-Secretive J-
a YunJae fanfiction ©Cherry YunJae
.
Pairing : YunJae of course
Genre : Romance-School's Life
Rate : T-M
Length : Chapter 7 "a date"
Warning! : Genderswitch!For Jaejoong(Jaekyung)
and Junsu, Out of Character, Typos
Adapted and remake from Kaori Sensei's manga,
Himitsu no Ai chan ©2010 and now starring with
YunJae
.
[If you don't like my fanfic, just get off~ simple,
rite ? ^^]
Special thanks to :
ㅣJunghyejung ㅣKim RyeoSungHyun ㅣ Myyunyun ㅣ Lady Ze ㅣ Hana - Kara ㅣ heeli ㅣ Himawari23 ㅣ Casshipper Jung ㅣ Zhe ㅣ everadit ㅣ PhantoMiRotiC ㅣ joongmax ㅣ Keybin ㅣ NaeAizawa ㅣ Jung Jaema ㅣ Rly. ㅣ 3kjj ㅣ Dipa Woon ㅣ Park July ㅣ KittyBabyBoo Love YunnieBunny ㅣ dzdubunny ㅣ akiramia ㅣ ㅣKimYunhoJungJonghyun ㅣ
dan semua Guest.. Makasih banget udah sempetin review
.
.
.
.
Minggu pagi.
Namja Tampan itu tengah menunggu sejak 15 menit yang lalu, hampir jengah karena sosok yang ditunggunya tak juga keluar.
"Boojae?" Ia kembali memanggil kekasihnya yang tak juga membuka pintu kamarnya.
Klekk~
Sedikit berdebar, namja tampan itu menegakkan tubuh saat mendengar pintu itu terbuka.
" H-hei.." Tampak sosok mungil yang begitu dicintainya itu dengan dress berwarna babyblue dan bermotif renda, juga rambut hitam panjangnya yang dibiarkan tergerai.
Wait, rambut panjang?
"Jae? Ada apa dengan penampilanmu?" Yunho seketika memandang kesal pada Jaejoong.
Jaejoong hanya tertunduk.
"Apa?"
"Kenapa berpenampilan sebagai Jaekyung? Kau pikir apa gunanya aku memilih tempat kencan yang jauhnya 2 jam dari sini? Aku ingin kencan dengan 'Kim Jaejoong'ku.."
"Ke-kenapa? Aku bersusah payah merias diri untukmu, tahu?" wajah Jaejoong merona samar.
Yunho menghela nafas.
Sebenarnya sih bukan marah, Yunho tetap senang karena kekasihnya itj begitu sempurna.
" Ya sudahlah.. Kajja.." Yunho menggenggam tangan Jaejoong, membawanya pergi karena hari semakin siang.
.
.
.
Di kereta.
Jaejoong tak henti mencuri pandang ke arah Yunho.
Ia masih memikirkan tentang kejadian semalam, dan satu pertanyaan yang ia ingin ucapkan pada namja itu.
Apa Yunho begitu ingin bercinta dengannya sampai rela menunggunya siap?
Blushh~
Memikirkan kata-kata itu di dalam kepala saja membuatnya malu, ia tak berani mengutarakannya langsung pada Yunho.
Jaejoong hanya mampu berdiri terdiam sambil menunduk, sibuk dengan pikirannya sendiri saat Yunho memperhatikannya juga.
Ia ingat kejadian kemarin malam saat menunggu Jaejoong pulang dari cafe, Yoochun menemuinya saat itu.
"Kau akan pergi kencan dengan Jaejoongie kan?"
"Uhm... Hari minggu.."
"Aku tahu pasti sulit berkencan dengan adikku, tapi kurasa Jaejoongie juga memikirkan hal 'itu'.." Yoochun memberi selembar kertas pada Yunho.
Dan Yunho yang menerimanya segera terbelalak.
What? Reservasi kamar hotel untuk 1 malam?
"Hadiah dariku, semoga berhasil.." setelah menepuk bahu Yunho, Yoochun segera pergi.
Yunho tak habis pikir dengan Yoochun, kenapa namja itu terlalu kooperatif membantu adiknya kehilangan kepolosan?
Yah, tapi ia juga tidak ingin protes karena akhirnya lembar kertas tanda reservasi itu dibawanya juga.
Mungkin berjaga-jaga kalau nanti Jaejoong menyerahkan diri dengan sukarela.
"Jae.. Kursinya kosong.." Yunho menarik tangan Jaejoong dan membawanya duduk di kursi yang kosong, gadis itu makin berdebar merasakan tangannya yang digenggam erat oleh Yunho bahkan setelah mereka sudah duduk.
"Y-yun?"
"Humm?"
Jaejoong masih tidak berani menatap wajah kekasihnya itu.
"A-aniya..." Dengan cepat ia menggeleng.
"Katakan padaku, apa ada sesuatu yang mengganggumu?" Yunho membawa punggung tangan Jaejoong untuk diciumnya.
"Ngg? I..Itu.. Apa kau serius ingin melakukannya denganku?"
"Tentu saja!"
Jaejoong terkejut dengan jawaban spontan Yunho.
"Jangan dipikirkan, aku akan menunggumu Boojae.. Tapi aku tidak bisa menunggu terlalu lama, araa?" Yunho tersenyum, kali ini Jaejoong berusaha menatap namja itu.
"Jja, sekarang lupakan soal itu.. Aku ingin kita menikmati hari ini.. ne?" Jaejoong pun akhirnya mengangguk senang.
Perasaannya kini menjadi lebih ringan setelah mendengar kata-kata Yunho.
Lotte Park
"Gyahh~!"
Jaejoong, gadis bermata indah itu menjerit antusias diatas roller coaster, membuat Yunho sweatdrop.
Gosh! ini sudah putaran ke 3, dan Jaejoong belum juga bosan?
"Ugh..." Yunho merintih ketika mereka sudah duduk di sebuah bangku taman, Jaejoong menepuk punggung Yunho kini.
"Kau takut naik roller coaster, Yun?" tanya Jaejoong melihat kekasihnya yang terus memijit pangkal hidungnya sendiri.
"Ani, aku tidak suka mainan yang berputar-putar.." Keluh namja tampan itu.
Mendengar itu sontak Jaejoong tertawa.
"Pfft.. Hahaha.. Kau terlihat lemah sekali! Baru kali ini kulihat Jung Yunho begitu lemah!" Sepertinya perasaan Jaejoong sebagai rival Yunho belum bisa terhapus penuh.
"Yah!" protes Yunho.
"Ehehe.. Mian Yun.." Jaejoong menghentikan tawa dan menatap Yunho.
Gadis itu tersenyum manis ketika berhasil menghentikan tawa-nya sendiri.
"Gomawo... Ini menyenangkan, harusnya kita kencan lebih awal ya?"
Demi apapun yang pernah Yunho kagumi, sekarang tak ada yang menurutnya lebih cantik dari Jaejoong.
Senyum gadis itu segera saja membuat perasaannya semakin meluap, ia merasa semakin menyukai gadis ini.
"Haish.. Kau manis sekali.." Yunho segera mendekap Jaejoong saat gadis itu lengah, ia tak mampu lagi menahan keinginan untuk memeluk erat Kekasihnya itu, ingin sesuatu yang lebih sebenarnya.. Tapi mengingat sekarang ini di tempat umum, Yunho hanya bisa memeluk dan mencium pipi Jaejoong.
"Yah! Mau apa eoh?" Tangan Jaejoong tiba-tiba saja sudah sigap menahan dagu Yunho yang mendekat seperti berniat menciumnya.
"Apa salahnya? Aku kekasihmu kan?"
"Ini di tempat umum, pabo!" Pipi putih gadis itu segera saja merona karena malu.
Jaejoong melirik ke belakang Yunho dimana seorang anak kecil terpaku melihat mereka.
"Anak itu melihat kita Yun!" Jaejoong masih berusaha menahan Yunho.
"Aku tidak keberatan.." Sanggah Yunho cuek mengangap Jaejoong hanya beralasan.
"Ngh.."
Drrrt.. Drrrtt..
Namun baru saja bibir Yunho menyentuh permukaan bibir Jaejoong, ponsel gadis itu berdering mengintrupsi kegiatan mereka.
"Ah! Itu Junchan!" Jaejoong segera memalingkan wajah dari Yunho.
"Aish~ tidak bisa nanti saja?" Keluh Yunho kesal.
"Yunhoo.."
"Ck.."
Jaejoong segera mengambil ponselnya.
"Nde Junchan?"
"..."
"Mian... Aku tidak tahu kau menelpon sejak tadi.." Jaejoong meringis, melirik Yunho yang menyandarkan tangannya di bangku taman sambil melihat kearah lain.
"Ehhh?! Apa maksudmu?!"
"..."
"Arasseo! Gomawo, Junchan..!" Sambungan diputus, Yunho menatap heran.
"Wae?"
"Nanti saja ku ceritakan, sebaiknya sekarang kita pergi dulu.." Tiba-tiba saja gadis itu panik.
Yunho menatap kebelakang Jaejoong lalu menghela nafas.
"Sepertinya terlambat, Boo.." Yunho menatap cuek ke atah lain lagi membuat Jaejoong segera menoleh ke belakang.
"Mencuri start uhm?"
Jaejoong menggigit bibir bawahnya sendiri.
Shit! Mereka terlambat! Shim bersaudara ada disini sekarang!
Jaejoong dan Yunho bangkit dari duduk mereka berhadapan sengan Shim bersaudara kini.
"Siapa yang kau maksud mencuri start? Memangnya salah kalau sepasang kekasih berkencan?" Jaejoong menatap kesal pada gadis berdada besar didepannya itu.
"Uhm.. Kalau begitu kami datang untuk main.." balas Miyoung riang.
"Mengganggu orang dia bilang 'main'?"
Jaejoong sibuk menggerutu saat Miyoung mengambil kesempatan untuk menggandeng Yunho.
"Ayo kita keliling bersama saja"
"Yah! Jauhkan tanganmu dari Yunho!"
Yunho dengan malas segera melepas lengannya dari pelukan gadis itu.
Miyoung merubah ekspresinya menjadi sendu, "Kenapa? Aku tidak pernah datang ke tempat seperti ini bersama teman.. Kupikir akan seru kalau kita main bersama.."
Jaejoong terdiam menatap Miyoung, Ah.. Perasaan lembutnya yang dituntut bersikap baik pada perempuan kembali muncul, ia sedikit iba kini.
"Eh? Anii.." Jaejoong menggeleng menepis rasa kasihan itu.
"Jaekyungie~ apa tidak boleh kita keliling bersama?" Miyoung menggenggam tangan Jaejoong, menatap gadis itu dengan tatapan yang ia yakin mampu meluluhkan siapapun.
Jaejoong sweatdrop, ia yang begitu lemah & menghargai yeoja tentu saja tak sanggup melihat 'puppy eyes' milik Miyoung.
"B-boleh..."
Yunho melotot kaget, sementara tatapan mata Miyoung berubah berbinar-binar.
"YAH!" teriak Yunho kesal, Jaejoong hanya menutup mulutnya, tadi itu sungguh refleks karena hatinya terlalu lemah.
Namun saat ia menyadari kesalahannya, ia terlambat.. Miyoung membawa Yunho menjauh.
Ah, Mau bagaimana lagi?
Jaejoong hanya mampu menatap penuh sesal pada mereka yang semakin menjauh.
Sepi sesaat hingga Jaejoong ingat, ada Changmin disana.
"Maaf ya, kami mengganggu kalian.." Changmin menatap gadis cantik itu.
"Kalau kau sadar mengganggu cepat seret dia pulang...!" Jaejoong terkesiap karena tanpa sadar mengucapkan kalimat kasar khas 'Jaejoong'.
"Uhumm, mian.." Ia memperbaiki sikapnya.
Changmin yang sempat terpaku mendengar kata-kata Jaejoong tadi kini tersenyum.
"Kau mewaspadai ku? Tenang saja, aku tidak akan memakanmu kok.."
"Cih! Aku tidak takut dimakan." Jaejoong membalas dengan begitu galak.
"Kau datang demi mengikuti Miyoung lagi? Sudah kubilang kan jangan melakukan hal seperti iu.."
Seperti biasa, namja raven itu tersenyum.
"Bukan, kali ini aku benar-benar ingin melihatnya main.. Sudah lama aku tidak melihatnya tersenyum seperti itu.."
Mereka menatap ke arah Roller Coaster dimana Yunho dan Miyoung berada.
Mereka terdiam menatap wahana itu, sementara di hati Jaejoong terselip sedikit rasa kasihan.
Ia merasa Miyoung memang menyebalkan, tapi terlepas dari itu ia mengerti kalau ini pertama kalinya bagi Miyoung menyukai seseorang dengan tulus.
Karena itu ia sudah bertekad tidak akan membalas Miyoung dengan hal-hal yang tidak perlu, ia percaya Miyoung pasti akan mengerti sendiri nantinya.
"Kau baik sekali.."
"E-eh?" Jaejoong terusik dari pemikirannya karena kata-kata Changmin.
"Kau baik.. Kau tahu? Aku suka sifat baik hatimu itu.."
Jaejoong segera menoleh dan menatap sinis pada Changmin seblum kemudian ia melangkah menjauh dari namja itu.
"Aku tidak peduli! Pokoknya cepat bawa Miyoung pulang!" Teriaknya lalu berlari ke arah Yunho & Miyoung yang sudah keluar dari wahana tadi.
.
.
.
"Kim Jaekyung!" Namja bermata musang itu berjalan cepat untuk menghampiri kekasihnya.
"Yunho-yah~"
"Kenapa kau mengizinkan? Kita sedang kencan kan?"
"Yah! Aku sendiri juga tidak mengerti! Aku kasihan padanya!"
"Tapi.. Akh! Sudahlah.. Masalahnya sekarang kita harus pergi dari mereka"
"Umm.." Jaejoong mengangguk setuju.
Saat mereka sedang sibuk berbincang-atau tepatnya menyusun sebuah rencana, Miyoung tiba-tiba datang dan menghampiri Yunho.
"Yunho... Ini.." Ia memberikan sekaleng kopi dingin untuk namja itu. Jaejoong menatap tak suka.
"Kau sangat suka Caffe latte kan?"
"Eh? ne... Darimana kau tahu?"
Jaejoong menatap Miyoung.
"Kau suka Caffe latte & Kimchi jjigae, suka warna hijau, dan suka mengoleksi jam tangan.. Benar kan?" Tanya Miyoung.
Jaejoong menatap tak percaya pada Miyoung, bagaimana bisa ia mengetahui semua itu?
"Karena ini tentang Yunho yang sangat aku sukai, jadi tentu saja aku tahu.. Ah, jangan-jangan Jaekyung tidak tahu?"
Jaejoong menunduk, Miyoung mengetahui banyak hal tentang Yunho sedangkan ia tak tahu apa-apa.. Rasanya kesal sekali.
"Terimakasih, tapi maaf aku tidak bisa menerimanya... Aku sudah memutuskan untuk tidak meminum kopi lagi..." Yunho mengembalikan kaleng itu.
"Eh? Ke-kenapa?
"Jaekyung tidak suka kopi, jadi dia pasti akan benci rasanya saat aku menciumnya.. Aku tidak mau hal itu terjadi.." Yunho membawa bahu Jaejoong mendekat dan segera merangkulnya mesra.
Miyoung menatap kesal, "Kami pergi dulu.. Annyeong..." pamit Yunho.
Namun segera Miyoung menarik lengan Yunho.
"Tunggu! Bukankah kita bisa jalan bersama-sama?" Gadis itu masih enggan menyerah sepertinya.
Yunho menatap dingin pada Miyoung, membuat gadis itu sedikit gentar.
"Aku dan Jaekyung saat ini sedang berkencan, aku tidak tahu apa tujuanmu tapi tolong jangan mengganggu lebih dari ini." setelah mengatakan itu Yunho segera membawa Jaejoong menjauh dari mereka berdua.
.
.
.
"Yun!" pekik Jaejoong berusaha membuat Yunho yang terus berjalan didepannya berhenti.
"Humm?"
"Apanya yang 'humm'..? Kau harusnya tidak bersikap seperti itu pada Miyoung kan?"
langkah Yunho terhenti dan ia segera membalikkan tubuhnya menatap Jaekyung.
"Kenapa? Aku bersikap seperti apapun psti hasilnya tetap sama kan?"
"TAPI YUNHO YANG KUKENAL TIDAK BERKATA KASAR PADA PEREMPUAN!"
Yunho terbungkam, ia melihat raut kecewa Jaejoong yang begitu menyakitkan baginya.
Mereka hanya saling tatap beberapa saat, Yunho menghela nafas berat.
Kemudian tangannya terulur membelai kepala Jaejoong.
"Mian, aku tidak bermaksud seperti itu, aku ingin kau hanya melihatku.."
Jaejoong menatap kedalam mata penuh ketulusan milik Yunho, ah.. Ia begitu menyayangi namja ini..
Brukh~
Jaejoong segera memeluk Yunho erat, mencoba menyampaikan perasaannya yang sulit ia katakan.
"Aku juga kesal karena Miyoung lebih mengetahui semua tentangmu daripada aku, padahal aku ingin kau juga melihatku.."
Yunho tersenyum dalam pelukannya, tangannya mengelus punggung Jaejoong.
"Arasseo, boo.."
Jaejoong melonggarkan pelukannya, menatap kembali kekasih tampannya.
"Minta maaf pada Miyoung?"
"Ne, kajja..." Yunho tersenyum dan segera menggenggam tangan Jaejoong.
Mereka baru saja berbalik hendak kembali mendatangi duo Shim itu, tiba-tiba si bungsu Shim berlari ke arah mereka dengan ekspresi panik.
"Jaekyung, Yunho.. Miyoung... Dia menghilang..."
.
.
.
To Be Continued
Maaf saya baru bisa ngetik sampe sini, tapi saya usahain chapter depan dipanjangin..
Then, Review please~
