CHAPTER 3: THE REAL KISS?
Ventus Hikari Note: Lol, di chapy kali ini aku membuat Sora menjadi cukup aggressive nih! XP
enjoy the story and don't forget to review?
DISCLAIMER: Milik Square Enix, Disney dan Tetsuya Nomura.
Pair: Chapy kali ini Sora x Axel! ^^
Rate: T (dan masih ada kemungkinan manjadi M jika mau)
WARNING: SHO-AI! DON'T LIKE DON'T READ.
-XXX-
~ Normal POV ~
"Huh?" kata Axel terkejut mendengarnya. " Mak… Maksudmu, Sora?" katanya yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Sora terlihat kesal karena Axel mengira dia sedang bercanda. "Aku serius!" katanya yang langsung mencium Axel di tengah festival yang masih berlangsung ini.
Semua yang berada di sana langsung terpaku kearah Sora yang mencium Axel terang-terangan. Roxas maupun Riku shock melihat saudaranya mencium Axel di tengah festival tanpa rasa malu sedikitpun. Dengan marah, Roxas mengarahkan busur yang masih dia pegang kearah wajah Axel dan menembakkan anak panah padanya. Axel segera mendorong Sora darinya dan menangkap anak panah yang di tembakkan Roxas padanya itu.
"Beraninya kau menyentuh saudaraku!" Teriak Roxas marah.
"Hey! Bukan aku yang menciumnya!" kata Axel membela.
"Roxas! Tidak seharusnya kau menembakkan anak panah pada seseorang! Bagaimana kalau dia terbunuh!" kata Sora tidak percaya melihat kembarannya menembakkan anak panah pada Axel.
"Lebih baik dia mati daripada menyentuhmu!" Kata Roxas dengan marah dan mengarahkan anak panah pada Axel sekali lagi.
Keringat dingin jatuh dari wajah Axel, bukan hanya Roxas yang marah padanya saat ini, bahkan Rikupun ikut marah dan dia menatap Axel dengan keinginan membunuh. Riku sangat marah karena dia merasa Axel telah mempermalukan nama keluarganya dan tamu-tamu yang hadir mulai menggosipkan tentang ciuman tadi.
"Roxas, hentikan." Perintah Riku dengan tegas. "Sora, pergilah kekamarmu dan kau Axel…" Kata Riku sambil menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam dan dingin. "…jangan coba berbuat sesuatu yang aneh padanya." Katanya dengan dingin dan menekan.
Sora langsung berlari ke arah Axel dengan cepat sambil menariknya ke arah kamarnya. Roxas hendak menyusulnya karena masih ingin melanjutkan permasalahannya dengan Axel, tetapi Riku melarangnya.
"Jangan sekarang Roxas…" Kata Riku dengan dingin. "…selesaikan ini nanti setelah festival selesai." Katanya menekankan.
Roxas lalu mengigit bibirnya karena kesal harus menunggu festival ini berakhir. Dengan perasaan kesal ia menunjukkan aksi berikutnya, kendo. Tanpa segan-segan, Roxas menyerang lawannya tanpa ampun hingga lawannya tidak berkutik sedikitpun.
Di penampilan kedua Riku, dia memilih memanah dan semua tembakannya tidak ada satupun yang meleset. Semua sasarannya tepat mengenai titik-titik yang dia incar. Bahkan ada satu anak panah yang terkena tembakannya lagi hingga anak panah itu terbelah dua dan membuat penontongnya terkagum-kagum.
Para petinggi keluarga pun memberikan pujian dan seakan-akan lupa apa yang telah Sora lakukan barusan hingga membuat festival ini sedikit kacau.
Di sisi lain…
Sora memasuki kamarnya bersama Axel. Ketika mereka sudah masuk, Sora tiba-tiba menunduk dan meminta maaf pada Axel sedalam-dalamnya.
"Maafkan aku Axel! Tadi aku nyaris mencelakakanmu!" kata Sora dengan nada menyesal.
"Huh? Kau sama sekali tidak mencelakakanku Sora…" Kata Axel sambil tersenyum meski heran karena dia merasa Sora sama tidak mencoba mencelakannya dari tadi.
"Tapi tadi Roxas nyaris mencelakakanmu karena aku…" Kata Sora sambil menunduk dengan wajah sedih.
"Hey, ini bukan salahmu…" Kata Axel sambil mengangkat wajah Sora yang masih menunduk. "… dan ini bukan salahku juga. Semua hanya kesalah pahaman saja…"
"Tapi perasaanku padamu ini sesungguhnya, Axel! Aku tidak pernah bercanda soal perasaanku…" Kata Sora menjelaskan.
Axel lalu menghela napas. "Tapi sepertinya saudaramu tidak akan menyukai hubungan ini, Sora. Soalnya aku berasal dari kalangan bawah,tidak sepertimu." Katanya memberitau.
"Aku tidak perduli apakah kau berasal dari kalangan bawah atau bukan…" kata Sora sambil mengelengkan kepalanya. "…yang aku pedulikan hanya perasaanku saja, bukan harta atau yang lain. Aku suka kamu Axel! Maukan kau menerimaku?" Tanya Sora dengan puppy eyes dan itu membuat Axel sedikit gemas melihatnya. "Please?"
'Man, dia terlalu polos…' pikir Axel sambil menatap Sora. "Kau benar-benar menyukaiku Sora? Bukankah masih banyak orang lain yang lebih baik dariku?" tanyanya dengan heran.
"Mungkin kata-kata memang tidak dapat membuktikan perasaanku…" Kata Sora dengan sedih.
"Sora…" kata Axel menyesal telah membuatnya sedih dengan pertanyaannya.
Tiba-tiba Sora menarik lengan Axel dan menciumnya lagi. Axel tentu sangat terkejut tentang betapa agresif nya Sora ketika menunjukkan perasaannya padanya. Tetapi bukan berarti dia tidak menyukai ciuman dari bibir Sora yang lembut dan manis itu. Axel lalu mencium Sora lebih dalam dan Sora memengangi kedua bahu Axel yang lebar itu sambil mencengkramnya dan menariknya lebih dekat lagi dengannya. Tubuh keduanya saling bersentuhan dan tubuh Axel terasa panas ketika menyentuh kulit tubuh Sora.
"Hum…" Desah Sora ketika beciuman.
"…" Axel menatapi wajah Sora yang sedikit memerah ketika mereka berciuman.
Ciuman keduanya terhenti ketika Axel menghentikannya karena dia merasa bahwa tidak baik untuk meneruskannya karena statusnya ini hanya sebagai nanny saja di sini. Tetapi Sora mencoba menciumnya lagi setelah menarik napas yang dalam dan Axel mencoba mengelak.
"Kenapa?" Tanya Sora heran melihat Axel menolak untuk menciumnya.
"Aku tidak bisa Sora, ini akan menjadi masalah jika ada yang melihat kita berciuman lagi…" Jelas Axel dengan dahi mengkerut.
"Tapi aku tidak peduli!" kata Sora dengan tegas.
"Tapi aku peduli…" Kata Axel sambil memegang kedua pipi Sora yang lembut. "…aku tidak ingin membuatmu sedih karena di benci oleh saudaramu maupun orang tuamu, Sora…"
"…" Sora terdiam sejenak sambil menunduk. "…Ayah… tidak akan terlalu perduli…" Katanya dengan nada kecil dan membuat Axel agak sulit mendengarnya dengan jelas.
"Apa?" Tanya Axel.
Sora lalu mengangkat kepalanya dan tersenyum. "Bukan apa-apa!" katanya ceria. " Axeeeeeeeeeeeel! Aku suka kamu! Terimalah perasaanku! Please?" katanya memohon sekali lagi dengan wajah polos dan manis.
"Err…" Axel bingung ketika ditanyai sekali lagi. Sebenarnya dia memiliki perasaan pada Sora, tetapi dia mencoba menahan dirinya agar tidak lepas kontrol dan berbuat sesuatu yang tidak Sora inginkan. "…no?" katanya dengan berat hati.
Wajah Sora langsung sedih ketika Axel mengatakannya dan terlihat genangan air mata di matanya, itu langsung membuat Axel panik melihatnya hampir menangis karena di tolak olehnya. Dia lalu menghapus air mata Sora yang belum terjatuh itu dan mencoba menghiburnya.
"Well Sora, aku menolakmu bukan karena aku tidak suka padamu…" Jelas Axel sambil menghapus air mata yang terdapat di mata Sora itu. "…aku hanya tidak ingin… uh," dia terhenti sejenak untuk mencari alasan yang tepat. "… saudaramu memarahimu gara-gara aku."
"Jika kujelaskan pada mereka, pastinya mereka akan mengerti aku!" kata Sora yang ngotot ingin menjadikan Axel sebagai pacarnya. "Please?" Kata Sora memohon lagi agar Axel mau menerima perasaannya.
Axel-pun menjadi bimbang, di dasar hatinya, dia ingin menerima perasaan Sora. Tetapi pikirannya memberi peringatan bahwa ada kemungkinan ini akan menjadi malapetaka jika dia menerimanya. Saking lamanya Axel berpikir dan melamun, Axel sama sekali tidak sadar bahwa Sora hendak menciumnya dan dia baru sadar setelah Sora menciumnya.
"So…" Axel ingin mengelak lagi tapi terlambat, Sora telah menangkap bibirnya dengan cepat.
Bibir Sora yang lembut membuat Axel enggan menghentikan ciuman ini untuk yang kedua kalinya. Tangan Sora memeluk leher Axel dengan erat dan dia mendekapkan tubuhnya sedekat mungkin dengan Axel. Axel lalu memegangi punggung Sora yang lembut, tubuhnya terasa hangat ketika Axel sentuh dan tanpa berpikir panjang Axel menyelipkan tangannya kedalam pakaiannya dan meraba kulit punggung Sora yang lembut.
Sora mendesahkan nama Axel ketika dia meraba kulitnya itu. Tidak mau kalah, Sora menyentuh dada Axel dan mencoba menyelipkan tangannya juga. Dalam hati Axel, dia bingung bagaimana Sora, bocah se-innocent ini berani melakukan hal seperti itu? Seperti meraba kulitnya dan menciumnya dengan lembut…
"Sora…" Kata Axel di tengah ciuman mereka.
"Hm?" Jawab Sora yang masih mencoba mencium Axel lebih dalam.
"Darimana kau berani melakukan hal seperti ini?" Tanya Axel dengan heran.
"Hm…" Sora mendesah sebelum dia menjawab. "Dari Riku…" Jawabnya.
'Riku?' pikir Axel dengan heran.
"…Dia… terkadang suka…" Sora mendesah ketika Axel meraba tubuh bagian depan.
"…melakukan ini… padaku…" Jelasnya. "…dan Roxas… juga suka… menciumku… terkadang…" desahnya di tengah ciuman kami.
'What the…' pikir Axel dengan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Axel langsung menjauhkan Sora yang mencoba meneruskan ciuman mereka lagi. Axel lalu memegang kedua pipi Sora dan menatap mata biru langitnya yang indah.
"Sora, kurasa aku tidak mungkin menerima perasaanmu…" Axel memberitaukannya tanpa perasaan berat sedikitpun, tidak seperti sebelumnya. "…karena jika aku menerima perasaanmu, maka kurasa aku akan mempunyai masalah besar dengan saudaramu." Jelasnya.
"Masalah apa?" Tanya Sora dengan bingung.
'Jika dugaanku tepat, alasan Roxas dan Riku marah besar bukan karena aku telah mencemarkan nama baik keluarga ini, tetapi karena Sora menciumku…' pikir Axel dengan dahi mengkerut.
"Axel?" Tanya Sora dengan heran ketika Axel tidak menjawab pertanyaannya.
To Be Contiunued…
Ventus Hikari Note: hyahahaha… Sora polos tapi aggressive! XD
review! ^^
