Akhirnya publish juga, gara-gara sakit ada kesempatan untuk ngetik fic. Dalam chapter sebelumnya *crossroad* saya gak masukin lagunya, tapi dichapter ini sudah saya masukin, semoga reader senang ya! Jangan lupa kritikan nya!
Reader senang saya semakin senang buat ceritanya! \(^o^)/
Chapter 2 : Tomorrow's way
Happy Reading ^^
Ima wo kowashite shimaitai
Ima ni sugaritsuite itai
Jibun no koto wa wakara nai
Pagi yang cerah dikelas XII A, terlihat Seorang guru Biologi yang terkesan anggun dan mempesona bernama Yuuhi Kurenai sedang mengajar tentang pewarisan sifat pada murid-muridnya. Perempuan itu—Kurenai-sensei menjelaskan pelajaran sambil menuliskan beberapa hal yang penting pada papan tulis putih. Seorang anak perempuan berambut merah jambu—Sakura, tampak berkonsentrasi pada pelajaran. Tapi, kali ini dia memberanikan diri melirik seorang bocah tampan dengan rambut raven mencuat keatas yang menambah kesan ketegasan padanya. Merasa diperhatikan Sasuke—nama bocah itu, melihat balik kearah Sakura, karena ketahuan mengintip Sakura buru-buru tersenyum dan membuang muka, dia menulis sesuatu dibukunya.
"kuso! Dia melihat kearah ku X/D"
Tulis Sakura yang sudah salah tingkah, Sasuke yang menyadari perubahan sikap Sakura tersenyum tulus—, tapi matanya menggambarkan kesedihan.
Pleek! Sebuah potongan kertas jatuh diatas meja Sakura, Sakura celingak-celinguk mencari siapa orang yang membuang kertas aneh ini. Tapi semua normal-normal saja, karena penasaran akhirnya sakura membuka kertas itu dan membacanya.
Sakura, kau tidak boleh mengintip orang seperti itu. Karena kau ketahuan mengintipku kau harus bertanggung jawab, Besok sore di taman dekat sekolah temui aku.
-Sasuke
Betapa senangnya Sakura membaca surat itu, walaupun pada awalnya dia kesal karena dikatakan mengintip, tapi tetap saja.. ini KENCAN! Dalam hati Sakura berdo'a agar hal ini merupakan awal yang baik, semoga..
Yari naoseru hazu nai yo
Shira nai machi ni kakurete mite mo
Madogoshi ni tada ima wo omou
-Time skip-
"Hai.. Sakura, kita tak sempat berkenalan tadi.. Namaku Ten-ten! Yoroshiku ne!" Ucap anak perempuan bercepol yang diketahui bernama Ten-ten sambil menyodorkan tanganya. Sakura menjabat tangan Ten-ten hangat— sambil tersenyum.
"Senang berkenalan dengan mu" ucapnya.
"Oh ya Sakura-chan, dia ini Hinata Hyuuga, lalu disebelahnya Sabaku no Temari, lalu.. Hei Ino! Kemarilah.." kata Ten-ten, melambaikan tanganya pada seorang siswi perempuan yang sedang mengutak-atik laptopnya. Merasa dipanggil siswi tadi menoleh pada Ten-ten dan dengan malas berjalan kearah Sakura dan juga Ten-ten dkk, rambut blonde panjangnya berayun sesuai langkah kaki jenjangnya.
"Ino-chan cantik sekali" ujar Sakura pada Ten-ten, Ten-ten hanya mengangguk.
"wah, ternyata Sakura-chan baik ya? Aku kira orang cantik seperti Sakura-chan pasti tidak mau memuji orang." Kata Hinata, si artis dorama terkenal yang khas dengan keluguannya, ternyata berbeda sekali dengan di TV, Hinata berbicara lancar dan tidak tergagap-gagap. Sakura bersyukur karena itu.
"Ah, tidak juga Hinata-chan" ucap Sakura.
"Ada apa ten? Mau menggangguku ya?" kata Ino setelah sampai ditempat Sakura dan yang lainya berbincang-bincang.
"Kau ini pig, tidak mau kenalan dengan Sakura-chan? Tadi pagi kau yang heboh" sindir Ten-ten.
"err.. ya.." Ino menggaruk kepalanya.
" Hai Sakura! Namaku Yamanaka Ino." Ucap Ino salah tingkah.
"Namaku Sakura Haruno" ujar sakura.
"Sakura-chan.. " ujar Naruto sambil berjalan kearah Sakura. Sakura melihat kearah Naruto dan matanya membulat melihat Sasuke yang berdiri dibelakang Naruto. Tanpa sadar dia menggumamkan nama Sasuke.
"Sasuke-kun.. " kata Sakura melihat Sasuke yang berdiri dibelakang Naruto, lagi— hati naruto rasanya tercabik-cabik.
Naruto POV's
Rasanya sakit sekali, padahal tadi aku yang memanggil Sakura, tapi kenapa yang dilihat Sakura hanya Sasuke? Apa bagusnya si Teme itu? Kamisama.. jika aku bukan seorang lelaki pasti sekarang aku sudah menangis. Kenapa rasanya sakit sekali? Padahal aku bukan siapa-siapanya Sakura, kenapa aku harus marah? Padahal aku ini cuma detektif yang disewa Kakashi-san untuk menjaga Sakura. Tapi, kenapa aku bersikap seperti ini? Apakah ini tanda bahwa aku mencintai Sakura haruno.
Melihat dia tersipu pada laki-laki selain aku sudah cukup untuk membuatku meninggalkan ramen kesukaanku dalam sehari ini. Ah, adilkah kau kamisama? Apakah mungkin cintaku pada sakura baru 95% sedangkan Sasuke sudah 100%? Tapi aku tidak melihat cinta di mata si Teme itu.. kamisama, bisakah kau memutar waktu dan menukar Sasuke dengan aku? Menukar orang yang berjalan didepan rumah Sakura? Menukar orang yang setiap pagi dan sore dipandanginya diam-diam?
"Naru.. to"
"Naruto!"
"iya Sakura-chan.. ada apa?"tanyaku pura-pura tidak tahu bahwa sikapku tadi sungguh aneh—melamun.
"Kau baik-baik saja? Apakah kau sakit Naruto?" Tanya Sakura, dia mengerakkan tangan putihnya dan menempelkannya di dahiku. Halus dan lembut, aku merasakan kehangatan tanganya sampai kedadaku.
"Tidak apa-apa Sakura-chan, terimakasih sudah mengkhawatirkanku" ucapku padanya, Sakura tersenyum dan kembali lagi menatap Sasuke—teme. Sasuke tersenyum juga, mereka membicarakan sesuatu soal besok sore, dan mereka kelihatan menikmati obrolan itu—sangat. Walaupun Sasuke tampak berusaha tidak terhanyut dalam feromon kuat seorang Sakura haruno. Mereka mengacuhkanku, teman-teman Sakura juga tersenyum dan sesekali tertawa. Apa hanya aku saja yang tersiksa disini?
Hei! Sakura, teme!
Apa kalian tidak menyadari seseorang yang terluka disini?
Apa kalian tidak menyadari bahwa disini ada aku?
Apa yang kalian bicarakan?
Tentang apa?
Apa begitu menarik hingga aku diasingkan?
Hei gadis berambut merah jambu
Lihatlah aku dengan mata emeraldmu
Hei gadis yang sedang tersenyum
Bisakah kau berhenti tersenyum karena itu membuatku—Sakit?
Teet! Teet!
Ah, akhirnya selesai juga pemandangan menyakitkan tadi, sekarang aku percaya dengan keberuntunganku—walau hanya sedikit. Padahal aku bisa mengalihkan pandanganan tadi, tapi racun dari mata emerald itu menahanku. Memaksaku untuk melihat Dia dan boneka tampannya saling tersenyum, mungkin berlebihan, dan ini hanya asumsiku saja. Tapi, bukan Naruto namanya jika patah semangat seperti ini. Sekarang tugasku ada dua melindungi dan mendapatkan cinta Sakura haruno. Kamisama tolonglah aku.
Normal POV's
"Sakura-chan.." bisik Naruto ditelinga Sakura.
"Waa.. ! kau mengagetkanku Naruto " teriak Sakura sambil mengelus dadanya.
"Hari ini kamu senang sekali, ada apa?" tanya Naruto sambil meneguk jus jeruknya.
"Ini karena Sasuke-kun" ucap Sakura sambil tersenyum—lagi. Melihat Sakura tersenyum senang, Naruto secara tidak sadar juga tersenyum.
"Sejak kapan Sakura-chan menambah suffiks –kun pada nama Sasuke?" Tanya Naruto, hatinya miris karena namanya hanya dipanggil Naruto atau Naruto-san, terlebih Sakura menyebut nama Sasuke-kun sambil merona, menyedihkan sekali.
"ah, aku.. " Sakura terlihat gelagapan karena pertanyaan Naruto yang membuatnya merona lagi, ya— hanya dengan mendengar nama Sasuke saja hatinya sudah berdebar.
"Sudahlah Sakura-chan—tak dijawab juga tak apa-apa kok. Oh iya, setelah ini pelajaran olahraga, kata Shikamaru gurunya mendokusai. Hi hi aneh ya?" Ujar Naruto menyembunyikan perasaannya dan berhasil, dia memang pandai dalam hal ini.
"Benarkah? Semoga tidak segalak guru Olahraga ku di EHS"
"ya, semoga" ucap Naruto, kemudian berjalan keruang Olahraga diikuti Sakura.
-Time skip-
"Hai anak-anak? Apakah kalian semangat semua?" teriak seorang pria berusia 30 tahun dengan frekuensi yang bisa memecahkan membran timpani murid-murid yang ada disitu.
"ah, mendokusai" keluh Shikamaru sambil mencongkel telinganya yang mendengung.
"ternyata memang mengerikan ya?" ucap Sakura sambil tertawa tidak ikhlas.
"namanya guy-pig sensei" ucap Shikamaru sebal. Sakura hanya terlihat menggaruk kepalanya dan Naruto juga Sasuke masih terlihat mengutuk laki-laki aneh itu.
"Baiklah anak-anak! Hari yang cerah ini yang putra akan bermain Baseball! Dan yang putri bermain dogde ball!" ucap Guy-sensei dengan mata berapi-api. Murid-murid yang ada disana berjalan terseok-seok seolah enggan berolahraga—malas. Guy-sensei berjalan paling depan dengan kaki terangkat tinggi-tinggi berbeda 180 derajat dengan muridnya yang mengekor tanpa nyawa dibelakang. Murid putra dan putri segera memisahkan diri dan berjalan kearah lapangan masing-masing.
"Hei! Kesini! Hinata katanya mau bilang sesuatu!" teriak Ten-ten dari bangku dipinggir lapangan. Sakura dan Ino yang sedang asyik-asyiknya bermain dogde ball pun terpaksa menuju tempat Ten-ten.
"Apaan sih kamu Ten! Kami sedang fokus tau!" keluh Ino sambil berkacak pinggang.
"Maaf Ino-chan, gara-gara aku kalian yang sedang fokus.." kata Hinata, mendengar itu Ino dan Sakura jadi merasa bersalah dan mengutuk perkataan Ino tadi. Sedangkan Ten-ten mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa kok Hinata! Apa yang mau kau katakan?" tanya Sakura.
"Ah.. itu.. " Wajah Hinata berubah menjadi merah, Ino langsung tahu masalah apa yang akan dibicarakan Hinata.
"Katanya dia jatuh cinta sama Naruto-san" ucap Ten-ten dengan suara pelan. Wajah Hinata bertambah merah, tangannya keringatan, dia semakin kuat meremas ujung jaket olahraganya.
"Benarkah Hinata? Kau kan baru bertemu Naruto sekarang" ujar Ino.
"Tidak! Err.. maksudku, aku sudah pernah bertemu Naruto-kun sebelumnya." Kata Hinata.
"Bertemu Naruto? Dimana?" tanya Sakura yang mulai merasa penasaran.
"Naruto.. dia itu.. kemarin.. dulu.. sewaktu aku masih berumur 10 tahun.. dia pernah menolongku sewaktu hampir diculik, waktu itu Naruto-kun adalah anak yatim piatu, orang tuanya tewas ditembak mafia pembunuh yang sedang ditangani kasusnya oleh orang tua Naruto-kun. Dengan kata lain orang tua Naruto-kun adalah detektif. Karena aku merasa berhutang budi pada Naruto-kun, aku membujuk ayah untuk menyekolahkan Naruto-kun untuk menjadi dokter seperti aku, tapi Naruto-kun bersikeras ingin jadi detektif dan akhirnya dia berhasil hinga Naruto-kun menjadi detektif hebat seperti sekarang." Kata Hinata sambil menunduk, kelihatannya dia berbicara sambil memejamkan matanya dan menahan debaran jantungnya menyadari bahwa Naruto sudah menyukai orang yang disukainya, Naruto meng-smsnya tadi. Ah, malangnya nasibmu Hinata, sekali lagi.. adilkah kamisama?
Nigedashi tai shoudou kara
Nigedasu made no koujitsu ni mayou
Chihireta kioku wo tadoreba
Ano goro ni datte modoreru
Itsuka no shounen mitai ni
Sasuke Uchiha memandang lurus kearah lapangan tempat para siswi berolahraga, berulang kali dia menggeram dan menjambak rambutnya frustasi. Wajahnya tampak kusut dan tangannya memerah karena meremas tongkat baseball.
'apa yang aku lakukan? Seharusnya aku tidak terbawa perasaan hingga seperti ini. Tugasku hanya membunuh laki-laki tua brengsek itu dan kemudian membunuh musang keparat yang selama ini memperbudakku dan Shikamaru. Tapi kenapa aku tidak bisa lari? Sudah 7 tahun ini aku dapat bersikap tegas dan dingin, berusaha untuk jadi orang yang anti-sosial. Apa aku harus kalah dengan seorang wanita? Tidak! Aku harus bisa melupakannya, jika aku masih tidak dapat melupakannya dengan cara yang baik maka aku harus menggunakan cara yang buruk. Aku benci dengan perasaan Cinta yang memuakkan seperti ini!' Sasuke menjambak rambutnya lagi, mungkin jika dia berdiri dipinggir jalan maka dia akan terlihat seperti orang gila—.
"Sasuke.. kau jatuh cinta? " tanya Shikamaru yang sedang istirahat disebelah Sasuke. Mata Sasuke membulat dia menatap Shikamaru dengan pandangan yang sulit diartikan, genggamannya pada tongkat baseball semakin dipererat hingga urat-urat tangannya kelihatan.
Kanaeru tame umaretekita no
Osanaki hibi ni kanjita kokyuu
I'm a baby nakitaku mo naru
Teniireru tame no
Itami nara so good
"Apa? Cinta? Tak mungkin tuan Shika!" Sasuke berbohong—lagi. Dia mengakui didalam hatinya bahwa dia sedang jatuh cinta, tapi apa boleh buat. Nasib yang mengharuskannya berbohong, membunuh, dan menjadi mafia secara sembunyi-sembunyi dan nasib jugalah yang telah merebut nyawa keluarganya didepan matanya.
"Kau—tak usah berbohong. Aku tahu.. memang siapa yang sudah berada di dekatmu selama 14 tahun? Jangan lupa, kita sudah bersama-sama semenjak ada di panti asuhan dulu. Aku dapat melihatnya Sasu.. tingkahmu dan kau banyak tersenyum hari ini.. dan.. juga.. didalam hatimu."
"Hentikan Shikamaru! Kau menyebalkan! Kau tahu seberapa keras usaha ku dalam menutup diri selama ini? Kau tahu seberapa keras usaha ku dalam mencari kakak brengsek itu? Kau tahu hah? Sekarang apakah semuanya harus hancur hanya demi seorang perempuan!" Beberapa murid termasuk Naruto menghentikan kegiatannya melihat keributan dibangku istirahat, Naruto mengeryitkan matanya—heran, melihat sikap Sasuke yang menurutnya sangat aneh.
"Sasu.. kau tak perlu semarah itu,heh? Bukannya kau telah terbiasa dengan para fans girlmu itu? Tapi kenapa sekarang kau marah-marah seperti ini? Kau membuang tenagamu Saskey." Shikamaru tersenyum sinis. Skak mat. Sasuke menutup wajahnya dan terlihat ngos-ngosan setelah berteriak cukup keras.
"Berhentilah membohongi perasaanmu Sasuke, Jika kau memang mencintai dia. Jangan pernah kau tinggalkan dia, aku.. demi kau—sahabat yang telah menyelamatkan nyawaku 10 kali, akan mengorbankan nyawaku. Aku tahu kau mencintainya, cinta pertama,heh? Tak usah sedepresi itu. Kita tidak akan membunuh semua keluarga Haruno, hanya laki-laki bermasker itu saja. Kau tahukan? Cukup rahasiakan dan Sakura tak akan membencimu. Tapi, detektif pirang itu.. dia pasti akan mencium keberadaan kita, jika kau.. terus berada didekat Sakura." Ujar Shikamaru sambil meneguk air mineral ditangannya. Ekor matanya melirik Sasuke yang sekarang tengah menunduk.
"Aku akan menjauhi dia Shikamaru, jika aku ada didekatnya maka—dia akan ada di dekat bahaya. Aku sadar.. aku dan dia berbeda, dan aku sudah memutuskan, besok—aku akan mengucapkan salam perpisahan pada Sakura." Ucapnya dengan nada yang lemah.
"Besok kesempatan terakhir sebelum kita menjalankan misi, jangan buang percuma Sasuke"
"Ini sudah keputusanku"
"Kau munafik Sasuke"
Ashita mo kitto kagayaiteiru
Osanaki hibi ni modoranakute ii
Tomorrow's way of life kowagari dakedo
Hikikaese nai michi ni tatteru
Kau tahu didalam hatimu
Tersimpan samar wajahnya
Dia yang slalu kau cinta
Walau kau tak pernah menginginkanya
Kau tahu didalam hatimu
Tersimpan rapi melodi indahnya
Suara beningnya yang sedari tadi kau lamunkan
Jangan pernah, sayang
Membohongi perasaan mu
Karena dia begitu rapuh
Begitu indah untuk dilupakan
To be continued~
Semoga reader senang ya!
Chapter depan akan banyak angst dan tragedy juga ada scene bloody nya, masa lalu Sasuke dan Shikamaru akan dijelaskan, jadi chapter depan akan panjang. Juga akan dijelaskan tentang andil Ino dalam organisasi mafia. Chapter depan akan mengungkap jalan cerita utama..
Jangan lupa baca ya!
Reader senang saya senang!
Umm.. Ano.. Mind to review?
Ehehehe :D jadi malu.. X/D
R-e-v-i-e-w yak!
