dengan piama mandinya yang berwarna biru. Dia duduk di sofa dan menyalakan televisi 29 inc miliknya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Perlahan layar di televisi itu menyala dan menayangkan sebuah acara infortaiment di salah satu stasiun TV swasta. Sakura melihatnya dengan tatapan sebal.

"Huh! Lagi-lagi beritanya The Rustle!" gumamnya.

Di televisi itu Sakura melihat keempat personil The Rustle yang sedang di interview. Mata Sakura terpaku pada sosok laki-laki berambut raven yang sangat mirip dengan kekasihnya, Akira. Sebetulnya dari dulu Sakura selalu ingin menanyakannya pada Akira, mengapa wajah kekasihnya itu sangat mirip dengan Sasuke Uchiha. Tetapi entah kenapa Sakura yakin jika Sasuke Uchiha yang sangat kaya raya itu tidak mungkin tinggal di apartemen kecil seperti ini. Terlebih lagi Sakura terlalu percaya bahwa Akira tidak mungkin membohonginya.

"Aku hanya menyanyi beberapa part di lagu itu," terdengar suara Sasuke Uchiha yang sedang menjawab pertanyaan dari seorang wartawan.

Mata Sakura terbelalak mendengar suara itu. Sumpah demi Kami-sama, itu adalah suara kekasihnya. Suara yang sama dengan milik Akira. Sakura memukul kepala sendiri dengan pelan.

"Tidak mungkin! I-ini tidak mungkin," Sakura mengganti chanel televisinya. Sekarang di layar terlihat acara penayangan kembali konser The Rustle dua hari yang lalu. Sakura mendecih pelan.

"Lagi-lagi mereka!"

Pandangannya kembali terpaku pada Sasuke Uchiha yang sedang menyanyikan sebait lagu dengan gitar yang terus dimainkannya. Benar-benar mirip Akira. Sakura menatap Sasuke di televisi dengan tatapan kagum. Ada sedikit perasaan tidak senang saat Sakura melihat para penonton disana begitu memuja seseorang yang sangat mirip kekasihnya itu. Menggelikan.

Mata Sakura beralih pada sosok laki-laki berambut panjang dengan bass yang sedang dimainkannya. Hyuuga Neji, nama laki-laki yang begitu membekas di hatinya. Laki-laki yang selama beberapa tahun ini dibencinya. Dan laki-laki yang dulu sangat dia cintai.

Layar televisi berganti dengan lebih menyorot sang Drummer, Naruto. Teman masa kecil Sakura itu terlihat sangat keren saat memainkan drum-nya. Sakura tersenyum simpul melihat Naruto dari layar kaca.

'Sepertinya aku harus cepat-cepat memberitahu Naruto tentang jawabanku,' pikir Sakura.

Layar di televisi berganti lagi, kini lebih menyorot para penontonnya. Mata Sakura terpaku pada seorang penonton yang membawa poster besar dengan foto vocalist The Rustle. Di poster itu terdapat nama 'Hatake Kakashi'.

Sakura terdiam sesaat. Sepertinya dia teringat sesuatu. Tiba-tiba mata Sakura terbelalak lebar. Dia baru sadar bahwa kemarin ayahnya baru saja menjodohkannya dengan anak dari keluarga Hatake.

"Kalau tidak salah, kemarin Ayah memanggilnya dengan nama.. Ka.. Kakashi," Sakura menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Matanya masih menatap layar kaca dengan pandangan tak percaya.

"Ti-tidak mungkin orang yang mamakai masker itu.. vocalist The Rustle,"

Buru-buru Sakura mengganti chanel televisi lagi. Kali ini tayangan infortaiment yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini sebuah acara Talk Show Live yang menampilkan Hatake Kakashi sebagai bintang tamunya.

"Jadi, apa Anda ada keinginan untuk menikah?" tanya seorang pembawa acara pada Kakashi.

"Ya, kebetulan keluargaku sedang mempersiapkan pertunanganku," jawab Kakasi.

"WHOAH! Ini sungguh mengagetkan! Terus terang saya sangat terkejut dengan jawaban Anda. Fans Anda pasti banyak yang patah hati ya? Ngomong-ngomong siapa gadis yang beruntung itu?"

Kakashi tersenyum kecil sebelum menjawab.

"Yang jelas, nama gadis itu seperti nama bunga di musim semi,"

"Haha.. kalau begitu, nanti jangan lupa mengundang saya ya,"

"Tentu,"

Sakura mematikan televisinya. Cepat-cepat dia mengambil air minum di lemari es untuk membasahi kerongkongannya yang mendadak terasa sangat kering. Dihabiskannya satu gelas penuh air putih dalam sekali teguk.

"Haaah.. jangan dipikirkan. Gadis itu tidak mungkin aku, kan?"

===000===

Sakura menatap jengah pada layar ponselnya. Neji menunggunya di tempat pertama kali mereka bertemu jam empat sore ini. Sekarang sudah jam lima sore. Sakura sangat tahu jika Neji masih menunggunya disana. Sakura sangat tidak ingin pergi menemui Neji. Tetapi, dia juga tidak akan tega membiarkan Neji terus menunggunya.

Hamparan padang rumput menghijau bagaikan permadani di kaki langit. Sebagian tertutup alang-alang dan terdapat danau di ujung padang rumput itu. Alang-alang itu bergerak-gerak tertiup angin dan membawa hawa teduh disetiap sapuan hembusannya. Tempat ini sangat sepi. Yah! Mengingat ini bukan hari libur dan bukan weekend.

Sakura melihat sebuah mobil di tengah padang rumput. Sang pemilik mobil berdiri menyender pada bagian depan mobilnya. Kedua tangannya terlipat di depan dadanya. Matanya terpejam seolah menikmati simfoni alam disekitarnya. Ujung rambut panjangnya yang terjuntai bergerak kecil tertiup angin. Dia memakai setelan celana jeans dan kaos putih yang tertutup oleh jaket abu-abu miliknya. Penampilan yang terkesan santai dan menarik. Sakura tahu benar siapa orang itu. Neji.

"Aku tau kau pasti akan datang," kata Neji sambil membuka matanya untuk menatap mata Sakura yang kini berdiri di depannya.

"Ini terakhir kalinya!" jawab Sakura pelan.

"Begitu ya?"

Sakura melangkah ke samping Neji dan menyender juga pada bagian depan mobil Neji. Mereka terdiam menikmati suasana sore yang menaungi kebersamaan mereka sekarang. Diam. Tanpa suara. Dan tanpa saling menatap.

"Kau ingat saat pertama kita bertemu?" kata Neji.

Sakura menoleh untuk melihat pemuda di sampingnya. Neji menoleh juga dan menatap mata emerald Sakura. Sesaat mereka saling menatap. Mencoba mencari sisa-sisa perasaan mereka yang masih tersimpan satu sama lain. Hingga Sakura sadar bahwa hatinya sepenuhnya telah berpaling pada sosok tetangga tercintanya, Akira.

"Sama sekali tidak," jawab Sakura sambil memalingkan mukanya dari pandangan Neji. Sejujurnya Skura masih ingat kejadian itu. Sangat ingat. Dia hanya tidak mau Neji tahu kalau dia masih mengingatnya.

"Akan ku ingatkan,"

"Aku tidak mau ingat,"

"Singkatnya, pertama kali aku melihatmu saat kau sedang kemari bersama teman-temanmu untuk merayakan kelulusan SMP," Neji melirik Sakura yang diam mendengarkannya.

"Saat itu aku hanya datang untuk mengantar Hinata. Lalu Hinata mengenalkan aku denganmu,"

Sakura masih terdiam mendengarkan Neji. Dirinya seolah kembali pada saat-saat dia bertemu dengan Neji untuk pertama kalinya. Kemudian menjalin kisah mereka yang bahagia dan berujung pada hal yang paling menyakitkan.

"Aku tidak menyangka kemudian kau bersekolah di SMA yang sama denganku. Setelah itu-"

"Cukup! Aku tidak mau mendengarnya! Untuk apa kau mengingatkan hal itu? Hubungan kita sudah lama berakhir!" Sakura menatap mata Neji dengan pandangan tajam. Sekali pun Sakura tidak ingin mengingat apa pun yang telah susah payah dia lupakan.

"Kau tidak tau begitu sulitnya aku melupakanmu. Ku mohon.. jangan buat aku mengingatnya,"

Mata emerald itu mulai berkaca-kaca. Terlihat sekali kalau gadis itu berusaha mati-matian untuk tidak menangis.

"Maaf," gumam Neji pelan.

"Sudahlah. Aku mau pulang," Sakura melangkah pergi meninggalkan Neji sendirian di tempat itu.

Sakura baru berjalan beberapa langkah ketika Neji tiba-tiba memeluknya dari belakang. Mata Sakura terbelalak. Dia tidak percaya Neji memeluknya lagi setelah sekian lama. Pelukan ini, pelukan yang dulu sangat dia rindukan. Tapi sekarang tidak akan merubah apa pun. Hati gadis itu sudah berpaling pada tetangganya. Tidak ada yang akan berubah sekarang.

"Lepaskan," kata Sakura dengan suara parau yang keluar karena menahan tangisnya.

"Biarkan begini dulu sebentar. Setelah ini, aku tidak akan mengganggumu lagi," Neji mengeratkan pelukannya pada bahu Sakura dan menenggelamkan kepalanya di sela-sela leher Sakura.

"Lepaskan aku, Hyuuga Neji!" kata Sakura dengan sedikit berteriak.

Seolah tidak mendengar kata-kata Sakura, Neji tetap diam. Dia menutup matanya untuk merasakan kehangatan pelukan ini untuk terakhir kalinya. Lama sekali Neji memeluk gadis itu.

Beberapa saat kemudian, Neji melepaskan Sakura. Tanpa menoleh pada Neji sedikit pun, Sakura pergi dari tempat itu. Sakura tidak mau Neji melihat wajahnya sekarang. Wajahnya yang sedang berurai air mata. Air mata terakhir untuk Neji. Setelah ini, tidak akan ada nama Neji lagi yang tertinggal di hatinya. Mulai saat ini, semua hatinya adalah milik Akira-nya. Tidak ada orang lain yang bisa merubah perasaannya sekarang.

"Selamat tinggal, Neji," gumam Sakura pelan saat dia sudah jauh dari Neji.

Tanpa Neji dan Sakura sadari, ada sebuah kamera yang sejak tadi memotret apa pun yang mereka lakukan dari kejauhan. Seseorang di balik kamera itu menyeringai.

"Pasti akan menarik! Akan ku cari tau siapa gadis itu,"

===000===

Sakura melangkah sedikit terburu-buru menuju sebuah kedai kopi kecil yang sepi di sudut jalan dekat apartemennya. Ada yang harus dia selesaikan. Mata Sakura mencari-cari pemuda yang akan ditemuinya. Ya! Pemuda itu. Pemuda yang duduk di pojokan dan memakai jaket tebal serta topi bulat yang menutupi rambut kuningnya.

"Sudah lama menunggu, Naruto?"

"Eng, lumayan. Eh? Kau habis menangis, Sakura-chan?"

"Aku tidak apa-apa,"

"Bohong!"

Sakura hanya tersenyum dan duduk di samping Naruto.

"Mungkin aku hanya lapar," kata Sakura.

"Iya. Sudah ku pesankan makanan. Tapi makannya setelah aku pergi ya. Aku hanya sebentar di sini,"

"Kau sangat sibuk ya?" tanya Sakura.

"Begitulah. Masih ada promo album lagi di acara TV. Tidak apa-apa kan kalau ku tinggal?"

"Emm.. ya,"

"Sakura-chan.." Naruto memandang mata Sakura dan menggenggam erat kedua tangan Sakura.

"Hm?"

"Mengenai yang ku katakan waktu itu, jangan kau jawab sekarang. Aku tau mungkin kau sedang ada masalah. Kau jawab di konser The Rustle besok ya. Aku tunggu kau disana. Ini tiketnya. VIP loh!" kata Naruto sambil menyerahkan sebuah amplop tebal yang berisi selembar tiket berwarna biru berukuran 20x10cm.

"Tapi aku-"

"Aku tunggu kau disana,"

===000===

Pagi ini Sakura bangun lebih pagi, dia begitu bersemangat untuk bertemu dengan kekasihnya. Buru-buru dia menuju kampus dengan taksi. Masih ada satu jam lagi sebelum kuliah pagi dimulai.

"Akira-kuuuuun~" Sakura memeluk kekasihnya itu erat-erat.

Dua hari saja sudah membuat dia begitu merindukan kekasihnya. Kini sesuai perkataan Sasuke, mereka memang hanya bertemu di kampus. Hanya saja Sakura bingung kenapa Akira-nya mengajaknya bertemu ditempat sepi seperti ini? Sebuah tempat sepi di belakang gedung Rektorat.

"Hn, kau merindukanku?"

"Tentu, malah sangat sangat sangaaaaat rindu,"

"Benarkah?" tanya Sasuke.

Sakura menggembungkan pipinya dan menatap sebal pada kekasihnya itu.

"Tidak percaya ya sudah!"

"Siapa bilang aku tidak percaya?" Sasuke mendekat ke wajah Sakura dan memberi ciuman sesaat di bibir mungil Sakura.

"Apa yang kau rindukan? Aku? Atau sentuhanku?" Sasuke menyeringai kecil.

Hal ini sukses membuat wajah Sakura memerah mengingat malam yang mereka lewatkan bersama dua hari yang lalu.

Sasuke tersenyum kecil melihat wajah kekasihnya yang sedang tersipu. Buru-buru dia rengkuh tubuh Sakura ke dalam pelukannya lagi. Kali ini lebih erat. Sangat erat. Seolah tak ingin melepaskan pelukan itu.

"Aku juga merindukanmu." Bisik Sasuke di telinga Sakura.

"Eh? Benarkah?" Sakura melepaskan pelukan Sasuke dan menatap laki-laki itu dengan pandangan yang begitu menyiratkan kebahagiaan.

"Temui aku di konser The Rustle. Ada hal yang ingin ku katakan padamu," kata Sasuke.

Sasuke sudah merasa ini saatnya dia memberi tahu identitas dirinya yang sebenarnya. Dan memberitahu gadis itu bahwa Haruno Sakura adalah kekasih dari Sasuke Uchiha.

"Hal apa? Kenapa tidak sekarang saja? Kenapa harus konsernya The Rustle sih?" tanya Sakura dengan pandangan bingung.

"Nanti saja aku beri tau," jawab Sasuke.

Sakura terdiam sesaat.

"Baiklah, aku mau,"

"Tiketnya nanti sore akan ku suruh orang mengirimnya ke apartemenmu,"

"The Rusle, ya? Sepertinya aku punya tiket VIP-nya untuk konser nanti malam. Ada temanku yang memberikannya untukku. Aku pakai tiket itu saja,"

"Baiklah. Aku mununggumu disana,"

Sasuke memberikan kecupan sesaat di kening Sakura dan meninggalkan Sakura begitu saja.

Sakura baru akan pergi dari tempat itu saat dia melihat buku milik Akira-nya tertinggal. Buru-buru dia mencari Akira tetapi saat dia mengedarkan pandangannya, dia tidak menemukannya. Kemudian Sakura berfikir untuk mengembalikannya setelah Akira selesai kuliah saja.

===000===

"Kau dari mana, Sakura?" tanya Ino pada Sakura.

Saat ini mereka sedang berada di kantin. Ino duduk di depan Sakura sambil mengaduk-aduk orange jus miliknya.

"Menemui Akira-kun,"

"Hee? Kekasihmu yang dari kelas khusus itu?"

"Yaa,"

"Berarti dia satu kelas dengan Sasuke Uchiha ya? Menarik! Apa kau bisa minta kekasihmu untuk meminta tanda tangan Sasuke Uchiha untukku?" tanya Ino dengan wajah berbinar-binar.

"Akira-kun tidak mungkin mau,"

"Hhh,"

"Ino, aku mau mengajakmu ke kelas khusus. Buku Akira-kun tertinggal. Harus aku kembalikan sekarang. Kau tau 'kan, mahasiswa kelas regular akan merasa canggung jika sendirian masuk ke kelas eksklusif seperti itu. Jadi, temani aku yaa?"

"Hhh, iya iya"

*skip time*

Mereka sampai di bangunan mewah yang merupakan gedung tempat kelas khusus. Bepuluh pasang mata memandang rendah pada Sakura dan Ino yang sedang melewati koridor kelas khusus. Kelas khusus hanya membuka dua rombel. Kelas yang hanya diperuntukan bagi mereka yang punya dedikasi tinggi pada Universitas. Dedikasi dalam hal prestasi maupun materi.

Sakura ingat dia punya teman di kelas khusus. Hinata Hyuuga. Sepupu Neji. Buru-buru Sakura dan Ino berjalan mencarinya. Hinata sedang berada di sebuah kelas yang lumayan sepi. Dia duduk manis sambil membaca sebuah buku setebal 5cm.

"Hey, Hinata," sapa Sakura.

Hinata mengangkat wajahnya dan melihat dua temannya itu.

"Sakura-chan, Ino-chan, ada apa kalian kesini?"

"Sakura ingin mencari kekasihnya," jawab Ino.

"Oyah? Siapa namanya?" tanya Hinata.

"Akira-kun. Kau kenal dengannya? Dia tinggi, putih, dan wajahnya mirip Sasuke Uchiha," kata Sakura.

Hinata terdiam sebentar. Sepertinya dia sedang mengingat-ingat.

"Karena mahasiswa kelas khusus itu hanya dua kelas dan semuanya sangat populer, aku mudah mengingat mereka semua. Tetapi setahuku tidak ada yang bernama Akira disini," kata Hinata.

"Bo-bohong 'kan? Mungkin kau lupa, Hinata. Coba kau ingat-ingat lagi," wajah Sakura mulai terlihat gusar.

"Tidak ada mahasiswa kelas khusus yang mirip dengan Sasuke Uchiha. Orang itu pasti membohongimu, Sakura-chan," lanjut Hinata.

"Sakura, apa kau yakin benar-benar mengenal Akira-mu itu? Mungkin dia memang membohongimu, Sakura" sambung Ino.

Sakura terdiam. Dia teringat kata-kata Akira tadi.

"Temui aku di konser The Rustle. Ada hal yang ingin ku katakan padamu,"

Kegelisahan terlihat jelas di wajah Sakura. Menyiratkan betapa dia sedang dalam keadaan yang sangat membingungkan.

"Siapa kau sebenarnya, Akira-kun?" gumam Sakura.

===000===

Perpisahannya dengan Neji. Kepastian hubungannya dengan Naruto. Pertunangannya dengan Kakashi. Dan kebenaran tentang identitas Kekasihnya. Berbagai hal yang tak terduga akan terjadi setelah ini.

Saat itu sebentar lagi akan tiba. Saat dimana ego, cinta, dan kebencian beradu dalam sebuah alur kehidupan mereka. Menerawang jauh dalam kebimbangan dan keraguan. Bersemayam dalam balutan ketidakpastian. Rapuh dan terluka. Kemudian, siapa yang akan mampu bertahan untuk menjaga perasaannya?

TBC

====000====

Gyaaaaaa~ saya bikin fic ini tambah gaje… wew..

Gajeeeee~

Hal yang selalu saya tanyakan pada diri saya sendiri setiap menulis fict ini adalah 'Mengapa setting di Seoul tapi nama tokohnya pakai nama Jepang?' hahaha gaje.

Gomen…

Tapi tapi tapi, mind to review again? *puppy eyes*

Bales review dulu..

Rievectha Herbst

Rie, jarimu patah satu? WOW! *geplaked*

Arigatou yaaa~ *peluk2* aduh, jangan panggil saya 'senpai', saya masih amatir koo~

Emangnya Rie lebih muda dari saya ya? ^^

Icha Yukina Clyne

Chaaa~ *hug* -sok akrab-

Gimana yaa? *ngelirik fic diatas* liat ajah apa SasuSaku masih bisa bersama atau tidak.. hwahaha

Azuka Kanahara

Arigatou… *Peluk2* salam kenal yaa..

ZoZo

Ah, tidak kok. Saya berniat mengungkap semua secara bersamaan. Biar meledak seperti rasa pedas. hahaha

Ame chochoSasu

Waw.. skuel lemonnya ditunggu ajah. Sedang dalam proses. Haha

Arigatou… ^^

Aya-na rifa'i

Ay-neeeeeee~ *peluk2*

Gyaaa~ di fav? Arigatou… aku terharu sekali…

Saya akan lebih berusaha lagi untuk membuat karya yang berkualitas.

Terimakasih.. ^^

Momo Hinamori

Gyaaaaaaaaaaa~ km suka CN Blue? yapyap! Lagu yang judulnya 'Love' emang keren bangettttt~

Sasori yaa? Waw.. akan saya pertimbangkan di cerita. Tapi kalau nambah orang takut tambah ribed. Ntar saya tambah bingung. Haha ^ ^

Arigatou… *hug*

VamPs 9irL

Waw.. km punya lagu itu? Saya juga suka lagu itu.

'Sad sad sad sad sad sad sad tonight, gaseumi apa' *nyanyi gaje*

Violet7orange

Udah apdet niiih.. review lg yaa..

Salam kenal.. .

Miss Uchiwa SasuSaku's Lover

*garuk2 kpala* saya bingung endingnya…

Ceritanya melenceng jauh dari konsep awal. Dulu kan Sasuke yang jadi tokoh utamanya.. sekarang malah jadi gini… wew..

Arigatou… *hug*

Cherry-chan

Iyah, endingnya saya bingung… (_ _)

Shinji aishiteru

Saya akan berjuang.. terimakasih.. salam kenal.. ^^

4ntk4-ch4n

Pake pengaman engga yaaa? Liat di skuel lemonnya ajah. Tapi belum saya publish. Hehe

Cyfz Harunoo

Saya tidak akan bosan dengan review-mu. Malahan saya selalu menantikanmu. Haha

*peluk* arigatou.. btw saya manggil km pake nama apa yaa? 0.o bingung saya dengan namamu. *geplaked*

Crk

Lha? Kamu ga suka Kakashi yaa? Knapa? 0.o

Beby-chan

Maafkan saya karena publish terlalu lamaaa~

Arigatou yaaa~ ^ ^

Mind to review again?