-Secretive J-

a YunJae fanfiction ©Cherry YunJae

.
Pairing : YunJae of course
Genre : Romance-School's Life
Rate : T-M
Length : Chap 2 "Confession"
Warning! :Genderswitch!For Jaejoong(Jaekyung) and Junsu, Out of Character, Typos

.

.


Annyeong~ Chapter 3 apdet.. Sebenernya sih jadwal apdet kemarin tapi ada halangan.
Gomawo yang udah mau baca & Review fic ini, mian gak bisa balas kalian satu-satu tapi yang jelas saya seneng kalian menikmati fic ini.

Special Thanks to
| Zhe | Himawari Ezuki | Dianaes | jae sekundes | Isnaeni love sungmin | liendhanesia | Baby Kim | PhantoMiRotiC | myeolchi gyuhee | guest | rifqohcassy | yoon HyunWoon | Nony | Juuunchan | kitybear | guest | toki4102 | next | Lady Ze | Junghyejung | uno-uno | yyyjjj5 | leny | saltybear | ajid yunjae | KimRyeona19 | Minhyunni1318 | 3kjj | Jung Jaehyun | bynbkyoung | dzdubunny | I was a Dreamer | Taeripark | rly c jaekyu |

.

.

[If you don't like my fanfic, just get off~ simple, rite ? ^^]


.

Pagi itu di Hanyoung High School

Junsu dan tokoh utama kita, Kim Jaejoong sedang bersiap untuk latihan klub basket putri, mereka berjalan bersama menuju gedung olahraga.

"oii… Joongiee... Kemarin bagaimana?" Junsu mulai membuka topik.
"hoahmm~ Apanya?" jawab Jaejoong sambil melambai kearah uhmm.. Fans-Club-nya?

"apa yang 'apanya'? Kemarin seharian aku kirim pesan tapi tidak kau balas, padahal sudah kubantu tapi tidak mau memberi laporan apa-apa eoh?" Junsu kelihatan kesal kini.

"Ah ne, handphone-ku mati karena terjatuh di laut..."

"oh… EH?! laut?! Maksudmu kalian kemarin ke laut?"

Jaejoong menoleh kearah sahabatnya yang cukup berisik itu.
"Ne, waegeurae?" Jaejoong balik bertanya membuat Junsu entah kenapa tiba-tiba menutup mulutnya sendiri.

"Omoo~! Apa kalian sudah...?" Junsu sengaja menggantungkan kalimatnya sambil menatap penuh selidik pada Jaejoong.
"Yah! Kau gila? Mana mungkin aku melakukannya dengan Yunho?!" Jaejoong mengerti arah pikiran bebek-nya itu.

"Lalu, kenapa kau tidak mau menceritakannya?"

"Nanti saja kuceritakan pelan-pelan, hari ini aku kurang tidur jadi tidak enak–hoahmmm~" Jaejoong menguap lebar saat Yunho ternyata sudah ada di belakangnya.

"Cara menguapmu itu lebih mirip om-om daripada perempuan.." protes Yunho sambil menepuk kepala Jaejoong.

Jaejoong sendiri yang mendengar suara itu kaget, ia segera menatap sosok tinggi yang ada dibelakangnya itu.

"Jung Yunhoo!" pekik Jaejoong.

"Yo! Pagi Jaejae.. Kau tidak tidur untuk main game lagi?"

Jaejoong hanya terdiam dengan wajah memerah sempurna karena mengingat kejadian kemarin dengan Yunho.

"Dasar... Apa kau tidak bisa lakukan hal lain yang lebih menarik?" protes Yunho lalu berjalan menjauh kearah gedung olahraga.

Sedangkan Jaejoong masih memegangi kepalanya yang disentuh Yunho sambil merengut kesal.

"Kau tidak membalas Yunho, Joongie? Benar kan.. Pasti terjadi sesuatu!" Junsu makin bersemangat karena melihat wajah Jaejoong yang kini merona.

.

.

Jaejoong berdiri diam di tepi arena basket sambil memainkan bolanya, ia masih saja menggerutu sebal karena sikap Yunho yang begitu santai.

'Sial! Dia pasang ekspresi menang, padahal jelas-jelas kemarin wajahnya selalu memerah setiap melihatku..'

"Jaejoong! Kajja main 3 on 3!" teriak Siwon dari jauh.
Gadis itu menghela nafas sebelum melangkah.

'Yah, memang sih yang kemarin dilihatnya itu kan Jaekyung..'

.

.

"C'mon!" Jaejoong segera melempar bolanya kearah Siwon.

"Jae! Shoot! Shoot!"
Pekik Siwon ketika melihat Jaejoong bisa melakukan three-point dari jarak itu.

Namun Jaejoong masih berusaha menghindar dan lebih memilih untuk tetap men-dribble bola menuju ring lawannya.
Karena tubuhnya yang mungil membantunya bergerak lincah, Jaejoong mampu melesat menuju ring.

Jaejoong kini mungkin terlihat fokus diluar tapi sebenarnya ia terus memikirkan kejadian kemarin.

'Entah kenapa rasanya tidak bersemangat, padahal Yunho sudah menyatakan perasaannya kan?'

Jaejoong berusaha melempar namun urung ketika Donghae menghalang-halanginya.

'Aku tidak mengerti tapi perasaanku jadi tidak enak'

Grek~

Jaejoong menoleh ketika ada yang berusaha menghalanginya dari belakang.
Kedua mata itu bertemu tatap setelah semalaman terpisah.

Dak
Dak
dakk~

Bola yang sejak tadi dipertahankan mati-matian oleh Jaejoong kini terlepas begitu saja, jatuh ke lantai.
Yunho tersenyum lalu mengambil bola itu "Thanks!" teriaknya.

Jaejoong terjatuh dengan ekspresi shock luar biasa karena mata mereka bertemu tatap tadi.

Jaejoong menatap Yunho yang berhasil melempar bola itu, mencetak poin.

'ah sial.. Apa aku salah makan? Kenapa rasanya tidak nyaman..'

Mata Jaejoong terpaku melihat setiap gerak-gerik Yunho kini.

'Ah, gawat,,, Mataku tidak bisa berhenti menatapnya!'

.


Afternoon at Cassiopeia Cafe

Jaejoong sedang membereskan counter cafe saat tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Sebuah pesan singkat dengan nomor yang belum ia ketahui.

Ia pun membaca isi pesan itu.

Syukurlah ponselmu tidak rusak, aku khawatir tidak bisa menghubungimu.
Aku sangat ingin bertemu denganmu sekarang.
Bisakah kita bertemu ?

Jaejoong terbelaak dengan isi pesan itu.
Jung Yunho!
Ingin bertemu dengannya?!
Oh my... Sungguh semua ini diluar rencananya.
Secepat ini Yunho meresponnya, apa pria itu benar-benar menyukai Kim Jaekyung?

Jaejoong merasa begitu bersemangat kini.
Hanya dengan kalimat 'ingin bertemu' dari Yunho saja jantungnya berdetak cepat dan tubuhnya terasa begitu panas.

"Junchaan~! Aku pinjam baju dan sepatumu dulu untuk pulang, besok kukembalikan!"

.

.

.

Jaejoong berpamitan setelah berjanji lagi pada Junsu bahwa ia akan mengembalikan bajunya esok.

Ia pun melangkah keluar dari cafe sambil merapihkan dandanannya.

"Ah! Kirim pesan.." Jaejoong mengambil ponsel dari tas-nya sambil tetap berjalan, ia harus memberitahu Yunho kalau jam kerjanya sudah selesai.

Ia berusaha mengetik pesan untuk Yunho ketika tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang, membuatnya harus terhenti.

"Maaf aku tidak sabar jadi aku menunggumu disini.."

Dan Jaejoong tahu siapa pemilik pelukan ini.
"ngg~ n-ne..." gadis itu tak bisa menahan rona merah yang menjalar hingga telinga-nya.

"Aku merindukanmu, Jae..." dada Jaejoong bergemuruh keras karena ucapan Yunho, kalimat itu terasa begitu ambigu baginya.
Ia merasa Yunho memanggilnya sebagai 'Jaejoong', dan itu sungguh membuatnya nyaris lupa bernafas.

"a-aku juga.."

Yunho pun melepas pelukannya, jujur saja Jaejoong sedikit kecewa dengan hal itu tapi kemudian tangan Yunho menggenggam tangan kecilnya.
"Kita kencan sebentar ya?" ajak Yunho.

Jaejoong mengangguk, sepertinya Jaejoong makin menyukai sandiwara ini.

.

.
"Jja, makanlah yang banyak.."

Jaejoong menatap penuh minat ada makanan-makanan yang tersaji di hadapannya.
Yunho mentraktir Jaejoong makan di sebuah kedai bulgogi di pinggir jalan.

"Baiklah, aku makan~" Jaejoong segera mengambil potongan daging sapi pertamanya, berbeda dengan Yunho yang lebih tertarik menatap gadis cantiknya itu.

"a-apa yang kau lihat?" Jaejoong menatap kearah lain.

Yunho tersenyum, "Aku tidak tahu ada wanita yang bisa berwajah sesenang itu ketika makan di kedai kecil seperti ini, kupikir mereka senang dengan restoran bintang lima yang mahal." ucap Yunho santai.

Jaejoong merengut, ia lupa kalau ini memang sifat asilnya.

"Itu kan wanita lain, aku lebih suka yang seperti ini kok–"

"Dan itu yang aku suka darimu."

Yunho menyahut dengan kalimat yang aneh bagi Jaejoong.
Ia kembali terjebak dalam debaran aneh karena Yunho.

Ia menunduk malu sambil memainkan sumpitnya.
"a-apa yang kau suka dariku sebenarnya?" tanya Jaejoong.

Yunho tersenyum menatap ekspresi imut gadis itu, "Semuanya, tak ada sedikitpun darimu yang tidak kusukai, termasuk sifat tidak-mau-kalah-mu itu.."
Rasanya Jaejoong ingin membakar dirinya sendiri mendengar kalimat manis yang Yunho ucapkan dengan santai itu.
Ia kalah lagi.

Keheningan melanda setelah ucapan Yunho, Jaejoong tak tahu harus berkata apalagi.
Ia hanya merasa begitu malu dan sejak tadi debaran jantungnya tak kunjung normal.

"A-aku sudah selesai..."

"Aku juga, kau ingin pulang sekarang Jaekyungie?"
Jaejoong mengangguk pelan.

"Baiklah.." Yunho bangkit dari tempat duduknya sementara Jaejoong masih sibuk membereskan tas-nya.

"Jae..."

"ung~?"Jaejoong menoleh saat Yunho memanggil namanya dan tangan Yunho segera meraih dagu Jaejoong.

Tak ada yang Jaejoong rasakan lagi selain tarikan lembut di dagunya dan lidah Yunho yang tiba-tiba menjilat permukaan bibirnya.
Posisi mereka sungguh mencolok karena Yunho yang tadinya sudah berdiri kini harus mencondongkan tubuhnya melewati meja supaya bisa meraih bibir Jaejoong.

Untung saja kedai itu tidak ramai.

Yunho melepas Jaejoong, meninggalkan rona merah lagi bagi gadis itu.

"Kau lupa membersihkan saus di bibirmu." Yunho tersenyum.
Sementara Jaejoong terdiam, bukan ciuman kan? Yunho hanya sebatas menjilat bibirnya saja jadi itu tadi bukan ciuman pertamanya.

Mereka pun keluar dari kedai itu.

.

.

Jaejoong terus berpikir kenapa bisa ia tak menolak setiap kali Yunho menyentuhnya.

'Tapi memang hanya dengan melihatnya seperti ini saja, seluruh sentuhannya kemarin terasa begitu jelas ditubuhku...'

Jaejoong menyusuri jalan dengan pikiran berkecamuk.
Belum lagi ia memikirkan bagaimana kalau Yunho meminta jawabannya sekarang.

"Ah!"
Tatapan Jaejoong mengarah ke sebuah lapangan basket kecil yang sepi.

"Ada apa, Jaekyungie?"

"Itu lapangan basket, kita main sebentar ya?" Jaejoong memberanikan diri menarik lengan Yunho.

Yunho pun mengikuti keinginan gadis itu.

.

.
Pakk~!

Yunho menangkap bola yang diberikan Jaejoong.
"Kita main 1 on 1 ya?"

Yunho pun tersenyum lalu bersiap memulai.
"Oke, tapi jangan menangis jika kau kalah, Jaekyungie~"

Jaejoong pun tersenyum, ia suka ketika Yunho mulai bersemangat seperti ini.

Jaejoong bingung harus menjawab apa jika Yunho meminta jawabannya nanti karena itu ia berusaha mengalihkan perhatian Yunho.
Dan lagi Jaejoong kini begitu menikmati saat-saat ia bersama Yunho, sampai rasanya tak ingin berhenti.

Jaejoong dengan cepat merebut bola dari tangan Yunho di awal pertandingan mereka.

Ia terus mendribble berusaha menghindari Yunho yang menghadangnya.

"Hebat juga, kau suka basket, Jaekyungie?" tanya Yunho tanpa menghentikan duel mereka.

"Iya sangat suka!"
Jaejoong berhasil menjauh dari Yunho kini.

"Kalau aku? Apa kau menyukaiku?"

Deg!

Srett~
Yunho memanfaatkan keadaan.
Melihat Jaejoong yang tertegun dengan cepat ia mengambil bola itu.

Mereka berdiri berhadap-hadapan.
Jaejoong sedikit tersengal "Cu-curang.. Kenala tiba-tiba menanyakan hal itu disaat seperti ini?" protesnya sambil menatap Yunho.

Yunho lagi-lagi hanya tersenyum.
"Jawab saja.. Apa kau melihatku sebagai seorang laki-laki?" goda Yunho dengan seringai khas-nya.

"ukh~" Jaejoong memulai pergerakannya lagi hendak merebut bola dari Yunho meski sulit karena Yunho terus menghindar.

"Aku tidak tahu.. Tapi kau lebih istimewa dari laki-laki lain..!" pekik Jaejoong.

Seperti sebuah balasan, Yunho yang kini tertegun dengan jawaban Jaejoong lengah menjaga bolanya sehingga Jaejoong memanfaatkan balik keadaan.

Tak ingin buang-buang waktu ia segera melompat untuk melakukan three-point.

Ssrakkk~

Berhasil!
Jaejoong menatap tak percaya pada ring itu.
Untuk pertama kalinya ia bisa mengalahkan Jung Yunho!

Jaejoong menyeka keringatnya dan memastikan bahwa wig-nya masih sempurna terpasang.
Ia menoleh dan mendapati Yunho berjalan ke arahnya.

Yunho mengusap kepalanya sendiri dengan tangan kanan yang berada di saku celananya.
"Ah, pembalasan sepertinya.. Kau hebat ya.."

Jaejoong merasa rasa senangnya menguap begitu saja saat menyadari nafas Yunho tetap stabil.
Ia justru merasa kesal sekarang.

"Kau hebat, Jaekyungie.."

Jaejoong mengepalkan tangannya sendiri dan tertawa miris.

"Apa kau serius?"

"hum?"
Yunho hanya menatap bingung pada Jaejoong.

"Sulit dipercaya, kau selalu tidak membiarkanku bahkan sekedar merebut bola.. Tapi sekarang kau bilang aku hebat karena menang darimu padahal kau tidak mengeluarkan tenaga sedikitpun?"

Yunho hanya diam mencerna kalimat demi kalimat gadis di hadapannya ini.

"Apa karena aku Kim Jaekyung jadi kau mengalah, begitu?"

Tangan Jaejoong terulur membuka wig-nya sendiri.
"Mengalah untuk orang yang kau sukai.. Haha.. Sungguh memuakkan.. Maaf saja, tapi Kim Jaekyung yang kau sukai adalah aku, Kim Jaejoong."

.

.
To be Continued


Maaf kalo chapter ini pendek, tapi emang disitu harusnya berhenti.

Hehehe.. Jadi gimana kira-kira nasib Jaejoong? Tunggu next chapter yah..

Ohya sekali lagi panggil saya Cherry aja, lebih enak didenger :p

.

.

.

Review please.. and see ya in the next chapter ^^

Find me on twitter : at)CherryYunJae