Disclaimer: Hetalia punya bapak saia Hidekaz Himaruya-sensei *digaplok*

Genre: Romance and slight Drama

Pairing: AmericaxOC, Englandxfem!Japan, USxJapan

Warning: Seperti biasa Abal+gaje

Summary: Pada suatu hari Alfred menemukan cewek misterius yang ternyata adalah pasangan hidupnya di waktu yang akan datang. Meskipun sebenarnya sudah memiliki Japan tapi.. YA,,, SUDAHLAH.. (?)


Chapter 4 is begin~

Pagi sudah datang, matahari sudah terbit menyinari hutan tersebut. Kira-kira di sana sudah jam 8.30. Kayaknya untuk kali ini (atau memang hampir setiap hari) Alfred akan bangun kesiangan. Terdengar suara air yang sepertinya ada seseorang yang sedang mengambil air. Alice sejak tadi sudah bangun mendahului Alfred. Dan dia melihat Alfred masih tertidur lelap. Dia juga berniat untuk membangunkannya, tapi dilihat dari raut wajahnya yang tenang saat tidur lalu menggumamkan sesuatu. Alice pun tidak jadimembangunkan Alfred, takut kalau nanti pemuda America itu marah. Alice yang sekarang duduk di sebelah Alfred yang masih tidur dengan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Alfred. Entah apa yang Alice akan lakukan.. Dan Alfred pada saat itu juga membuka matanya. Terkejut melihat wajah Alice yang hanya berjarak beberapa senti dengan wajahnya.

"Alice? A-apa yang kau mau lakukan?" tanya Alfred yang takut nanti terjadi kesalah pahaman dengan pipi yang bersemu merah.

Alice langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Alfred, lalu menawarkan makanan (hamburger) yang dia ambil dari ranselnya Alfred. Alfred memang lapar setelah bangun tidur. Jika waktu tadi malam Alice kelaparan dan melahap makanan yang dia berikan, sekarang gilirannya lah yang langsung melahap habis hamburgernya. Setelah makan, Alfred bergegas untuk mencuci muka dan gosok gigi biar giginya itu tetap putih. Beres-beres dan bersiap melanjutkan pencarian benda bersejarah yang dicarinya.

"Baiklah, kita lanjutkan pencarian kita!" katanya dengan antusias dan semangat yang tinggi. Lupa akan perkataan bosnya Alfred jadi teringat, "Oh iya.., kalau tidak salah batas waktunya besok pagi. Tapi tidak apa lah biar setelah pemberitahuan aku bisa bersantai-santai lagi".

Selama perjalanan mereka berdua mencari-car, menengok sana-sini, kanan kiri, bawah dan atas (?). Alice juga membantu Alfred mencari benda bersejarah yang dimaksud. Bahkan mereka sempat bertemu dengan ular besar yang mengejar mereka. Setelah lari-larian dengan Alice yang digendong Alfred, tiba-tiba turun hujan dan semakin dears. Posisi mereka saat ini berada di dekat gua. Masuk ke dalamnya untuk berteduh. Lagipula di sana juga sudah kembali menjelang malam.

"Hffft, kenapa harus hujan sekarang? Mana tadi benda itu tidak ketemu. Hari ini sku benar-benar sial! Nng.. Alice kau tidak apa-apa kan? Kan tadi habis kehujanan.."

Alice menggelengkan kepalanya bahwa dirinya tidak apa-apa. Alfred semakin khawatir dengan Alice. Dia pun mengajak Alice untuk duduk beristirahat sementara sambil menunggu hujan berhenti. Udara di sana saat ini sangat dingin. Hujannya juga deras disertai petir yang lumayan besar. Alice pun merasa kedinginan. Bahkan sampai seluruh tubuhnya gemetar akibat dari udara dingin tersebut. Kini kekhawatiran Alfred makin menjadi setelah sadar bahwa Alice sedang kedinginan, dan segera menanyakan keadaannya.

"Alice, kau yakin tidak apa-apa?"

"..."

"Hhh.. Alice..."

Tubuh Alice semakin gemetaran. Sudah tidak bisa menahan hawa dingin. Akhirnya Alfred menarik Alice ke dalam pangkuannya. Memeluk tubuh Alice dengan lembut sambil membelai rambutnya. Melakukannya dengan rasa kasih sayang agar membuat gadis itu nyaman di dalam pelukannya.

"Kenapa kau tidak beri tahu aku tadi kalau kau kedinginan?"

"...A-Alfred..."

"Huh? A-Alice, kau..."

Semakin mendekatkan tubuhnya ke dalam pelukan Alfred, karna Alice juga takut dengan suara petir. Perlahan tubuh Alice berhenti gemetar. Merasakan kehangatan dari tubuh Alfred yang mulai masuk ke dalam tubuhnya. Dan juga merasa nyaman berada di dekat pemuda itu.

"A-A-Alfred..., h-hangat. Tubuh Alfred ha-hangat..."

"?"

Mendengar apa yang dikatakan Alice tadi, Alfred pun semakin mempererat pelukannya. Menjaga Alice dari udara dingin di luar sana dan menjaganya dari suara petir yang menggelegar. "Tenang saja Alice aku akan menjagamu. Kalau kau masih ingin dipeluk seperti ini - tidak apa-apa. Terserah kau saja.. Alice"

"Te-terima kasih, Alfred..."

Alice pun tertidur di dalam pelukan Alfred. Menyandarkan kepalanya di bahu Alfred dan sebuah senyuman sedikit terulas di bibirnya. Meskipun tidak ada api unggun yang memancarkan kehangatan untuk mereka berdua. Tapi berkat kehangatan yang diberikan oleh Alfred, Alice bisa tenang kembali setelah tadi merasa kedinginan dan ketakutan akibat suara petir. Sepertinya Alfred juga mulai mengantuk. Tertidur sambil memeluk Alice dalam posisi duduk. Menunggu hujan yang tak kunjung berhenti sepanjang malam.

Sementara itu... di America

Arthur dan Kyouko sekarang telah sampai di rumah Alfred. Menekan tombol bel rumah sambil memanggil nama tuan rumah tersebut. Dan beberapa menit tak lama maid di rumah tersebut datang membukakan pintu. Ya..., Alfred memiliki seorang maid bernama Lousiana Casull yang biasa dipanggil Alfred dengan nama Louise dan hanya satu tahun lebih tua dari Alfred. "Oh.. ternyata tuan Arthur dan nona Kyouko, ada apa ya kalian berdua datang kemari?"

"Kami datang ke sini mau melihat keadaannya. Apa Alfred-kun ada?"

"Maaf, tuan Alfred sedang tidak di rumah. Kalau tidak salah mendapat tugas penting dari bossnya".

"Alfred-kun tidak ada ya? Padahal aku ingin sekali bertemu dengan Alfred-kun hari ini", kata Kyouko dengan nada kecewa. Saat ini pasti di hati gadis Japan itu sedang sedih karena Alfred tidak ada di rumahnya.

"Huhh.. dasar bloody git! Bikin susah saja dia. Kyouko, kenapa kau tidak telpon dia dulu kalau mau bertemu?", umpat Arthur dengan kesal lalu bertanya kepada Kyouko.

"Sudah,, tapi tidak diangkat Alfred-kun. Sepertinya handphonenya tidak dibawa.."

"Lho, tuan Alfred tidak bawa? Pantas saja tadi di kamarnya seperti ada suara handphone berdering".

"Bloody hell. Benar-benar bodoh sekali dia sampai tidak membawa handphonenya kalau ada perlu".

Di dalam hati Arthur sedang mengatakan sesuatu yang lain. 'Ckk, coba Kyouko tidak berniat ke rumah Alfred. Pasti tidak seperti ini kan?'. Sebenarnya dia sudah lama menyukai Kyouko tapi sayangnya Alfred yang merupakan sahabat masa kecilnya sudah menyukai Kyouko lebih dulu. Dan Kyouko sendiri juga menyukai Alfred ketimbang Arthur. Rasa suka itulah yang perlahan menjadi perasaan mencintai sampai Alfred dan Kyouko menjadi sepasang kekasih. Yang membuat Arthur cemburu pada Alfred.

"Kalau begitu, terima kasih Louise-san. Mungkin besok kami akan ke sini lagi. Tolong sampaikan salam pada Alfred-kun".

"Ya.., nona Kyouko".

"Kami pulang dulu. Arigatou Gozaimasu".

TBC~


Pembaharuan? Di bagian mana ya pembaharuannya?

Gomenasai jika tidak ada pambaharuan sama sekali bagi para readersyang sudah baca.

But I hope this fic can satisfy readers read already.

This fic will continue to next chapter.

Arigatou Gozaimasu for readin' ^o^

and REVIEW NOW! XD