-Secretive J-
a YunJae fanfiction ©Cherry YunJae

Pairing : YunJae of course
Genre : Romance-School's Life
Rate : T-M
Length : Chap 4 "Shim's Siblings"
Warning! : Genderswitch!For Jaejoong(Jaekyung)
and Junsu, Out of Character, Typos
Adapted and remake from Kaori Sensei's manga,
Himitsu no Ai chan ©2010 and now starring with
YunJae

[If you don't like my fanfic, just get off~ simple,
rite ? ^^]

.


Jinchaa~ Makasih banget buat kalian yang masih bersedia baca dan review fic ini jadi saya masih semangat nerusin.. Love u guys :*

| linglingchan | AnieJOYERS | guest | Zen Ikkika | jae sekundes | Jung Hyejung | guest | Lady Ze | toki4102 | yoon HyunWoon | Nony | Minhyunnie1318 | ajid yunjae | everadit | bynbkyoung | Himawari Ezuki | Taeripark | Park July | han eun ji | Keybin | rly c jaekyu | yyyjjj5 | Juuunchan | Jung Jaehyun | myeolchi gyuhee | dianaes | leny | NevvYunJeje | dzdubunny | 3kjj | KimRyeona19 | PhantoMiRotiC | ryung9 | Dipa Woon | Blackxx | naomics | yoshiKyu | nabratz |

Semoga kalian gak bosen sama tulisan saya :3

.

.


"Jung Yunho! Berhenti merebut bolaku!" teriakan itu membuat gedung olahraga kembali riuh.
Siswi yang berdiri di tribune heboh karena gemas melihat Jaejoong dan Yunho yang berhadapan kini.

Si tampan Jung hanya menatap penuh penghinaan pada gadis kecil di hadapannya.

"Kau ini bodoh atau apa? Basket itu kan memang tentang perebutan bola.." jawab Yunho cuek.

"Tapi jelas-jelas kau hanya mengincarku!"

"Oh? Itu karena celahmu sangat banyak, kau lemah.."

"Jung Yunho!"

Dan gedung olahraga Hanyoung pun semakin ramai.
Bercampur antara teriakan Kim Jaejoong, anggota klub yang melerai kedua pasangan itu, dan teriakan gemas para fans.

Ah, pagi yang indah ne? -_-;


Sepulang sekolah

Sepasang rival yang sebelumnya bertengkar itu kini berjalan berdampingan seperti beberapa hari belakangan.
Jaejoong terlihat sangat ceria menggenggam tangan Yunho.

Dan Yunho pun tersenyum melihat tingkah gadisnya itu.
"Boo~ Apa kau ingin terus bersikap sebagai rival ketika di sekolah?" tanya Yunho tiba-tiba.

"Eh? Ne, seru kan? Memang kenapa, Bear?" tanya Jaejoong dengan ekspresi polosnya.

"Oh, seru ya? Gwaenchana.. Aku hanya merasa sangat jahat karena meledek kekasihku sendiri." jujur Yunho.
Jaejoong pun tersenyum, ah.. Kekasihnya manis sekali.
Jaejoong senang sekali karena Yunho adalah kekasih yang baik, pria itu selalu memikirkannya, bahkan tentang hal kecil pun.
Jaejoong sungguh tidak tahu sebelumnya kalau Jung Yunho begitu perhatian dan lembut.

"Ohya, Yunnie.. Yoochun sudah mendapat orang yang akan menggantikanku di Cassiopeia.."

Yunho menatap Jaejoong tanpa menghentikan langkah mereka.
"Menggantikanmu?"

"Ung~" Jaejoong mengangguk lucu.
"Dia akan mulai masuk kerja hari ini, Yoochun bilang aku boleh berhenti jadi ini hari terakhirku bekerja, eh memangnya aku belum bilang?"
Celoteh Jaejoong riang.

"Mwo? Aku belum tahu, tapi.. Apa itu demiku?"

Jaejoong tersentak karena malu.
Astaga ia lupa kalau belum pernah cerita apapun pada pria tinggi ini.
"Bu-bukan kok!" khianat Jaejoong.

Langkah mereka terhenti, "Da-dari awal aku memang hanya membantu saja.."

Yunho menatap datar pada Jaejoong seolah menuntut lanjutan dari kalimat Jaejoong.

"Ngg.. Habisnya akhir-akhir ini kau juga selalu mengeluh ingin kencan, aku juga rugi kalau terus menolakmu–EH?!" Jaejoong menutup mulutnya sendiri.
Yunho pun tertawa mendengar penjelasan itu.

Bukankah Kim Jaejoong sama saja mengatakan 'Demi Yunho' secara tidak langsung?

Wajah Jaejoong dengan cepat berubah merona.
Sementara Yunho masih tergelak, "Haha.. Kau ini benar-benar tidak mau jujur ya?" ledek Yunho.
Jaejoong hanya terdiam.

Melihat ekspresi Jaejoong yang seperti itu, Yunho tidak tahan untuk tidak menariknya ke sebuah gang kecil diantara deretan toko-toko itu.

"Yun? Kenapa kesini? Sudah hampir sampai kan?" tanya Jaejoong yang semakin bingung saat lengan Yunho memerangkapnya diantara dinding toko dan tubuh pria itu.
Ia bahkan merasakan perasaan tidak enak karena Yunho mendekatkan wajahnya.
"Ma-mau apa?" Jaejoong buru-buru meletakkan kedua tangannya di bahu Yunho, menahan gerak pria itu.

"Kenapa masih bertanya? Kita belum ciuman kan hari ini? Lagipula melihatmu begitu manis tadi aku jadi tidak tahan.."

Jaejoong tak mampu menjawab, dan melihat reaksi itu Yunho pun mengeliminasi jarak mereka.

"Yun, orang-orang bisa–hmphh~" Terpaksa keluhan Jaejoong terputus karena bibir Yunho yang sudah terlebih dahulu menyerangnya.

"ngh~" Jaejoong melenguh nyaman dalam pelukan hangat Yunho.
Ya, setelah mereka resmi menjadi sepasang kekasih, ciuman seakan menjadi hal yang harus mereka lakukan tiap harinya.
Jaejoong sama sekali tidak keberatan, karena ia sendiri pun menikmati dan menyukai bagaimana cara Yunho menyentuhnya.
Lembut dan menyenangkan.

Hanya saja akhir-akhir ini Jaejoong mereka sedikit khawatir karena ciuman Yunho berubah menjadi lebih intim.

Ah ya! Belum lagi tangannya yang seperti saat ini, mnggerayangi tubuh Jaejoong sesukanya.
"Ukh~" Jaejoong menjauhkan wajahnya untuk kembali menghirup udara, namun Yunho kembali memaksa menyatukan bibir mereka.
Memagut liar bibir ranum Jaejoong tanpa ampun.

"Nghh!" Jaejoong sedikit merasa tidak nyaman saat tangan Yunho meremas payudara kirinya.

"–puah~ CUKUP, JUNG BODOH!"
Duakh!

Sekuat tenaga Jaejoong memberi tinju untuk pria tampan itu.

"Apa yang kau lakukan?!" protes Yunho sambil mengelus dagu-nya yang berhasil dihantam kepalan tangan Jaejoong.

"Kau berlebihan bodoh! Lagipula ini dekat dengan cafe, kalau ada yang melihat bagaimana?!" jawab Jaejoong berapi-api.
"Cih, kau terlihat menikmatinya kok.."

Blush~
"Si-siapa bilang, HAH?!" Jaejoong menghentakkan kakinya kesal.
"Hoo~ Kalau begitu kemari.. Kucium sekali lagi supaya kau tahu kalau kau memang menikmatinya, Jung Jaejoong.." Yunho segera menarik Jaejoong namun gadis itu tetap berontak.

"Yah! Hentikan!" Jaejoong terus mendorong-dorong dagu Yunho.

Ah, pasangan yang sangat bahagia aniya?

Klek~

Kegiatan 'peluk-memeluk' antara sepasang kekasih itu pun terhenti, atensi mereka tersita pada sebuah pintu yang terbuka diantara deret pintu belakang toko-toko itu.
Tampak seorang pria tinggi dengan pakaian lengkap ala pattisier kelas dunia yang membawa kantung sampah.

Yunho dan Jaejoong sempat bertemu tatap dengan pria itu sebelum akhirnya diacuhkan dan pria itu kembali masuk.

"See? Ada yang melihat tingkah memalukanmu.." gerutu Jaejoong saat Yunho melepasnya.

Atensi Yunho masih tertuju pada pintu itu.
"Memangnya siapa pria itu? Bukankah itu pintu belakang Cassiopeia?" pertanyaan Yunho membuat Jaejoong tersadar.

Benar juga, itu kan pintu belakang cafe kakaknya.
Lalu siapa pria tadi?
Yoochun tidak bilang kalau pegawai barunya seorang laki-laki kok.


"Ayo semuanya ke hall, kuperkenalkan pegawai baru-ku.." ajak Yoochun yang segera dipatuhi Junsu dan Jaejoong.

Dan ketika berdiri di hall cafe itu yang pertama mereka lihat adalah seorang gadis cantik berambut coklat lurus dengan senyuman manis.

"Annyeong~ Aku Shim Miyoung, 17 tahun.. Meski belum banyak pengalaman aku harap kalian bisa membantuku.." ramah gadis itu membuat kedua yeoja lain di depannya terpana.

'Seperti boneka.. Dan lagi.. Darimana dia dapat dada sebesar itu?'
Plak~!
"Aku tahu kemana arah matamu, Kim Jaekyung.." Junsu menjitak sayang kepala sahabatnya itu.

"Ah, annyeong.. Aku Kim Junsu, mohon bantuannya ne?" Junsu membungkuk homat dan dibalas oleh yeoja boneka itu.
"Ne, mohon bantuannya Junsu-yah.."

"Ng– aku Kim Jaekyung, hari ini hari terakhirku tapi mohon bantuannya.." Jaejoong masih menatap takjub pada gadis itu.

"Wah.. Jaekyung sudah kuliah kan? Yoochun oppa menceritakannya padaku." Miyoung menatap penuh minat pada Jaejoong.

"Eh? I-iya.. Hehe."

"Wah.. Tapi kau kecil di 'banyak bagian' ya, tidak terlihat seperti sudah kuliah.."

Ctik!
'Barusan dia menyindirku?'

"Boleh kupanggil Jaekyung saja kan?"

Jaejoong memasang senyum terpaksanya, "Ahaha.. Silahkan saja.."

Sementara Junsu mendekati Yoochun yang menatap interaksi kedua gadis itu.
"Manis ya?" tanya Junsu riang.
"Uhm.. Dia punya banyak kelebihan jadi aku langsung menerimanya" Yoochun tersenyum bangga dan itu segera merubah raut wajah Junsu.

"Tampangmu mesum loh.."

"Ah, Aku masih punya satu orang lagi.." Yoochun mencoba mengalihkan pembicaraan dan berjalan ke arah counter dapur.

Jaejoong terkejut melihat sosok tinggi berambut raven dan berpakaian ala pattisier itu.
Namja yang memergokinya berciuman tadi!

"Annyeong.. Aku Shim Changmin, mohon bantuannya" singkat namja itu.

"Karena aku akan fokus pada menu, jadi dessert akan kupercayakan padanya.." Yoochun menepuk bahu namja raven itu.
"Jja, bekerja samalah dengan baik.. Sekarang bereskan semua, kita harus buka setengah jam lagi."

Keempat pegawai itupun menyanggupi perintah Yoochun dan berpencar.
Uhm, hanya Junsu dan Miyoung saja sebenarnya.
Jaejoong masih terpaku menatap tajam namja tinggi itu bahkan hingga namja itu berjalan ke arahnya.

'Tak ada reaksi? Apa dia tidak sadar?' batin Jaejoong saat Changmin berjalan santai didepannya.

Namun pemikiran Jaejoong dibantah saat Changmin sampai disebelahnya.
"Ternyata kau pegawai disini? Berani sekali berciuman di belakang cafe.." bisik namja itu sambil berlalu.

Jaejoong melotot kaget lalu berbalik manatap Changmin yang hendak kembali ke dapur mereka.

"Bukan urusanmu kan, brengsek!" desis Jaejoong sambil menatap tajam pada Shim Changmin.
Gadis itu segera menjauh, meninggalkan Changmin yang kini tertegun.

"Penampilan lembut yang berbeda dengan inner-nya, haha.. Menarik." namja raven berwajah kekanakkan itu mengulum senyum manis.

.

.

.
Jaejoong menyandarkan dagunya di atas sapu yang ia pegang saat melihat Miyoung.

"Hei, Miyoungie.. Namja di belakang itu juga 'Shim', apa kalian bersaudara?"

Miyoung menoleh menatap Jaejoong.
"Ne, dia adik kembarku.. Karena aku tidak bisa jauh darinya jadi aku memaksa Yoochun oppa menerimanya.. Ternyata Yoochun oppa benar-benar sangat baik.." gadis itu tersenyum riang sebelum akhirnya melanjutkan kegiatannya.

'Memangnya anak kembar selalu memilih tempat kerja yang sama ya? Agak aneh..' pikir Jaejoong.


Klang~

Bell pintu Cassiopeia kembali berbunyi dan Jaejoong pun berbalik hendak menyapa tamu itu.

"Sela–"

"Selamat datang kembali, tuan!" dengan cepat Miyoung memblokir Jaejoong dan mengalihkan perhatian tamu-tamu itu.

Jaejoong terbelalak melihat tingkah gadis boneka itu.
Sengaja?
Barusan itu sengaja kan?

Jaejoong buru-buru meredakan emosinya karena merasa disaingi oleh gadis boneka itu.
Ia pun memutuskan untuk ke counter.

"Ini untuk meja 2, Jae.."Junsu memberikan sepiring shortcake pada Jaejoong.
Jaejoong pun mengangguk dan segera melangkah menuju meja yang dimaksud.

"Pesanan anda.. Ada yang perlu kami bantu lagi?" Jaejoong memasang senyum mematikannya sebagai seorang 'Jaekyung'.

"Ah, gomawo Jaekyungie.. Tapi aku butuh Miyoung.."

Ctik!

"O-oh ne.. Tunggu sebentar ne?" Jaejoong kembali tersenyum miris mendengar nama itu.

Setelah Miyoung sampai di meja itu, Jaejoong hanya menggerutu kesal sambil melayani pelanggan lain.
Ia sungguh kesal, padahal namja tadi kan langganannya.

'Cih, apanya yang berbeda sih? Dada ya? Dada?' batin Jaejoong mendengus kesal.

"Kau lebih cantik kalau tersenyum, Boo.."

Deg~

Jaejoong segera menatap tamu yang sedang ia layani.
Yunho!

"Y-Yun?"

"Wae? Apa kau sedang ada masalah?" namja itu tersenyum lembut, membuat kekesalan Jaejoong menguap seketika.

"Ani, aku hanya kesal.. Padahal mereka kan pelangganku.." Jaejoong meletakkan segelas Moccachino di depan Yunho sambil melempar tatapan pada meja dimana Miyoung berdiri.

"Uhm, jadi itu alasanmu tidak menyadariku sejak tadi? Gadis itu ya.. Dia memang manis sih, seperti ulzzang kan?" Yunho ikut menatap Miyoung.

"Hoo.. Jadi tipemu yang seperti itu?" Jaejoong melirik sinis pada Yunho. Well, Jung Yunho.. Apa kau belum tahu kalau kekasihmu ini sangat pencemburu?

"Wae? Cemburu, uhm?" dengan santai Yunho menopang dagunya dengan tangan kiri.

"Ani.. Mana mungkin aku cemburu.." Jaejoong membuang muka karena kesal.
Dan tingkah Jaejoong saat itu justru terlihat imut bagi Yunho, dan memaksa namja bermata musang itu untuk tersenyum.

Grep~

"Ng?" Jaejoong kembali menoleh ketika merasakan tangan kirinya ditarik.

Yunho menyatukan jari-jari tangan kanannya dengan jari-jari tangan kiri Jaejoong.
Menggenggamnya erat.

"Tenang saja, bagiku kau segalanya.." lagi-lagi namja itu menggoda Jaejoong.
Dan Jaejoong kesal sendiri, masalahnya ia justru suka saat Yunho mnggodanya seperti itu, meski dia memang tidak mau mengakuinya secara langsung.

"Bodoh.." hanya itu yang mampu diucapkan Jaejoong untuk membalas Yunho.

"Yu-Yunho? Jung Yunho?!"

Jaejoong dan Yunho segera menoleh saat mendengar pekikan itu.

"Ah ternyata benar! Kau Jung Yunho dari Hanyoung kan? Aku fans-mu.. Aku benar-benar terpesona melihatmu di pertandingan antar wilayah kemarin!"

Rasanya seperti ada petir yang menyambar Jaejoong saat ini.
Miyoung, Shim Miyoung mengenal kekasihnya? Bahkan mengidolakannya?
God!

"Tidak kusangka bisa bertemu denganmu disini!" gadis itu terus saja memekik di sebelah Jaejoong.
Namun sepertinya semangat Miyoung harus teredam ketika melihat tautan tangan kedua orang di hadapannya itu.

Dengan cepat ekspresi gadis itu berubah.
"Apa Yunho kesini untuk bertemu Jaekyung?"

Namja tampan itu tersenyum lembut.
"Ne, karena ingin memastikan keadaan kekasihku."
Miyoung menatap tajam sepasang kekasih itu.

"Oh, kalian pacaran?"
"Ne, tapi kami merahasiakannya."

Yeoja boneka itu hanya memasang wajah datar sebelum akhirnya menjauh.

Jaejoong tersipu mendengar kalimat Yunho tadi.
Ada perasaan bahagia yang begitu membuncah di hatinya.

"A-aku harus kembali bekerja, Yun.."

Yunho tersenyum kecil menatap kekasihnya yang malu-malu.
"Arasseo, baby.."

.

.

.
"Kau benar berpacaran dengan Jung Yunho?" frontal Miyoung ketika Jaejoong sampai di counter.

"Eh? Ne.. Waeyo?"

"Ani.. Hanya tidak percaya saja rasanya.." Miyoung memasang ekspresi seperti anak kecil yang sedang merajuk.

'Apa maksudnya tidak percaya? Maksudnya aku tidak cocok dengan Yunho?' Jaejoong kembali emosi berkat tingkah gadis ini.

Klang~

Pintu cafe kembali terbuka menampakkan seorang namja pelanggan utama 'Jaekyung'.
"Selamat data–"
Bruk!
"Selamat datang tuan! Silahkan kemari.."
Miyoung kembali merebut pelanggan, kali ini bahkan sampai mendorong Jaejoong.

"Hei, bocah! Berhenti merebut pelangganku!"
Ok, Jaejoong tak mampu lagi menahan amarahnya karena gadis itu sudah sangat ketelaluan.

"Kyah~ Jangan berteriak.. Memangnya kenapa? Hari ini kan hari terakhir Jaekyung.. Nantinya pun pelangganmu akan jadi pelangganku kan?"

Ctik!
Ctik!
Urat kesabaran Jaejoong putus.
Ia merasa seperti akan meledak kini.

"SIAPA YANG MAU BERHENTI? AKU TIDAK AKAN MUNDUR DALAM KEADAAN KALAH!"

Jaejoong dan Miyoung saling menatap tajam dengan aura persaingan yang kental.

Yoochun dan Junsu hanya menghela nafas.

Sementara Yunho menepuk dahinya sendiri.
"Sifat itu lagi..." keluhnya.
.

.

.


"Perfect..." seorang namja raven tampak mengamati dessert karyanya sendiri sambil tersenyum puas.

GREPP~

"Huoo... Miyoungie? Bahaya kan.. Ada apa?" tanya Changmin sambil menyentuh tangan Miyoung yang memeluknya dari belakang.

"Aku punya permintaan, Minnie.."

"Heum?"

"Tolong.. Taklukan Kim Jaekyung.."

Mendengar nama itu tiba-tiba saja senyuman terpasang di bibir menggoda namja itu.
"With my pleasure.." bisiknya.


Jaejoong berjalan sambil memposisikan ponselnya di telinga.
Terdengar suara isyarat panggilan yang telah tersambung.

"Yun.."

"Pagi, Jae.. Sudah merubah pikiranmu setelah semalam berlalu, humm?"

Jaejoong bergidik ngeri karena merasakan aura kemarahan yang kuat dari suara Yunho.

Padahal keadaan sebenarnya Yunho hanya berjalan beberapa meter di depan Jaejoong, tapi mereka terpaksa berbicara lewat sambungan telepon mengingat kesepakatan mereka waktu itu.

"Ka-kau tahu kan aku tidak bisa pergi dalam keadaan kalah? Karena itu.. Aku akan sisakan liburku untukmu, khusus untukmu.."

"Yun?"

Jaejoong takut karena Yunho sama sekali tidak mau menjawabnya.

"Apa yang harus kulakukan agar kau memaafkanku?"

"Pikirkan saja sendiri."

"Please, Yun.."

Jaejoong bisa mendengar suara helaan nafas Yunho sebelum kemudian pria itu angkat bicara.

"Ke taman di ujung sana.." titahnya sebelum memutuskan sambungan.

.

.
Yunho memilih sebuah bangku taman yang jauh dari keramaian.
Ia duduk di bangku itu sementara Jaejoong berdiri di hadapannya.

"Apa?"

"Aku minta maaf, Yun.."

"Lalu?"

"A-aku minta maaf.. Lagi-lagi kau susah karena sifat burukku ini.. Padahal kau selalu berusaha lembut padaku.. Tapi aku selalu egois.. Maafkan aku.."

Chu~

Yunho tertegun sesaat karena Jaejoong yang tiba-tiba mengecup bibirnya.

"Ju-juga terimakasih.." Jaejoong tak mampu menatap Yunho setelah apa yang ia lakukan barusan.

Yunho masih terdiam menatap gadis itu, lalu tiba-tiba menarik dasi seragam Jaejoong.
"Karena kau barusan manis sekali, jadi aku maafkan.." ucapnya sambil tetap menarik dasi Jaejoong, membuat wajah mereka begitu dekat.

"Y-Yun.."

"Tapi aku tidak pernah mengajarimu ciuman yang setengah-setengah begitu kan?"

"HYAA–!"
.

.

.
Ruang kepala sekolah Hanyoung High School.

"Gamsahamnida.." kedua orang itu keluar setelah membungkuk hormat pada pemilik sekolah itu.

Klek~
Si namja menutup pintu sambil menghela nafas.

"Kelas kita dipisah..."

"Apa boleh buat, kita kembar sih.."

.

.

.

To Be Continued


Chapter 4 Done! Hehe.. Mian banget buat terlambatnya update, padahal jadwal apdet selalu weekend tapi minggu lalu ada halangan.

Yaps saya berhasil memunculkan karakter lain.. Muahaha.. Tapi tenang, Changmin bukan orang jahat kok disini..

Thanks buat yang masih mau baca bahkan review, buat yang nanya Yoosu kapan.. Tenang, ada waktunya kok.. Hehe..

Saya sedih banget sekarang fanfic YunJae di ffn kok langka.. Ditambah lagi salah satu author ff YunJae favorit saya sekaligus temen baik saya lagi sakit, Hope she will get well soon.. Lady Ze, moga cepet pulih yah dari operasinya :)

Ok, mian saya malah curhat..

Then, Mind to review?