Disclaimer: Hetalia punya bapak saia Hidekaz Himaruya-sensei *digaplok*

Genre: Romance and slight Drama

Pairing: AmericaxOC, Englandxfem!Japan, USxfem!Japan

Warning: Seperti biasa Abal+gaje, typo maybe, bahasa semi-formal de el el

Summary: Pada suatu hari Alfred menemukan cewek misterius yang ternyata adalah pasangan hidupnya di waktu yang akan datang. Meskipun sebenarnya sudah memiliki Japan. Akankah cinta Alfred dan Kyouko akan berjalan lancar semenjak kehadirannya Alice? Sama sekali tidak menentu


Chapter 6 is begin~

"APA!"

"Ah.., boss I'm sorry. Sudah kucari kemana-mana tetap saja tidak ketemu. Mungkin benda itu memang tidak ada di sana."

"Grrrhhh... Seharusnya kau cari di tempat lain selain di hutan itu!"

Mendengar omelan bossnya, Alfred semakin mengeluh dan berusaha mencari berbagai alasan, meskipun benda bersejarah itu sulit ditemukan. Sambil berpose 'peace' pada kedua tangannya. "Uh... boss. Mm, baiklah. Lain kali aku akan mencarinya dengan teliti sampai ketemu. Suwer tekewer-kewer deh..~"

"Ok, baiklah. Tapi hanya untuk kali ini. Waktu mendatang harus kau cari sampai benar-benar ketemu!"

Akhirnya si boss bisa memaafkan Alfred. Alfred langsung meminta izin untuk segera pulang ke rumahnya. Diraihnya tangan bossnya, mencengkramnya seraya mengucapkan terima kasih. "Thanks ya so much, boss! You're the best! Kalau begitu saya permisi pulang dulu." Lalu keluar dari ruangan bossnya dan bertemu-salah-menghampiri Alice yang sedari tadi menunggu sambil melihat mobil-mobil pejabat yang berparkir di dekat situ dari lantai dua. - - Maaf sepertinya sudah cukup #shot

"Maaf sudah menunggu lama. Soal keadaan berisik tadi lagi-lagi bossku marah padaku. Benar-benar menyebalkan, kalau marah apalagi teriak-teriak suaranya sudah bagaikan speaker yang pecah (?)" Keluh Alfred atau mungkin lebih tepatnya malah curhat sama Alice.

"Ayo kita pulang dan bersantai-santai!" Seru Alfred lalu menarik tangan Alice menyeretnya keluar gedung untuk ke tempat parkir. Saat sampai di tempat tersebut mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Alfred langsung menekan gas mobilnya meninggalkan White House. Segera menuju rumah pemuda tersebut.

Sesampainya di rumah yang berarsitektur dengan gaya Eropa tersebut, kepulangan mereka berdua disambut oleh Louise. "Ah, tuan Alfred sudah pulang ya-" Melihat Alfred membawa-eh-mengajak seorang gadis yang sekarang ada di sampingnya, Louise merasa heran. "-Eh siapa gadis ini?"

"Oh, ini Alice..ah..um..temanku. Alice perkenalkan ini Louise, dia maid yang bekerja di sini," jawab Alfred sambil memperkenalkan Louise pada Alice. Lalu dia menyuruh Louise untuk segera menyiapkan kopi. Ia sudah lama tidak meminum kopi semenjak dua hari yang lalu. Merasa rindu ingin meminumnya kembali. "Louise, tolong buatkan aku kopi ya.. Jangan lupa beri susu di dalamnya. Lalu, roti panggangnya juga. Aku mau menenangkan diriku setelah dua hari bekerja tanpa pulang." Perintahnya langsung dilaksanakan Louise.

Alfred mengajak Alice ke kamar tamu yang akan menjadi kamarnya karena Alice sekarang tinggal di sini. Mengantar Alice menuju kamarnya. "Mulai sekarang kau tinggal di rumahku. Dan ini adalah kamarmu."

Alice hanya mengangguk pelan. Kamarnya cukup luas meskipun tidak seluas kamar Alfred. Barang-barang yang ada di kamar tersebut tertata rapi. Ini karena Louise rajin membersihkan dan membereskan setiap ruangan, termasuk kamar-kamar yang ada di rumah ini. "Kurasa sudah cukup.. Aku mau mandi dulu untuk menyegarkan diri. Kalau ingin makan kau tinggal meminta Louise membuatnya. Baiklah, selamat beristirahat~"

Sang American itu keluar dari kamar Alice. Si pemilik kamar tersebut hanya memandangnya dengan senyuman. 'Terima kasih, pangeran Alfred.' Apa dia benar-benar menganggap Alfred sebagai pangeran? Tapi Alice sendiri juga belum tahu perasaan yang sebenarnya terhadap Alfred begitu juga sebaliknya.

Baru ingat akan sesuatu, sampai sekarang Alice masih mengenakan pakaian Alfred. Belum menggantinya dengan pakaian yang lain. Tadi Alfred juga lupa untuk menawarkan baju lain untuknya (emangnya jualan?). Alice pun memilih untuk istirahat saja. Merebahkan tubuhnya di atas kasur. Memejamkan matanya yang sudah lelah. Ia melupakan pikirannya mengenai hal tadi saking capeknya.

.

.

.

.

Setelah mandi, Alfred yang sudah selesai berpakaian, menuju ruang keluarga untuk menonton tv. Sesaat sudah berada di ruangan tersebut dia duduk di sofa . Didepannya terdapat sebuah LCD tv. Di tv itu sedang disiarkan sebuah berita. Tak lama saat Alfred sedang menonton berita, Louise datang. Membawakan secangkir kopi panas dan roti panggang. Diletakkannya kopi dan roti itu di di atas meja di depan Alfred. Tangan Alfred mengambil kopi itu lalu dihirupnya pelan. Mirip dengan cara Arthur meminum teh. Sang maid yang berdiri di samping sofa tempat Alfred sekarang duduk. Penasaran dengan Alice, apalagi kedatangannya Alice memakai kemeja Alfred. Lalu menanyakannya pada Alfred. "Tuan Alfred, kenapa Alice memakai bajumu?"

"Uhh, itu.. karena waktu itu Alice tiba-tiba terpeleset dan terjatuh ke sungai. Lagipula dia tidak membawa baju cadangan jadi aku meminjamkan baju milikku." Louise memiringkan kepalanya mendengar itu.

"Waktu itu? Kapan?"

"Waktu aku sedang ada tugas arkeolog. Dia ikut denganku untuk membantu."

Louise pun ber 'oh' ria. Dia hampir lupa satu hal. Memberitahukan kedatangan Kyouko tempo hari. "Tuan Alfred, saat kau sedang tugas... nona Kyouko berkunjung kemari ingin menemuimu."

"Kyouko? Benarkah?" Tanya Alfred lalu meminum kopinya.

"Ya... Katanya dia ingin sekali bertemu denganmu. Arthur juga datang menemani nona Kyouko saat itu."

'Kyouko... Pasti dia sangat merindukanku. Makanya dia datang ke sini.. Aku juga merindukannya, sudah lama tidak bertemu Kyouko. - - Sepertinya aku harus mengunjungi rumahnya,' pikir Alfred sambil memakan rotinya lalu dicelupkannya roti tersebut ke dalam kopi (?) dan memakan rotinya kembali. Setelah itu menghirup kopinya yang hampir habis tersebut.

"Louise tolong kau jaga rumah ya.., aku mau ke rumah Kyouko. Oh, um.. kalau Alice menanyakanku, bulang padanya kalau aku sedang berkunjung ke rumah teman. Baiklah aku pergi dulu!" Katanya secara mendadak. Alfred pun keluar dengan cepat.

"Eh? Tuan Alfred kenapa tiba-tiba! Tunggu-"

Dilihatnya roti dan kopi yang ternyata sudah dihabiskan oleh Alfred. "-Dia sudah menghabiskan sarapannya.."

.

.

.

.

.

Sekarang Alfred sedang mengendarai mobilnyamenuju rumah Kyouko. Ternyata dia sudah sampai di Jepang dengan menaiki pesawat. Bahkan mobil pribadinya dipaksakan untuk dibawa juga. Untung saja pesawat yang dinaikinya tadi bisa menampung mobil. Itulah kelebihan pesawat Amerika yang bisa membawa mobil bagi para penumpang yang ingin membawa mobil pribadi mereka dibandingkan pesawat dari negara lain, meskipun ada beberapa yang seperti itu. Tentu itu akan menghabiskan uang. Toh Alfred rela menghabiskan uangnya hanya untuk menemui kekasihnya. Padahal jarak Amerika dengan Jepang sangatlah jauh.

Saat ini Kyouko berada di kamarnya. Ia ingin bermalas-malasan saja di bawah selimut. Sejak tadi dia belum keluar dari kamarnya. Hana menawarkan Kyouko untuk sarapan, tapi dia menolak. Tidak ingin sarapan. Akhirnya dia masih tiduran di atas kasur. Sewaktu dia akan memejamkan matanya kembali, handphonenya berdering. Diambilnya handphone tersebut lalu dilihat dari layarnya tertera nama si penelepon. Alfred! Kyouko melebarkan matanya. Dia benar-benar menelepon Kyouko! Dengan cepat gadis itu langsung bangkit dari tidurnya dan mengangkat handphonenya.

"Moshi moshi.. Kore wa dare desuka?"

"Hahahahaha... kau ini. Kenapa malah bertanya siapa? Tentu saja ini aku Kyouko."

"Alfred-kun?"

"Yes... Kyouko. How're ya?"

"Aku baik-baik saja, Alfred-kun..." Jawabnya lirih.

"Kau kenapa Kyouko?"

"..."

"Baiklah, aku akan masuk ke rumahmu sekarang.."

"?"

Kaget karena Alfred akan masuk ke rumahnya. Kyouko ingin mengatakan sesuatu. Sayang, Alfred sudah menutup handphonenya duluan. Gadis Jepang itu hanya memandang handphonenya dengan penuh kebingungan. Namun ada perasaan bahagia yang muncul dari dirinya. Tak lama setelah itu bel pintu rumahnya berbunyi.

Ting Tong!

Kyouko pun bergegas keluar dari kamarnya. Tidak ingin Hana yang membukakan pintunya. Mungkin itu memang benar-benar Alfred. Sudah sampai di depan pintu, lalu Kyouko membukanya. Terkejut dengan sosok di depannya. Membuat Kyouko diam seribu bahasa. Sepertinya tidak bisa mengungkapkan kata-kata.

"Aa.., Kyouko. Hai..."

Terpaku seolah tak bisa melakukan sesuatu. "A-A-Al-fred-kun..." Katanya dengan terbata-bata.

"Baguslah, kau memang ada di rumah." Dari wajah Kyouko menampakkan kesedihan. Dari matanya terlihat bulir-bulir air mata yang jatuh mengalir ke pipinya. "...Alfred-kun..."

Kali ini Alfred yang terkejut, karena Kyouko langsung memeluknya. Dia pun membalas pelukan tersebut. Tangannya membelai rambut hitam Kyouko dengan lembut. Ia membisikkan sesuatu di telinga Kyouko, "Sudahlah, Kyouko. Aku sudah kembali dari tugasku. Sekarang kau tidak kesepian lagi, karena aku akan selalu ada di sisimu.." Lalu Alfred mengecup kening Kyouko. Gadis itu mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Alfred.

"Terima kasih, Alfred-kun. Aku mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu, Kyouko~" Balas Alfred sambil mengeratkan pelukannya. Saat itu juga, Kyouko berhenti menangis. Dan berubah menjadi sangat bahagia di dalam pelukannya. Membawa wajahnya ke dalam dada Alfred sambil mendengarkan detak jantungnya.

"Wah, ternyata ada Alfred ya.. Kyouko?"

Yang sedang berpelukkan mesra malah tersentak kaget mendengar suara Hana yang sudah ada di belakang Kyouko. Mereka berdua lantas melepaskan pelukkan mereka dan hanya tersenyum hambar dengan malu. Wajah Alfred dan Kyouko sama-sama bersemu merah. Siapa yang tidak malu kalau disaat kalian sedang bermesraan dengan pacar kalian dilihat oleh orang lain? Hana yang melihat adegan tersebut hanya tertawa pelan. "Ahahaha.. Anak muda jaman sekarang, maunya selalu bisa bermesraan."

"Ahh.. bibi Hana!"

"Sepertinya bibi sudah mengganggu kalian ya? Hah, sudahlah. Ayo silahkan masuk Alfred," ajak Hana.

Kyouko menggandeng tangan Alfred dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Di rumah tersebut terlihat suasana kesenangan. Terutama Kyouko yang bebas mengobrol dengan Alfred. Tidak lupa dia juga mencurahkan seluruh isi hatinya kepada pemuda Amerika itu. Lama.. sangat lama sekali, saking rindunya pada orang yang dicintainya. Sampai Alfred yang berkunjung ke rumah Kyouko bisa lupa waktu untuk pulang. Mereka berdua sudah larut di dalam kebahagiaan.

TBC~


Asyiiikk!

Akhirnya bisa update chapter ke 6 juga! Setelah lamanyaaaaa...~~ #PLAKK -lebay- ujian semester ganjil pun selesai. Dilihat dari nilai-nilai hasil ujiannya tidak terlalu buruklah dengan yang tengah semester ^^p (curcol ria)

Pengen bikin sequel deh di tengah chapter ini.. - , - Boleh tak? #duagh (kok malah nanya?). Pengen nanya lagi.. ASAP ama HIATUS tuh maksudnya apa ya? ^^"a

Udah ahh.. saya tak mau berleha-leha-maksudnya berlama-lama. Langsung aja review~

RnR Please.. or Comment? :))