Flower
Dedicated to Fian_Namikaze
Naruto X Sakura
Disclaimer: Masashi Kishimoto
OOC, AU, Typpo bertebaran, EYD berantakan, Ide yang pasaran, dsb
Story by me
.
.
.
.
Chapter 2
Ruangan ini terlihat gelap dan pengap, hanya cahaya bulan yang masuk melalu celah ventilasi udara. Seorang gadis duduk dikursi dengan kedua tangan dan kakinya diikat, mulutnya disumpal dengan kain. 'ummmpp' dia menggumam tidak jelas akibat sumpalan kain, peluh menetes dari dahinya.
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka,masuklah cahaya lampu dari luar. Jelas sudah rupa wajah gadis yang disekap didalam ruangan itu, gadis bermata warna emerald, berambut warna pink sebahu yang terlihat berantakan, mata emeraldnya terlihat lelah, ia mengenakan pakaian rumah sakit, penampilannya lusuh.
Berdirilah dua orang pria dipintu, yang satu langsung masuk keruangan sambil membawa minuman, vodka mungkin.
Ia hampiri gadis itu, dan membuka sumpalan kainnya,"Hai gadis manis, kau ingin minum?" Ucap pria itu.
"Cih, aku tak sudi, dasar brengsek !" Ucap gadis itu, ia menolak tawaran pria yang terlihat menyeramkan itu.
"Heh," pria ini terkekeh, "Keadaanmu lemah dan setelah disiksa dan disekap seperti ini, kau masih kuat juga untuk berbicara ternyata."
Gadis yang sebenarnya berparas cantik itu memicingkan matanya, tatapannya begitu tajam pada pria ini.
Satu orang yang lain yang lebih muda tadi yang berdiri didepan pintu akhirnya masuk dan berdiri disamping pria tersebut.
"Sasuke,sekarang mau kau apakan si Sakura ini?" tanya pria itu sambil menyilangkan tangan didepan dadanya.
"Aku ingin menambah trauma pada dirinya dulu, sebelum aku lepas, paman Obito." jawab Sasuke.
"Lepaskan aku! Dasar brengsek!" Sakura berteriak.
"Diam kau, gadis manis." ucap Obito dengan tatapan wajahnya yang menyeramkan.
Tiba-tiba saja Sasuke langsung mencekik leher Sakura,hingga membuat nafas Sakura tersenggal-senggal.
"Dengar ya Sakura, jika kau masih bersikukuh untuk tetap melaporkanku ke polisi, kau akan mati dengan kondisi yang menggenaskan ditangan pamanku."
Sakura makin melemah, ia merasa akan mati sebentar lagi.
"Lepaskan tanganmu itu, kau mau membuatnya mati sekarang?" Ucap Obito.
Sasuke pun melepaskan tangannya, tubuh Sakura bergetar hebat, ia ketakutan, Sasuke menyeringai menang.
"Bawa dia kembali, turunkan dia di taman Konoha yang dekat dengan rumah sakit jam 4 pagi. kau lihat sekarang ia makin trauma." Perintah Obito
"Hn baiklah."
.
.
.
.
Naruto pov.
Akhirnya aku sampai ke Konoha, perjalan dari Suna ke Konoha memakan waktu berjam-jam,ya rumah yang kubangun terletak di Suna. Sekarang ini aku dirumah sakit, aku terus menyusuri koridor rumah sakit Konohagakure ini, demi mencari bunga 'Sakura ku' yang menghilang semalam. Ini sudah jam 8 pagi, mentari sejak jam 5 tadi sudah menampakkan dirinya dari balik lembah-lembah yang ada di gunung. Aku cemas, sudah jam segini Sakura ternyata tidak kembali ke rumah sakit, keadaan Sakura masih lemah, ia juga trauma. Bukan tubuhnya saja yang sakit, hatinya juga.
Aku mencari keseluruh koridor,kamar mandi, lalu sampai ke atap, tapi nihil, Sakura tidak ada. Aku memutuskan untuk mencarinya keseluruh kota ini yang bisa aku gapai.
Saat ini sudah pukul 12.00 siang, matahari sudah tergelincir ke tengah langit biru yang cerah.
Kemana Sakura? Aku tak dapat menemukannya, aku tidak ingin ia pergi jauh. Maka akupun terus berlari,sesal menghantui diriku, aku merutuki diriku ini.
Aku mencoba untuk menenangkan pikiranku agar tidak terlalu cemas,berhenti sejenak, aku mengingat sesuatu, aku belum mencari Sakura ditaman, padahal jarak taman dengan rumah sakit sangat dekat, bodohnya aku, siapa tahu Sakura disana.
Aku sampai ditaman, kali ini sepi, aku sedikit lelah,aku mencari tempat berteduh untuk sebentar, aku menemukan sebuah pohon sakura tepat didekat kolam kecil. Sejenak ku sandarkan tubuhku yang lelah ke batangnya, kupejamkan mataku, kunikmati angin musim semi dengan aliran bunga sakura yang kelopaknya berguguran terhanyut oleh angin pada siang hari ini.
Setelah cukup aku rasa, maka aku melangkahkan kembali kakiku untuk menyusuri taman ini, aku semakin masuk kedalam, aku menemukan tiga batang kayu yang sudah ditebang, dan tak jauh dari sini pohon-pohon sakura berjejer.
End of Naruto pov
'Hiks.. Hiks'
Naruto menghentikan langkahnya tepat di deretan pohon sakura, ia mendengar suara isakan seseorang, perasaan aneh hinggap dihatinya. Lalu ia mencari asal suara itu, Naruto makin jelas mendengar suara itu saat ia berjalan ke deretan ketiga pohon sakura, lalu ia melihat seseorang duduk dibelakang pohon itu. Angin pun kembali melambai, ia tahu suara isakan siapa itu, itu milik Sakura.
For all time i will not leaving you alone...
"Ternyata kau disini Sakura-chan, yokatta. Aku sungguh khawatir." Naruto menghembuskan nafasnya dan tersenyum sumringah.
"Pergi dariku Naruto!" Bentak Sakura
Naruto kaget, Sakura jadi kasar begini, suara dingin yang dilontarkan oleh Sakura membuatnya sedih.
"Aku begitu khawatir dengan dirimu, tapi ini yang kau ucapkan padaku, Sakura-chan?" Naruto berucap lirih
Sakura terdiam, lalu ia berkata, "Aku sudah kotor, Naruto. Aku sudah tak pantas lagi, carilah yang lain. Jauhi aku, kau berhak bahagia bersama yang lainnya."
Naruto terkejut dengan ucapan Sakura, disuruh untuk mencari yang lain katanya? Lantas untuk apa dia menjaga dan mencari Sakura sekarang? Apa Sakura berpikir Naruto tipe orang yang gampangan?
"Dihatiku ini, telah ada dirimu Sakura-chan, tak ada yang bisa membuatku bahagia selain dirimu, kau mengira aku akan meninggalkanmu karena kau sudah kotor? Kau salah Sakura-chan, aku bukan pria yang seperti itu."
"HENTIKAN OMONG KOSONGMU ITU, NARUTO!" Sakura berteriak dan memarahi Naruto.
"Aku mengerti rasa sakit yang kau alami, Sakura-chan. Tapi hanya kau yang ada dihati dan pikiranku, untuk segala waktu, kau tetap menjadi bunga yang sangat indah bagiku. Kau masa depanku." Naruto berkata lembut, bukan hanya bualan semata, tapi ia ingin membuka hati Sakura yang tertutup.
You're important to me, you're my best future...
"..." Sakura terdiam.
"Berdua denganmu, adalah hal yang sangat aku inginkan, Sakura-chan." Naruto pun memeluk Sakura.
"Maafkan aku Naruto.. Hiks." ucap Sakura yang berada di dada Naruto
Naruto mengelus punggung Sakura, "Jangan menangis lagi. Tenang saja, kali ini aku pastikan si brengsek itu masuk ke penjara."
Sakura terkejut, ia masih ingat kata-kata Sasuke tadi. Ia takut.
"Jangan.. Sudah cukup. Tak perlu lagi." ucap Sakura.
Naruto bingung, ia pun melepaskan pelukannya dan ia tatap wajah Sakura. "Kenapa? Dia harus ditahan."
"Ku mohon cukup," Sakura kembali terisak. "biarkan saja dia."
Naruto merasa ada yang aneh, tapi untuk saat ini ia lebih baik meng'iya'kan perkataan Sakura, walau sebenarnya masih tetap harus diselesaikan.
"Baiklah."
.
.
.
.
Akhirnya Sakura kembali beristirahat di rumah sakit, diruangan itu terdapat beberapa orang yang memandangi Sakura terlelap. Ada laki-laki berambut silver yang gaya rambutnya melawan arah gravitasi, ada pria berambut dikuncir keatas bak nenas, ada Kiba yang selama ini membantu Naruto untuk menjaga Sakura, ada wanita berambut pirang dengan warna mata aquarine, dan ada wanita berambut indigo sepinggang.
"Jadi sekarang bagaimana, Naruto?" tanya pria yang berambut silver.
"Kasus tetap dilanjutkan, Kakashi-senpai." ucap Naruto
"Itu bagus, kami akan tetap membantumu menyelesaikan kasus ini." Ucap pria yang rambutnya seperti nanas.
"Sahabatku jadi begini karena bajingan itu." Ucap wanita berambut pirang tadi dengan emosi.
"Te-tenanglah Ino-chan,Sakura-chan bisa bangun nanti." Wanita berambut indigo menenangkan Ino dengan mengusap bahunya.
"Huft." Ino hanya mendesah.
Kakashi adalah Senpai mereka saat masih bersekolah di KHS, profesinya sebagai detektif di Konoha ANBU.
"Ah iya apa kalian ada mengetahui atau mendengar tentang 'Akatsuki Organization' ?" tanya Kakashi.
"Mana kami tahu, kau kan detektif, jelas hanya kau yang tahu, Senpai." Ucap Kiba sembarangan.
"Memangnya kenapa dengan organisasi itu?" tanya pria berambut seperti nanas, sepertinya ia penasaran.
"Hehe,gomen Kiba. Begini Shikamaru, aku dapat info dari Yamato, katanya ia mengetahui bahwa Organisasi Akatsuki ini adalah bagian penyelidik yang keberadaannya tersembunyi, kata Yamato mereka melakukan aksi sebagai mafia dengan berganti-ganti nama kelompok."
Naruto dan yang lainnya begitu seksama mendengar penuturan Kakashi.
"Ini menarik." Ucap mereka bersamaan, minus Kakashi.
"Yang mengurus kasus Sasuke kan pamannya yang diketahui bernama Obito, nah bagaimana jika kita meminta bantuan dengan mereka untuk menyelidiki siapa sebenarnya Obito itu."
"Ajak kami kesana, Kakashi-senpai." Ucap Naruto.
"Kita temui dulu Yamato, dia yang tahu lokasinya. Ino, Hinata jaga Sakura ya?"
"Baik, Kakashi-sensei."
-_Flower_-
. . . .
"Ah kau telat, Kakashi-senpai." ucap seorang pria berambut coklat
"Yaah, gomen, sudah lama kau ditaman ini, Yamato?"
"Lumayan, satu jam." Ucap Yamato santai
"Hehehe.." Kakashi cuma menyengir
"Kau membawa bocah-bocah itu, Senpai?"
"Ya ada di mobil,lihatlah mereka didalam sana." Tunjuk Kakashi pada mobilnya yang terletak di seberang jalan.
"Kita pergi sekarang, Senpai. 'Mereka' di distrik yagochi telah menunggu dari tadi."
T
B
C
Akhirnya selesai juga chapter 2 nya
Balas repiu :
dsakura2 : ini udah
immanuel febriano: Tetap NaruSaku
Hikaru Sora 14 : Ini udah
Nanachan : ahaha, tak apasaya mengerti :D
Cindy elhy : Ini udah up
Terimakasih untuk yang sudah follow,fav dan mereview
Salam
Quinn Agatha Dias
