Disclaimer: Hetalia punya bapak saia Hidekaz Himaruya-sensei *digaplok*

Genre: Romance and slight Drama

Pairing: AmericaxOC, USxfem!Japan

Warning: Seperti biasa Abal+gaje, typo maybe, bahasa semi-formal de el el

Summary: Pada suatu hari Alfred menemukan cewek misterius yang ternyata adalah pasangan hidupnya di waktu yang akan datang. Meskipun sebenarnya sudah memiliki Japan. Akankah cinta Alfred dan Kyouko akan berjalan lancar semenjak kehadirannya Alice? Sama sekali tidak menentu


Chapter 7 is begin~

Matahari sudah berganti bulan. Tak terasa malam tiba saat itu di Jepang. Alfred masih berada di rumah Kyouko. Ia melirik jam tangan yang dipakainya, jam tersebut menunjukkan pukul 02.00? Tunggu, sepertinya Alfred lupa menyetting jamnya dengan waktu di Jepang. Benar-benar lupa dengan perbedaan waktu di setiap negara. Mungkin di Amerika sekarang sudah siang. Dengan segera pemuda Amerika itu berpamitan pulang. Lalu Alfred meminta izin pada Kyouko untuk pulang ke rumahnya.

"Sepertinya aku harus pulang.."

"Eh, Alfred-kun sudah mau pulang ya?" Tanya Kyouko yang tadi sedang tidak sadar karena asyik mengobrol dengan Alfred. Mereka berdua beranjak dari kursi mereka. Kyouko mengantar Alfred ke depan pintu rumah. Akhirnya Alfred berpamitan pulang. "Maaf, aku pulang dulu ya Kyouko."

"Alfred-kun..."

"Mungkin besok aku akan kemari lagi. Tenang saja," katanya lalu mengecup kening Kyouko. "Sampai ketemu lagi, Kyouko." Alfred pun melambaikan tangan pada Kyouko. Kyouko membalas lambaian tersebut.

Saat Alfred ingin berbalik tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Yang membuatnya berhenti ternyata Kyouko. Gadis itu memanggilnya, "Alfred-kun!"

Orang yang dipanggil menoleh pada Kyouko. "Hm? Ada apa?"

"Uhh.. Apa boleh aku i-ikut denganmu?"

"Kau mau mampir ke rumahku?"

"Hai."

"Of course, you may," terima Alfred sambil tersenyum.

Dan mereka berdua pun pergi ke Amerika atau lebih tepatnya ke rumah Alfred di Washington.

.

.

.

.

.

.

"Welcome to my house, my princess!"

Kyouko merasa heran pada sikap Alfred yang tak biasanya sekarang. Menjadi seorang gentleman layaknya seorang pangeran. Biasanya Arthur lah yang bersikap seperti itu padanya. Lalu Alfred menggandeng tangan Kyouko dan membimbingnya masuk ke rumah besar miliknya. Alfred mempersilahkan Kyouko untuk duduk di kursi yang ada di ruang tamu. Louise yang berada di dapur sedang mencuci piring, mendengar tuannya sudah kembali dari Jepang. Dengan segera dia menyelesaikan cuciannya dan pergi menuju ruangan tersebut.

"Tuan Alfred, selamat datang... Lho ada nona Kyouko juga ya.." Sambut Louise.

"Louise, tolong kau buatkan teh untuk Kyouko," suruh Alfred tiba-tiba.

"Uh.. i-iya-"

"Oh ya, Alice dimana?

"Umm, dia ada di kamar."

"Baiklah terimakasih," ucap Alfred. Ia lalu menoleh pada Kyouko untuk menunggunya sebentar, "Kau tunggu disini dulu, aku mau mencari Alice."

Alfred berlalu pergi menuju kamar Alice yang ada di lantai dua. Saat dia masuk ke dalam kamarnya, ia melihat Alice sedang tidur siang. Alice tertidur dengan tenangnya. Terbesit di dalam pikiran Alfred akan suatu hal. Dia perlahan mendekati Alice lalu membangunkannya. Mengguncang-guncangkan tubuhnya.

"Alice.. Alice.. Bangunlah.."

Alice pun bangun dari tidurnya. Membuka matanya yang mungkin masih terasa berat untuk dibuka (?). Ia mengusap-usapkan matanya. Lalu melihat Alfred yang ada di samping kasurnya. Tengah duduk di sampingnya sambil memanggil untuk membangunkan Alice.

"Alice kau sudah bangun?"

"Hm?"

"Ayo, kau harus bangun. Memangnya kau sudah makan siang?" Alice mengangguk.

"Nanti kau mau tidak ikut denganke ke mall?" Ajak Alfred.

Kali ini Alice menuliskan sesuatu di selembar kertas. Lalu dia berikan kertas tersebut pada Alfred. Dibacanya tulisan yang tertera disana. "Tidak ikut? Kau memilih di rumah saja untuk membantu Louise bersih-bersih?" Angguk Alice lagi.

"Kalau begitu aku ke bawah dulu ya? Ada Kyouko yang datang berkunjung," kata Alfred lalu berbalik dan keluar dari kamar Alice. Berlalu menuju lantai bawah.

Setelah Alfred keluar dari kamarnya, Alice menatap Alfred dengan tatapan sedikit penasaran. Dia sempat memikirkan sesuatu yang lain. 'Siapa itu Kyouko? Apa dia teman baik Alfred?' Pikirnya dalam hati.

"Alfred-kun, kau habis dari mana?" Tanya Kyouko yang masih terduduk di kursi.

"Dari kamar, soalnya tadi aku habis membangunkan Alice yang tertidur," jawab Alfred sambil duduk di sebelah Kyouko.

Baru beberapa saat Alfred dan Kyouko bicara, Louise datang membawakan dua cangkir teh untuk mereka berdua. Dia menaruh teh tersebut di meja. Karena tidak mau mengganggu Alfred dan Kyouko lalu Louise bicara. "Aku permisi dulu tuan Alfred dan nona Kyouko. Selamat menikmati tehnya," katanya yang mirip sekali dengan waitress ala restoran berbintang.

Louise kembali ke dapur untuk mencuci piring yang tadi sebenarnya belum diselesaikannya. Sedangkan Alfred dan Kyouko memulai pembicaraan mereka. "Alfred-kun, Alice itu siapa? Apa dia sepupumu?" Tanya Kyouko yang dari kata-katanya sama dengan pemikiran Alice tadi.

"Dia bukan sepupuku. Alice itu...umm...bagaimana ya.. Bisa dibilang dia orang baru di rumah ini. Aku yang menemukannya (?)," jawab Alfred sambil berpikir-pikir untuk mencari jawaban yang tepat.

"Orang baru? Maksudmu kau menemukan Alice di suatu tempat..?" Tanya gadis itu lagi yang kelihatan agak bingung.

"Sebenarnya Alice gadis yang terlantar. Dia tidak punya tempat tinggal. Jadi aku mengajaknya untuk tinggal di rumahku," jelas Alfred.

Kyouko hanya ber'oh'ria. Tapi entah mengapa dia merasakan ada sesuatu yang aneh. Sesuatu yang lain di dalam perasaannya. Bahkan Kyouko hampir berpikir kalau Alice memiliki hubungan dekat dengan Alfred. Dia pun langsung mengusir pemikiran itu. Kembali ke pikirannya semula.

'Aku tidak boleh berpikiran seperti itu,' batin Kyouko.

"Kyouko? Kau kenapa?" Tanya Alfred yang dari tadi melihat Kyouko sepertinya sedang memikirkan sesuatu.

"Ah, tidak apa-apa kok.."

"Kau sedang ada masalah?"

"Ti-tidak ada.. Sungguh," jawab Kyouko meyakinkan.

"Baiklah kalau begitu. Kalau ada masalah ceritakan padaku saja."

"Baik... Terimakasih..." Ucap Kyouko sambil sedikit tertunduk.

Melihat Kyouko yang tertunduk seprti itu, lalu Alfred merangkul bahunya. Kyouko menyandarkan kepalanya di bahu Alfred. Tangan kanan Alfred yang melingkar di sekitar bahu Kyouko lalu membelai lembut rambut gadis itu. Timbul keheningan di antara keduanya. Spertinya mereka berdua sedang tenggelam di dalam pikiran mereka masing-masing.

Di dalam keheningan itu secara tiba-tiba terdengar sesuatu yang jatuh dan pecah.

PRAAANG KROMPYANG! ! !

Oke mungkin suara pecahan tadi agak sedikit aneh..

"Suara siapa itu?" Alfred langsung melepaskan rangkulannya dan beranjak dari kursinya. "Sepertinya suaranya dari lantai atas. Aku harus melihatnya," katanya sambil menoleh ke bawah pada Kyouko. Alfred segera berlari menuju tempat tersebut.

"Alfred-kun!"

Saat Alfred ke tempat asal suara pecahan tadi, ternyata berasal dari ruang kerjanya. Dia pun masuk ke ruangan tersebut. Tidak lupa dengan membanting buka pintunya. Dilihatnya seseorang yang ada di sana. "Alice?"

Yang Alfred lihat keadaannya sekarang Alice sedang terduduk di lantai dengan wajah syok. Alfred pun mendekati Alice. Bekas pecahan barusan ternyata sebuah vas bunga yang ukurannya lumayan besar dan cangkir yang tidak ada isinya. Sebelum vas bunga tersebut jatuh, benda itu berada di lemari meja kerja paling atas. Sedangkan cangkirnya terletak di atas meja kerja tersebut. Kedua benda itu tadi jatuh dalam waktu yang bersamaan tepat di hadapan Alice. Yang membuat gadis itu kaget. Sekarang Alfred benar-benar khawatir pada Alice.

"Alice, kau tidak apa-apa kan? Apa ada yang terluka?" Tanya Alfred yang kini berlutut di samping Alice. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya. Bahwa dia baik-baik saja.

Kyouko yang menunggu di ruang tamu langsung ke ruang yang menjadi sumber suara tersebut. Berlari menuju lantai atas. Sesampainya diruangan yang dimaksud, dia membuka pintunya. Tapi setelah dia membuka pintu dan melihat suatu kejadian mungkin, sampai membuat dirinya tercengang. Lalu dia dengan cepat menutup kembali pintunya, tetapi membiarkannya dalam keadaan sedikit terbuka. Kyouko yang masih mengintip saat itu hanya bisa terkejut dan merasakan ada sesuatu yang menusuk hatinya. Matanya mulai mengeluarkan air mata. Benar-benar bersedih karena melihat kejadian yang dilihatnya sekarang.

"A-Alfred-kun..."

Kejadian yang dilihat Kyouko sebenarnya adalah...

.

.

.

.

.

.

Alfred yang masih ada di dalam ruang kerjanya mulai atau memang sejak tadi mencemaskan Alice. Mereka berdua juga masih dalam keadaan berlutut. Alfred membantu Alice untuk berdiri. Memegang tangan Alice dan menariknya dengan pelan. Setelah mereka berdiri Alfred langsung menanyai keadaan Alice lagi, "Alice benar kau tidak apa-apa?"

"I-iya.." Jawab Alice dengan agak ragu.

"Alice..."

"..."

Dengan tiba-tiba dan tanpa alasan Alfred memeluk Alice dengan erat. Yang dipeluk terkejut. Tidak biasanya Alfred memeluk Alice seperti itu. Lalu Alice pun membalasnya. Dan tangannya kini melingkari tubuh Alfred. Pemuda Amerika itu makin mengeratkan pelukannya. Alice mulai sulit bernafas. "U-ughh..."

Saat Kyouko ada di depan pintu ruang kerja Alfred, dia mulai merasa sedih. Matanya mengeluarkan bulir-bulir air mata yang sekarang sudah jatuh mengalir ke pipinya. Sedih lantaran orang yang ia cintai berpelukan mesra dengan seorang gadis yang baru dikenal Kyouko sendiri. Alfred yang ada di dalam ruangan tersebut mendengar suara tangisan seseorang. Baginya suara itu terdengar olehnya. Terdengar seperti Kyouko. Ia pun melepaskan pelukannya. Tubuhnya mengarah pada pintu di depannya. Kemudian dia mencoba memanggil seseorang yang ada di luar ruangan itu.

"Kyouko...?"

Mendengar dia dipanggil Alfred, Kyouko memutuskan untuk pergi -baca:kabur- dari sana. Alfred yang mendengar suara langkah kaki yang cepat, berlari ke arah pintu dan melihat seseorang di situ. Sayangnya Kyouko tidak ada. Tapi Alfred sempat melihat Kyouko tengah berlari menuruni tangga. Pemuda itu pun segera mengejarnya. Kyouko berlari dengan cepat. Akhirnya dia lebih dulu sampai di pintu utama rumah tersebut. Keluar dari rumah Alfred. Dan Alfred terlambat mengejar untuk mencegat Kyouko.

"KYOUKO...!"

TBC~


Hadoh, akhirnya update juga~ ^o^;

Dengan segenap seluruh jiwa dan raga saya kerahkan (?) #halah #apadeh Bahkan sampai keringat mengalir terus-menerus #halahlebay

For information saya dalam proses membuat sekuel fic ini :D Sayangnya berating-M #gakadayangnanya (?). Kalau yang penasaran ama ceritanya silahkan baca. Dan untuk pair yang dipakai bisa dilihat di fic tersebut nanti *ditimpuk*

Buat HQA (Question and Answer) update chap 4 nya dimohon tunggu untuk 1 sampai 2 minggu selanjutnya ya... #plakkplakk *diDOR para readers*

Sekian untuk chapter kali ini dan fic ini MASIH LANJUT! XD

Buat yang udah baca thanks so much :))

Dan mohon untuk reviewnya~~

RnR please~?