Author note :

Chap 4 update.. maaf kalo kelamaan..

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Story : Legend of Samurai no Naruto © Wildan no Arashi

Warning : AU, OOC, abal, gaje, typo, dan lain-lain...

Ok.. enjoy the story..

Dua orang berjubah hitam dengan logo awan merah terlihat sedang terlibat pertarungan dengan tujuh Shinobi Konohagakure, mereka berdua yang mengenakan pakaian jubah khas ala Akatsuki adalah Chi Bunshin Hidan dan Kakuzu sedangan ketujuh Shinobi Konoha tersebut adalah Tim10 dan Tim7. Sebelumnya Chi Bunshin Hidan dan Kakuzu sempat berusaha menyelinap memasuki desa Konoha, tapi mereka dihadang oleh Sarutobi Asuma dan pertarunganpun tidak bisa dihindarkan, dari pertarungan itu Asuma tewas, tapi itu bukan disebabkan oleh Chi Bunshin Hidan atau Kakuzu melainkan Tobi yang membantu mereka agar mereka bisa dengan cepat menangkap Jinchuuriki Kyuubi.

Tim10 yang merupakan anak asuh Asuma mencoba membalas dendam kepada Chi Bunshin Hidan dan Kakuzu karena mengira Chi Bunshin Hidan dan Kakuzu lah yang sudah membunuh Asuma, mereka mengejar Chi Bunshin Hidan dan Kakuzu yang mencoba kembali mundur karena gagal menyusup ke Konoha dan menangkap Jinchuuriki Kyuubi dengan di bantu oleh Tim7 yang datang setelahnya. Dan berkat teknik baru Menma mereka berhasil mengalahkan Chi Bunshin Kakuzu, sedangkan Chi Bunshin Hidan oleh Shikamaru dikubur di bawah tanah setelah mendapatkan serangan dari teknik baru Menma yang bernama Rasenshuriken dan membuat tubuhnya menjadi terpotong-potong, itu dilakukan agar mencegah Hidan untuk beregrenasi kembali karena dia itu seorang immortal.

Mereka semua tidak menyadari bahwa pertarungan mereka diawasi oleh dua orang yang juga mengenakan jubah Akatsuki dari atas dahan pohon kejauhan.

"Sepertinya Hidan dan Kakuzu gagal, eh.. Tobi." Naruto yang mengawasi pertarungan dua Tim Shinobi Konoha tersebut yang bertarung menghadapi Hidan dan Kakuzu yang merupakan Nuke-nin rank-S berkata kepada pria disampingnya, pria disampinya yang mengenakan sebuah topeng spiral berwarna orange dengan rambut hitam spike yang di panggil Tobi oleh Naruto hanya mengangkat bahunya.

"Itu sudah kuduga.. seharusnya Pein sendiri yang datang kesini dan mengurusnya bersama denganmu." Tobi membalas sambil berbalik. "Aku akan pergi." Tobi langsung menghilang dalam Kamui setelah mengatakan hal tersebut, Naruto yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dan menghilang dalam kilat hitam yang merupakan teknik ciptaan Naruto sendiri dengan memanfaatkan Yami Jutsu, dan namanya adalah Dākufurasshu. Naruto menciptakan teknik ini terinspirasi dari Hiraishin milik ayahnya, tapi karena teknik milik ayahnya sangat hebat Naruto masih tetap menghormati ayahnya sebagai seorang Shinobi.

...

Namikaze Menma saat ini tengah berada di kedai Ramen Ichiraku yang merupakan kedai Ramen langganannya. Tangan kanannya saat ini sedang di gips karena efek dari Rasenshuriken yang tidak bisa di tahan oleh tangannya, dan jadinya dia sangat kesusahan untuk memankan Ramennya. Oh ya Ramen adalah makanan kesukaannya, dia juga serasa mengingat bahwa Naruto juga sering memakan Ramen disini saat masih berada di Konoha.

"Menma-kun.."

Mendengar suara halus yang cukup tidak asing baginya, Menma segera menghentikan kegiatannya yang sedang sibuk untuk mencari cara memakan Ramen pesanannya dan membalikkan badannya untuk melihat seorang Yamanaka Ino sedang bediri di belakangnya.

"Yo Ino-chan.."

"Bagaimana keadaan tanganmu, Menma-kun?"

"Cukup baik.. Chakra Kyuubi membantu sangat banyak dalam proses penyembuhan ini." Menma menjawab pertanyaan Ino yang saat ini sudah duduk disampingnya, Ino yang mendengar jawaban Menma barusan hanya menganggukkan kepalanya dan menatap kearah Ramen yang berada dihadapan Menma.

"Sini biar kubantu, Menma-kun." Ino segera mengambil alih mangkuk Ramen Menma dan berusaha menyuapi Menma. "Buka mulutmu, Menma-kun.. aaa." Ino menyodorkan mie yang sedang berada disumpit kearah Menma.

Menma meskipun agak bingung menurut saja dan membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Ino. Mereka berdua tidak menghiraukana tatapan pengunjung lainnya yang memandang mereka berdua.

"Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasihku karena sudah membantu kelompokku dalam pertarungan tadi." Ino yang berada disamping Menma berkata sambil mengaduk-aduk Ramen Menma didepannya.

"Kita ini teman, Ino-chan.. jadi sudah sewajarnya sesama teman saling membantu." Menma membalas ucapan Ino sambil tersenyum lembut. Memang benar Shinobi Konoha selalu memprioritaskan teman di bandingkan misi, mereka tidak akan membiarkan teman atau partner mereka tewas atau berada dalam bahaya selama mereka masih bisa membantu. Dan oleh karena itu juga Konoha di kenal sebagai desa Shinobi tersembunyi yang kuat.

Tapi sayangnya keluarga sang Hokage malah menelantarkan anak bungsu mereka dan memprioritaskan seluruh kasih sayangnya terhadap anak sulung mereka karena dia merupakan seorang Jinchuuriki. Dan alasannya adalah karena hidup seorang Jichuuriki itu selalu kesepian maka mereka selalu memprioritaskan segalanya untuk Menma yang merupakan anak sulung dari Yondaime Hokage Namikaze Minato dan Kushina Uzumaki yang sekarang Namikaze dan melupakan Naruto yang merupakan saudara kembar Menma yang hanya lebih muda beberapa menit.

Dan lagi hal itu juga di sebabkan oleh Ramalan Tetua katak yang mengatakan bahwa salah satu anak Minato dan Kushina akan menjadi penyelamat dunia, kalau dilihat dari segi kekuatan Menma saat itu diyakini sebagai anak tersebut karena membawa Kyuubi di dalam tubuhnya dan Minato yakin Menmalah anak tersebut. Dan mereka selalu melatih Menma di bandingkan Naruto.

"Menma-kun.."

Mendengar Ino memanggilnya Menma segera tersadar dari lamunannya. Dia menggelengkan kepalanya untuk mengusir pemikirannya barusan sebelum akhirnya tersenyum. Dia tidak boleh memikirkan hal tersebut untuk saat ini, yang terpenting sekarang adalah membawa pulang Naruto.

"Ah ya, ada apa Ino-chan..?"

"Tidak.. hanya saja kau terlihat memikirkan sesuatu."

Menma hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Ino barusan. Bagaimana pun tebakan Ino sangat benar, dia memang sedang memikirkan sesuatu atau lebih tepatnya seseorang.

"Kuharap kau tidak membaca pikirankuuntuk mengetahuinya Ino-chan." Ino hanya tertawa mendengar candaan dari Menma barusan. Ino tidak perlu menggunakan teknik Klan Yamanaka untuk mengetahui apa yang di pikirkan Menma, dia sudah tau dengan pasti bahwa Menma pasti sedang memikirkan adik kembarnya, Uzumaki Naruto. Ino mendengar bahwa Naruto bergabung dengan Akatsukidan terlibat dalam penyerangan di Sunagakure, dan itu pasti membuat Menma terpukul.

"Kau tau Menma-kun.. kau bisa menceritakan hal yang mengganggumu kepadaku jika kau mau, aku akan selalu bersedia mendengarkannya. Anggap saja sebagai bonus."

Bonus? Menma hanya mengangguk saja mendengar ucapan Ino barusan. Dia baru kali ini berbicara dengan Ino seperti ini. Meski mengetahui bahwa Ino melakukan ini semua karena ingin balas budi entah kenapa Menma merasa Ino punya alasan lain melakukan ini semua. Ino adalah salah satu Kunoichi yang merupakan teman Naruto, dia dan Naruto bahkan pernah terlibat dalam satu misi bersama. Jadi mungkin Ino juga sama merasa kehilangan akan Naruto, sama seperti Menma.

"Sudah malam Menma-kun.. aku harus pulang dulu, dan jangan banyak-banyak makan ramen. Ramen itu tidak sehat untuk kesehatanmu."

"Siap, bu!"

Ino hanya tertawa mendengar balasan Menma barusan. Dia sangat suka dengan Menma yang seperti dulu, selalu tenang dan santai. Bukan Menma yang selalu melamun dan tenggelam dalam depresi.

"Ja ne, Menma-kun.."

Dan dengan itu Ino keluar dari kedai Ichiraku, meninggalkan Menma sendirian disana. Menma yang merasa juga sudah waktunya dia pulang segera membayar ramennya dan berjalan untuk pulang. Kaa-sannya sudah pasti menunggunya untuk makan malam sekarang ini, dan membuat Kaa-sannya marah adalah hal nomer satu yang Menma tidak ingin lakukan.

Berjalan di jalanan Konoha yang masih ramai, Menma terkadang mendapat beberapa sapaan dari warga yang Menma balas dengan senyum. Menurut penduduk Konoha dia adalah pahlawan karena mengurung Kyuubi didalam dirinya, tapi ada juga beberapa orang yang menganggapnya monster karena hal tersebut. Tapi dia tidak perlu khawatir orang-orang yang menganggapnya monster tersebut akan menyerangnya, dari kecil dia selalu dijaga oleh dua orang ANBU. Jadi mereka tidak berani untuk mendekati Menma.

Dan setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya Menma sampai di Namikaze Mansion. Mansion dimana dia tumbuh dengan penuh perhatian sementara Naruto tanpa perhatian. Menma segera saja berjalan memasuki mansion tersebut yang untuk sekarang Fuinnya masih belum diaktifkan, sampai di ruang makan Menma bisa melihat Kaa-san dan juga Tou-sannya. Biasanya Tou-sannya masih belum pulang saat ini, tapi sejak Menma jarang makan malam dirumah juga sepertinya Tou-sannya sekarang pulang lebih awal untuk makan malam bersama.

"Menma-kun.. ayo makan malam sudah siap." Kushina yang masih sedang membawa beberapa makanan dan menatanya berkata saat melihat Menma. Menma yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.

"Aku sudah kenyang, Kaa-san. Aku tadi sudah makan ramen di Ichiraku." Menma segera saja berjalan pergi dari ruang makan tersebut demi tidak melihat raut kecewa Kaa-sannya lebih lama lagi. Sebenarnya dia ingin untuk makan malam bersama dengan mereka, tapi dia sudah kenyang. Dan lagi dia sekarang ingin pergi kekamarnya untuk beristirahat.

...

Di samping desa Kirigakure terdapat sebuah pulau kecil yang merupakan pulau Uzu. Pulau Uzu adalah pulau dimana desa Uzushiogakure pernah berada, tapi yang sekarng berada di pulau tersebut hanya puing-puing saja. Tapi jika dilihat dengan jelas ada sebuah Fuin yang membuat pulau tersebut terlihat tidak berpenghuni, karena dibalik Fuin tersebut pulau Uzu yang tadi hanya puing-puing saja sudah berubah dengan adanya beberapa rumah. Rumah-rumah tersebut adalah milik para Shinobi dari Klan Fuma serta beberapa Klan lainnya yang Naruto selamatkan dari markas Orochimaru. Memang setelah diselamatkan Naruto mereka diberi arahan oleh Naruto untuk pergi ke Uzushio dan membangun pemukiman disana, dan Narutolah yang menyebarkan Fuin disekitar pulau tersebut.

Dan di desa Uzushio yang sekarang baru tersebut terlihat sebuah mansion yang lebih besar dari pada pemukiman yang lainnya. Mansion tersebut adalah markas bagi para anggota Akatsuki yang asli bersembunyi terkecuali Tobi. Dan saat ini Naruto terlihat sedang berada ditraining ground dibelakang mansionnya dan sedang berhadapan dengan Kisame dengan para anggota Akatsuki lainnya berdiri disamping training ground.

"Jadi sekarang adalah jadwal kita bertarung bocah?" Kisame yang berdiri dihadapan Naruto memulai percakapan. Naruto yang mendengar ucapan Kisame barusan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Maaf Kisame-san.. tapi kali ini aku ingin mengujimu untuk melawan anggota kita yang lain." Kisame yang mendengar perkataan Naruto barusan tentu saja bingung. Apa lagi setelah melihat Naruto yang mengeluarkan sebuah gulungan penyimpanan dan mengeluarkan sesuatu dari sana. Dan saat asap yang disebabkan gulungan tersebut menghilang sekarang terlihatlah seorang pria dengan kepala berwarna putih hitam dan juga kepalanya terlihat dimakan oleh sebuah tanaman pemakan serangga. Semua anggota Akatsuki yang melihat itu minus Naruto tentu saja kaget. Karena yang berdiri didepan Naruto adalah Zetzu, anak buah dari Tobi.

"Aku menangkapnya kemarin saat dia mencoba menyerang Chi Bunshin milikku.. berkat Kotoamatsukami aku berhasil mengubah memorinya." Naruto yang berdiri dibelakang Zetzu mata kanannya terlihat berubah menjadi
berwarna merah darah dengan bentuk(Bayangin aja Mangekyou Sharingan milik Shisui). Mendengar penjelasan dari Naruto para anggota Akatsuki lainnya bisa bernafas lega, pasalnya tadi mereka mengira Zetzu berhasil mengetahui rencana dan persembunyian mereka.

"Apa yang harus kami lakukan, Naruto-sama..?"

"Apa yang harus kami lakukan, Naruto-sama..?"

Naruto yang mendengar perkataan kedua Zetzu tersebut hanya tersenyum dan menunjuk kearah Kisame. "Aku ingin kalian berdua bertarung dengannya.. jika merasa tidak mampu menang segera mundur."

Zetzu yang mendengar itu hanya menatap kearah Kisame. Baginya perintah dari Naruto adalah mutlak, dan dia akan melakukan apapun untuk melakukan perintah tersebut. Sedangkan disisi lain Kisame yang mendengar ucapan Naruto barusan hanya menyeringai dan memegang Samehada.

"Mungkin merobek tanaman juga tidak apa-apa untuk Samehada.. ayo kita lihat sampai mana kekuatan Zetzu sesungguhnya." Kisame segera melesat setelah mengatakan hal tersebut kearah Zetzu. Sampai didepan Zetzu Kisame segera menyabetkan pedang Samehadanya yang masih terbungkus perban secara vertikal, tapi saat itu juga Zetzu sudah menyelam kedalam tanah dan menghindari sabetan Samehada milik Kisame.

Tidak beberapa lama kemudian akar-akar muncul dari dalam tanah dan mulai melilit Kisame, Kisame mencoba mengayunkan Samehada miliknya untuk memotong akar-akar tersebut.

"Cih... dia hanya berani menyerang dari dalam tanah." Kisame hanya bisa merutuk kesal tak kala dirinya sudah tidak bisa bergerak lagi karena lilitan akar-akar tersebut, Samehadanya disisi lain juga dililit oleh akar-akar yang lebih besar dan tebal untuk menahan pergerakannya.

"Jadi.. kau sudah menyerah Kisame-san?" Naruto yang berada beberapa meter jauhnya dari Kisame bertanya dengan tenang. Kisame yang melihat tidak punya pilihan lain hanya bisa mendecih dan mengangguk.

"Baiklah-baiklah aku menyerah."

"Lepaskan dia Zetzu." Entha sejak kapan tapi Zetzu sekarang sudah berada disamping Naruto. Mendengar ucapan dari Naruto barusan Zetzu segera mengembalikan akar-akar yang melilit Kisame dan Samehada kedalam tanah.

"Apa lagi tugas kami, Naruto-sama?" Zetzu sisi hitam bertanya kearah Naruto yang berada disampingnya. Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengeluarkan sebuah gulungan penyimpanan.

"Pergilah ke Tobi dan bersikap seolah dia adalah mastermu, jangan katakan rahasia sebenarnya dari Akatsuki kepadanya. Cari tau semua rencana Tobi serta keadaan lima desa Shinobi besar, kemudian kirimkan kepadaku atau Mei." Zetzu hanya mengangguk mendengar perintah dari Naruto, dia kemudian menyelam kedalam tanah untuk berangkat melaksanakan perintah Naruto.

"Jadi itu rencanamu, Naruto-kun.. menggunakan Kotoamatsukami kepada Zetzu dan membuatnya menjadi anak buahmu?" Naruto hanya kembali tersenyum mendengar ucapan Itachi barusan. Naruto kemudian mengalihkan tatapannya menuju kearah Itachi dan menganggukkan kepalanya.

"Ya.. aku harus berterima kasih atas Sharingan milik Shisui-nii yang kau berikan Itachi-nii."

"Itu tidak perlu.. lagi pula Shisui ingin matanya diberikan kepadamu, tapi sayang mata kirinya berhasil dicuri oleh Danzo."

"Aku akan merebutnya suatu saat nanti.."

Itachi hanya bisa tersenyum tipis melihat tekad dari Naruto untuk merebut mata kiri miliki Shisui dari Danzo. Alasannya bukan karena mata Shisui hebat, tapi karena mata itu adalah mata milik orang yang Naruto anggap kakaknya.

TBC

Yo saya balik lagi.. seperti yang saya katakan.. nasib yang kurang baik bulan lalu tapi alhamdulillah berhasil saya lalui. Dan juga gaya penulisan saya mulai berubah.. silakan berikan tanggapan bagaiman gaya penulisan saya yang satu ini. And maaf kalau chap kali ini pendek, ini hanya sebagai tanda kalau saya sudah kembali. Dan juga meski agak telat selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan..dan untuk terakhir seperti biasa, bagi yang mau mereview silakan.. saya sangat hargai itu.. See You Next Time..

Wildan no Arashi Out..