Yak, yak! Ginger kembali lagi membawa Do For Kai~~ Untuk yang menunggu KaiSoo moment, pasti ada kawan kawan! Pasti ada! Semua indah pada waktunya! Nggak mungkin dong Ginger bikin judul 'Do for Kai' tanpa sebab? :D Jadi, silahkan menunggu dan terus kirimkan cinta untuk Kai dan Kyungsoo yaaa! :D Sertakan kritik, saran. Kalo kripik juga boleh. hahahaha
ps : Ginger lumutan nungguin EXO comeback, tapi Ginger kuat kok. Dulu, nungguin Big Bang hampir dua tahun, nunggu EXO pasti bisa! Tapi.. Ya.. Jangan dua tahun juga sih -_-
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Title : Do for Kai
Episode : 6
Cast :
- Do Kyungsoo (women),
- Zhang Yixing as Do Yixing (women)
Support Cast :
- Wu Yi Fan as Do Yi Fan (men),
- Huang Zi Tao as Do Zi Tao (women),
- Kim Jongin as Kai (men),
- Kim Junmyeon as Jung Junmyeon (men),
Cameo :
- Cho Kyuhyun as Kyuhyun (men),
- Kim Taeyeon as Taeyeon (women),
- Leejon as Changsun (men),
- Jung Yunho as Jung Yunho (men),
- Yoon Doo Joon as Profesor Doo Joon (men),
- Pyo Ji Hoon as Ji Hoon (men)
- Kim Hyoyeon as Hyoyeon (women),
- Im Yoona as Yoona (women),
Genre :
Romantic, Family, Drama, Comedy
Rating :
T, amanlah pokoknya. Kecuali kalo Kai sudah mulai beraksi, itu bisa berubah lagi.
Inspired by:
Grey's Anatomy and Ai To Makoto (for Love's Sake)
Disclaimer :
Kita semua punya Tuhan. Tuhan punya kita. Cerita punya saya, dan Tuhan. #plak
.
.
- Do For Kai -
.
.
Tidak ada yang bergerak setelah kejadian itu. Isakan Kyungsoo masih terdengar meskipun lirih, sementara Tao mengelus lembut lengan Yifan yang nampaknya masih dilanda amarah.
"Sekarang terserah padamu, Kyungsoo." ucap Yifan berat, masih ada rasa marah dalam dirinya yang belum pergi, "kau mau tetap dengan si brengsek itu, atau pindah ke Kanada."
"T..Tidak appa. Tidak." Kyungsoo menggeleng, menatap Yifan dengan wajah penuh air mata, "aku tidak akan kemana mana! Aku tidak akan meninggalkan Yixing atau siapapun!" kata Kyungsoo keras tapi tak berteriak. Yifan menggeleng kecewa dan menatap Kyungsoo tidak puas.
"Jangan membuatku marah, Kyungsoo."
"Appa harusnya mengerti! Aku sudah besar dan ini pilihanku!"
"Kau─,"
"Berhenti, Yifan. Sudah cukup."
Saat Yifan akan melangkah mendekati Kyungsoo, kali ini Yunho lalu berdiri memblokir akses Yifan bisa jauh lebih dekat lagi dengan Kyungsoo. Sedang Junmyeon, tepat dibelakang Yunho, memegang kedua lengan Kyungsoo yang berhadapan dengannya.
"Jangan menangis," ujar Junmyeon berbisik dan tersenyum di depan wajah Kyungsoo, memegang kedua wajah Kyungsoo dan menghapus air matanya perlahan, "adikmu pasti tidak senang kalau kakaknya menangis."
"Hyung." kata Yifan, berhadap hadapan dengan Yunho. Nada suaranya tidak enak dan masih penuh dengan bahaya. Tapi, Yunho juga tidak bisa menerima Yifan berlaku terlalu keras pada anak anaknya. Cukup ia membiarkan Yifan menampar Yixing, tapi tidak untuk kedua kalinya.
"Kau penuh dengan amarah, Yifan. Dinginkan kepalamu. Jangan biarkan segala egomu membuatmu melakukan hal yang akan kau sesali nanti." sergah Yunho dengan kalimat datar. "Junmyeon, bawa Kyungsoo kembali ke kamarnya. Ada yang harus kami bicarakan." Yunho memerintahkan tanpa menoleh padanya. Junmyeon berdesis 'Ne' lalu segera membalik badan Kyungsoo dan merangkul pundaknya.
Mereka berdua berjalan ke kamar dalam diam. Junmyeon tak mau menggangu Kyungsoo yang sepertinya masih sibuk dengan pikirannya. Terlalu banyak hal menyakitkan yang Kyungsoo sudah lihat malam ini. Junmyeon tahu gadis itu lelah, perasaannya tertekan. Air mata terus membanjiri wajah cantiknya. Sebenarnya, Junmyeon ingin berbicara dengannya dari hati ke hati, tapi..
Dia lebih mengkhawatirkan Yixing.
Sesampainya di depan kamar Kyungsoo, Junmyeon mengucapkan 'selamat malam' dan menutup pintu kamarnya lembut. Ia tidak bergerak kemanapun sampai ia yakin Kyungsoo meredakan isakannya. Junmyeon melangkahkan kakinya berjalan pelan meninggalkan kamar Kyungsoo, menyusuri beberapa pintu yang juga berada di lorong tersebut. Matanya berhenti di depan sebuah kamar yang digantungi foto Kyungsoo dan gadis dengan satu lesung pipit di pipi kanannya.
Foto polaroid dengan title 'Me and Kyungie at Disneyland' dan berhiaskan tokoh tokoh Disney di samping kanan kirinya, membuat foto menempel erat dengan kayu mahoni bahan dasar pintu kokoh itu.
Junmyeon dengan kepercayaan diri yang tinggi, memutar kenop pintu dan mendorongnya.
"Yixing, kau di dalam?" tanyanya pelan tapi bergema di kamar tersebut. Setengah dari pikirannya berharap ia akan menemukan Yixing yang sedang duduk di atas tempat tidur dan menangis sesegukan.
Tapi, yang ia temukan adalah ruangan kosong. Junmyeon tidak tahu harus tersenyum lega atau khawatir karena tidak menemukan Yixing di kamarnya saat menutup pintu. Junmyeon tahu gadis itu pasti sedih, hatinya saja ikut terluka saat melihat Yixing ditampar begitu.
Ia berjalan lagi, ia yakin, bahwa tadi Yixing tidak meninggalkan lantai ini. Dan, keyakinan itu makin kuat, ketika ia mendengar gemericik air mengalir dari dapur lantai dua. Segera ia berjalan tergesa ke ruangan tersebut. Lalu terpaku ketika melihat gadis itu berada di salah satu sudut ruangan mencuci tangannya.
"Yixing?"
Gadis itu menolehkan wajahnya yang tadi sibuk menundukkan pandangan di keran air, tapi kemudian ia sibuk lagi dengan acara cuci tangannya. Hanya menjawab 'Hai' dengan nada datar.
Tatapan Junmyeon beralih ke meja makan kecil di tengah ruangan, ada scapel, gunting bedah, jarum suntik dengan cairan yang demi-Tuhan-Junmyeon-tidak-tahu-isinya, dan beberapa peralatan ringan untuk membedah orang.
Tunggu, apa? Bedah?
"Apa yang akan kau lakukan?" ujarnya lembut, walau dalam hati jantung sudah berdetak tidak karuan, takut Yixing melakukan hal yang aneh.
"Bunuh diri."
Hening.
Junmyeon melihat gerak gerik Yixing, sekali lagi tidak ada tanda tanda ketertarikan untuk menarik tangannya dari aliran air yang membasahi tangannya. Masih sibuk menggosok di sana sini.
"Kau juga diajari 'kan, Junmyeon-sshi," kata Yixing pelan, "kalau dalam operasi, semua harus steril. Aku berusaha mensterilkan tanganku. Aku tidak mau ada bakteri yang masuk seenaknya ke dalam tubuh..,"
Hening menyergap lagi. Tubuh Junmyeon yang menegang mulai dipaksa untuk menyeret langkah pelan menuju Yixing,
"..ku." ujar gadis itu melanjutkan. Saat Junmyeon sudah berada di dekat 'meja operasi', Yixing membalikkan badan dan mengangkat kedua tangan basahnya setinggi pundak. Memandang Jumnyeon dengan tatapan datar.
Junmyeon tidak tahu apa yang harus ia lakukan, terlalu terpaku. Ia tahu gadisnya kesakitan, ia tahu Yixing lelah, ia tahu, terlalu tahu apa yang dirasakan Yixing. Gadis ini hanya berusaha untuk menahan segala emosinya, lagi. Tapi, itu tidak benar, Yixing, itu tidak benar. Bukan begini caranya, sayang. Bukan.
Yang Junmyeon bisa lakukan sekarang hanya mengikuti permainan Yixing.
Junmyeon mengambil dan menyerahkan selembar tisu kertas sekali pakai pada Yixing yang lalu digunakan untuk mengeringkan tangannya. Setelah membuang tisu tersebut, kedua tangan Yixing masih terangkat ke udara. Tatapan gadis yang terluka itu kini beralih ke jemarinya.
"Dad tidak pernah menamparku seperti itu. Heh," mulai gadis itu bercerita, ia mengeluarkan dengusan tertawa meremehkan untuk dirinya sendiri, "..ia mungkin sangat marah padaku."
Junmyeon tidak menanggapi kalimatnya.
"Aku tahu, aku tidak seperti Kyungsoo yang selalu melakukan apa yang ia inginkan. Apa yang ia inginkan. Aku sadar, selama aku hidup, aku selalu bertindak apa yang kumau. Tidak jarang menentangnya. Aku tahu, ia sangat sayang Kyungsoo. Aku tahu."
Hati Junmyeon teriris, ia maju selangkah mendekati gadis itu. Membiarkan tangan lembab itu bertabrakan dengan dadanya. Tapi ia rasa, Yixing tidak peduli.
"Aku berusaha untuk tidak merasa marah. Aku tahu, dia juga menyayangiku. Dia menyayangiku dengan caranya yang berbeda dan menyebalkan. Aku tahu. Aku juga tidak berhak berteriak padanya, dia ayahku. Aku tahu juga yang itu. Tapi, yang aku tidak tahu... Apakah dia benar menyayangiku? Apa dia memandangku seperti ia memandang Kyungsoo? Apa dia juga membanggakanku?
"Apa aku benar benar anaknya?"
Dan Jumnyeon menarik tangannya, membuat wajah Yixing bersembunyi dadanya. Air mata yang turun juga mengalir di kemeja putih Junmyeon. Ia Memeluknya erat, mengusap punggung dan belakang kepala itu lembut. "Jangan katakan hal semacam itu lagi, Yixing. Kumohon."
Ia mendorong tubuh itu lembut, dan mendongakkan kepala Yixing dengan kedua tangan hangatnya. Tersenyum malaikat sebagaimana Yixing kecil selalu menyebut senyumnya, "kau tidak seburuk itu, Yixing," dua ibu jari Junmyeon menghapus air mata yang mengalir dari kedua mata indahnya, "kau tahu, kau ini spesial."
Kedua orbs berair itu mencari pencerahan di kedua mata Junmyeon. Ia lalu menggeleng lagi, "tidak. Tidak. Kau hanya mencoba untuk menenangkanku saja."
"Kris ahjusshi sering membanggakanmu ketika appa, aku dan dia pergi minum bersama." ujar Junmyeon tersenyum, "dia selalu bilang kau akan menjadi perawat yang tangguh dengan kepribadianmu yang unik. Dia bilang, kau akan merawat salah satu dari orang tuamu ketika salah satu dari mereka sudah tiada..."
Air mata Yixing bertambah deras, meskipun tidak ada isakan yang keluar dari mulutnya. Junmyeon tersenyum sedih menghapus tetesan air mata itu, sembari berkata, "..Dia bilang, 'Xingieku bisa melindungi lebih baik dari siapapun.' Dia bilang, 'Aku bangga pada Xingie. Paling tidak, kalau dia mau mengambil kelas bisnis bersamaan dengan kelas perawatnya-,"
Yixing buru buru menarik dan memeluk Junmyeon, menangis dan terisak keras di dadanya. Junmyeon kembali merasakan basah di kemejanya, tapi ia tidak peduli. Tangannya merengkuh tubuh kecil Yixing, mengelus punggungnya sekali lagi. Mencium ubun ubun Yixing sembari mengatakan hal hal yang menenangkan ketika Junmyeon merasakan eratan tangan di kemeja bagian punggungnya.
"Ya ampun, Junmyeon," katanya lancar ditengah tengah isakannya, "aku benci sekali karena aku menyayangi..," terisak, menangis lagi keras, "..aku menyayangi makhluk rambut pirang itu!"
Junmyeon tertawa pelan. Mengecup, sekali lagi, ubun ubun Yixing dengan penuh kasih sayang.
- Do for Kai-
"M-maaf oppa, kau harus melihat hal semacam itu." kata Tao masih membersihkan air mata yang mengalir di wajahnya. Yunho hanya tersenyum.
"Jangan meminta maaf, Tao. Yifan mungkin sedang lelah dan.. Yah, dapat berita jelek semacam itu. Siapa yang tidak marah?" kata Yunho, masih dengan senyum, "meskipun aku agak jengkel dengannya juga sih. Soal, Yixing." anehnya, Yunho tertawa kecil.
"Sekali lagi, aku meminta maaf, oppa." Tao menangis lagi. Yunho hanya bisa mengelus punggung wanita tegar itu. Ia mengerti, Yifan mungkin sedang banyak pikiran. Kejadian ini memperburuk moodnya. Makanya, Yunho meminta Yifan meninggalkan ruang tamu dan menenangkan pikirannya di kamar. Atau kalau perlu keluar rumah sekalian.
Tapi, Tao melarang Yifan keluar rumah. Jadi, Yifan hanya mengurung diri di kamar.
Yunho melihat, atau merasakan, rasa gemetar sedih Yifan dan penyesalan saat Yixing berkata 'have a good night' dengan wajah datar begitu. Yifan mungkin menyesal menampar anaknya, harusnya. Maka, tidak ada jalan lain selain duo Jung itu menghentikan kemarahan Yifan yang mungkin akan berujung pada penyesalan tiada akhir dari Yifan.
"Apa yang terjadi, Tao? Kenapa Yifan bisa semarah itu?" tanya Yunho. Dengan menarik nafas panjang dan menghembuskan pelan. Tao bercerita apa yang sebenarnya terjadi. Dari mulai anehnya Kyung merengek pada Yifan memberikan beasiswa pada seorang anak bernama Kim Jongin.
Tao berkata, Kyungsoo dengan wajah lebam meminta Yifan memberikan beasiswa pada Kai atau Kim Jongin ini. Lalu, Yifan menyetujuinya. Tao merasakan ada yang aneh karena Yixing sepertinya punya hubungan yang tidak baik dengan Kai, ia bahkan mendengar Yixing bertengkar dengan Kyung. Sampai pada akhirnya, tadi sore, Kai datang pada Yifan. Ia meminta memberitahu Yifan tentang pekerjaan anaknya sekarang. Kai meminta uang tutup mulut pada Yifan, tapi lelaki itu terlalu marah dan membuat Kai pindah ke Universitas Kkami tanpa diketahui siapapun.
"Aku memutuskan tidak memberitahu Kyungie kemana Kai dipindahkan." kata Tao, "itu hanya akan membuatnya berbuat nekat."
"Kurasa anakmu menyukainya." Yunho berkata sambil tersenyum pada Tao. Wanita itu mengerutkan kening memandang Yunho, sedikit mengerti dari mana Junmyeon mendapatkan senyum malaikat yang sering terpatri di wajahnya.
"Siapa?"
"Kyungsoo, kurasa ia menyukai Kai." Yunho menggidikkan bahunya acuh. Tao menggeleng sedih, bergumam 'tidak mungkin'.
"Dari segala cerita yang telah kau katakan padaku, Tao. Aku bisa menyimpulkan sesuatu. Dan kurasa, Kyung memang menyukainya." kata Yunho. Ia lalu berdiri dan mengedarkan pandangan ke sudut rumah, mencari Junmyeon.
"D-dari.. Kenapa oppa berkata seperti itu?"
"Dulu, ada anak kecil, yang berkata padaku ingin menjadi pilot. Tapi, tiba tiba cita citanya berubah drastis menjadi dokter hanya karena cinta masa kecilnya bilang bahwa ia ingin menjadi istri seorang dokter." kata Yunho, tersenyum setengah. Lalu kembali mengedarkan pandangannya lagi, "omong omong, Junmyeon dimana ya?"
- Do for Kai -
Menunggu itu menyebalkan.
Tapi, menunggu bis datang, duduk di halte Universitas sambil melihat bertabung tabung organ dalam tikus yang dijejer di lantai itu lebih menyebalkan.
"Itu akibatnya kalau kau memutuskan ikut student exchange ini, Yixing." kata Taeyeon, seorang gadis berwajah manis di sebelah Yixing. Yixing meringis dan mengangguk setuju.
"Omong omong, apa itu masih segar?" tanyanya.
"Aku baru mengeluarkannya kira kira..," Yixing lalu menghitung pakai jemari, "13 jam yang lalu."
"Aku tidak menyebutnya segar."
"No need. Memang siapa yang akan memakannya?" katanya. Mereka lalu tertawa pelan. Yixing melirik tabung yang dibawa Taeyeon, ia menerka nerka apakah itu benar berisi dua bola mata besar dan satu tabung lainnya berisi sebuah jantung? Yixing lalu memandang Taeyeon bertanya.
"Ini kelinciku. Ugh, adikku yang memasukkan racun dalam tubuhnya. Kasian sekali. Omong omong siapa nama tikusmu?"
"Poppy."
Ada sepuluh hingga dua belas orang lainnya sama seperti Yixing, menunggu bis datang. Bis yang akan membawa mereka ke Universitas Kkami dan memulai 'hidup' baru disana. Untuk Yixing, Taeyeon dan beberapa mahasiswa lainnya yang masuk ke jurusan keperawatan, mereka diharuskan membawa organ organ dalam dari hewan peliharaan. Mereka masih beruntung, untuk mahasiswa kedokteran, para mahasiswa malang itu diminta membawa apendik yang telah di operasi dan foto jantung manusia segar.
Karena Yixing tidak sanggup membunuh Poppy, jadi, ia mengambil tikus got berukuran lengan kecil Kyungie dengan bantuan Changsun yang baru bisa memegang ekornya setelah berteriak teriak tak jelas selama kurang lebih sepuluh menit. Yixing lalu membedah tubuh tikus itu (sebelumnya ia berdoa pada Tuhan agar arwahnya diterima di sisi-Nya) bersama Junmyeon semalam.
Kalau ingat semalam, pipi kanan Yixing kembali memanas. Ia meraba lagi pipi kanannya samar samar.
Omong omong soal semalam, Yixing tidak bicara pada siapapun saat sarapan. Kalau dilihat lihat, memang normal, memang siapa yang mau makan sambil bicara? Tapi, tatapan Tao pada Yixing yang meminta agar gadis itu mau bicara pada Yifan, tak diperdulikannya.
'Sial,' batinnya, 'Mereka tetap orang tuaku, aku terlalu menyayangi mereka, tapi aku terlalu marah pada Do Yifan.'
Terlalu marah soal dia dan Kyungie, dan terlalu marah soal tamparannnya semalam.
"Bisnya datang!" teriak seseorang di ujung halte. Yixing memandang ke arah mobil besar bermuatan puluhan orang sudah bergerak pelan menuju mereka. Segera saja dosen Kwon, tipikal dosen jenius dengan tubuh kurus dan kepala botak kalau kau ingin tahu, mengabsen satu persatu nama mereka lalu menyuruh semua mahasiswa yang terpanggil segera duduk didalam bis.
Yixing memasukkan pelan tabung tabung tersebut ke dalam tas yang memang disiapkan untuk itu. Memeriksa barang bawaan yang memang harus disiapkan untuk belajar disana. Duh, Yixing jadi merasa kembali ke jaman Ospek. Tapi, ospek disini dan di Kkami akan jauh berbeda.
Buru buru Yixing duduk di dekat jendela, berdampingan dengan Goo Hara, salah satu teman sekelas. Karena perjalanan masih jauh, Yixing memutuskan untuk menyumbat telinga dengan headset. Serta mengulang kembali kejadian semalam dalam ingatan.
{{{ Rewind
"Apa kau sudah mengangkat lambungnya?" tanya Junmyeon tertutup masker. Yixing hanya mengangguk pelan. Ia sembunyi sembunyi menatap Junmyeon, matanya terpukau dengan aura Junmyeon yang tenang sebagai dokter. Terpikir olehnya jika mereka benar benar berada dalam kamar operasi.
"Yixing?" panggilnya. Yixing buru buru kembali ke dunia nyata.
"Ya.. Ya.. Maksudku, aku sudah mengangkat lambungnya. Entahlah Junmyeon, memang ini lambung ya?" kata Yixing sangsi sambil mengangkat sebuah benda bewarna hitam pipih ke udara. Junmyeon tertawa di balik masker.
"Tidak, itu limfanya. Dan, aku berhasil mengambil Jejenumnya. Ini kalau kau perlu..," ia memasukkan benda panjang bagian dari usus itu ke dalam tabung yang berisi cairan kimia bening, "..dan selesai. Ya ampun, Yixing. Dari tadi aku kepingin muntah."
Yixing nyengir dibalik masker. Lalu memasukkan benda yang kata Junmyeon tadi adalah limfa ke dalam tabung yang berbeda tapi sama. Untungnya mereka tidak membuat kekacauan yang berarti disini. Paling hanya meja penuh darah dan satu ekor tikus mati di tengah tengah yang sudah terbuka perutnya. Ugh, menjijikkan.
"Junmyeon! Junmyeon! Apa kau.. Astaga!" Yixing dan Junmyeon lalu menoleh ke asal suara teriakan yang mencapai pintu dapur. Mereka terkejut melihat Yunho sudah berdiri membelakangi mereka. Sambil berteriak dan menutup mata, ia berkata,
"Apa yang kalian lakukan?!"
"Kami bisa menjelaskannya, appa! Jadi, tunggu sebentar! Jangan berbalik! Kami.. Kami akan membereskannya." kata Junmyeon melakukan kontak mata dengan Yixing agar cepat cepat membereskan Operation Room dadakan mereka. Sementara Yunho terus mengoceh agar kedua mahasiswa dan mahasiswi kesehatan itu tidak melakukan OR dadakan lagi.
"Aku baru saja memakan sepotong tenderloin dan sekarang aku melihat anakku mengoperasi seekor.. Apa itu Junmyeon!?" protes Yunho sambil menunjuk nunjuk ke arah belakang tanpa menolehkah wajahnya. Melihat darah yang menggenang diatas meja dan seekor 'sesuatu' terbuka perutnya membuat makanan yang sudah ditelan Yunho merangkak perlahan ke diagfragma.
"Seekor tikus got. Dan, appa, berhenti melarangku untuk mengoperasi sesuatu."
"Aku tidak akan melarangmu untuk melakukan operasi Junmyeon. Asal tidak di dapur! Apalagi dapur rumah kita!"
"Setuju."
Junmyeon dan Yixing saling bertukar pandang, belum melepaskan masker, tapi Yixing yakin dia sedang tersenyum geli sepertinya yang tengah mengelap meja meskipun bau yang dihasilkan belum seutuhnya pergi dari ruangan.
"Sungguh, Yixing, Junmyeon..," akhirnya Yunho membalikkan badannya ketika mendengar Junmyeon sudah membuang bangkai tikus ke tempat sampah, "..apa yang kalian lakukan?"
"Bunuh diri." Junmyeon berkata sambil mengerling Yixing yang meliriknya sambil tersenyum penuh makna,
"Ha?"
"Yixing akan masuk ke Universitas Kkami besok." kali ini Junmyeon memandang appanya dengan pandangan apa-yang-akan-kau-katakan-setelah-mendengar-ini?
Dan Yunho mulai masuk dengan menutup hidung dan menceramahi Yixing meskipun tidak bisa lebih dekat tiga langkah lagi ke meja operasi dan lebih jauh selangkah dari pintu. Ia berkata, dimarahi seorang ayah memang menyebalkan, apalagi sampai dibegitukan. Tapi, bukan berarti Yixing bisa mengambil keputusan gila seperti itu. Masih banyak kelakuan diluar normal yang bisa Yixng lakukan tapi tidak di Universitas Kkami.
"..Kau paham, Yixing?" nasihat Yunho lalu menarik nafas panjang, karena sepertinya dia tidak mengambil nafas saat mengatakan nasihat pada gadis itu. Di bagian lain, Junmyeon tertawa kecil memalingkan wajah ke arah lain, seakan akan mengejek apa yang dilakukan Ayahnya adalah hal membuang waktu yang pernah ia lihat.
"Tidak. Karena aku tetap berangkat kesana, ahjusshi." kata Yixing sembari membereskan alat alat dan menaruhnya di bengkok. Yixing lalu memandangnya, "ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan appa." kataku pelan.
Yunho berjalan dan mendekat dan mengelus rambut Yixing.
Membuatnya sadar sudah berapa lama tak ada tangan besar dan hangat seorang Ayah mampir mengelus rambutnya. Seminggu? Dua bulan?
Sepuluh tahun?
}}} Foward
Belum selesai Yixing menghabiskan memori, bis sudah berhenti dan dosen Kwon menyuruh mereka untuk segera turun. Lelaki itu mendorong Yixing setelah ia mengangkat tangan memanggil namanya dan menyuruh semua yang sudah terpanggil keluar untuk masuk ke Universitas Kkami terlebih dahulu.
Yixing terpana.
Saat masuk ke lapangannya, Yixing sendiri tidak yakin sedang berjalan ke dalam lapangan kering universitas, bukannya padang pasir. Ini terlalu kering. Yixing bahkan bisa membuat butiran debu melayang ke udara dengan begitu banyak dengan sekali sentakan lembut kaki kanannya. Belum lagi ketika menolehkan kepala ke kanan dan kekiri, banyak onggokan kayu yang berubah menjadi hitam dan abu seperti telah dibakar. Diasumsikan oleh Yixing bahwa dulunya, kayu tersebut adalah kursi dan meja.
Atau, lihat gedung gedung yang seperti sudah seribu tahun tidak terawat. Cat kusam, kaca tidak ada pada tempatnya. Puluhan mahasiswa atau mahasiswi melihat kami dari balik jendela tanpa kaca tersebut bagaikan para pendatang Hanh adalah binatang langka yang baru didatangkan dari luar pulau Korea.
Kembali lagi ke bangunan luar Universitas ini, Yixing baru sadar, mereka menjajah sebuah sekolah menengah atas untuk dijadikan Universitas. Terlalu memaksa, terlalu mengada ada. Bangku bangku kayu yang sudah tidak terpakai, teronggok begitu saja di dekat bangunan yang di ambil kesimpulan sepihak oleh Yixing sebagai gudang atau mungkin tempat penjagalan (siapa yang tahu?). Dan juga.. Astaga, kenapa ada asap asap begitu dibalik gedung besar ini? Mereka sedang membakar mayat ya?
"Kau yakin ini Universitas Kkami, Yixing?" tanya Taeyeon yang sama terkejutnya dengan Yixing. Ia lalu tertawa kecil.
"Aku belum pernah menginjakkan kaki kesini atau berpikiran untuk searching soal mereka di Google. Jadi, harusnya jawabannya, iya." katanya. Masih terpukau dengan segala 'keajaiban' yang terjadi disini.
Dan tiba tiba, suara keras bagaikan guntur menghentak pendengaran semua mahasiswa. Seorang berteriak tapi tidak memekakkan telinga. Terdengar berat dan berwibawa.
"SELAMAT DATANG DI UNIVERSITAS KKAMI! SELAMAT DATANG DI SURGA KAMI!" mereka semua mendongak ke atas. Seorang lelaki paruh baya berpakaian tuxedo, tengah berkacak pinggang dengan dua orang yang tersenyum penuh kemenangan di tepi rooftop bangunan di depan Yixing dan teman teman yang lain.
"SALAM DAMAI, PROFESOR! KAMI KEMARI MEMBAWA KEDAMAIAN!" teriak salah satu mahasiswa di sebelah Yixing, Cho Kyuhyun. Yixing menghembuskan nafas menahan tawa malu karena ia membuat sign V sebagaimana kau membuat tanda ketika bertemu alien.
"Kyuhyun sunbae," desis Yixing sambil memandang ke arah jendela yang sekarang dipenuhi mahasiswa Kkami tersebut, ".. aku tahu kau jenius dalam aritmatika. Tapi, kurasa kau bisa melihat dengan jelas bahwa dia manusia dan bukan ALIEN!" kata Yixing tanpa melepaskan kontak dengan tiga bayangan di atas bangunan sana.
Kyuhyun menoleh pada Yixing dan mendongak pada profesor yang sedang tertawa ganjil tersebut, diikuti kedua orang dibelakangnya yang tertawa lebih ganjil lagi.
"Tapi..,"
"Berhenti berkhayal mereka alien. Oke? Mereka manusia dan jangan membuat yang lain kha─ Astaga, kenapa hanya tinggal kita berlima?" kata Yixing menoleh kebelakang dan tidak melihat beberapa puluh orang lainnya yang harusnya tengah berdiri dibelakang 5 orang di barisan depan. Seketika itu Yixing melihat bis dari Universitas kami melintas karena putar balik dan..
Ah, sial. 25 orang itu duduk di dalamnya dan melambaikan tangan sembari tersenyum silahkan-nikmati-Universitas-itu dengan sarkatis.
"Kurasa, kau harus menggantinya jadi 3, Yixing. Karena yang bisa kulihat disini hanya, kau, aku dan Kyuhyun sunbae." ujar Taeyeon berbisik dan Yixing kembali memalingkan wajah ke barisannya. Benar, hanya tiga manusia yang sedang berdiri disini. Yixing menghembuskan nafas dan membenahi tas ransel di pundak.
"JADI PROFESOR─"
"PROFESOR DOO JOON!" sergahnya angkuh. Yixing menghela nafas, terlalu penat dan panas disini. Dia butuh bangunan, atau air conditioner kalau bisa. Meskipun terlalu berlebihan mengingat rupa Kkami yang begitu artistik ini.
"OKE, PROFESOR DOO JOON! BISAKAH ANDA MEMPERCEPAT PIDATO SAMBUTAN DAN MEMBERITAHU KAMI DIMANA KELAS KAMI?!" teriak Yixing frustasi. Ia tertawa keras dan lebih ganjil dari yang sebelumnya. Yixing melirik Taeyeon yang lalu melirik Kyuhyun.
"KAU MENARIK, NAK! SIAPA NAMAMU?!"
"YIXING! DO YIXING!" dan profesor itu terdiam sebentar. Lalu menjetikkan jemarinya.
"KAU ANAK DARI DO WUFAN, BENAR? SI CONGKAK BERAMBUT HITAM YANG SEKARANG BERUBAH JADI PIRANG DAN LEBIH MENYEBALKAN ITU?!"
"SETUJU! DAN.. YA! AKU ANAKNYA! ANDA ADA MASALAH?!" teriak Yixing balik. Astaga, pikirnya, aku masuk ke Universitas Kkami dan aku baru saja membagi masalah keluargaku! Tapi lalu Yixing berteriak kembali, "DARIMANA ANDA TAHU SOAL AYAH SAYA?!"
Tak disangka, Prof Doo Joon lalu tertawa mengejek lalu melihat ke langit biru bagaikan tengah bernostalgia,
"DIA SI CONGKAK YANG MENAMPAR WAJAHKU! APA DIA PERNAH MENAMPARMU?!" tanyanya. Yixing menghembuskan nafas kesal lagi, masih tetap mendongak dan berteriak meskipun tenggorokan ingin memuntahkan sesuatu.
"YA, SEMALAM!" dan dia tertawa dan Kyuhyun sunbae menatap Yixing tapi gadis itu sudah tidak peka lagi terhadap hal yang semacam itu. Faktanya, memang DIA menamparnya, lalu? Kau ada masalah?
"WELCOME TO CLUB, BEAUTY! DAN KEDUA TEMANNYA! MASUK, MASUK!" ia masih tertawa ketika turun dari 'podium'nya. Yixing menghembuskan nafas lega saat si aneh yang dipanggil Kyunhyunitu Profesor sudah pergi. Lalu Taeyeon berdesis.
"Apa dia benar benar Profesor? Kyuhyun sunbae, kau yang memanggilnya Profesor. Apa dia benar benar Profesor?"
"Aku searching soal Kkami di Google semalam. Dan, hanya dia yang kutemukan." katanya mengangkat bahunya acuh dan mulai mengeluarkan smartphone dan mulai melakukan sesuatu disana.
"Apa? Apa kata Google soal Kkami?" tanya Yixing ingin tahu, mendekat ke arah Kyuhyun, begitu juga dengan Taeyeon. Yixing saja tak tertarik untuk mencari tahu soal Kkami di internet.
"Tidak banyak. Aku hanya menemukan satu halaman yang berisi satu artikel yang berhubungan dengan Kkami, dan..," Kyuhyun menunjukkan pada mereka layar smartphonenya yang hanya berhias website Google pada normalnya. Mereka membelalakkan mata ketika hanya melihat satu artikel dan satu halaman yang terpampang di layar. Selebihnya tidak ada.
"Disini tertulis '..jika kalian pergi ke Universitas Kkami dan menemui orang yang berada di atas rooftop dan berdiri dengan kedua ajudan di belakangnya. Dia adalah Profesor Doo Joon, pemilik turun temurun dari Universitas tersebut," Taeyeon memandang dua orang di depannya, penjelasan tidak penting tapi sangat terbukti nyata di Google itu menjadi pegangan mereka, "apa.. Kalian..,"
"Kalau tidak yakin, pulang saja, Tae unnie." Kata Yixing berbalik, ia tidak mau ada yang merubah pikirannya lagi.
"Yixing, pikirkan lagi." kata Taeyeon melihat Yixing was was, padahal Kyuhyun sudah berjalan menjauhi mereka. Yixing lalu membalikkan badan, sepertinya Taeyeon sedang bimbang, dan mungkin Kyuhyun sedang dalam mood yang sama dengan Yixing. Yixing lalu tersenyum pahit pada Taeyeon.
"Profesor gila ini kenal ayahku. Kami berdua korban tamparannya. Dia bilang, welcome to club. So, what I'm waiting for?"
- Do for Kai -
"Namaku Ji Hoon."
"Okay, okay, Ji Hoon. Aku tahu namamu dari sepuluh menit yang lalu dan kau sudah mengatakannya lima belas kali. Bisakah aku mendapat sedikit ketenangan?" wajah kekanakan itu mengangguk pelan dan akhirnya diam melihat jemarinya. Yixing merasakan tekukan wajahnya yang sedih. Wajar saja jika Yixing berkata sedikit kasar begitu, anak bernama Ji Hoon ini, si mahasiswa keperawatan Kkami, sudah memperkenalkan namanya setidaknya sepuluh menit yang lalu, dan tiap menitnya mengulang perkataan yang sama.
Yixing merasa bersalah. Pasalnya, wajah Ji Hoon terlihat kekanakan sekali. Yixing lalu mengedarkan pandangannya sekali lagi.
Ruangan kelas ini berantakan sekali. Tidak ada yang berada di tempatnya. Ada dua orang mahasiswi sedang bermain poker dan merokok. Yang lain, berada di bawah, bermain sesuatu yang tidak aku ketahui sambil minum Whiskey.
Yixing menghadap papan hijau di depan lagi. Bahkan mereka masih menggunakan kapur putih!
"K-kau mau berjalan jalan?" kata Ji Hoon. Yixing menoleh padanya, lalu mengerutkan kening.
"Bukankah kita ada kelas semenit lagi?" kata Yixing mengerling jam analognya. Ji Hoon tertawa gugup, menggaruk tengkuknya.
"Dosen Kim tidak akan pernah datang. Jadi, kau mau berjalan jalan?" Yixing menatapnya dengan pandangan terkejut. Ia berpikir sebentar, lalu menganggukkan kepala setuju.
Ji Hoon mengajak Yixing berjalan jalan, di kelas sebelah, harusnya ada kelas untuk jurusan perawat yang lain. Yixing iseng melongok dan melihat Taeyeon sedang tersenyum ganjil melihat dosennya sedang.. Ya ampun, apa yang dia lakukan dengan meraba raba mahasiswi di mejanya?
Segera ia memalingkan wajah dan menggeret Ji Hoon untuk mengantarnya ke tempat lain. Menurut Yixing Universitas ini memang tidak bisa dimaafkan, yet, ini menyenangkan! Dasar gila. Yixing gila!
"Oh iya, kuberi tahu padamu, sesuatu Yixing. Kami disini punya geng ketua." kata Ji Hoon saat mereka menyusuri lorong bernuanasa kusam, dengan kabel kabel dan tumpukan meja serta kursi di pinggir pinggirnya. Yixing mengangguk pelan ingin tahu.
"Nama ketua kami.. Er.. Dia wanita. Namanya Byun Baekhyun, the plaster. Dari kelas seni."
"The Plaster?"
"Ia tidak pernah membuka plester yang ada di keningnya. Katanya itu selalu menempel dengannya semenjak ia dipukul oleh seorang senior di tahun pertamanya, yang lalu dibalasnya hingga senior itu mati." Ji Hoon bercerita seolah olah tidak ada tindak kriminal yang terjadi barusan, "..ia tidak akan pernah menggantinya."
Ji Hoon lalu menunjuk satu jendela tanpa kaca, menyuruh Yixing melongok ke dalam. Dia bilang, ini kelas Seni, dimana dia bisa menemukan.. Ya Tuhan, apa lagi ini?
Kenapa Do Yixing menemukan seorang iblis bernama Kim Jongin alias Kai sedang membaca komik di atas sofa kusam tidak berbentuk di tengah kelas yang sama hancurnya dengan dirinya, Kai. Sekarang?
"Kau kenal anak itu?" tunjuknya pada Kai, yang masih sibuk mengunyah permen karet dan membaca komik. Ji Hoon melongok lalu menggelengkan kepala. Mungkin, katanya, dia anak baru.
Sesaat kemudian, Yixing baru sadar. Inikah tempat yang pantas untuknya, appa? Yixing menghela nafas dan mengagumi pilihan ayahnya. Mungkin Yifan akan mengirim Kai ke nereka kalau perlu. Hanya saja, mungkin kau tidak tahu dimana ada bis ke neraka, makanya kau mengirimnya kesini.
"BERHENTI BERMAIN BOLA! TIDAK ADA YANG MAIN BOLA SAAT ADA DOSEN MENERANGKAN!" seseorang berteriak, Yixing mengintip lagi. Memang ada dua orang mahasiswa yang sedang bermain bola di ruangan, sementara di depan kelas ada dosen yang tengah mengajar ogah ogahan. Tapi, permainan itu berhenti ketika seorang gadis, berambut cepak, berwajah manis dengan eyeliner hitam di kedua matanya mengambil bola dan membuangnya ke luar.
"Itu Byun Baekhyun." Kata Yixing dan Ji Hoon berbarengan. Mereka saling menatap dan melihat apa yang terjadi di dalam. Benar saja, kedua mahasiswa itu lalu meminta maaf dengan takut takut dan segera duduk di tempatnya. Walaupun mereka tidak memperhatikan pelajarannya, karena mulai mengeluarkan papan catur. Tapi, kurasa, Byun ini tidak menyukai adanya suara berisik di kelas kecuali dari dosen.
"Hei. Kau! Anak baru! Siapa namamu?" kata Baekhyun akhirnya menyadari ada seorang yang duduk di sofa sambil membaca buku. Ia menghampiri Kai dengan kedua teman dibelakangnya. Menurut Ji Hoon, yang rambutnya pirang dengan warna warni itu namanya Kim Hyeoyeon, sedangkan yang manis tapi menggunakan satu penutup mata itu bernama Im Yoona.
"Panggil saja Kai. Dan jika kau tidak ada urusan, menjauh dariku." ia melihat Baekhyun lalu tersenyum setengah, "..jalang."
Yixing mengangkat alisku, selain sikapnya yang kasar, mulutnya juga ternyata. Baekhyun sepertinya tersulut emosi.
"Kau.. YA!" Baekhyun melempar komik yang ada di tangan Kai dan menggeret kerah kemeja lusuhnya untuk berdiri. Pandangan gadis itu terasa marah dan benci. "Mulutmu tak tahu sopan santun, HAH?"
"Memang kau sendiri punya?" tantang Kai. Lalu Baekhyun menyarangkan satu pukulan di wajah Kai hingga ia terjatuh. Yixing mengambil nafas pendek karena terkejut, tapi pemandangan selanjutnya membuat Yixing berpikir ulang kalau ia mau menghajar Kai.
Kai lalu mencekik leher gadis itu dan membantingnya ke tanah, ia menindih perutnya dan menghentakkan kepala Baekhyun hingga ia sekali terbentur di lantai. Baek mendorong Kai dengan tenaga luar biasanya dan menyarangkan dua pukulan ke wajah Kai. Pemuda berkulit gelap itu tak tinggal diam, ia kembali mendorong Baekhyun dan kali ini menendang perutnya hingga ia jatuh tersungkur. Kai lalu menyeretnya ke balkon dan menyurungkan kepala gadis itu melewati pagar pembatas lalu dijorokannya kebawah dengan sangat kasar.
"Katakan selamat tinggal pada hidupmu." ujar Kai begitu dingin, dan benar benar mendorong Baekhyun terjun bebas. Yixing benar benar akan meneriaki Kai kalau saja ia tidak tiba tiba memegang dua kaki Baekhyun, membuatnya tergantung terbalik dan...
..Membuat underwear pink Baekhyun dengan tulisan SNSD kecil di waist bandnya terlihat ke seantero kampus.
"BERHENTI! YA! NAIKKAN AKU! NAIKKAN AKU!" Baekhyun melolong dengan berusaha menutup roknya ke atas tapi itu sia-sia. Kai tertawa keras.
"Biar semua orang disini melihat ketua geng Byun Baekhyun kupermalukan." kata Kai, "memintalah padaku yang benar, nona Baek. Biar semua orang bisa tahu, Byun Baekhyun mengemis pada orang lain." Kata Kai tersenyum dingin. Hyeoyeon dan Yoona sudah akan mendatangi Kai dan akan menghajarnya. Seperti punya mata ketiga di belakang kepalanya, Kai berteriak,
"Melangkah sekali lagi, aku akan benar benar menjatuhkan bocah sialan ini ke tanah! KALIAN PAHAM!" dan Kai tertawa. Yixing benar benar seperti di neraka sekarang. Hanya bertemu dengan Kai membuat tangannya gemetar. Sial, sial. Padahal dia membenci pemuda iblis itu. Tapi, kenapa dia sekarang sangat takut padanya?
"NAIKKAN AKU, YA! KAU!"
"Kai. Panggil aku, Kai!" kata Kai berteriak, secara sengaja melepas dan mencengkeram lagi pergelengan kaki Baekhyun.
"KAI! NAIKKAN AKU! NAIKKAN AKU!"
"Naikkan dia, dasar sialan!" teriak Hyoyeon. Kai tertawa sinis, ia lalu menggeret Baek dengan kasar dan melemparnya ke dalam kelas. Beberapa anak buah Baek serta Hyo dan Yoona memekik terkejut. Dosen di depan kelas masih tidak peduli.
Baekhyun tersungkur di atas lantai dengan wajah menghadap lantai. Kai dengan senyum setannya, dua tangan di kantung celana, berjalan mendekati Baekhyun. Satu kakinya berada di atas punggung Baekhyun,
"Jangan pernah membuat masalah denganku. Mengerti?" ia lalu mengusapkan kasar sepatunya di atas baju Baek. Bagaikan Baek adalah sebuah alas kaki yang kotor. Hyo dan Yoona berteriak marah dan akan menghajarnya, tapi langkah mereka terhenti ketika Baekhyun memandang mereka.
Yixing masih terpukau dengan kejadian barusan. Tidak sadar begitu sadis dan kuatnya Kai pada akhirnya. Ia masih terdiam dengan menampakkan seluruh badan di balik jendela untuk melihat pemandangan tersebut. Sampai pada akhirnya, matanya bertemu dengan mata hitam kelam itu.
Kai menemukannya. Yixing menahan nafas dan segera berjalan menjauh sembari menggeret Ji Hoon.
"A-ada apa, Y-Yixing?" kata Ji Hoon.
"Kita harus, pergi." Kata Yixing masih setengah berlari, "aku tidak mau dikirim ke neraka untuk kedua kalinya."
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
...
...
..
.
To Be Continued...
So.. Mind to leave comment, please?
Septaaa : Ho? KaiSoo harus menunggu hingga takdir menyatukan mereka. Biarkan semua mengalir apa adanya kayak air hujan yang turun tiap hujan #YaIyalah :D Serius nih. Kalo setia baca ini FF, bakal ada KaiSoo moment. Kalo mau Ginger kasih tahu spoilernya sih, KaiSoo moment bakalan sangat amat sweet dari pada gulanya Gulaku. Serius! :D By the way, silahkan tetap setia membaca ya author-nim! Hahaha :D
ICE14 : Myungsoo sih lucu, tapi kebangetan banget *ngomong sambil nyerahin L* . Ya kan namanya, malu malu unicorn. Hahaha. Masalah baru buat kita semua juga sih sebenernya, hehehehe. Iya, soalnya, Ginger penasaran sama YunJae, ya udah deh, di kontrak sekalian. Hahaha. SuLay ya? Hm.. Ada tuh, tapi dikit. Hahaha. Silahkan tinggalkan review lagi ya! :D Dan terimakasih support serta cintanya~
BabySuLayDo : oh, saya masih line normal kok #hlo? Hahaha. Soal fashion mah, itu mentok mentoknya Ginger aja, sok tahu istilahnya. Hahaha. Tapi terimakasih kalo diterima : ). Kalo kedokteran, kan ada Yixing sama Junmyeon, ya.. Ngintip ngintip buku kuliahnya mereka berdua. Hahaha. Terimakasih kalau sudah terharu bacanya. Ginger juga nggak tega nulisnya, tapi mau gimana lagi? : D terimakasih atas reviewnya, silahkan review lagi ya!
Uniquegals : KaiSoo itu entar lamaaa banget nongolnya. Hahaha. Tapi janji, sekali nongol, pasti semuanya suka. Serius! Aku juga nggak sabar post yang ada KaiSoonya. Hahaha. Kalo kedokteran, serius nih, Ginger liat dari bukunya Junmyeon. Hahahaha. Karena sudah di update, silahkan review lagi ya :D
DianaSangadji: Nungguin KaiSoo ya? Sabar ya.. Sabar… KaiSoo masih banyak penghalang! Serius deh, serius. Mungkin setelah chapter ini, Kaisoo akan muncul~~ tunggu saja! Terimakasih atas reviewnya, silahkan review lagi!
Kim Haerin-ah : IYA! KRIS TEGA NIAAAN! Astagfirulloh, jangan menggila. Entar Ginger masuk penjara lagi gara gara bikin orang jadi gila. Hehehehe. Ini sudah lanjut, silahkan review lagi yaaaaa *ga nyante balik*
SooBaby1213 : Okelah, bisa tuh. TBCnya ditengah tengah. Gimana kalo TBCnya di pembuka aja? #plak silahan review lagi ya :D
Reita : Ya.. Namanya juga nerpes, jadi ya.. Gimana ya? Gimana bang?! Kapan mau ditembaaak? *lirik Junmyeon* hahahah. Ini sudah lanjut, silahkan review lagi, okay! :D
Lana : Namanya juga emosi, jadi ya begitu, nggak ada rasa bersalahnya sama sekali. Entar kalo udah dua tahun kemudian baru merasa bersalah. #dicekikKris. Ini sudah nggak SuLay semua sih. Lay aja sebenernya. KaiSoo momentnya nanti deh. Hahaha. Silahkan review dan terus ikuti FF ini jika anda mendukung KaiSoo, okeee! :D
BLUEFIRE0805 : Hahaha. Myungsoo memang lucu, tapi pengen banget giles dia pakek penggiles baju. Hahahaha. Yah, namanya juga turunan ya? Yonghwa suka ibunya gara gara Yunho suka sama Jae. Alasan yang bagus! Hahahaha. Terimakasih atas reviewnya, Ginger malah seneng banget kalo kamu reviewnya panjang, seneng bacanya! : ) terimakasih atas cintanya, dan silahkan review lagi! :D *jangan tidur malem malem, dong. Entar kalo sakit gimana? :D*
Kazuma B'tomat : sebenernya sih nggak berantem ya, lebih kepada si Yifan marahin Yixing, terus yang dimarahin nggak diterima dan ditampar. Lha…. Sepertinya jawaban untuk kedua pertanyaan kamu adalah TIDAK. Hehehehe. Ini sudah di update, jadi silahkan di review lagi, OK? :D
Tzera yuki-chan : jangan nangis, Yixing pasti nggak suka kamu nangis :') *padahal waktu nulis, sendirinya mewek juga. Hahaha* terimakasih atas reviewnya, silahkan review lagi ya :D
BBCnindy : noh, bilangin noh ama bapak Kris. Jangan jahat jahat sama anak. DENGERIN TUH KRISSS *teriak ke Kris pakek TOA* hahahah. Kyungie sama Kai? Ehm.. liat situasi dulu aja kali yah. Hehehehe. Silahkan review lagi agar bisa lihat Kaisoo moment :)
Tikaikyungsoo : Hm? Sekarang sih nggak ada KaiSoo momentnya, entaran deh. Pasti ada. PASTI ADA. Serius. Terimakasih atas supportnya. Silahkan review lagi okay? :D
Lee kaisoo : emang, Kai itu jahat banget kok. Banget banget bangeett -_- hhahahaha. Silahkan review lagi untuk chapter ini ya! :D
Riyoung Kim : banget. Tapi, jangan pegang pegang Yixing. Kemaren aja waktu Ginger ngobatin Yixing, author disirem air panas ama Junmyeon #Plak. Hahahaha. Silahkan review lagi ya.. silahkannn :D
HaeSan : lha, bapak durhaka? Adanya anak durhaka bu… tapi, Yixing kan nggak durhaka ya. Nggak kan? Hehehe. Ini sudah update! Sori, petirnya Chen lagi dipakek ngangetin baozinya Xiu, jadi agak lama gitu updatenya. Hahaha. Silahkan review lagi, oke? :D
Tania3424 : udah di silent treatment kok sama Yixing. Tenang aja, Ginger akan buat si Kris menyesal udah begituin anaknya! HAHAHAHAHAHA. Oke. Ehem. Silahakan review lagi, terimakasih cintanya~~~
Deer Panda : ya namanya juga esmoni ya, jadi gimana dong? Hehehe. Tamunya? Mungkin Ginger? Mungkin juga kepala sekolah? Mungkin kamu? Mungkin.. oke, silahkan baca chapter ini! Well, silahkan review lagi, oke? :D
Brigitta buka Brigittiw : nama kamu lucu banget . hehehehe. Ini sudah diceritain Lay masuk kampus, hahaha. So, welcome to the club! Silahkan review lagi! Dan terimakasih untuk review kamu di chapter chapter sebelumnya~~~
Nadya : nah, itu dia. Kalo maen dakon kan lebih enak ya? Hahahahaha. Cakar aja, ati ati loh, entar dilempar keluar jendela. -_- oke, terimakasih atas reviewnya, silahkan review lagi yaa :D
Thanks for the attention! Wait for the next, okay!
