Gangster Couple

CHAPTER 2

Chanbaek/GS

Kai, sehun

DEPO LDH

Jika memiliki seorang istri harusnya pagi yang kau miliki terlihat lebih cerah karena ada yang menemanimu menyambut hari, bukan kekacauan hebat yang ditimbulkan sang istri karena tak bisa membuatkanmu sarapan. Memang benar Chanyeol selalu menyindir Baekhyun tentang kemampuannya mengacaukan dapur, tapi Chanyeol sadar tak seharusnya memaksa Baekhyun bergerak di dapur setelah kebakaran microwave saat itu, jadi mereka sering terdampar karena kelaparan dan taka da makanan, lebih baik seperti itu dari pada melihat Baekhyun mengacaukan dapurmu ketika pagi yang hangat akan mengantarkanmu pada hari yang mungkin lebih baik.

"Chanyeooolll...bagaimana mematikan benda ini? Cepatlah! Sebelum dapurmu benar-benar hangus" Chanyeol muncul dengan seragam yang belum dikancingkan, memamerkan kaos dalamannya yang berwarna putih. Baekhyun harus beruntung karena memiliki predikat istri dari Chanyeol, jika itu orang lain yang membakar dapurnya maka tak segan-segan ia akan melemparnya dari jendela apartement.

Berhasil mematikan kompor gas dengan cara memutarnya saja, Chanyeol berbalik menatap sang istri yang tertunduk dengan wajah lemas. Pemuda itu tahu bahwa Baekhyun benar-benar menyesal, karena jika tidak maka akan ada serentetan pembelaan yang tiada ujung agar nawanya selamat dari tangan sang suami.

"Akhir pekan aku akan menyuruh eomma datang" Baekhyun mengekor i Chanyeol yang hendak masuk ke kamarnya dengan wajah penasaran dan langkah kecilnya "Kuharap eomma bisa mengajarimu memasak" seketika langkah pendek itu terhenti, Chanyeol berbalik dan mendapati sang istri yang sedang memilin kemeja sekolahnya, tanda menyesal.

"Kau marah?" tanyanya pelan. Chanyeol menunduk mengamati wajah Baekhyun dari dekat, kedua tangan Baekhyun diangkat hingga menapaki dada bidang suamina, ia tahu bahwa Chanyeol sedang berusaha memaafkannya dengan menyuruhnya mengancingkan seragam sekolahnya.

"Lain kali kau tak perlu memasak jika kau benar-benar tak mau, maaf jika selama ini aku memaksamu" bukannya merasa sedikit terhibur Baekhyun malah semakin terbebani, lebih baik Chanyeol menyindirna dengan kata-kata pedas dari pada ucapan lelah seperti ini. Chanyeol menatap Baekhyun yang masih tak bergeming dari tempatnya, mata itu bertemu setelah Chanyeol mengangkat wajah imut Baekhyun, sekilas ia hampir tak percaya bahwa Chanyeol suaminya yang menguasai daerah selatan telah menciumnya tepat di dahi dengan lembut.

"Ayo...!aku akan mengantarmu ke sekolah"

...

"Turunkan aku disini!" selalu ekspresi itu yang Chanyeol tunjukkan jika Baekhyun meminta diturunkan di tikungan yang lumayan jauh dari sekolahnya, dan selalu alasan itu yang digunkan Baekhyun. Melihat raut wajah tak baik Chanyeol sekali lagi Baekhyun mengutarakan alasannya "Kau itu pimpinan kelompok utara dari seragam sekolahmu saja mereka bisa tahu kalau kau tidak bersekolah di daerah sekitar sini, bisa-bisa mereka memukulmu"

"Aku tak takut dengan mereka" ucapnya menantang "Lagipula kau kan pemimpin mereka, aku malah tak perlu takut" Baekhyun tak senang dipuji seperti itu, karena terlihat menyindir malah.

"Sudahlah...cepat lepas Helm-mu!" meski tak paham dengan keinginan Baekhyun, Chanyeol tetap menurut dan melepas helm hitam miliknya

CUP

Apa benar itu istrinnya?mana pernah Baekhyun berlaku manis seperti menciumnya di tempat umum, berlaku tak kasar setiap harinya saja Chanyeol sudah beruntung tapi ini? Sungguh seperti jackpot. Baekhun tak tahu jika karena perbuatannya membuat Chanyeol tersenyum bodoh sambil memperhatikannya yang tengah berlari malu layaknya gadis yang sedang jatuh cinta.

Dari tempatnya berdiri Kim Jongin dan Oh Sehun bisa melihat Baekhyun yang tengah tersenyum bahagia sambil berlari-lari kecil, keduanya saling berpandangan mendapati ketua yang bisanya hanya menyiksa itu mendadak menunjukkan hal yang tak wajar, rasanya Sehun ingin memukul Jongin setelah melihat ekspresi Baekhyun pagi ini.

"Kuharap kau tak memukulku setelah melihat wajah tersenyum ketua" bahkan Jongin saja memiliki pemikiran hampir sama dengan Sehun. Sehun hanya melirik Jongin dari tempatnya berdiri, untung saja pemuda tersebut sudah memperingatkan Sehun agar tak melancarkan serangan padanya.

"Ketua...kau baik-baik saja kan? Kenapa tersenyum-senyum seperti itu?" wajah Baekhyun seketika masam mendengar ungkapan Jongin, merusak harinya saja "Tak perlu dijawab jika kau akhirnya hanya memarahiku saja!" tandasnya tegas

"Karena aku sedang bahagia, nanti sepulang sekolah kuajak kalian membeli es krim"

"Tapi kau yang membayarnya kan ketua?" kedipan mata Jongin membuat Baekhyun ingin muntah, sebaiknya memang ia yang membayarnya

"Ck...tentu saja, kau hanya pemuda kaya tapi pelit mana mau mentraktirku dengan Sehun. Kalau kau terus begini mana mungkin Sehun mau denganmu"

"Apa maksud kalian?" mendadak suasana menjadi hening ketika Sehun bersuara, serta merta Bakhyun juga Jongin menelan ludah kasar semabari menggelangkan kepala. Selalu begitu, Sehun memiliki ekspresi minim juga irit bicara, jika sekali bicara suasana berubah menyeramkan bagi siapa saja yang diajak bicara olehnya.

Baekhyun memiliki dua orang yang selalu menemaninya, orang-orang disekitar merkea yang menobatkan Jongin dan Sehun adalah anak buahnya, ditambah Jongin yang selalu memanggilnya Ketua membuat orang lain benar-benar menyangka Baekhyun adalah bos mereka. Kim Jongin adalah lelaki berkulit cukup gelap bila dibandingan Baekhyun apalagi Sehun, apalagi jika Sehun dan Jongin bersama maka akan terlihat seperti kopi dan susu jika disandingkan, Sehun yang terlalu putih dan Jongin yang terlalu gelap. Jongin memiliki nama kecil Kai, tapi hanya Sehun yang memanggilnya seperti itu. mereka berteman sejak kecil, melakukan banyak hal berdua hingga terkadang Jongin bisa membaca apa yang dipikiran Sehun, begitu pula sebaliknya. Keduanya sama-sama dari keluarga terpandang tapi mereka tak terlihat seperti itu, Jongin lebih suka membawa Motor dari pada mobil sedangkan Sehun lebih suka naik bis kalau tidak ya ikut Jongin naik motor.

Oh Sehun adalah seorang gadis cantik, lebih pantas disebut anak bangsawan dari faktor wajah dan body-nya, tapi karena penampilannya yang sedikit unik dengan aksesoris hitam yang menghiasi style hariannya ia berakhir dengan sebutan penyihir. Untung Sehun adalah gadis yang cuek dan tak mempermasalahkan apa ang dibicarakan dibelakangnya. Awal mula ia bisa terdampar dengan Baekhyun adalah karena Jongin yang selalu mengajaknya kemanapun, pemuda itu takut jika Sehun tak memiliki teman jika dibiarkan sendiri mengingat sifatnya yang dingin bagai es. Jongin sendiri tertarik berteman dengan Baekhyun karena gadis kecil itu unik, badannya kecil tapi lagaknya sok pahlawan, ia jadi ingin melindunginya.

"Sudahlah lupakan apa yang aku katakan tadi...eh...hun, harusnya kau mengubah sedikit penampilanmu, angkatlah ponimu ke atas agar orang lain bisa melihat bahwa kau itu sangaaaat cantik" coba Baekhyun mengalihkan fokus Sehun

"Jangan!" teriak Jongin tiba-tiba "Biarkan saja dia begitu, kalau Sehun tak nyaman dengan penmpilan barunya buat apa" ck...Baekhyun hanya bisa merutuk dalam hati, ia tahu kenapa Sehun tak boleh berpenampilan cantik, pemuda gelap itu hanya ingin dirinya saja yang bisa menikmati indahnya Sehun.

"Sudahlah nanti sepulang sekolah kita pergi naik bus bertiga" ucap Bakehyun Final

...

Ketiga orang tersebut serempak menjilati es Krim yang ada di tangan masing-masing, Baekhyun menepati janjinya untuk mentraktir Sehun dan Jongin sepulang sekolah. Sedang dalam keadaan santai seperti ini Baekhyun mendengar sesuatu dari gang kecil yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

Jongin memutar bola matanya malas ketika tahu kemana Baekhyun berjalan, pasti ini tak akan berakhir mulus seperti biasanya. Tidak adakah hari tanpa berkelahi wahai gadis kecil? Jongin hanya ingin menikmati es krim coklatnya kemudian pulang tanpa babak belur karena berkelahi seperti biasa, bahkan ini masih awal semester balum ada satu minggu ia masuk sekolah tapi ia sudah berkelahi dengan 10 kelompok, salahkan saja Baekhyun yang memiliki jiwa kepahlawanan seperti spiderman.

"Hyaaa...kenapa kalian mengambil uangnya?" selalu teriakan jelek itu yang terdengar jika Baekhyun menantang seseorang, Jongin dan Sehun hanya menatapnya dari jauh malas ikut campur, lagi pula hanya tiga orang Baekhyun pasti bisa menyelsaikannya sendiri.

"Ck...kau siapa? Jangan menganggu kami. Habiskan saja es krim coklatmu itu" seakan Baekhyun tak ada, mereka kembali merogoh kantong yang ada di seragam seorang nama pendek yang menjadi incarannya. Mereka belum tahu jika si gadis mungil itu marah, Chanyeol saja malas meladeninya.

Buagh...

Kesal karena tidak di pedulikan, Baekhyun akhirnya menendang punggung salah satu diantara mereka hingga tersungkur di tumpukan sampah. Sekarang sepenuhnya Baekhyun mendapatkan perhatian dari tiga nama yang seperti preman itu, padahal mereka juga masih sekolah sama dengan Baekhyun.

Seorang yang berbadan paling kurus diantara mereka mulai mendekati Baekhyun dan melayangkan satu pukulan ke wajah Cantik tersebut, tapi sayang...dengan mudah Baekhyun menangkis dan memelintir lengan pemuda tersbut serta tak lupa satu tendangan ia tujukan pada perutnya hingga bertambah seorang lagi yang jatuh tersungkur di tanah.

Lagi...pemuda yang terkahir dan memiliki badan paling besar tak tahan untuk memukul Baekhyun, ia mendekat semakin dekat hingga sebuah teriakkan menghentikan langkah pemuda tersebut.

"Berhenti disana! Jangan bergerak" Baekhyun mendecih pelan, ia begitu malas mendengar suara polisi yang terkadang mengacaukan kesenangannya. Sayangnya ketika Baekhyun lengah, pemuda terakhir yang menjadi lawannya tadi menggunakan kesempatan tersebut untuk memukul wajah Baekhyun, membuatnya jatuh tersungkur dengan mudah. Mereka semua pergi meinggalkan Bakehyun yang masih merasakan pening di kepalanya.

"Ck...merepotkan" belum sempat Baekhyun mengenali suara orang ang mengataknnya, tubuhnya di angkat begitu saja dan di bawa lari menjauhi polisi.

"Hunie...siapa lelaki tinggi yang membawa Baekhyun tadi?" Tanya Jongin sambil melihat Baekhyun yang digendong ala pengantin oleh lelaki yang tak mereka kenal.

"Kau fikir aku tau? Kenapa kau tak mengejarnya? Siapa tahu Baekhyun dalam bahaya"

"Sudahlah biarkan saja, aku yakin Baekhyun pasti bisa menjaga diri. Lagipula aku ingin berdua denganmu. Mari kita kencan" ucapnya riang tanpa beban tak mempedulikan Baekhyun sama sekali.

Kira-kira siapa lelaki yang mebawa Baekhyun lari? Benarkah ia akan baik-baik saja?

TBC

Ahahaha...mungkin ff ini tidak akan sekeren apa yang kalian pikirkan. Maaf karena bahasaku membingungkan, karena lama tak menulis hingga aku harus belajar dari awal.

Maksih yang uda baca, Follow apalagi yang review.

Followbaek, parklili, byunkha, chika love baby Baekhyun, tania3424, hinagiku27, Guest, Iyou, Princepink