-Secretive J-
a YunJae fanfiction ©Cherry YunJae
.
Pairing : YunJae of course
Genre : Romance-School's Life
Rate : T-M
Length : Chap 1 "Its Begin"
Warning! :Genderswitch!For Jaejoong(Jaekyung) and Junsu, Out of Character, Typos
Adapted and remake from Kaori Sensei's manga, Himitsu no Ai chan ©2010 and now starring with YunJae
Makasih banyak buat readers yang bersedia meninggalkan jejak, ini chapter 1 buat kalian.
.
.
[If you don't like my fanfic, just get off~ simple, rite ? ^^]
.
.
.
"Apaaaa?! Jadi kau menyetujui ajakn kencan Yunhoo?!" pekik Junsu setelah mendengar cerita Jaejoong tentang kejadian kemarin.
"Yap~ Aku Kim Jaekyung, 20 tahun mahasiswi tingkat 2 universitas Gyeonggi.. Bagaimana ?" Jaejoong tersenyum bangga.
Sementara Junsu menepuk jidatnya sendiri.
"Apa yang kau pikirkan sih, Joongie? Hal seperti itu pasti akan langsung ketahuan oleh Yunho kan ?" Junsu prihatin pada sifat Jaejoong yang begini keras kepala.
"Sure, tapi tidak sekarang.. Untuk itu aku datang kesini, Junchan~ Pinjamkan aku baju dan dandani aku yaa?" pinta Jaejoong memelas.
Junsu menghela nafas.
"Apa motifmu sebenarnya, Joongie ?"
Jaejoong menyeringai ketika mendengar pertanyaaan itu.
"Aku akan tampik secantik mungkin dihadapannya! Akan kubuat dia jatuh cinta padaku, lalu saat ia benar-benar bertekuk lutut akan kubongkar jati diriku.. Khukhukhu~ Dia pasti takkan berkutik.." Jaejoong kembali menyeringai licik.
"Astaga Joongie.. Kau ini cari bahaya saja, yang jelas aku tidak mau membantu kalau terjadi hal lain ya..." Junsu mengambil blus dan rok mini miliknya.
"Yes, madame.. Gomawo~" Jaejoong memeluk erat sahabatnya itu.
.
.
.
"Pokoknya kali ini aku harus menang dari Yunho!" gumam Jaejoong sambil berjalan menuju tempat yang dimaksud Yunho kemarin.
Untuk melancarkan misi-nya, Jaejoog benar-bnar meminta bantuan Junsu untuk mengubahnya sefeminim mungkin.
Oh, Let we see~
Blus biru muda dengan lengan nyaris dibahu, blus itu begitu pas di tubuh Jaejoong dan memberi kesan manis karena bermotif renda yang tidak begitu mencolok.
Dipadukan dengan rok rample mini berwarna biru tua yang hanya menutupi sampai pertengahan pahanya saja.
Tak lupa memakai sepatu heels cantik berwarna putih, tas prada dengan motif garis-berpita, dan wig hitam panjang yang ia buat bergelombang di bagian bawah.
Bisa membayangkan bagaimana sosok Jaejoong saat ini?
Jaejoong memainkan rambutnya sendiri yang terasa begitu lembut.
'humm~ Kalau aku secantik ini, dia pasti akan langsung takluk kan?' batinnya optimis.
"Jaekyung?"
Jaejoong menoleh kearah jam 3 saat mendengar suara Yunho.
"Hei.." Yunho melambai kearah Jaejoong sambil tersenyum.
"Yunho, kau sudah datang? Apa aku terlambat ?"
Jujur saja, bagi Jaejoong saat ini Yunho terlihat begitu keren.
Padahal laki-laki itu hanya memakai kemeja denim tanpa dikancingkan dengan kaus putih biasa di bagian dalamnya, celana jeans, dan sepatu sneakers biasa.
"euhm ? Tidak.. Aku yang terlalu cepat." jawab Yunho.
Tiba-tiba saja Yunho terdiam membuat Jaejoong bingung.
"a-ada apa Yunho-ssi ?" Jaejoong takut ada yang salah pada dirinya dan hal itu akan membuat rahasianya terbongkar.
Yunho menatap kearah lain setelah itu, menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangan.
Wajah pria itu merona!
"Bu-bukan apa-apa, tolong jangan melihatku seperti itu, kau manis sekali hari ini jadi aku sulit menatapmu langsung.." Jelas Yunho malu-malu.
Jaejoong terpana melihat wajah Yunho yang memerah dan ucapan itu.
'wahh hebat~ Baru pertama kali aku melihat ekspresi Yunho yang seperti ini, aku yang membuatnya begini kan? Rasanya jadi semangat..' batin Jaejoong sambil memperhatikan Yunho yang masih tak menatapnya.
"Oke, aku sudah tidak apa-apa.. Ayo.." Yunho tiba-tiba saja menarik tangan Jaejoong.
"Eh? Mau kemana ?" Jaejoong terpaksa mengikuti langkah Yunho.
"Tempat yang tepat.." Yunho tersenyum kecil dan tetap menggandeng tangan Jaejoong.
Jaejoong terdiam menatap tanganya yang digenggam tangan besar Yunho.
'Rasanya berdebar-debar..'
.
.
Hembusan angin khas tepi pantai menyapa Jaejoong dan Yunho saat mereka turun dari bus.
"Kyaah~ Pantai...!" Jaejoong segera berlari kecil mendahului langkah Yunho.
Yunho hanya tersenyum memperhatikan gerak-gerik Jaejoong.
"Laut~ Ada yang berselancar juga.. kelihatannya seru.." Jaejoong terlihat begitu gembira begitu menapaki tempat ini, Yunho bersyukur dalam hati.
"Kau bisa berselancar ?"
"Iya, aku suka pakai papan long, ayahku yang mengajarkan." Jelas Jaejoong.
"Hahaha.. Padahal kau kecil kan.."
"Jangan sebut aku 'kecil'.." Jaejoong mengerucutkan bibirnya dan Yunho tertawa.
"WUAAHH~" Jaejoong segera melepas heels-nya dan mendekati air saat mereka sampai di bibir pantai.
Bermain air di tempat yang tak begitu jauh, sementara Yunho hanya menunggu di tepi.
Menatap kagum pada pesona Kim 'Jaekyung' yang terlihat bersinar dibawah terik matahari.
Tanpa sadar, hanya dengan melihat Jaekyung saja ia terus tersenyum.
Well, benar-benar jatuh cinta pada sosok Kim Jaekyung sepertinya.
"ah, coba saja aku bawa baju renang.." tiba-tiba Jaejoong menoleh ke arah Yunho, Yunho sendiri kaget mendengar kalimat Jaejoong.
"aishh~" ia berjongkok sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Aku juga sebenarnya memikirkan tapi aku ingin ini jadi kejutan.. Lagipula rasanya tidak pantas kalau seorang laki-laki membawa perempuannya ke pantai untuk kencan pertama.. Uhh, ternyata memang tidak asik ya kalau tidak masuk ke air.." entah kenapa Yunho berubah menjadi cerewet karena frustasi.
Dan hal itu memaksa Jaejoong untuk tertawa, menurutnya ekspresi Yunho seperti ini sangat lucu.
"Kim Jaekyung.. Apa yang kau tertawakan eoh?" tegur Yunho tidak terima.
"Ahahaha~ maaf, habisnya kau terlihat panik sekali.." Jaejoong berjalan lebih jauh sambil mengankat rok-nya.
"it's ok, Yunho.. Kalu rok-ku diangkat, aku bisa masuk sampi sini.. Ini tetap menyenangkan kok.." Jaejoong tersenyum ceria, lagi-lagi membuat Yunho yang menatapnya tak berdaya.
Kembali, Jaejoong menghampiri pria tinggi itu dan menarik lengannya.
"Yunho juga, ayo kesini.. Ini seru loh.."
Wajah Yunho kembali terasa panas karena malu, sikap canggung membuatnya tak sengaja menginjak kaki 'Jaekyung'.
"akhh!"
dan..
BRUKK! PLASHH!
Mereka jatuh terduduk di dalam air.
"Mi-mianhae, Jaekyung-ah.." Yunho menatap Jaejoong yang juga jatuh didepannya.
"hehe.. Tidak apa-apa, akhirnya kita basah juga.." Jaejoong masih tetap tertawa.
Berbeda dngan Yunho yang tertegun melotot kaget, lalu segera melepas kemeja-nya.
"Bajumu jadi transparan, aku bisa jelas lihat yang ada dibaliknya.." ucap Yunho ketika memakaikan kemejanya pada Jaejoong.
"EH?!" Jaejoong kaget bukan main dan segera menutupi bagian dadanya.
Yunho mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu.
"Sengaja atau kebetulan? Jangan menggodaku, kalau aku lepas kendali bisa gawat kan?" bisiknya pada Jaejoong, membuat pipi gadis itu memerah sempurna.
.
.
.
[Jae's POV]
Ah, sial..
Lagi-lagi suara Yunho yang belum pernah kudengar sebelumnya, juga ekspresi yang tidak kukenal.
Semuanya membuat jantungku berdebar dengan alasan yang tidak kumengerti.
"Cukup, curang kalau hanya kau yang berbuat begini.."
"eh?"
Hei, apa maksudnya ?
Kenapa aku tidak mengerti..
"Ya sudah, kita keringkan baju saja dulu di dekat sini, ok ?"
Aku kehilangan alasan untuk t5ertawa, tiba-tiba saja suasananya berubah drastis hanya karena hal ini.
Dan detik berikutnya, Yunho membantuku berdiri.
.
.
.
"Tutup pintu-nya.." Perintah Yunho yang baru saja masuk mendahuluiku, kututup pintu kamar itu dengan perasaan was-was.
Bagaimana tidak was-was jika kini Yunho justru membawaku ke hotel ?
A-aku tahu kok ini tempat untuk melakukan apa.
Apa Yunho berniat...
Blushh~
Pipi-ku terasa memanas memikirkannya, aishh~ Kim Jaejoong apa yang kau pikirkan, bodoh!
"Kalau tetap pakai baju basah itu nanti kau bisa sakit.."
"Ah? Ye.."
Teguran Yunho menyadarkanku, dan secara tidak langsung juga membuatku makin berdebar aneh.
"Mau memakai kamar mandi duluan ?"
"ng? ah.. Ne.." pabo, kenapa aku terus tergagap seperti ini.
Aku tak mampu menatap wajah Yunho, kenapa sebenarnya ?
"Apa kau takut, Jaekyungie?"
Pertanyaan Yunho itu membuatku sontak merasa diejek, kuberanikan mengangkat wajah menunjukan bahwa aku tidak takut hanya karena hal semacam ini.
Srakk~
Aku melotot kaget ketika melihat kaus putih Yunho terjatuh diatas lantai.
Jantungku makin tak , aku takut sekarang.
Ku pojokkan diriku sendiri di pintu.
"Diam saja dan mengikutiku, berarti kau juga punya niat seperti itu kan ?" Yunho menatap tajam kearahku, aku terpana pada tubuh tinggi yang kini topless itu.
Akh!
Sama sekali tidak lucu kalau ketahuan disaat seperti ini, tapi aku juga tidak bisa mundur.
Kukepalkan tanganku.
"Yu-Yunho.. Sudah terbiasa yah melakukan hal seperti ini ?" Aku menunduk, tak bisa lagi menatapnya lama, tubuh itu begitu menggoda bagiku.
TEP~
ng ?
Astaga! Tiba-tiba saja Yunho sudah ada di depanku, mengunciku dengan lengan kirinya sementara tangan kanannya membawa daguku mendekat wajahnya.
"Bagaimana kalau kau pastikan sendiri ?"
DEG!
Omoo~ Apa maksudnya?!
Tangan kiri Yunho tiba-tiba saja sudah membelai pahaku, dan bodohnya aku hanya TERDIAM!
A-apa yang harus kulakukan.
Dengan nafas Yunho yang sedekat ini saja sudah membuatku tak mampu berfikir.
"Jae.." lirih Yunho setelah mencium dahiku.
Aku sama sekali tak tahu apa yang harus kulakukan, terlebih ketika ibu jari Yunho mengusap bibirku.
ukhh~
Aku putuskan untuk memejamkan mata, pasrah atas apa yang akan terjadi.
Namun saat aku justru menunggu, tak ada yang kurasakan selain belaian di kepalaku.
"Maaf.." Yunho menghela nafas saat kubuka mataku.
"Jangan ketakutan seperti itu, aku sedikit kesal karena kau terus membuatku berdebar-debar.. Jadi aku memutuskan untuk membuatmu berdebar-debar juga.." Yunho mengusap wajahnya.
"Tapi sialo, caraku kekanak-kanakan sekali, cepat keringkan bajumu lalu kita keluar.." Yunho mengambil kembali kausnya.
Aku masih menatapnya tak percaya.
Aku?
Membuatnya berdebar-debar?
Ah, entah kenapa aku jadi suka melihat wajah Yunho yang seperti ini.
"ng~ apa kau sering melakukannya dengan wanita lain, Yun ?" kutarik lengannya sesaat.
"Ke-kenapa menanyakan hal itu?" Yunho membuang tatapan.
"Pernah atau tidak ?" Tekanku lagi.
Ayolah Jung Yunho! Aku butuh jawaban.
"Y-ya.. Seperti normalnya.." Jawabnya.
uff~ begitu ya.. Jadi dia pernah melakukan dengan wanita lain.
Karena Yunho populer, sudah kuduga sih lagipula dia kan pria normal.
Tapi...
Aku jadi merasa kalah!
aku benci itu!
Takk!
"Kalau begitu aku tidak mau pulang, kita menginap disini malam ini.." aku segera masuk ke kamar mandi dan menutup pintu.
Kulihat Yunho sempat terkejut tadi.
DAKK~ DAAK~!
"Oii, Kim Jaekyung! Keluar! Apa kau mengerti apa yang kau ucapkan itu?!" Yunho mengetuk pintu kamar mandi kuat-kuat.
"Aku mengerti.. Aku mengerti, Jung Yunho! Biarkan aku mandi dulu!" Aku merosot jatuh setelah mengucapkan itu.
Tak kusangka aku bahkan berani mengucapkan hal seperti itu.
Dadaku seperti terbakar.
Tapi aku tidak suka ada sisi diri Yunho yang diketahui perempuan lain dan tidak kuketahui.
Kalau tidak tahu apa-apa, aku tidak bisa membuatnya jatuh cinta padaku kan ?
Sementara aku dengar Yunho yang sepertinya masih dibalik pintu ini.
"Kau tidak mengerti, Jaekyung-ah.." lirih, tapi aku masih bisa mendengarnya.
.
.
.
"A-aku sudah selesai.."
Dengan hanya memakai bathrobe, kuberanikan diri keluar dari kamar mandi, Yunho tak berekspresi apapun.
Dia hanya berlalu masuk ke kamar mandi tanpa menghiraukanku.
Apa dia marah padaku ?
brukh~
Kubarinkang tubuhku di ranjang.
Perasaanku berkecamuk tak tentu.
Aku tahu ini bukan hal yang seharusnya dilakukan karena gengsi.
Tapi benar..
Sifat tidak mau kalah-ku sama sekali tidak bisa kutahan.
hh~
Kupejamkan mata untuk beberapa saat, sempat aku berharap ini semua adalah mimpi.
.
.
.
Kriett~
Aku segera terbangun ketika mendengar suara pintu dibuka, Yunho sudah selesai mandi!
Aku terduduk di tepi ranjang, tak sengaja melihat dada bidangnya yang terekspos dibalik bathrobe yang sama dengan yang kugunakan.
Issh~! Aku sudah biasa melihat Yoochun telanjang kan? Buat apa berdebar-debar seperti ini.
Gyut~
Yunho duduk disisiku, dan aku hanya tertunduk.
"Kalau kau serius bicara begitu, aku tidak akan bisa menahan diri lagi.." tangan Yunho terulur memainkan rambutku, mencium rambut panjangku dengan gesture yang menggoda.
"a-aku.. Tidak memintamu menahan diri kok.." Oh damn! Kalimat sial apa yang baru saja kukatakan ?!
"hmm.. Kau benar-benar tidak mau kalah ya.." kini tangan Yunho merayap menuju pinggangku, membuka tali bathrobe yang kupakai.
Jantungku seperti mau meledak!
Entah bagaimana, tapi Yunho terlihat begitu tenang, tidak seperti tadi.
"Tapi aku suka sifat seperti itu.. Aku suka.." Yunho berbisik seduktif tangan kanannya membelai pipi kiriku, aku terus menghindari kontak mata dengannya.
Ok, Kim Jaejoong yang seperti ini bukan apa-apa kan?
Yunho perlahan menurunkan bathrobe-ku, mencium bahuku dan menarikku mendekat padanya.
Sial, rasanya hangat.
Ya, bukan apa-apa.. Kalau perempuan lain bisa melakukannya, aku juga pasti bisa.
Yunho mengecup dahiku sesaat, dan menyingkirkan bathrobe-ku sebatas pinggang, otomatis aku topless karena di balik bathrobe aku tak menggunakan apa-apa.
"unghh"
Lengan kekarnya memelukku, merengkuhku kedalam pelukannya, sedangkan bibirnya menjelajahi telinga kananku.
Ini bukan apa-apa, Kim Jaejoong..
"Akh!"
Aku merintih saat Yunho menjilat lalu menggigit leher kiriku.
Ada sensasi aneh yang menyelimuti tubuhku setiap sentuhan Yunho berhasil mendarat di kulitku.
TERNYATA MEMANG MUSTAHIL!
"Tu-tunggu!" Kudorong bahu Yunho agar ia sedikit menjauh dariku.
Meski sekarang posisinya sudah menindihku.
kubalikan badan membelakanginya sambil menutupi dadaku, ternyata benar aku tidak sanggup.
"Ma-maaf, aku tidak pintar.. eh.. Mak-sudku aku tidak bisa" ucapku sambil menenggelamkan wajah di bantal.
Namun aku harus kembali tersentak karena Yunho tiba-tiba menarik tubuhku, membuatku terduduk lalu memelukku dari belakang.
"Kenapa tidak bilang kalau ini pertama kalinya bagimu? Aku tahu kok.."
Deg~
Nafasku kembali tak beraturan, Di-dia tahu?
"Lagipula kau belum menyukaiku kan? Aku tidak mengerti kenapa kau 'mengundangku' dengan cara yang menantang seperti itu, tapi maaf.. Aku paling tidak suka sesuatu yang 'setengah-setengah'" Aku terdiam kaku sementara Yunho kembali memakaikan bathrobe-ku dengan benar.
"Yu-"
"istirahatlah sampai baju kita kering.."
Yunho sudah berbaring di sisi lain ranjang membelakangiku.
Ah, aku merasa begitu bersalah.
Aku gagal.. Semua pikiranku terbaca sempurna.
Ya, Yunho ternyata memang lebih unggul dariki..
.
.
[end Jae's POV]
.
.
Sorenya Jaejoong dan Yunho berjalan pulang.
Yunho mengantar Jaejoong terlebih dahulu.
Akhirnya Jaejoong sempat tertidur pulas disamping Yunho tadi.
Selama perjalanan pulang, Yunho hanya diam dan terus berjalan didepan Jaejoong.
Jaejoong takut karena Yunho bersikap seperti ini
Sejak keluar dari hotel, Yunho sama sekali tidak menatap Yunho hingga Jaejoong berpikir apakah Yunho marah karena gadis itu tak bisa 'tidur' dengannya.
Tapi menurut Jaejoong Yunho bukan orang seperti itu kan?
Jaejoong menyesal, meski mereka saingan, tak seharusnya Jaejoong memanfaatkan perasaan Yunho untuk mengalahkan pria itu.
"oh, Yun.. Rumahku sudah dekat, sampai disini saja.."
Yunho berbalik dan menatap Jaejoong kini, "oh.. Ne.. sampai jumpa" Yunho melambai ringan pada Jaejoong lalu berbalik arah.
'Santai sekali? Mungkin aku harus berhenti bertemu dengannya sebagai Jaekyung'
Jaejoong melangkah pelan sambil terus berpikir.
Namun..
"Hei.."
Suara Yunho membuatnya menoleh dan mendapati Yunho yang menatap lurus padanya.
"Mungkin urutannya salah, tapi..."
Jaejoong termangu menatap Yunho, menanti kata-kata selanjutnya dari pria itu.
"Maukah kau jadi kekasihku, Kim Jaekyung?"
.
.
.
Jaejoong shock, dan mereka terdiam untuk beberapa saat.
Hanya angin yang bergerak menemani suasana hening itu.
Mata musang Yunho yang menatapnya tajam membuat Jaejoong tak mampu membuka mulut.
Ia harus bersyukur karena selanjutnya Yunho berbalik dan melambai.
"Lain kali beritahu jawabannya, ya?" ia pun melangkah menjauh.
meninggalkan Jaejoong yang berdiri terdiam dengan wajah memerah sempurna.
'A-aku harus jawab apaaaaa?!"
.
.
.
.To Be Continued
Chapter 1 Done~
Saya gak suka fanfic panjang-panjang sebenernya, tapi karena ini diambil dari manga, jadi ada kemungkinan bakal panjang.
Maafin saya kalo masih ada typos.
then, see ya in the next chapter dan review juseyoo~ :)
.
.
.
.
Find me on twitter :: CherryYunJae
