Multichapter Story

Disclaimer: Hetalia punya bapak saia Hidekaz Himaruya-sensei.. saia pinjem duyu yachh~

Genre: slight Humor and Romance

Pairing: AmericaxOC

Warning: seperti biasa Abal+Gaje

Chapter 2 is begin~

"I-Itu apa? Sepertinya ada seseorang..."

Saking penasarannya Alfred dengan orang itu, dia langsung mendekati orang yang hampir dianggapnya sebagai mayat(masih idup kali..). Tapi betapa kagetnya Alfred bahwa seseorang itu ternyata adalah - seorang gadis cantik bertubuh mungil (seukuran dengan Kiku) berambut pirang panjang dengan hiasan mahkota yang terbuat dari rumput laut di atas kepalanya.

"Ah! h-hei kau tidak apa-apa?.. uh.. hei sadarlah!" sahut Alfred sambil menepuk-nepuk pipi gadis yang sekarang berada di pangkuannya itu. sudah beberapa kali dibangunkan tapi tetap saja gadis itu tak kunjung sadar dan ya... sepertinya dia tak bernafas sama sekali yang berarti menandakan bahwa jantungnya tidak berdetak juga...

"Haduh bagaimana ini? Dia tidak sadar-sadar!" panik Alfred. Tapi tiba-tiba saja muncul pemikiran yang terlintas dipikirannya.

"Apa aku harus malakukan itu...?"

Pasti kalian penasaran dengan yang dimaksud 'Itu' oleh Alfred, kan? ya, kan? ya, donk? bener, kan? bener, donk? *dibombardir tentara America*. Dan... YAK kalian BENAR! Itu adalah pernapasan buatan. Alfred harus memberikan pernapasan buatan untuk gadis itu - dari mulut ke mulut (masa mulut ke hidung?).

"Ya sudahlah tidak ada cara lain selain melakukan ini untuk menyadarkannya".

Tanpa menunggu lama lagi Alfred langsung menyerang mulut gadis itu dan melumatnya untuk diberi nafas buatan. Memberikan nafas buatan yang dia bisa dari mulut ke mulut sambil merangkul tubuh gadis itu. Bisa kita bayangkan ciuman itu terlihat "Oh, So HOT!" dimata kita jika melihat adegan tersebut.

Setelah hampir beberapa menit dilakukan, sang American itu melepas ciumannya karena dia sendiri sedikit kesulitan untuk bernafas. Alfred merasa jantung gadis itu sudah mulai berdetak kembali. Dan buruknya dia belum sadarkan diri, mungkin harus ditunggu untuk beberapa saat sampai keadaannya sudah pulih.

"Lebih baik aku bawa ke dalam tenda dulu saja..." kata Alfred sambil membopong gadis itu(dengan bridal-style, ya iyalah masa diangkut kaya karung beras?) dan membaringkannya dengan perlahan didalam tenda.

Setelah membaringkan gadis itu, Alfred keluar untuk segera membuat api unggun dan menghangatkan diri. Laper bukan main... itulah yang dirasakan pemuda America itu saat ini. Untungnnya dia membawa banyak hamburger kesukaannya yang sempat di beli di McD. Akan tetapi... Alfred sedang membakar sesuatu. Oh! ternyata yang dibakarnya itu adalah ikan yang juga sempat di tangkapnya di tengah pantai. (Oke, sudah cukup basa basinya)

"Nnnghhhhnn..."

Alfred tersentak kaget mendengar desahan itu karena tadi habis melamun. Ternyata gadis yang ditemukannya itu sudah bangun dan sekarang duduk tepat di samping Alfred. Entah kenapa atau memang sejak tadi pipi Alfred terlihat agak memerah setiap memandang gadis yang ada di sebelahnya ini. Pantas saja, gadis itu hanya memakai *berdehem* ehemm... bikini yang membuatnya terlihat manis sampai-sampai si Alfred jadi nepsong-salah-terpukau.

"Apa kau merasa kedinginan?" tanya Alfred khawatir pada gadis itu jikalau dia nanti masuk angin.

"..." gadis itu hanya diam lalu meringkuk memeluk kakinya sendiri seraya mengangguk pelan.

"Kalau begitu, aku ambilkan kau baju dulu ya.." katanya sambil berlalu ke dalam tenda.

.

.

.

"Ini.. Pakailah bajuku untuk sementara. Paling tidak ini bisa membuatmu tidak kedinginan lagi", kata Alfred lalu memberikan baju (lebih tepat kemejanya) yang bisa dipakainya kepada gadis itu. "Maaf ya kalau ini terlalu besar untukmu...Tidak apa kan?"

Gadis itu hanya bisa mengangguk lalu memakai kemeja yang telah diberikan Alfred. Selesai mengenakan kemeja, dia melihat pemuda America itu sedang memakan hamburgernya. Merasa sedang dilihat Alfred pun menoleh dan menawarkan ikan bakar padanya.

"Kau pasti lapar. Ini... untukmu".

Setelah menerima tawarannya gadis itu langsung memakan ikan bakar tersebut dengan lahap saking laparnya. Anehnya gadis itu sudah menghabiskan makanannya hanya dalam 5 detik (?) dan sepertinya dia ingin memakan sesuatu yang lain. Ya, dia ingin makan hamburger..

"Kau mau hamburger juga?" tanya Alfred pada gadis itu yang sedari tadi melihatnya (atau ngeliatin hamburgernya yang super lezat? Jadi ngiler nih...:3).

Angguk gadis itu dengan cepat. karena tidak sabar ingin makan tripple sheese burger yang dibawa Alfred.

"Ambil-lah..."

.

.

.

.

Hening sesaat menyelimuti mereka yang selesai makan. Sampai akhirnya Alfred yang memecahkan keheningan terlebih dulu.

"Ngomong-ngomong namamu siapa?"

Kali ini gadis itu menggelengkan kepalanya yang menandakan kalau dia tidak tahu atau tidak mempunyai nama. Atau mungkin gadis ini sedang mengalami amnesia.

"Kau tidakpunya nama? OH IYA! Aku lupa memperkenalkan diri! Aku Alfred F. Jones dan aku adalah seorang HERO!" seru Alfred dengan berpose ala heronya.

"Kalau kau tidak mamiliki nama, aku yang hero ini akan memberimu nama. Bagaimana kalau...um...Alice? Sepertinya itu nama yang cocok untukmu.."

Gadis itu mengangguk sambil tersenyum, setuju dengan usulnya. Alfred juga membalas senyuman gadis itu dengan senyuman lembut.

'Baguslah..dia benar-benar senang dengan nama itu'.

TBC~