Author note :

Chap 2 update.. maaf kalo kelamaan

Disclaimer : Naruto©Masashi Kishimoto

Story : Legend of Samurai no Naruto©Wildan no Arashi

Warning : OOC, AU, abal, gaje, typo, dan sebagainya...

Ok.. enjoy the story..

"Hm.. kunjungan teman lama dan keluarga ya.." ucap Naruto yang melihat kearah para ninja Konoha dan dewan Suna itu, sedangkan semua ninja Konoha melebarkan matanya saat melihat penampilan Naruto sekarang

"Na-Naruto.." ucap Menma tidak percaya dengan apa yang dilihatnya

"Kau pikir siapa lagi, Menma-nii, Sasuke-teme" balas Naruto menyeringai

"Sudah cukup reuninya.. kita hanya membutuhkan satu jam lagi. Apa kalian bisa menahannya?" tanya Sasori, Naruto, Deidara, dan Mei hanya menyeringai mendengar itu

"Hm.. akan kutunjukkan seni itu apa pada kalian, un" ucap Deidara dan memasukan tangannya kedalam kantong yang berisi tanah liat, dan membuat sebuah burung yang cukup besar dan menaikinya

...

Melihat Deidara yang sudah terbang menaiki burung tanah liatnya, Naruto juga mensummon sebuah Kusanagi yang berhasil direbutnya dari Orochimaru, dia melihat kesamping dan menemukan Mei yang menatapnya dengan tersenyum, melihat itu Naruto juga tersenyum dan melihat kedepan, di mana Sasuke sudah memegang sebuah katana ditangannya, dan juga Menma yang memegang sebuah kunai. Naruto segera melesat kearah mereka berdua. Semenjak meninggalkan Konoha, kekuatan Naruto semakin terus bertambah berkat latihannya dan misinya selama menjadi anggota Akatsuki, yang dikenal sebagai organisasi nuke-nin rank-S. Naruto muncul didepan Menma dan menebaskan pedangnya secara horizontal, beruntung reflek Menma sangat baik dan berhasil menangkis serangan Naruto tadi, Menma segera mundur setelah berhasil menangkis serangan Naruto. Melihat itu sekarang giliran Sasuke yang maju menyerang Naruto dengan sharingan yang sudah aktif, pertarungan kenjutsu mereka cukup berimbang meskipun Sasuke beberapa kali hampir terkena sayatan kusanagi Naruto, mulai kelelahan Sasuke memutuskan untuk mendur dan digantikan oleh Menma lagi. Mereka menyerang Naruto secara bergantian, melihat itu Naruto hanya menyeringai mengetahui taktik yang digunakan Menma dan Sasuke

"Wah.. ini tidak adil.. kalian menyerangku secara bergantian" ucap Naruto dan segera mundur untuk menghindari tebasan dari Menma, setelah cukup jauh dari Menma dan Sasuke, Naruto segera melakukan segel tangan

"Kuchiyose no Jutsu" lagi-lagi asap yang cukup tebal muncul saat Naruto menghentakan tangannya keatas tanah, saat asap tersebut mulai menipis, terlihat dua orang Samurai yang kira-kira tingginya sama seperti Kakashi berdiri di hadapan Naruto, salah satu dari Samurai tersebut mengenakan sebuah armor berwarna hitam dan juga topi khas samurai berwarna hitam, dan samurai yang satunya memakai sebuah armor berwarna biru dan juga topi khas samurai berwana biru, masing-masing dari samurai tersebut mengenakan sebuah topeng Oni

"Kuro kau hadapi Menma dan kau Ao akan menghadapi Sasuke" selesai memberikan perintah kepada kedua Samurai yang berdiri didepaanya, Naruto duduk bersila dan melihat kearah para Samurainya. Sedangkan kedua Samurai tadi langsung melesat kearah lawan mereka masing-masing setelah selesai diberi perintah oleh Naruto

Sasuke Vs Ao

Sasuke yang melihat seorang samurai yang memakai armor berwarna biru tua melesat kearahnya langsung memasang posisi siap bertarung. Samurai tadi menebaskan pedangnya kearah kepala Sasuke, berniat menebas kepala Sasuke. Beruntung Sasuke masih berhasil menangkisnya berkat sharingannya, dan segera mundur beberapa meter dan melakukan serangkaian segel tangan

"Katon : Gouryuuka no Jutsu" Sasuke menyemburkan sebuah naga api raksasa yang langsung melesat kearah Ao. Sedangkan Ao hanya diam memandang naga api tersebut

BLAAAR!

Sasuke yang melihat Samurai itu tidak mencoba untuk menghindari naga apinya hanya bingung. Tapi saat asap mulai menipis, terlihat siluet seseorang berdiri dibekas tempat naga api tadi menabrak samurai Naruto. Dan Sasuke pun terkejut saat mendapati tubuh Samurai tadi diselimuti oleh air, sehingga membuatnya terlindungi dari serangan naga api milik Sasuke

"Cih.." Sasuke yang melihat itu hanya berdecih dan segera memegang katananya lagi. Sedangkan Ao yang melihat Sasuke sudah memegang katanya lagi segera melesat kearah Sasuke dan menghunuskan katanya yang beruntung masih berhasil ditahan oleh Sasuke, meski itu harus membuatnya mundur karena tekanan kekuatan yang tidak seimbang. Sasuke segera mengalirkan chakra petir ke katananya dan

"Chidorigatana" katana Sasuke mulai dialiri oleh listrik dan mengeluarkan bunyi yang seperti kicauan ribuan burung. Sedangkan Ao hanya diam melihat itu. Sasuke segera melesat kearah Ao yang dari tadi hanya diam dan mengayunkan pedangnya kearah kepala Ao, tapi Ao masih bisa menhannya dengan katanya. Melihat itu Sasuke menjadi heran, seharusnya katana samurai tadi patah karena berbenturan dengan katananya yang sudah dialiri Chidori

"Hm.. kau tidak akan pernah bisa mematahkan katana Ao.. karena katana itu bukan katana sembarang, Sasuke" ucap Naruto yang berada beberapa meter dari tempat Sasuke dan Ao bertarung. Mendengar itu Sasuke hanya mendecih dan kembali maju, sedangkan Naruto sudah menghilang dengan meninggalkan seberkas kilat hitam

Menma VS Kuro

Menma yang melihat Samurai Naruto melesat kearah dengan kecepan tinggi segera bersiap dengan kunainya untuk menangkis serangan dari Kuro. Kuro yang sudah sampai didepan Menma mencoba menebas kepala Menma dengan katananya, tapi Menma masih bisa membloknya dengan kunainya. Merasakan kekuatan musuh yang melebihi dirinya, Menma segera mundur beberapa meter. Melihat itu Kuro kembali maju menyerang Menma yang mundur beberapa meter, sedangkan Menma yang melihat Kuro kembali maju melemparkan kunainya dan melakukan segel tangan

"Shuriken Kage Bunshin no Jutsu" shuriken yang tadinya satu bertambah banyak menjadi puluhan, Kuro yang tadinya berlari kearah Menma tidak bisa menghindari puluhan shuriken tersebut dan hanya diam, melihat beberapa shuriken sudah mengenai Kuro, Menma berpikir pertarungannya sudah selesai. Tapi saat melihat Kuro yang masih berdiri membuat Menma kembali kebingungan, seharusnya Samurai itu sudah tewas. Dan yang dilihatnya sekarang, Samurai itu masih berdiri seolah tidak terjadi apa-apa

"Tidak semudah itu kau mengalahkan para Samuraiku Menma-nii" ucap Naruto yang melihat pertarungan Menma dengan Kuro, sedangkan Menma hanya mendecih kesal mendengar perkataan Naruto barusan

"Cih.. aku tidak akan menyerah untuk membawamu pulang, Naruto"

"Membawaku pulang.. bukannya menyelamatkan Gaara. Setauku kalian dikirim kesini untuk menyelamatkan Gaara" ucap Naruto lagi. Mendengar perkataan Naruto Menma hanya tersenyum dan kembali maju menyerang Kuro

"Karena kau adikku" ucap Menma sambil melayangkan sebuah tendangan kearah Kuro dan berhasil membuat Kuro harus mundur. Sedangkan Naruto yang mendengar perkataan Menma tadi hanya diam dan menatap datar kearah pertarungan Menma dan Kuro

"Heh.. menghadapi Samuraiku saja kau tidak mampu, apa lagi menghadapiku. Sebaiknya jangan terlalu berharap" ucap Naruto dan menghilang dalam kilatan hitam. Menma hanya diam mendengar perkataan Naruto barusan, beberapa detik kemudian Menma melakukan segel tangan

"Fuuton : Kazekiri no Jutsu" sebuah angin yang tajam dengan cepat melesat kearah Kuro yang menggunakan katananya untuk menangkis angin tersebut, tapi tetap saja Kuro masih harus mundur karena tekanan kekuatan angin tersebut. Melihat itu Menma segera membentuk sebuah Rasengan di tangannya dan melesat kearah Kuro

"Rasengan" ucap Menma sambil menghantamkan Rasengannya kearah dada kiri Kuro, berharap dia akan mengenai jantungnya. Sedangkan Kuro yang masih belum siap menerima serangan Menma pun terpental dengan sangat jauh dan berubah menjadi kepulan asap, Menma terkejut saat melihat Samurai tadi berubah menjadi kepulan asap bagaikan sebuah Kage Bunshin

"A-Apa!" ucap Menma tidak percaya saat melihat Samurai tadi berubah menjadi kepulan asap. Tiba-tiba sebuah kilat hitam muncul beberapa meter dihadapan Menma, dan Naruto muncul disana dan menatap Menma dengan datar

"Itu adalah Oni Samurai. Salah satu Kuchiyoseku" ucap Naruto, Menma yang mendengar itu sontak melebarkan matanya terkejut

"Samurai.." ucap Menma, mendengar itu Naruto hanya tersenyum dan berkata lagi

"Itu adalah julukanku di buku binggo ya.. hm cukup keren" Menma kembali melebarkan matanya saat mendengar perkataan Naruto barusan, setaunya Samurai adalah seorang nuke-nin rank-S atau lebih yang sangat berbahaya

"Yah.. waktuku sudah habis.. kita akan bertemu lagi lain kali" selesai mengatakan itu Naruto menghilang dengan kilat hitam, meninggalkan Menma yang masih diam. Perlahan Menma mulai berjalan kembali ketempat tadi mereka berkumpul. Di sana dia melihat Sakura yang mencoba menyembuhkan Gaara, tapi dia berhenti saat melihat tubuh Gaara mulai menyembuhkan dirinya sendiri. Mereka yang melihat itu hanya kagum dan heran, yang mereka tau proses pengekstrakan Shukaku sudah selesai dan Gaara harusnya tewas. Untuk melihat apa yang terjadi dengan tubuh Gaara, Neji menggunakan Byakugannya. Dan hasil yang ditemukannya membuatnya terkejut

"Fuuinjutsu" ucap Neji, semua yang mendengar perkataan Neji langsung melebarkan matanya saat mengetahui maksud Neji

"Sebaiknya kita bawa Gaara kembali" kata Kakashi dan mereka pun mulai berjalan kembali kearah Suna

Amegakure

Naruto yang tadi menghilang dari hadapan Menma muncul di Amegakure dan disambut oleh Mei Deidara, dan Sasori yang menunggunya.

"Ada apa ?" tanya Naruto saat mereka mulai berjalan kearah markas mereka yang berada ditengah desa

"Kau terlalu lama, un" jawab Deidara santai, sedangkan Naruto hanya mendengus mendengar itu. Mereka terus berjalan kearah markasnya yang berada ditengah desa dengan diam. Mereka memasuki markasnya dalam diam dan berjalan kearah ruangan dimana seorang berambut orange tengah menunggu mereka

...

Keesokan harinya Gaara sudah sadar, dia sangat terkejut saat mendengar cerita Menma yang mengatakan Naruto juga salah seorang yang menyerang Suna. Dan saat di tanya tentang Fuuin yang berada di dahinya, Gaara juga tidak tau. Saat akan kembali ke Konoha, Kakashi meminta ijin untuk membawa Fuuin tadi untuk diteliti, sedangkan Gaara hanya mengangguk mengiyakan. Temari mengantarkan para ninja Konoha tadi sampai didepan gerbang desa Suna dan mengucapkan sampai jumpa dan tak lupa juga terima kasih

...

Naruto dan Mei yang sudah selesai memberikan laporan terhadap Pein tentang keberhasilan misi mereka mendapatkan libur sementara. Mereka berdua sedang berjalan disekitar desa Amegakure. Mereka berjalan dalam diam sampai mereka tiba didepan sebuah mansion yang tidak terlalu besar, Naruto pun membuka pintunya dan mempersilahkan Mei masuk terlebih dahulu. Saat sudah berada didalam mansionnya dan Mei, Naruto segera pergi kedapur dan membuat makanan kesukaannya. Ramen.

Dan jika kalian bertanya kemana Mei, jawabannya hanya satu. Mandi. Mei selalu mandi setelah mereka kembali ke mansionnya dan memakai pakaian yang cukup terbuka saat berada di dalam mansionnya dan Naruto kadang harus menelan ludahnya saat melihat Mei. Ya.. bagaimana pun dia juga laki-laki normalkan. Saat ramen Naruto sudah matang, Naruto berjalan kearah ruang tengah dan menyalakan televisi, dia paling suka makan ramen disaat hujan begini sambil menonton televisi, Naruto bahkan belum mengganti pakaiannya.

Mei terlihat turun dari tangga dengan menggunakan yukata berwarna biru tua, rambutnya masih sedikit basah. Mei berjalan kearah Naruto yang sedang menikmati ramennya sambil menonton televisi, dia duduk disamping Naruto dan ikut menonton telivisi

"Kau tidak ganti baju Naruto-kun?" tanya Mei saat melihat Naruto yang sudah memakan habis ramennya, sedangkan Naruto hanya tersenyum

"Sebentar dulu Mei-chan.. aku masih kenyang" jawab Naruto. Mei hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Naruto, kadang Naruto bisa menjadi orang yang dingin dan kadang juga menjadi konyol. Dan mereka pun kembali menonton televisi, sampai Naruto mulai berdiri dan berjalan kearah kamarnya untuk ganti baju. Selesai mengganti baju, Naruto segera merebahkan dirinya di atas King Sizenya dan mencoba untuk tidur. Dan benar saja Naruto langsung terlelap, tidak menyadari Mei yang juga tidur disampingnya.

...

Naruto yang baru bangun dari tidurnya terlihat mengerjapkan matanya beberapa kali, saat kesadarannya sudah kembali penuh dia berniat untuk bangun, tapi kepala seseorang yang berada diatas dadanya membuatnya sedikit kesusahan. Naruto melihat kepala dengan rambut merah maroon, dan dia hanya menghela nafas dan tersenyum saat tau siapa orang tadi. Naruto mencium puncak kepala Mei dengan lembut, membuat Mei menggeliat dan mulai membuka matanya

"Ehm.. Naruto-kun.. aku masih mengantuk.." ucap Mei dengan nada manjanya, mendengar itu Naruto hanya tersenyum dan kembali mengecup ubun-ubun Mei, dan kali ini berhasil membuat Mei mendongak untuk menatapnya

"Kau tidak mau mandi?" tanya Naruto saat melihat Mei yang mendongak menatapnya, mendengar itu Mei hanya menggeleng dan mulai bangkit

"Tidak.. aku mau cuci muka saja" ucap Mei dan berjalan kearah kamar mandi yang berada didalam kamar mereka. Selang beberapa menit, Mei keluar dari kamar mandi tersebut. Melihat itu Naruto hanya tersenyum dan berjalan kearah kearah Mei, membuat Mei kebingungan dengan tingkahnya.

"Ada ap.." perkataan Mei tadi tidak dapat diteruskan karena mulutnya sudah terlebih dahulu dicium oleh Naruto. Mei yang tadinya diam perlahan mulai membalas ciuman Naruto, membuat keadaan semakin memanas. Perlahan tangan Naruto yang tadi diam mulai beraksi menuju kearah pantat Mei dan meremasnya dengan pelan, membuat Mei mendesah dalam ciuman mereka berdua. Karena kebutuhan oksigen, mereka menghentikan ciuman mereka dan mulai mengambil oksigen sebanyaknya. Naruto melihat kearah Mei yang wajahnya sudah merah padam, membuat Naruto tersenyum melihatnya

"Na-Naru.." kembali bibir Mei langsung dilumat oleh Naruto, tidak memperbolehkan Mei berbicara. Tangan kanan Naruto kali ini pindah ke dua gunung Mei yang berukuran 36 C, tangan Naruto dengan lembut meremas gunung kiri Mei, membuat Mei mendesah didalam ciuman mereka. Naruto menurunkan ciumannya ke leher jenjang Mei membuat Mei kembali mendesah

"Na-Naru.. ahh.."

"Kau suka Mei-chan?" tanya Naruto saat dia menghentikan aksinya dileher Mei, sedangkan mata Mei hanya terpejam menikmati remasan Naruto di gunung kiri dan pantatnya

"Sshh.. yah.. akuuu.. sukaa.." jawab Mei, Naruto yang mendengar itu segera melanjutkan aksinya lagi menciumi leher Mei, membuat Mei mendesah lebih kencang. Tangan kiri Naruto yang tadi berada di pantat Mei mulai bergerak untuk melepaskan ikatan yukata Mei, setelah berhasil Naruto membawa tubuh Mei keatas ranjang King Size mereka dan membaringkannya. Tangan kiri Naruto yang menganggur mulai bergerak kepaha mulus Mei, mengusapnya dan kadang juga mencubitnya, membuat Mei kembali mendesah.

Tangan kiri Naruto terus menuju kearah selangkangan Mei yang tidak ditumbuhi bulu, Naruto mengusap lubang surgawi Mei dengan lembut, membuat Mei mendesah lebih kencang lagi. Naruto memasukkan dua jarinya kedalam lubang surgawi Mei yang sempit, membuat Mei memekik nikmat

"Ahh.. !" Naruto mendiamkan jarinya sebentar, beberpa menit kemudian Naruto sudah memaju mundurkan jarinya didalam lubang surgawi Mei dengan tempo yang pelan, membuat Mei mendesah nikmat

"Naru.. lebih cepat.." pinta Mei yang sudah tidak tahan dengan perlakuan Naruto, sedangkan Naruto yang mendengar itu hanya menyeringai

"Ha'i, Mei-hime" selesai mengatakan itu Naruto mempercepat gerakan maju mundur jarinya, membuat Mei mendesah dengan sangat keras, selang beberapa menit kemudian tubuh Mei mengejang, menandakan dia akan orgasme, Naruto yang melihat itu hanya menyeringai. Beberapa menit kemudian Mei mendesah dengan sangat keras

"Naru..!" ucap Mei saat dia sudah mencapai orgamesnya, Naruto yang melihat Mei sudah orgasme menarik jarinya dan melihat kearah Mei yang ngos-ngossan

"Naru.. sekarang giliranku" ucap Mei dan berniat kembali mencium Naruto lagi, tapi kali ini Naruto menahannya.

"Kita ada pertemuan dengan anggota yang lain.. sebaiknya jangan terlambat" ucap Naruto tersenyum, Mei yang mendengar itu hanya cemberut dan mulai berjalan kearah kamar mandi dengan menghentak-hentakan kakinya, seperti kebanyakan saat perempuan sedang kesal. Naruto yang melihat itu hanya tersenyum dan mulai bersiap-siap

...

Mei sepertinya masih kesal dengan Naruto, itu terbukti saat mereka berdua berjalan kearah markas muka Mei selalu cemberut, Naruto yang melihat itu hanya mengehela nafas. Bahkan sampai dimarkas Mei masih tidak mau berbicara kepadanya, Naruto hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Mei. Naruto melihat Mei pergi dari tempat berkumpulnya para anggota Akatsuki, Naruto yang melihat itu mengikuti Mei

"Mei-chan.." panggil Naruto sambil memegang sebelah tangan Mei

"Apa?" tanya Mei ketus, Naruto yang mendengar itu hanya kembali menghela nafas

"Maafkan aku.." ucap Naruto, Mei yang mendengar itu hanya diam, tapi didalam hatinya di bersorak gembira

'Hihihi.. kau memang sangat sayang padaku ya, Naru-kun' batin Mei kegirangan, tapi ekspersinya saat ini masih tetap datar

"Kau juga tau ak.." kali ini Naruto tidak dapat meneruskan kata-katanya saat bibirnya langsung dicium oleh Mei, sedangkan Naruto hanya diam mematung terkejut dengan tindakan Mei. Selang beberapa menit Mei menyudahi ciuman mereka dan menatap kearah Naruto dengan tersenyum

"Kau kumaafkan.. tapi kau harus menuruti semua perintahku saat pertemuan ini berakhir" ucap Mei menyeringai, Naruto hanya mengangguk dan menelan ludahnya saat melihat seringai Mei. Selesai itu mereka kembali keruang tempat pertemuan para anggota Akatsuki, dimana semua orang disitu sudah lengkap, bahkan Pein juga berada disana

"Kemana saja kalian?" tanya Pein datar

"Mungkin mereka menyelesaikan masalahnya Pein-sama" jawab Itachi, sedangkan Naruto hanya tertawa mendengar jawaban Itachi dan segera duduk bersama Mei

"Baiklah.. rapat kali ini untuk membahas tentang Jinchuuriki Hachibi dan Kyuubi, hanya tinggal dua Jinchuuriki ini yang belum kita tangkap" ucap Pein, Naruto yang merasa sudah saatnya untuk angkat bicara mengenai rencananya

"Maaf memotongmu ucapanmu Pein-sama, tapi aku baru tau tujuan sebenarnya dari rencana Tobi" ucap Naruto, Pein yang tertarik mendengar penjelasan Naruto meminta Naruto untuk melanjutkan penjelasannya

"Sebenarnya Tobi memiliki rencana lain dari pada menaklukan semua negara elemental, dia berniat membangkitkan Juubi" ucapan Naruto barusan langsung membuat Pein dan semua yang ada diruangan itu terkejut

"Maksudmu Tobi hanya memanfaatkan kita, Naruto" ucap Sasori yang mengerti kemana arah pembicaraan Naruto

"Ya.. niatnya adalah untuk menaruh genjutsu terkuat dimuka bumi ini melalui perantara bulan. Memang benar dengan begitu para manusia tidak akan saling berperang, tapi itu adalah rencana yang cacat. Jika semua orang terkena genjutsu, maka tidak akan ada orang yang menginginkan uang, keabadian, kekuatan, bahkan kehormatan. Dengan begitu Akatsuki bukanlah kelompok yang ditakuti kan" jelas Naruto panjang lebar, semua yang mendengar itu mengangguk setuju dengan yang dikatakan Naruto

"Jadi apa rencanamu?" tanya Pein masih tetap dengan suara datarnya, semua mata sekarang tertuju kearah Naruto

"Kita tetap pada tujuan awal kita, tapi akan ada sedikit perubahan" ucap Naruto tersenyum, semua orang yang ada diruangan itu kecuali Mei merasa heran dengan jawaban Naruto barusan

"Maksudmu apa Naruto?" kali ini Itachi yang bertanya dengan nada datarnya

"Maksudku.. kita tetap akan mewujudkan perdamaian, dan kali ini karena para negara elemental sudah menganggap kita ancaman yang serius, maka mereka akan mulai bekerja sama untuk menghadapi kita" ucap Naruto lagi

"Untuk saat ini kita akan bersembunyi sampai Tobi sudah mulai melakukan rencananya, dan saat itu kita muncul dan membantu para aliansi untuk menghadapi Tobi. Dan jika kita berhasil maka dunia akan damai dan para negara elemental akan mengucapkan terima kasih kepada kita" tambah Naruto lagi, semua orang diruangan tersebut pun setuju untuk mengikuti rencana Naruto, tapi tentang mereka harus bersembunyi itu yang masih mengganjal di pikiran mereka semua

"Tapi bagaimana kita bisa bersembunyi, kan tidak mungkin satu organisasi rank-S tiba-tiba menghilang?" tanya Konan yang dari tadi hanya diam mendengarkan rencana Naruto

"Chi Bunshin.." jawab Naruto simpel, semua orang yang ada didalam ruangan tersebut terkejut saat mendengar ucapan Naruto barusan

"Setiap dari anggota Akatsuki akan membuat Chi Bunshi untuk menyamarkan kematian kalian. Karena Chi Bunshin adalah Bunshin yang paling solid maka kita harus membuat Chi Bunshin" jelas Naruto lagi

"Setauku Chi Bunshi akan berubah menjadi darah saat mereka sudah mati, otomais ninja yang membunuh Chi Bunshin akan tau bahwa itu adalah sebuah Chi Bunshin" ucap Deidara

"Soal itu tenang saja.. aku sudah menyiapkan sebuah Fuin untuk membuat Chi Bunshin kita akan terlihat seperti kita" ucap Naruto, semua yang diruangan itu pun setuju untuk mengikuti rencana Naruto. Selesai rapat itu, Naruto dan Mei segera kembali kemansion mereka

"Kau masih ingat dengan perjanjian kita tadi kan, Naru-kun" bisik Mei ditelinga Naruto, membuat Naruto kembali ingat tentang perjanjian mereka tadi. Naruto hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Mei, membuat Mei tersenyum

"Bagus.. ayo kita mulai" ucap Mei, tidak mengidahkan Naruto yang sudah pucat

'Kami-sama.. berikan aku kekuatan untuk melewati cobaan ini'

TBC

Ara.. saya muncul lagi.. maaf banget kalo kelamaan.. oh ya, kalo soal umur Mei itu sama seperti umur Naruto, disini Mei saya buat lebih muda.. dan saya masih belum bisa bales review.. tapi saya sangat hargai review kalian semua.. and terakhir RnR..