Summary : Dia begitu mencintaimu, tapi kau malah berkata kau tidak peduli padanya. Lalu kenapa kau peduli pada gadis Uzumaki itu saat dia pingsan heh? Kau juga memeluknya saat dia ketakutan diruang kesehatan. Kau tidak adil Uchiha!
Rate : T
Pairing : Sasuke X Naruto.
Genre : Romance/general/drama/A little bit humor
Disclaimer : Naruto © Mashashi Kishimoto
Terinspirasi dari komik Mint-na bokura by Wataru Yoshizumi
WARN : BL *baru tau apa bedanya BL sama YAOI* gajeness, EYD berantakan, typo(s). it's a yaoi fic. OOC.
If you have a problem with it, just click the 'back' button and search another fic. Don't' like? So don't read it! well at least don't FLAME!
Well if you want to flame my fic, please Log In at the first. To prove that you are not a LOSER, got it?
At last HAPPY READING MINNA~
.
.
.
"Maaf, tapi aku tidak bisa."
"Apa ini karena Sasuke?"
"Eeh? Maksud mu?"
"Jadi benar kalau kau itu berpacaran dengannya?"
"Ehh? Emm y-ya, sepertinya sih begitu,"
"Sepertinya? Maksudmu?"
"Ahh, ya. Begitulah, emm, hehe,"
"Apa aku memang tak punya harapan?"
"A-aa ehh?"
"Apa kau begitu mencintainya?"
"A-aah? Maksud senpai Sasuke?"
"Ehm, baiklah kalau begitu, maaf sudah memanggilmu kemari Uzumaki-chan, terimakasih."
"Iya, sama-sama. Maaf ya, Pein-senpai," Naruto sedikit membungkukkan badannya pada kakak kelas yang setingkat lebih tinggi diatasnya itu. Pein hanya tersenyum miris lalu pergi meninggalkannya dibelakang halaman sekolah mereka. Tempat dimana dia mengajak Naruto, siswi baru yang dengan tiga hari kemunculannya disekolah itu cukup membuat gempar
Naruto menghela nafas panjang setelah sosok Pein, seniornya menghilang diantara beberapa pohon tinggi menjulang dibelakang sekolahnya. Pein merupakan orang ke delapan yang sudah menyatakan perasaannya pada Naruto. Rekor yang cukup hebat mengingat dia baru bersekolah selama tiga hari disana. Jadi wajar saja kalau makin hari makin banyak saja siswi yang mengirimkan sinyal tidak suka padanya.
Sebenarnya Naruto merasa bersalah, dia sudah menipu hampir seluruh penghuni sekolahnya. Dan soal gosipnya dengan Sasuke, Naruto tidak tahu kenapa gosip murahan macam itu cepat sekali tersebarnya, bahkan pada senior seperti Pein yang terkenal cuek untuk masalah sekitarnya. Tapi diantara musibah yang dilatar belakangi gosip itu, setidaknya itu sedikit membantunya, dalam keadaan sekarang misalnya.
Cukup lama termenung, Naruto melangkahkan kakinya melewati beberapa pohon rindang dibelakang sekolahnya. Salah satu faktor mengapa tempat ini menjadi salah satu tempat favorit siswa siswi untuk menyatakan cinta atau sebagainya.
"Apa mau mu Uchiha?" entah hanya perasaannya atau Naruto memang mendengar seseorang berbicara tentang 'Uchiha' dibalik semak-semak disana. Kalimat yang mengingatkannya pada kejadian beberapa menit lalu didepan UKS.
'Neechan,'
Agak sedikit ragu, Naruto mulai melangkahkan kakinya perlahan, agar tak menimbulkan bunyi 'kreeeesk' kentara antara telapak sepatunya yang bergesekan dengan daun-daun kering dibawahnya.
"Harusnya aku yang bertanya. Apa maumu?" pemuda yang identik dengan rambut hitam kebiruan itu tersenyum sinis pada lawan bicaranya. Sasuke memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana biru tua yang serasi dengan kemeja putih bergaris biru navy yang ujung-ujung kemejanya sengaja dikeluarkan. Menambah kesan berantakan, tapi tetap terlihat keren untuknya.
"Maksudmu apa heh? Aku tidak mengerti. Jangan buang waktuku sia-sia Uchiha,"
"Apa maumu mengunciku dan Naruto diruang kesehatan, lalu menyebarkan foto yang tidak-tidak tentang aku dengannya."
"Oh, great. Jadi sekarang kau menuduhku, heh?,"
"Siapa lagi orang yang mempunyai kekuasaan untuk menyabotase seluruh nomor ponsel setiap siswa disekolah ini selain kau, ketua osis." Sambungnya pendek. Matanya menatap tajam pemuda berkaca mata yang kini berdiri dihadapannya. Pemuda berambut perak, orang yang sudah setahun belakangan ini menduduki kursi ketua osis.
"Heh," pemuda yang diketahui bernama Kabuto itu hanya mendengus geli mendengar tuduhan pemuda tampan dihadapannya. Matanya balik menatap sorotan mematikan itu, tidak ada rasa takut sedikitpun. "Aku lupa, tidak mudah untuk mengelabui seorang Uchiha,"
"Apa maumu?" Sasuke langsung bertanya lagi tujuannya memanggil pemuda itu.
"Apa mauku?" ulang Kabuto dengan sedikit nada menyindir.
"Harusnya aku yang bertanya padamu brengsek. Apa maksudmu merebut Sakura dariku?" teriaknya marah. Sasuke yang mendengarnya hanya mendengus geli.
"Aku tidak merebutnya darimu, dia yang datang padaku." Jawab Sasuke enteng.
"Oke, aku bisa menerima hal itu. Aku tahu dia menyukaimu lebih dari dia menyukaiku dulu. Aku juga sudah beriat melepaskannya untukmu. Tapi…"
"tapi aku tidak bisa terima kenapa kau tidak memperlakukannya dengan baik. Kau terus menyakitinya, bajingan. Kau tahu-"
"Aku tidak peduli padanya," potong Sasuke cepat. Tidak mau membuang waktu untuk mendengarkan curhatan Kabuto padanya. "kalau kau mau, ambil saja dia lagi."
"Brengsek!" Kabuto mulai maju menyerang Sasuke, berusaha memukulinya dengan membabi buta. sedang Sasuke yang menyadarinya hanya menghindari pukulan-pukulan yang dilayangkan Kabuto padanya. Tak berniat balas menyerang pemuda berambut perak itu.
"Dia begitu mencintaimu, tapi kau malah berkata kau tidak peduli padanya. Lalu kenapa kau peduli pada gadis Uzumaki itu saat dia pingsan heh? Kau juga memeluknya saat dia ketakutan diruang kesehatan. Kau tidak adil Uchiha!" lagi-lagi Kabuto melayangkan pukulannya kearah pelipis kiri Sasuke, tapi dengan mudah Sasuke berhasil menangkis dan lagi-lagi menghindar.
"it's not your bussines, right?"
"Sialan kau. Cari mati rupanya!,"
Emosi Kabuto semakin memuncak. Intensitas pukulannya semakin liar. Dibuangnya jauh-jauh citra 'ketua osis' dari dalam dirinya. Sekarang otaknya hanya bekerja untuk terus memikirkan cara terbaik melumpuhkan Uchiha sombong yang terus menghindar dari serangannya, tanpa balik menyerang sedikitpun, seolah menghina kemampuan bertarung kabuto. Salah satu faktor yang kian menyulut emosi seorang Kabuto.
Naruto yang melihat perkelahian kedua pemuda itu dari balik pohon besar dihadapannya hanya bisa menahan nafas. Awalnya dia berniat meninggalkan tempat itu, tapi begitu mengetahui hal ini ada hubungannya dengan foto nya dengan Sasuke yang beredar tadi pagi, niat itu menguap saja entah kemana.
Makin lama stamina Kabuto makin menipis. Ditandai dengan deru nafasnya yang makin pendek. Satu serangan terakhir untuk Sasuke tapi lagi-lagi gagal, Kabuto jatuh terduduk direrumputan liar yang dipijaknya. Nafasnya terengah, ditatapnya Sasuke tajam. Namun pemuda berambut hitam kebiruan itu hanya menarik sudut bibirnya, kemudian berlalu pergi, berniat meninggalkan tanpa melawanpun seorang Uchiha bisa menang juga.
"kalau kau ingin balas dendam padaku, maka jangan libatkan orang lain kedalamnya. Aku tidak suka sifatmu itu, senpai."
Kabuto hanya bisa mengumpat kesal pada sosok biru raven yang mulai melangkah menjauhinya. Berkali-kali dia menyalurkan kekesalnnya dengan memukul-mukul tanah dengan tinjunya, sampai matanya melirik sebuah balok panjang yang tergeletak diatas tumpukan-tumpukan daun musim gugur.
"Matilah kau Uchiha," tanda peringatan sama sekali, Kabuto berlari menerjang Sasuke dengan balok yang digenggam kedua tangannya.
"TEME, AWAS!"
BUGHH
"Auugh," Sasuke jatuh terduduk kebelakang. Seseorang mendorongnya paksa. 'Sialan' umpatnya kesal. Sasuke memutar bola matanya, menatap orang yang mendorongnya.
Hal pertama yang dilihaynya hanyalah rambut pirang terang panjang yang diikat dikedua sisinya. Satu-satunya hal yang membedakan orang itu dengan saudara kembarnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Uzumaki naruto
"Dobe, apa yang?" Sasuke berniat memaki pemilik mata azure indah itu, tapi langsung diurungkannya begitu apa yang dilihatnya sekarang. Bahu gadis cerewet itu sedikit berdarah dibagian bahunya. Bisa diliat dari rembesan darah dibahu seragam kirinya.
"Apa yang kau lakukan Idiot!" Sasuke sedikit membentak. Kesal melihat Naruto mencoba menyelamatkannya seperti ini. Naruto yang menahan sakit hanya bisa mendengus kesal.
"I-itaii,-" Naruto tidak menjawab. Hanya merintih pelan. Balok yang digunakan Kabuto untuk menerjang Sasuke sukses melukai bahu kirinya. Dari rasa sakitnya Naruto tahu pasti kalau bahunya terluka parah sekarang.
"Baka Dobe, jawab!"
"Aku sudah menolongmu, kenapa masih memakiku heh. Kau ini tak tahu terimakasih ya?"
"Aku tidak minta ditolong olehmu idiot,"
"Ka-kau! Ugh, aku menyesal menolongmu!" Naruto hanya bisa mengumpat kesal. Kalau saja tahu akan begini, dia menyesal sudah menolong Sasuke. Harusnya dia biarkan saja ketua osis itu menikam pemuda brengsek tak tahu terimakasih dihadapannya ini.
Sasuke melirik tajam pada Kabuto. Wajahnya yang pucat semakin pucat begitu mengetahui dia sudah menyakiti seorang (yang menurutnya) perempuan. Tangannya bergetar memegang balok kayu yang akan digunakannya untuk memukul Sasuke.
"Brengsek kau!" satu pukulan telak dari Sasuke sukses membuat Kabuto tersungkur kebelakang diatas daun-daun kering bewarna kecoklatan, khas musim gugur Konoha.
Kabuto mencoba untuk bangkit, tapi lagi-lagi Sasuke melayangkan pukulan diwajahnya. Menambah jumlah memar disana. Satu pukulan, dua pukulan, tiga pukulan, empat, lima dan terus. Sasuke terus memukulinya dengan menduduki bagian atas tubuhnya, tidak membiarkan pemuda berambut perak itu bergerak untuk melawan atau sekedar menangkis serangannya. Tidak tahu kenapa, tapi emosi benar-benar sedang menguasai Uchiha bungsu itu sekarang.
Mungkin Sasuke akan terus meneruh memukuli ketua osis sekolahnya itu kalau saja Naruto tidak segera mencegahnya.
"Teme, hentikan. Kau bisa membunuhnya!" Naruto menarik paksa Sasuke dari atas tubuh Kabuto. Mencoba menengahi pertarungan tak seimbang yang terjadi dihadapannya.
"Biar saja Dobe, dia sudah menyakitimu."
"Lalu apa pedulimu heh?"gertak Naruto. Sukses membungkam mulut tajam bungsu Uchiha dihadapannya. Sasuke menyesal sudah mengeluarkan kalimat ceroboh seperti itu. Naruto benar, apa pedulinya. Bukankah dia benci berkelahi, apalagi hanya untuk wanita.
"Kau berisik," meski jauh dari kata nyambung dari pertanyaan Naruto yang baru saja dilemparkan padanya, tapi hanya itu kalimat yang dapat diprogram otak jenius Sasuke untuk membalasnya. Yah selain satu kalimat lain. kalimat 'karena aku peduli padamu',. Demi tuhan Sasuke lebih memilih untuk mati ditelan Singa daripada mengucapkan kalimat menggelikan itu pada seorang wanita, terkusus si Dobe idiot dihadapannya.
Kabuto berusaha bangkit untuk mendorong Naruto. Bagaimanapun dia tidak mau dibela seperti ini oleh Naruto dihadapan Uchiha sombong itu. Membuatnya semakin kelihatan lemah. Belum lagi perbuatan jahatnya pada Naruto barusan, benar-benar membuatnya merasa tidak pantas untuk ditolong seperti itu oleh Naruto.
Kabuto berusaha mendorong gadis dengan tubuh yang sedikit lebih kecil dihadapannya yang sedang mencoba menjadi tameng baginya dari Sasuke. Tapi yang dapat digapainya hanya rambut pirang emar berkucir dua sang Uzumaki.
"Minggir kau Uzumaki. Aku tidak sudi ditolong seperti ini olehmu,"
SREET!
"Eeeh?"
Kabuto yang berniat mendorong tubuh Naruto malah tanpa sengaja menarik wig pirang Uzumaki. Mempertontonkan rambut pirang pendek asli Naruto yang sedikit berantakan.
"Wi-wig?"
Merasakan hal yang aneh, Naruto membalikkan badannya kebelakang dan benar saja, pemuda berambut perak itu yang sedang menggenggam wig pirang panjang miliknya, yang dipesannya khusus seperti rambut Deidara beberapa bulan lalu.
"Do-Dobe, rambutmu,-"
"Ck, sial!"
~xXx~
"Kemana idiot itu?" Sasuke tak hentinya mengumpat kecil dari bangkunya.
Semenjak insiden dihalaman belakang sekolah, Naruto kabur tanpa sempat mengambil wig pirangnya dulu dari Kabuto. Sasuke langsung mengejar pemilik rambut pirang itu sebelum terlebih dahulu mengambil paksa wig pirang Naruto dari tangan Kabuto. Lalu meninggalkan ketua osisnya itu dengan wajah bingung stadium gawat dibelakang halaman sekolah.
Awalnya Sasuke masih bisa mengejar mahluk kuning dihadapannya itu. Tapi lari Naruto yang cukup cepat untuk remaja seusianya membuat Sasuke kehilangan jejeknya diareal gedung B. Beberapa jam mencari Sasuke sama sekali tidak menemukan mahluk yang dicarinya itu. Membuatnya memutuskan untuk kembali kekelas. Dan sampai sekarang adik kembar Uzumaki Deidara itu sama sekali belum menampakkan wujudnya dikelas. Padahal sebentar lagi jam pulang sekolah.
Sasuke melirik helaian rambut pirang yang mencuat dari dalam ransel hitam dengan beberapa garis merah miliknya. "Dobe,"gumamnya kecil.
~xXx~
"Bodoh bodoh bodoh bodoh!"
"Brengsek, pasti sekarang mereka curiga padaku,"
"Argg, gawat. Kalau begini aku makin sulit membawa neechan pulang."
"ARRRGHHT"
Naruto meremas rambut pirang pendeknya pelan. Setelah melarikan diri dari insiden dibelakang halaman sekolah, Naruto lebih memilih untuk bersembunyi disalah satu bilik toilet pria disekolah barunya itu. Melupakan seragam siswi perempuan yang dibawanya masuk keruangan berbau khas laki-laki itu. Bagaimanapun toilet pria yang selalu sepi dari pengunjung itu membuatnya merasa lebih aman dari pada toilet siswi yang selalu diisi oleh cekikikan siswi-siswi nakal yang membolos pelajaran dengan bersembunyi disana.
Naruto merogoh kantung kecil di sisi rok pendeknya. Mengeluarkan ponsel flip miliknya. Mungkin dia bisa meminta tolong pada Deidara sekarang. Bagaimanapun juga mereka itu bersaudara. Mustahil Deidara membiarkannya kesulitan seperti ini sendiri.
"Sial, kenapa benda ini justru tidak berguna disaat seperti ini," Naruto mengumpat kesal pada ponsel flip tidak berdosa itu. Bagaimanapun juga ini semua kesalahannya karena lupa mengisi batrai ponselnya tadi malam. Membuat benda kecil serbaguna itu kehilangan fungsinya disaat genting seperti sekarang.
Naruto menatap lemas pada jam tangan orange kesayangannya. Jam tiga lewat limabelas menit. Berarti sekolah sudah bubar sejak satu jam yang lalu. Sekolah pasti sudah cukup sepi sekarang. Sepertinya cukup aman baginya untuk mengendap keluar dari kamar mandi lalu lari kearah gedung asrama yang terletak dua gedung dari gedung sekolah mereka. Setelah sampai dikamarnya, dia akan segera menelepon ayahnya dan memintanya mengirimkan wig baru untuknya. Karena dia tidak akan mungkin melanjutkan penyamarannya tanpa sebuah wig. Soal Sasuke dan Kabuto akan diurusnya nanti.
Naruto tersenyum lebar setelah selesai menyusun rencana dan strateginya. Tidak disangka disaat genting begini otaknya ternyata masih memiliki fungsi untuk berfikir.
Naruto mengendap keluar dari bilik salah satu toilet pria yang berada disudut ruangan bercat putih kebiruan itu. Untung saja toilet pria benar-benar sedang kosong sekarang. Naruto bergerak cepat kearah pintu utama toilet yang letaknya agak berjauhan dari bilik yang digunakannya untuk bersembunyi tadi.
Tinggal sedikit lagi Dan dia akan sampai pada pintu utama itu. Sampai pintu yang belum sempat disentuhnya itu terbuka sendiri dan menampakkan sosok yang sangat tidak ingin dijumpainya sekarang. Pemuda belasan tahun dengan rambut pantat ayam hitam kebiruannya. Benar-benar khas seorang…
"SASUKE!"
.
.
Tobecontinue~
Beginilah nasib fic yang dipaksakan nulisnya. Wuuaaa, kok makin buruk ya! Ako ngerjainnya nyicil, tiap pulang sekolah pasti selalu menyempatin ngetik, walopun cuman sedikit. Maaf ako gak bisa update kilat seperti requestsan minna-san. Fic ini harusnya uda bisa publish dari dua minggu yang lalu. Tapi berhubung pulsa modem habis trus flashdish satu-satunya alat yang bisa membawa lari fic ini untuk diupdate diwarnet lenyap. Jadilah tunggu si daddy isi pulsa modem dulu.
Oiya, buat chap depan kayaknya bakal makan waktu sekitar duamingguan lagi deh. Soalnya kamis depan sekolah ako bakal ngadain SPMD(study pengabdian masyarakat desa). Jadi selama 4 hari penuh ako bakal hidup didesa, tanpa listrik, tanpa hempon, tanpa tipi dan tanpa my lovely kompi tentunya. Pokoknya ako disana bakal ngerasain gimana hidup didaerah pelosok. Gimana bertani gimana beternak, jadi guru dadakan singkat cerita kayak yang dipelem pelem 'jika aku menjadi' itu haha, inti dari cerita panjang takberbobot ini, ako gak janji bisa update cepat buat chap depan. Doakan ako biar selamat dijalan dan bisa balik, comeback lagi to my hometown buat ngelanjutin fic abalabal cap banteng betina ini.
Oh iya, masalah review, TERIMAKASIH BANYAAAAK *ciumcium reviewers*
Haha, terharu masih ada yang perhatian buat ngereview fic ini. Pokoknya terimakasih banyak banyak banyak banyak banyak~~
Ini balesan buat para dermawan yang bersedia menyumbangkan review untuk fic dengan serba kekurangan ini.
Anata kiyoshi
Haha, makasih anata chan. Ini sudah updateloh~
Namikaze Sakura
Hy, semua pertanyaanmu udah kejawab dichap ini kan?
Ini sudah update, jgn lupa review lagiyaa
Philypishinki
Haha, paranormalya? Kok tahu sih~
Iyup, aku suka TEME belongs to DOBE!
Muthiamomogi
Mu imouto~ *hug*
Ini nee sudah update chap baru. Harus wajib kudu review ockeyy!
dieN Pribadi Uchiha Eishuu
ahaha, gomen eN, aku gatau kalo itu nama papamu. Kok kayak nama perempuan sih? #berlagak kayak nama papa sendiri gak kayak nama perempuan.
eN, kayaknya kamu emang punya bakat terselubung jadi paranormal deh, tebakannya bener!. Ayo kembangkan bakatmu #plak
zee rasetsu
haha, iya. Sasu tegaan.
Zee, maaf gakbisa updatekilat. Alasannya udah ako jabarin secara sistematis diatas #plak
Reita
Iyaa~ hihi komiknya memang OKE punya deh. Hehe
Review lagi~
Wi3nter
100 buat kamu. Tebakannya bener~ yeeey *nyodorin duit recehan*
Sudah update. Review lagi ya.
sizunT hanabi
tidak apa-apakok. Mau review aja, akako udah sujud syukur pada yang maha kuasa #plak.
Pertanyaanya udah kejawab semua dichap ini kan?
Ichiko yuuki
Haha, maaf tapi anda salah triaaaa~
Mck, ingat Teme itu cuman buat Dobe. Jadi si dei gaboleh sukak sama Teme.
Haha, itu yang nyebarin mas Kabuto simata empat.
Iya, buatmu aku update guntur dehhhh muuach #hueek cuuih
Sanao mikaru
Haha, tenang dichap ini Naruto udah ketahuan kok. Diakan Dobe, jadi pasti ketahuannya cepat #digilas Naruto.
Haha, itu istilah p.c.f.g nya akosukaaaa~
Mayyurie zala
Jiaaah, makanya belidoong yurie. Seruuuloh.
Disini gak sukak orang yang sama kok. Ako cuman gamau terlalu ngikut verssi komiknya. Nanti jadi plagiat dong. tapi pasti entar ada beberapa adegan di fic ini yang mirip sama dikomiknya. Pokoknya fic ini gak ngejiplak abis-abisan deh.
Michiyo
Makasih michiyo-chan. Ini sudah update
Pochi yuna
Makasihh *pelukpeluk* ahaha, jd makin semangat ngetik chap selanjutnya.
Ini sudah update. Gak kilat sih, tapi udah panjangkan? Hihi. Review lagii~
Rosanaru
Haha, bukan. Dei gak sukak sama sasu kok. Sasukan cuman buat Dobe seorang.
blackAquamarine
haha, bukankok senpai. Dei gak sukak sama sasu. Cuman kata-katanya kebetulan aja menjurus kesituu. Hehehe. Makasih sudah review~~
tsukiyomi hikari
di bleach pairingnya ichiruki. Haha, tapi udah lama banget gak main ke fandom itu lagi.
Pertanyaanya semua udah kejawabkan? Makasihyaa buat semangatnya!
Shiki raven-sakuraii
Makasih makasih makasih~ ako manggilnya shiki-chan ajayaa
Dei gaksuka sama sasu kok. Haha, enak banget sasunya. Dikejarkejar duopirang!
Sasunaruisthebest
Aduh, bukan kok. Dei gaksuka sama sasu. Calm down oke. Hihi
Riri chan
Naru udah ketahuankan di fic ini? Hehe.
Riri chan~ Fic ini sudah ufdateeeeee! Jdi review yaa~
Icha22madhen
Haha, 100 buat senpai~
Iya, itachi dongss. Haha, senpai punya bakat dalam ilmu keparanormalan ya? o.O
Arashi chika
Dipanjangin? Oke. Udah dipanjangin kok.
Dikasih scane romance? Aduh, sasunarukan baru kenal, jdi romancenya gak bisa banyak-banyak, paling ako selipin sedikitsedikit. Hehehe
Karin-a-Rin-ST
Membangkitkan gairah o.O?
Haha, ganti nama ni yeeeeee. Suit suit~
Aku manggilnya jadi ST aja yaa. Haha
Loveless sevensins
Haha, iya, abis kalau terlalu ngikutin komik ako jd plagiator dong!
Hehe
Makasih, ini sudah ufdate.
shiRan-chan
bukankok. Dei gasukak sama sasu. Entar enak banget sasunya disukai duopirangmanis.
Yuuchan no haru999
Sudah ufdateee. Hihi gomenne gak kilat. Lain kali ako usahain ufdate guntur!
Dallet no hebi
Dei masih suka sama si kriput kok. Tenang sajaaaa. Hehe
Makasih sudah review.
Takazawa kazuki
Haha, selamat harapan anda terkabul.
Cinta pertama dei bukan sasu kok. Tapi si kriput tampan sodara simesumayam. Kang itachi! Hihi
Chiraeru el zuwet
Benaaaaaar. Si kriputtampan itachi yang buat dei nangis. Ayo kita gebuk dia #plak.
Hehe, ako usahain ufdate cepat deh. Hihi
Alwayztora
Ini sudah lanjut. Jadi harus…harus…haruss…
REVIEW #plka-maksa-plak
.
.
*meriksa kolom review* yep, kayaknya semua udah dibalesin deh. Oke akhir kata makasih sangat buat orang-orang yang udah nyempatin dirinya buat review fic ini.
Anata kiyoshi
Namikaze Sakura
Philypishinki
Muthiamomogi
dieN Pribadi Uchiha Eishuu
zee rasetsu
Reita
Wi3nter
sizunT hanabi
Ichiko yuuki
Sanao mikaru
Mayyurie zala
Michiyo
Pochi yuna
Rosanaru
blackAquamarine
tsukiyomi hikari
Shiki raven-sakuraii
Sasunaruisthebest
Riri chan
Icha22madhen
Arashi chika
Karin-a-Rin-ST
Loveless sevensins
shiRan-chan
Yuuchan no haru999
Dallet no hebi
Takazawa kazuki
Chiraeru el zuwet
Alwayztora
Tanpa review dari kalian fic ini gak mungkin pernah update.
Your review is appreciated.
So give me one review please,
Tell me about story at the feed back.
Baybay!
