A/N : Ehem, saya uda update lagi. Malah udah bikin beberapa chapter selanjutnya hahaha ~ #plak
Mochiyo bakal update fic ini kurang lebih seminggu sekali da ~. Dan… chapter ini sedikit lebih ngaco dibanding yang aslinya *sulk*. Anyway, enjoy ~

Disclaimer : Hetalia axis powers / world series © Hidekaz Himaruya. Romeo and Juliet © William Shakespeare

Warning : AU, parody, OOC (sangat), misstypo(s), shonen-ai, dsb. DON'T LIKE DON'T READ!


Kiku berlari meninggalkan pemuda blonde yang berada dibelakangnya. Samar-samar, ia dapat mendengar pemuda itu memanggilnya, dan menyuruhnya kembali kesitu. Namun ia enggan, karena mengingat itu adalah seorang Arthur Kirkland, pangeran negeri Jepang saat ini.

Kiku semakin mempercepat larinya. Dapat ia rasakan kalau lelaki tadi mengejarnya. Sesekali Kiku menoleh kebelakang, dan didapatinya kalau lelaki itu memang benar mengikutinya. Seketika harinya deg-degan. Kikuuu! Sadarlah, ia seorang pangeran! Dan kau adalah…

…Rakyat Jelata. Ya. HANYA rakyat jelata.

'Kamu bodoh Kiku!' Kiku terus mengutuki dirinya sendiri

Perlahan-lahan, Kiku semakin menghilang dari pandangan mata

~ Romeo and Juliet ~

Gilbert bersandar pada dinding kamarnya. Ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Alfred beberapa waktu yang lalu. Gilbert meletakkan kedua tangannya keatas kepalanya dan menundukkan kepalanya.

"Nah Gilbert berhubung Kirkland udah pergi, lebih baik kita lanjutkan bisnis kita, aku sudah dapatkan info tentangnya. Tentang adikmu, Ludwig. Kepala tentara militer keluarga Honda" seru Alfred sambil tersenyum licik

"Baiklah, informasi apa saja yang sudah kau dapatkan mengenai adikku Al? Kuharap bukan sesuatu yang seperti kemarin" keluh Gilbert sambil meminum sirup maple-nya

"Aku telah menemukan lokasi dimana tempat ia berada" ucap Alfred

Gilbert tersedak karena kaget "K—kau bilang apa Al? Serius?"

"Kau pikir aku bohong?. Kalo gitu nanti aku gak bakal jadi HERO dong!" Alfred kesal, lalu melanjutkan omongannya "Dia ada disebelah barat kerajaan Jepang. Spesifiknya aku tidak tahu, tapi cari saja. Beberapa warga yang kutanya menjawab mereka pernah melihat adikmu itu. Nampaknya, ia melarikan diri bersama keluarga Honda"

Gilbert mendesah perlahan. Mata merah darahnya itu menatap burung kecil kesayangannya—pemberian Ludwig di hari ulang tahunnya belasan tahun yang lalu. Perlahan namun pasti, air matanya meleleh dan menelusuri pipi mulusnya.

"Ludwig.." panggil Gilbert "Sebentar lagi, aku akan menemukanmu.."

~ Romeo and Juliet ~

"Hei Hong" panggil Scott kepada kepala Caribinieri-nya "Aku akan pergi sebentar, suruh Arthur menemuiku jika ia kembali nanti"

Hong mengangguk, dan mempersilahkan dirinya untuk pergi. Scott lalu bangkit dar singgasananya, dan menuju suatu pintu tersembunyi di sudut ruangan, membuka pintunya, dan berjalan kedalam.

Tap tap tap

Dan sampailah ia. Ia sekarang berada disuatu taman tersembunyi. Taman itu hampir seluruh daratannya ditutupi oleh danau, dan dipermukaannya tumbuh sepasang pohon Eustachius ang menjulang tinggi. Terlihat salah satu pohon tersebut sudah menghitam—alias mati.

"Hei Gupta" panggil Scott kepada seorang penyihir di depannya "Bagaimana keadaan pohon-pohon tersebut?"

Gupta menoleh ke Scott dengan tatapan kosong, lalu menatap kedua pohon Eustachius itu lagi "Salah satunya sudah mati, dan sebentar lagi yang satunya lagi akan menyusulnya.."

"Cih" umpat Scott "Lalu, apa yang harus kulakukan untuk mencegah kematiannya?" tanya raja bengis tersebut

Gupta menghela nafas. "Cinta" begitulah jawabnya singkat

Scott geram dengan perkataan Gupta yang sedikit mengejek, kemudian ia melangkah pergi

"Nonsense!" umpat Scott

~ Romeo and Juliet ~

"Err… Ludwig-san? Feliciano-san? Antonio-san! Lovino-kun! Ki—kita mau kemana?" tanya Kiku penasaran. Didalam hatinya, terbesit rasa kekhawatiran yang begitu luar biasa, dan perasaan buruk.

"Ke makam orang tuamu, disana aku akan mengatakan kebenarannya" terang Ludwig dengan muka serius. Kiku hanya mengangguk pelan.

Lama mereka berjalan dalam kegelapan, menyelusuri makam-makam rakyat Jepang yang sudah lama terbengkalai—ya, Kiku bisa tahu itu. Lihat saja, batu nisannya sudah dihinggapi oleh lumut.

"Kita sampai" seru Antonio. Terlihat ada sebuah makam mewah—namun sayang sudah sedikit hancur didepannya. Nampaknya, makam tersebut dilapisi dengan batu pualam yang begitu memukau. Kiku speechless melihat pemandangan tersebut. Inikah sesuatu yang akan memberitahukan ia kebenaran?. Kiku bertanya pada dirinya sendiri.

"Otaku bastard, maaf jika kenyataan ini sedikit menyakitkan, tapi inilah makan ayah-ibumu" terang Lovino "Mereka, meninggal karena dibunuh… empat belas tahun yang lalu.."

Empat belas tahun yang lalu? Jadi mimpi itu—

"Kirkland,," gumam Kiku "Me—mereka.."

"Iya Kiku ve ~" tangis Feliciano tanpa sebab "Mereka yang membunuh seluruh keluarga Honda. Dan, hanya kita yang tersisa ve ~"

Kiku diam terpaku. Kalau begini, apa yang akan terjadi dengan perasaannya?

Tunggu, perasaannya?.

"Tuan Honda Kiku.." Ludwig berkata dan bersimpuh ditanah, diikuti oleh pasukan pelindung Honda lainnya "Sudah empat belas tahun kami menantikan hari ini, de fuhrer. Sudah saatnya, kita, keluarga Honda membalas Kirkland. Untuk itu, mohonlah bimbing kami.."

Kiku hanya termangu. Ia terlalu bingung untuk berbuat apa. Tanpa sadar airmatanya menetes.

Terkadang, takdir bisa begitu kejam nak

~ Romeo and Juliet ~

"Ano, selamat malam, Arthur-sama.." salam seseorang

"A—ah. Seshilia Zwingly, kau sudah datang rupanya" jawab Arthur "Maaf, aku tidak menyambut kedatanganmu"

Seshilia menggeleng pelan "Tidak apa-apa Arthur-sama. Ah, bagaimana kalau kita berjalan-jalan malam ini?" saran Seshilia

Arthur sebenarnya ingin menolak ajakan Seshilia, namun, ia melihat Vash Zwingly, kakak dari tunangannya itu, sudah mengasah shot gun-nya dibelakang. Karena Arthur masih sayang dengan nyawanya, ia pun akhirnya menyetujui ajakan Seshilia.

Seshilia terlihat cantik malam itu, harus Arthur akui. Gaun stripped merahnya terlihat match dengan pita violetnya. Mata hijaunya yang bersinar laksana daun hijau. Gelang emasnya yang senada dengan gaunnya. Harus Arthur akui, Seshilia Zwingly, putri bangsawan kerajaan Zwingly itu memang cantik, namun, yang ada dipikiran Arthur sekarang ini hanya ada pemuda berambut yang ia temui beberapa waktu yang lalu. Ah, tampaknya bayangan pemuda tersebut tidak bisa hilang dari matanya.

"Arthur-sama, lihat! Mawarnya sudah mekar ~ A—Arthur-sama?" panggil Seshilia. Namum Arthur tidak mengindahkan Seshilia, ia tampak… bengong?. Melihat hal itu, Seshilia menjadi sedih.

'Sebenarnya, siapa yang kau pikirkan.. Arthur-sama?'

~ Romeo and Juliet ~

Francis memelototi kertas yang berada didepannya. Nampaknya ia sedang bingung. Well, menurut kesaksian Bella, sedari tadi ia mengeluh dan berteriak-teriak saja kerjaannya. Sepertinya stress karena tidak ada ide.

"Kau tidak tidur Francis?. Ini sudah lewat jam 12 malam" tanya Bella sambil membawa sebatang lilin.

"Kau sendiri?" balas Francis "Jangan-jangan, kau mau tidur sama aku ya ~ Belqique ~" goda Francis, disambut dengan muntahan dari Bella.

"Idih, geer. Aku berjanji kepada Elizaveta bahwa aku akan menjaga rumah sampai mereka pulang. Heck, mereka pada kemana sih?. Beramai-ramai begitu?." Tanya Bella penasaran. Francis hanya mengangkat bahu tanda ia tak tahu. Bella mendengus kesal, lalu pergi menaiki tangga, hendak kekamar Kiku untuk menaruh lilin.

Francis yang melihat kepergian Bella, menoleh kearah dapur dan memanggil seseorang

"Keluar saja Kiku. Tak usah bersembunyi. Dan kenapa kau tidak bersama yang lainnya?."

~ Romeo and Juliet ~

'Sebenarnya, siapa yang kau pikirkan.. Arthur-sama?' tanya Seshilia dalam hati

"Err.. Arthur-sama?" panggil Seshilia lagi

"A..ah Seshilia! Maafkan aku, sepertinya aku melamun, maafkan aku" Arthur baru tersadar dari lamunannya "Apa yang kau bicarakan tadi?"

Sesaat raut muka Seshilia menjadi sedih. Namun, Seshilia cepat-cepat mengubah raut wajahnya itu "Ng.. Mawarnya indah sekali Arthur-sama" Seshilia tersenyum lembut "Bunga kesukaan Arthur-sama kan?"

Arthur hanya terdiam. "Bunga ya.." gumam Arthur. Tiba-tiba, dipikirannya terlintas bayangan lelaki tadi.

"Manis sekali, wanginya seperti bunga Krisan…"

Dan Arthur sukses membuat Seshilia sedih, dan Vash kembali mengasah shot gun-nya

~ Romeo and Juliet ~

"Keluar saja Kiku. Tak usah bersembunyi. Dan kenapa kau tidak bersama yang lainnya?." Seru Francis. Kiku lalu keluar dari tempat persembunyiannya. Terlihat ada kantung mata di bawah matanya. 'Pasti ia habis menangis' tebak Francis.

"Kenapa kau Kiku?. Ada masalah?" tanya Francis kearah Kiku. Kiku menggeleng kepala, itu tandanya PASTI ada masalah.

"Pasti tentang Kirkland, iya kan?" BINGO! Pupil Kiku langsung mengecil. "Ceritakan saja Kiku, kau tak akan bisa membohongi abang ~"

"Aku.." Kiku angkat bicara "Aku, hanya… tidak tahu harus berbuat apa" Kiku menundukan kepalanya, dan perlahan, bulir-blir mata keluar dari matanya. "Ma—maksudku, kalau seperti ini harusnya aku marah kan? Tetapi aku—uh, aku tidak tahu Francis-san. Perasaan ini…"

"Tadi pagi, kau bertemu dengan pangeran Kirkland ya?" tanya Francis. Kiku diam saja, dan mukanya sedikit merah. Francis terkekeh-kekeh berusaha menahan tawa.

"Manis sekali, cinta terlarang diantara kedua musuh ~" goda Francis "Sepertinya, kau baru saja menginspirasiku Kiku"

Kiku mendengus kesal. Harusnya ia tidak cerita. Toh, nyatanya ia sama sekali tidak membantu. Teman macam apa itu?.

"Francis-san! Yang kubutuhkan itu saran! Francis-san kan seorang.. uh.." Kiku menghentikan perkataannya.

"Hem.." Francis berdehem "Dunia adalah panggung sandiwara, sementara para lelaki dan perempuan adalah pemainnya"

Kiku tidak mengerti

"Nah Kiku, kau telah dipilih Tuhan untuk memainkan peran 'Honda Kiku'. Semua ini tergantung padamu, apa kamu ingin memenuhi keinginan semua rakyat Jepang, atau kau menjalani cintamu dengan Kirkland itu" ucap Francis "Pilihan selalu ada dua Kiku, dank au harus memilih salah satunya"

Kiku menundukkan kepalanya "Apa pilihannya selalu seperti itu Francis-san?" namun orang yang ditanya hanya tersenyum lembut.

"A.. Aku masih tidak mengerti perkataan Francis-san. Tapi terima kasih" seru Kiku sambil tersenyum sembari berlari menaiki tangga

"Heh.. Dasar anak jaman sekarang" dan Francis lalu mematikan lilinnya dan beranjak kekamar

To Be Continue


A/N : Kayaknya lebih pendek dari yang kemarin ya #sulk
Anyway, ini adalah bagian yang agak sulit, karena disini Kiku sudah mulai mengetahui kebenarannya. Dan, perkataan Francis yang 'Dunia ini..' bla bla bla itu beneran diucapkan oleh William yang di Romeo and Juliet X3 ~ (Walau yang aslinya saya udah agak lupa sih)

Dan saya punya tebak-tebakan. Yang bisa jawab betul dan pertama, boleh menentukan tanggal update chapter berikutnya (nggak guna, memang)

Siapakah chara/nation Seshilia Zwingly di Hetalia? Aslinya di belum punya human name loh ~

Setelah kalian menebak, jangan lupa cantumkan kalian maunya update tanggal berapanya ya :D

REVIEWS ARE LOVE 3

~Sign

Mochiyo-sama