Live!
By. Hikari 'The Princess Blue'
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Rated : T
Pair : Rumit
Genre : Romance
Summary : Perasaan seorang gadis yang terombang-ambing di tengah kemelut panjang yang melibatkan sebuah band besar, 'The Rustle'. Pada akhirnya, siapa yang akan terluka?
.
Saya berusaha tetap apdet cerita saya walaupun lama. Gomen buat yang nunggu 'TBS' (the 'baby'sitter), saya belum bisa apdet yang itu karena waktu luang saya yang terus menipis. Sabar yaaa~ #plak ^ ^
Okeh minna, Enjoy this fic!
===000===
Saat itu sebentar lagi akan tiba. Saat dimana ego, cinta, dan kebencian beradu dalam sebuah alur kehidupan mereka. Menerawang jauh dalam kebimbangan dan keraguan. Bersemayam dalam balutan ketidakpastian. Rapuh dan terluka. Kemudian, siapa yang akan mampu bertahan untuk menjaga perasaannya?
Chapter 4
Gemerlap lampu sorot menghiasi panggung. Di depan panggung besar itu berjejer ribuan kursi seperti di Studio televisi. Alunan sorak sorai penonton menggema menantikan kehadiran Band pujaan mereka, The Rustle. Banyak penonton yang membawa poster besar bergambar keempat personil The Rustle ataupun hanya bergambar salah satu personil kebanggaan mereka. Hampir semua penonton menggunakan atribut-atribut seperti pin, baju, dan aksesoris yang bertemakan The Rustle. Bahkan banyak yang membawa balon merah yang bertuliskan nama The Rustle. Suasana sangat ramai mengingat tak ada satu pun kursi yang kosong. Semua tiket habis terjual dan sepertinya dari konser kali ini The Rustle mendapat keuntungan yang sangat banyak.
Mungkin hanya Sakura yang datang tanpa atribut-atribut seperti itu. Sakura hanya menggunakan dress terusan berwarna putih yang berlengan pendek. Rambut pink panjangnya diikat setengahnya saja sehingga kali ini dia terlihat sangat manis dan elegan. Dia duduk di bangku VIP paling depan hingga rasanya panggung besar itu dekat dengannya.
Hampir semua penonton menjerit histeris ketika keempat personil The Rustle naik ke atas panggung. Sementara Sakura, hanya terdiam menatap keempat laki-laki itu. Pandangannya berhenti pada sosok Hyuuga Neji, mantan kekasihnya yang kini sedang berada di atas panggung. Ada sedikit perasaan bangga mengingat salah satu orang yang sedang dikagumi oleh banyak orang adalah mantan kekasihnya. Sakura tersenyum simpul ketika Neji menatapnya. Hanya senyuman yang biasa dia berikan pada teman-temannya.
Sakura mulai teringat dengan tujuan dia kemari. Bertemu dengan Akira, kekasihnya, untuk menanyakan kejelasan tentang identitasnya. Lalu menemui Naruto untuk menjawab pernyataan cintanya. Namun, Sakura masih tidak mengerti mengapa Akira ingin menemuinya di konser The Rustle? Dan kenapa sampai sekarang Akira tidak datang menemuinya? Dimana sebenarnya dia sekarang? Sakura sudah mencoba menghubungi ponsel Akira, tetapi nomornya tidak aktif. Kegelisahan terpancar jelas dari wajah gadis itu.
"Sepertinya aku pernah melihatmu," kata seseorang di samping Sakura.
"Eh?" Sakura menoleh pada orang itu.
Seorang perempuan berambut hitam dan memiliki mata hijau yang sama dengannya.
"Hmm, tapi aku lupa dimana pernah melihatmu," kata perempuan itu lagi.
"Mungkin wajahku memang pasaran," kata Sakura lirih.
"Aku Haruka Tsukimura, kau?" perempuan itu mengulurkan tangannya.
"Sakura. Haruno Sakura." Sakura tersenyum dan menjabat tangan perempuan bernama Haruka itu.
"Dari keempat personil itu, siapa yang paling kau suka?" tanya Haruka sambil menatap panggung besar di hadapannya. Terlihat keempat personil itu sedang menyanyikan lagu 'First falling for you' milik mereka. Sakura menatap mereka berempat di atas panggung. Pandangannya berhenti pada sosok laki-laki berambut raven yang sangat mirip dengan kekasihnya.
"Mungkin aku suka Sasuke Uchiha. Kalau kau?" tanya Sakura.
"Sasuke Uchiha ya? Hmm, kalau aku lebih suka Hatake Kakashi. Akh! Lihat ekspresi wajahnya itu! Gyaaaaaaa~ terlihat sekali kalau dia laki-laki dewasa impian para wanita. Kyaaa~"
Tiba-tiba Sakura teringat pertunangannya dengan anak dari keluarga Hatake. Suasana hatinya langsung berubah menjadi buruk. Dia juga ingin cepat-cepat pulang dari sini. Sakura sudah berfikir kalau Akira tidak jadi datang menemuinya. Tetapi dia masih harus menemui Naruto dan masih sedikit berharap kalau nanti Akira datang menemuinya. Itulah alasan dia bertahan disini. Menunggu konser ini selesai.
Hampir tiga jam konser ini berlangsung dan sepertinya The Rustle akan menyanyikan satu lagu lagi untuk menutup konser ini. Namun tiba-tiba Sasuke melangkah ke tengah panggung sambil tetap membawa gitarnya.
"Sebelum kami menyanyikan lagu terakhir kami, Aku ingin mengenalkan seseorang pada kalian semua," ucap Sasuke sambil menunjuk Sakura yang sedang duduk termenung menatapnya di bangku VIP.
Seketika semua penonton mengalihkan pandangannya mengikuti arah telunjuk Sasuke.
"Kekasihku, Haruno Sakura,"
Semua penonton terdiam. Semua orang terkejut, tak terkecuali Sakura sendiri. Dia juga amat sangat terkejut mendapat kenyataan yang begitu membuatnya tak percaya.
"A-apa-apaan ini," gumam Sakura. Matanya bergerak kesana kemari menatap ribuan orang yang terus menatapnya dengan pandangan menusuk.
"Akira, tetanggamu, dan kekasihmu… adalah aku, Sasuke Uchiha," kata Sasuke sambil menatap sosok Sakura di bangku VIP.
Mata Sakura terbelalak. Bahkan tiga anggota The Rustle yang lain sama-sama memperlihatkan wajah terkejut mereka.
Sakura menatap Sasuke yang berada di atas panggung. Kenyataan bahwa tetangga sekaligus kekasihnya selama ini adalah sosok yang begitu dipuja oleh banyak orang masih membuatnya tak percaya.
"A-aku tak menyangka kau.. dan Sasuke Uchiha.. A-aa," Haruka menatap Sakura dengan pandangan tak percaya.
Suasana menjadi hening. Sangat hening seolah-olah ini bukan acara konser musik. Fans Sasuke menatap Sakura dengan tatapan ingin membunuh. Bahkan Sakura mulai takut dengan aura di sekitarnya. Sepertinya dia harus cepat-cepat pergi dari tempat ini.
"Aku pernah melihat perempuan itu! Di majalah tadi pagi!" seseorang di tengah kerumunan penonton menunjuk ke arah Sakura sambil memperlihatkan sebuah majalah. Seketika semua pandangan menuju ke arah perempuan di tengah kerumunan itu.
"Akh! Aku ingat! Kau perempuan di majalah tadi pagi. Kau yang bersama Hyuuga Neji 'kan? Ah, bersama Naruto juga!" kata Haruka yang sukses membuat semua orang melihat ke arah Haruka. Suasana yang mulanya hening menjadi gaduh. Orang-orang mulai membicarakan majalah yang tadi pagi mereka baca. Sakura tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang disitu.
"Dasar perempuan penggoda! Apa Sasuke Uchiha tidak cukup untukmu sampai kau mendekati Neji kami!" teriak salah satu fans Neji.
"Iya! Berani sekali kau mendekati Naruto juga! Perempuan serakah!" kali ini salah satu fans Naruto melempari Sakura dengan poster-poster besar.
Apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Para penonton mengamuk dan melempari Sakura dengan atribut-atribut seperti poster, spanduk dan benda-benda lain yang berada di sekitar situ.
Para petugas keamanan pun datang menyelamatkan Sakura dari amukan penonton.
===000===
Sasuke buru-buru melangkah menuju ruang tempat Sakura diamankan oleh petugas keamanan. Konser berakhir lima menit yang lalu. Dengan keadaan kacau tanpa lagu penutup. Belum sempat Sasuke melangkah ke tempat Sakura, langkahnya terhenti oleh seorang gadis berambut merah.
"Tadi aku sempat diberitahu oleh petugas keamanan. Kau mau tau apa yang membuat penonton marah?" tanya perempuan itu.
Sasuke hanya menoleh. Perempuan itu memberikan sebuah koran pada Sasuke. Seketika mata Sasuke membulat melihat cover dari koran itu. Sakura yang sedang dipeluk dari belakang oleh Neji di tengah padang rumput!
Halaman demi halaman dibuka oleh Sasuke, hampir semuanya membahas Neji dengan perempuan berambut pink. Kemudian gambar Naruto yang sedang menggenggam erat kedua tangan Sakura di sebuah café. Apa-apaan ini! Bahkan Sasuke selama ini tidak tahu kalau kekasihnya itu mengenal rekan-rekan satu Band-nya.
"Untuk apa kau kemari?" tanya Sasuke pada perempuan berambut merah di depannya.
Karin, nama perempuan berambut merah itu adalah seorang Aktris yang namanya sedang melejit karena membintangi sebuah film yang baru di putar di bioskop seminggu yang lalu.
"Rindu padamu," jawab Karin.
"Ck," Sasuke tidak mempeduliakan Karin dan kembali melangkah menuju tempat Sakura. Tangan kanan Sasuke meremas majalah di tangannya.
===000===
Sakura duduk di sofa sendirian. Dia berada dalam sebuah ruangan mewah yang di dalamnya terdapat sofa yang mengelilingi sebuah meja. Lalu di sebelah ruangan ini ada seperangkat alat Band. Sepertinya ini ruang latihan milik The Rustle.
BRAKK!
Pintu ruangan ini dibuka dengan sangat kasar oleh Sasuke. Sasuke pun melangkah masuk ke dalam diikuti dengan Neji, Naruto, dan Kakashi di belakangnya. Sasuke mendekat ke arah Sakura dan dengan kasar dia melempar majalah yang di pegangnya ke meja yang berada di depan Sakura. Sakura pun terkejut dengan apa yang dilakukan Sasuke. Ada sedikit wajah takut yang terlihat dari raut wajah gadis itu.
"A-akira-kun," Sakura menatap wajah marah Sasuke dengan perasaan takut.
"Jelaskan ini!" kata Sasuke sambil menunjuk majalah yang tadi di lempar olehnya. Sorot mata penuh kemarahan terpancar jelas dari mata onyx-nya.
Dengan perasaan bingung, Sakura menganbil majalah itu. Mata Sakura terbelalak melihat cover dari majalah itu.
"I-ini.." Sakura menatap Neji dan Naruto yang berdiri di belakang Sasuke.
===000===
Kelima orang itu terdiam. Mereka duduk di sofa yang mengelilingi sebuah meja. Tidak ada yang mau bicara. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Hanya bunyi jam dinding yang samar-samar terdengar. Hening.
"Aku.. mengenal Naruto dari kecil. Saat itu aku datang ke café karena ingin mengatakan pada Naruto bahwa aku telah menjalin hubungan dengan Akira-kun," Sakura memulai pembicaraan.
"Lalu kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau mengenal Neji?" tanya Naruto.
"Karena saat itu aku tidak ingin mengingat Neji lagi," jawab Sakura lirih.
"Apa hubunganmu dengan Neji?" tanya Sasuke.
"Neji.. mantan kekasihku saat SMA," Sakura sedikit melirik Neji.
"Hmm, sepasang mantan kekasih yang sedang melepas kerinduan di tengah padang rumput. Tema yang menarik untuk gambar ini," kata Sasuke sambil melirik cover majalah di depannya dengan sinis.
"Bukan seperti itu, saat itu aku-… Neji, bantu aku bicara pada Akira-kun," kata Sakura.
"Aku hanya bisa membenarkan fakta bahwa kau adalah mantan kekasihku. Tapi pertengkaranmu dengan Sasuke, itu bukan urusanku," jawab Neji.
"Kenapa kau menyamar menjadi Akira?" tanya Naruto yang merasa sangat kesal karna mengetahui bahwa laki-laki yang sering diceritakan Sakura padanya adalah Sasuke.
"Aku hanya ingin hidup tenang sebagai orang biasa," jawab Sasuke.
"Lalu? Apa hanya karena alasan ingin hidup tenang kau sampai menipu kekasihmu sendiri?" tanya Naruto lagi.
"Aku tidak menipunya! Bahkan tadi aku mengakuinya! Dan mengapa kau mengintrogasiku, Dobe?" tanya Sasuke dengan nada yang meninggi.
"Cukup, Akira-kun. Kumohon tenanglah," kata Sakura sambil memegang lengan kanan Sasuke yang duduk di sebelahnya.
"Diam kau, Sakura! Kau juga bersalah!" bentak Sasuke.
"Apa kau pantas bicara sekasar itu pada kekasihmu, Sasuke?" tanya Neji dengan menatap langsung mata Sasuke.
"Ini bukan urusanmu!" jawab Sasuke dengan sorot mata penuh kecemburuan mengingat Neji adalah seseorang yang dulu memiliki hati kekasihnya.
"Setidaknya aku tidak akan berkata sekasar itu pada Sakura," kata Neji dengan cukup lirih. Namun tetap masih dapat terdengar oleh Sasuke.
"Cih, jangan mencoba mengguruiku, Hyuuga!"
===000===
Semuanya ikut bicara kecuali Kakashi yang tetap diam mendengarkan adu mulut diantara mereka. Pertengkaran pun mulai memanas dengan menyudutkan Sakura sebagai seseorang yang paling bersalah dalam hal ini. Sakuralah yang bersalah karena tidak menceritakan hubungannya dengan Neji pada Naruto yang notabene adalah teman kecilnya. Sakuralah yang bersalah karena dulu tidak mengatakan pada Neji kalau dia mempunyai teman kecil bernama Naruto. Dan untuk masalah yang terakhir, Sasukelah yang bersalah karena menyamar menjadi Akira.
Namun, masih ada yang lebih penting. Fakta mengenai gambar yang beredar di masyarakat, bahwa Sakura bersama dengan Neji dan Naruto merupakan hal yang menjadikan Sakura sebagai alasan kemarahan terbesar dari Sasuke. Apa ini cukup adil bagi Sakura? Bahkan tadinya dia tidak tahu sama sekali dengan keadaan yang sebenarnya. Bahkan dia tidak tahu kalau kekasihnya adalah seorang bintang besar. Dan Bahkan dia tidak tahu kalau ada paparazzi yang memotret pertemuannya. Bersalahkah Sakura atas ketidaktahuannya ini?
===000===
"Hentikan pertengkaran kalian!" kata Kakashi mencoba menengahi.
"Diam kau, Kakashi! Tidak usah ikut campur!" jawab Sasuke.
"Dewasalah sedikit, Sasuke. Kendalikan emosimu," Kakashi melangkah menuju lemari es di sudut ruang music dan mengambilkan satu kaleng softdrink untuk Sasuke. Sasuke pun menerima softdrink itu dan meminumnya untuk meredam emosinya.
"Hanya karena menerima kenyataan bahwa kita semua mengenal Sakura, kalian tidak harus bertengkar seperti ini 'kan? Tenanglah. Sakura berhak mengenal siapa pun yang dia inginkan. Dan bukan salah Sakura juga jika ada paparazzi yang saat itu memotret," semuanya terdiam mendengar kata-kata Kakashi.
"Sejujurnya, sikap kalian terlalu berlebihan dalam menanggapi masalah yang tidak begitu rumit," lanjut Kakashi.
Semuanya masih terdiam merenungkan kata-kata Kakashi tadi. Sepertinya mereka telah menemukan penyelesaian untuk masalah ini.
"Tunggu! Barusan kau bilang 'kita semua mengenal Sakura'. Jangan bilang kalau kau juga mengenalnya?" tanya Sasuke.
"Tentu. Dia calon istriku," jawab Kakashi dengan santai.
Kata-kata Kakashi sukses membuat semua orang disitu terbelalak. Terutama Sasuke.
"Kau ingat ini?" Kakashi menunjukan masker yang dulu dipakainya pada Sakura.
"K-kau.." gumam Sakura sambil menatap Kakashi dengan pandangan tak percaya.
"Ya! Calon suamimu yang datang kerumahmu waktu itu adalah aku. Hatake Kakashi,"
"Ka-kapan aku bilang mau menikah denganmu?"
"Apa kau tidak tau kalau orang tuamu sudah membagikan undangan pertunangan kita?"
"Itu tidak mungkin,"
"Hmm, ini!" Kakashi menyerahkan sebuah undangan berwarna biru muda pada Sakura.
Benar. Itu undangan pertunangan mereka.
"Sasuke, aku tidak bermaksud mengacaukan hubunganmu dengan Sakura. Tapi seperti yang telah kau lihat, inilah kenyataannya," kata Kakashi.
Sementara itu, Sakura masih terdiam menatap undangan di tangannya. Kenyataan apalagi ini? Tidak cukupkah pertengkaran tadi? Semua kenyataan ini membuatnya pusing. Seperti ingin muntah dan mengeluarkan semua jiwanya. Mimpi apa dia semalam sampai mengalami kejutan mengerikan seperti ini?
====0000====
"Aku mau pulang," Naruto beranjak dari sofa dan melangkah keluar dari ruangan itu. Hatinya sakit menerima kenyataan bahwa gadis yang dicintainya ternyata juga menjalin hubungan dengan ketiga rekan satu Band-nya. Terlebih lagi saat dia tahu kalau teman kecilnya itu adalah calon istri Kakashi. Ini terlalu mengejutkan. Kejutan yang terlalu menyakitkan. Entah siapa yang harus dia salahkan.
"Cukup, Sakura! Kau sudah keterlaluan!" Sasuke bangkit dari sofa dan melangkah menuju pintu keluar. Buru-buru Sakura menahan lengan Sasuke untuk mencegah laki-laki itu pergi sebelum semuanya jelas.
"Aku benar-benar tidak tau kalau semua akan jadi seperti ini, tapi demi Tuhan aku tidak pernah berniat mengkhianantimu, Akira-kun. Kumohon, percayalah padaku," Sakura mulai menangis.
Sasuke terdiam. Dia bingung dengan apa yang terjadi hari ini. seperti yang dirasakan oleh Naruto, Sasuke juga merasa ini terlalu mengejutkan. Kejutan yang terlalu menyakitkan.
"Kita… berpisah saja," kata Sasuke lirih.
Mata Sakura membulat. "Tidak. Akira-kun, aku-"
Sasuke melepaskan tangan Sakura yang menahan lengannya.
"Semuanya selesai. Dan satu lagi, namaku bukan Akira!" Sasuke melangkah pergi meninggalkan Sakura yang masih berdiri mematung.
Hari ini terlalu membingungkan. Sasuke yang beberapa jam yang lalu mengakui Sakura di hadapan banyak orang dan Sasuke yang sekarang mencampakannya. Dua hal yang sukses membuat Sakura seperti terkena pukulan bertubi-tubi.
===000===
Kini yang tersisa di ruangan itu hanya Kakashi dan Sakura karena baru saja Neji memutuskan untuk pulang.
"Ini sudah malam, sampai kapan kau akan menangis disitu? Ayo pulang," Kakashi menarik lengan Sakura yang sedang duduk di sofa.
"Lepaskan aku! Aku membencimu!" teriak Sakura sambil menarik tangannya dari Kakashi.
"Aku bisa pulang sendiri!" Sakura berlari keluar dari ruangan itu.
Kakashi tidak mengejarnya. Dia tahu kalau lebih baik membiarkan Sakura sendirian sekarang. Paling tidak dia memberikan Sakura sedikit waktu untuk menyesuaikan diri dengan fakta-fakta mengerikan yang baru dia dapat beberapa jam yang lalu.
Sakura keluar dari gedung tempat konser itu. Matanya berhenti pada sebuah mobil putih yang sangat dia kenal. Mobil itu akan meninggalkan gedung itu saat melewati Sakura yang sedang berdiri di tepi jalan. Mobil itu berhenti tepat di samping tempat Sakura berdiri.
"Neji, aku-" ucapan Sakura dipotong oleh Neji.
"Hm, naiklah," kata Neji.
Sakura melangkah masuk ke dalam mobil Neji. Entah kenyataan mengerikan apalagi yang akan didapat oleh Sakura. Yang jelas dia tidak bisa melewati hari mengerikan ini seorang diri. Jiwanya rapuh. Hidupnya seperti hilang dan hancur saat Sasuke menyatakan berakhirnya hubungan mereka. Saat ini, siapa yang sebenarnya benar-benar terluka?
====000====
TBC
Waaa~ kacau… hiks. Saya bingung bikin konfliknya. Malah jadi aneh gini.
Gomeeeen… pasti banyak typo. Saya ngetik buru-buru. Gomen.
.
Special thanks for:
Aya-na rifa'I, Rievectha Herbst, Icha Yukina Clyne, Kazuma big tomat, ZoZo, 4ntk4-ch4n, Haruno Nanako, Lady Hatake, Violetta Valeri, Rizu Hatake-hime, Ame D' jigoku kara no cho, Ami-chan, Miss Uchiwa 'Tsuki-chan, Shard VLocasters, Cyfz Harunoo, me, VamPs 9irL, Violet7orange, gieyoungkyu, Alifya-chan, Azuka Kanahara, SakuNuSasu, Huchiha, Sharon Himawari.
.
Mind to review? ^ ^
