Disclaimer: Hetalia punya bapak saia Hidekaz Himaruya-sensei *digaplok*

Genre: slight Drama, Humor, and Romance

Pairing: AmericaxOC slight Englandxfem!Japan

Warning: seperti biasa Abal+Gaje

Notes= untuk genre bisa berubah setiap chapter

Chapter 3 is begin~

Malam itu banyak bintang yang muncul di langit tepatnya di atas kota London, England. Arthur Kirkland saat itu sedang duduk di balkon rumahnya dengan ditemani secangkir teh favoritnya yang biasa disebut Earl Grey ditangannya. Menikmati keindahan langit pada malam hari yang benar-benar jarang sekali muncul ini. Dan itu pastinya disebabkan oleh 'Light Polution' yang melanda hampir seluruh negara di dunia.

Kriiiiiiiiiiiinnnggg Kriiiiiiiiiiiinnngggg

Telapon berdering dengan tiba-tiba membuat Arthur jadi kesal. Mengutuk siapapun yang meneleponnya di saat tenang dan sunyi begini dengan kata-kata mutiara khasnya. Lalu langsung merubah sikapnya dan mengangkat telepon yang ada di meja sampingnya dengan tidak ikhlas.

"Halo? Di sini Arthur Kirkland".

"Ini Arthur-san ya, uhh.. konbanwa", jawab seseorang yang ada di seberang telepon.

"Kyouko? Yes..good evening. Ada perlu apa kau meneleponku?" Ternyata yang meneleponnya itu Kyouko Honda, sahabatnya yang berasal dari Jepang.

"Aku ingin memintamu untuk menemaniku berkunjung ke rumah Alfred-kun dan melihat keadaannya".

"Ke rumah si bloody git kau bilang?" tanya Arthur dengan nada heran.

"Ya, ke rumah Alfred-kun. Kau mau kan Arthur-san?"

"Baiklah. Tapi kenapa harus sekarang?" (Ih Iggy banyak tanya dah..*dilempar scone*)

"Aku sedikit khawatir padanya..."

"Ya baiklah aku temani. Aku akan menjemput-"

"Ti-Tidak usah Arthur-san! Sekarang aku ada di depan rumahmu".

"Benarkah?"

Arthur langsung buru-buru kedepan rumah dan melihat Kyouko benar ada di sana. Menunggu apa Arthur sudah siap atau tidak."Arthur-san kau akan menemaniku kan? Apa kau sudah siap?"

"Ya, aku sudah siap. Ayo berangkat Kyouko".

Kita kembali ke hutan...

"Alice, sebenarnya kamu itu bersal dari mana? Kota apa?" tanya Alfred yang benar-benar penasaran dengan gadis misterius ini.

Alice hanya menggelengkan kepalanya lalu menulis sesuatu di buku (tunggu! sejak kapan ngambil tuh buku? hmm gadis ini benar-benar misterius*disumpel cumi-cumi*) yang bertuliskan 'Entahlah.. tapi seprtinya berasal dari kerajaan di bawah laut'.

"Eh? Itu berarti kamu ini adalah putri duyung yang disihir menjadi manusia normal oleh penyihir jahat yang udah nenek-nenek jelek lagi! (?) mengorbankan suaramu jadi tidak bisa bicara agar bisa bertemu dengan orang yang kau cintai err mungkin pangeran dan kamu berasal dari kerajaan yang tenggelam di dasar laut yaitu Atlantis!" Jelas Alfred panjang lebar tanpa jeda dengan semangat.

Tertegun oleh penjelasan Alfred yang hampir benar semua Alice kali ini mengangguk. Sepertinya menurut Alice, pemuda America itu adalah pangeran yang dimaksud. Atau mungkin salah dugaan...

Melihat Alice mengangguk Alfred pun bangga dengan penjelasannya yang di jawab "ya" oleh gadis itu. Lalu bertanya lagi untuk meyakinkan. "Jadi benar ya.. Kau adalah putri duyung...?" (lha? kok jadi parodi Little Mermaid gini ya..)

Sayangnya saat ditanya begitu Alice diam saja bingung harus menjawab ya atau tidak. Ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan Alfred. Dan saat itu juga gantian Alfred yang bingung karena Alice tidak menjawab pertanyaannya tadi.

"Kalau memang benar kamu seorang mermaid... maaf, aku bukan pangeran. Ya.. meskipun aku ini memang tampan tapi aku ini adalah world hero dan arkeolog biasa", kata Alfred yang dari perkataannya malah bernarsis ria.

Setelah membicarakan tentang asal usul Alice yang masih merupakan misteri dunia ini, mereka berdua akhirnya merasa mengantuk dan ingin segera tidur. Langit sudah bertambah gelap diiringi cahaya bulan purnama dan bintang yang bersinar terang (halah lebay). Mengingat di sana hampir sekitar jam 11.30 malam.

"HOOAAAAMM~ Sudah larut malam. Sebaiknya kita harus tidur. Lagipula ini sudah lewat jam tidurku dan besok harus bangun pagi-pagi supaya bisa menemukan benda bersejarah itu dengan cepat. Uh... entahlah namanya apa.. (author juga lupa) aku tidak tahu".

Alfred yang emang dari tadi menguap lebar sampai-sampai nyamuk pun ikut masuk dan terisap (?) langsung mengambil kantung tidur dari ranselnya. Melepas kacamatanya lalu meletakkan di samping dekat kantung tidur tersebut. "Oh iya! Alice kau tidur di dalam tenda saja biar aku yang tidur di sini".

Karena Alice disuruh Alfred untuk tidur di tenda, Alice menurut dan akan masuk ke dalam tenda. Padahal dia mengkhawatirkan keadaan Alfred agar pemuda itu tidur di dalam tenda juga. Tapi, ya sudahlah.. Sebelum masuk ke dalam tenda Alfred memanggilnya, lalu berkata, "Alice... Good night, girl", dengan senyuman lembutnya.

Mereka pun tertidur dengan tenang dan lelap. Saling bermimpi indah. Jika Alfred memimpikan Alice sedangkan Alice memimpikan Alfred. Bermimpi indah di dalam alam bawah tidur mereka masing-masing. Memimpikan segala sesuatu dari yang terlihat 'so sweet' / saling jatuh cinta sampai mereka berdua manikah dan hidup bahagia bersama selamanya.

TBC~


PEMBERITAHUAN!

Buat chapter 4 ada pembaharuan

tungguin aja di chapter selanjutnya :))

Thanks Ya fo' readin' :D and review