Jin Taehyung Story II ~3
BTS Story
Amui's Story
.
.
.
.
.
Bukannya sudah dibilang, Taehyung bukan seorang penguntit kan?
Taehyung hanya mengamati.
Karena, hanya itu yang bisa Taehyung lakukan.
.
.
Taehyung tersenyum, lagi. Karna Taehyung hanya bisa tersenyum.
..dan senyumannya itu untuk Jin, jadi, mengapa tidak?
Taehyung tidak bosan, taehyung tidak pernah bosan untuk mengamati Jin. Tidak akan pernah malah.
Taehyung senang mengamati tingkah laku Jin, meskipun tidak bersamanya.
Saat Jin merengkuh Jungkook, Taehyung hanya tersenyum.
Saat Jin mengecup Jungkook, Taehyung tersenyum.
Saat Jin mulai menggandeng Jungkook dan tertawa, sakali lagi Taehyung hanya tersenyum.
Saat Jin mulai berjongkok di depan Jungkook dan melamarnya, Taehyung...
Taehyung tersenyum, meskipun ia tidak sadar..
..bahwa satu air matanya terjatuh.
.
.
Taehyung hanya tidak mengerti. Kenapa tuhan menciptakan rasa cinta?
Taehyung tidak mengerti. Taehyung terlalu bodoh untuk menyimpulkan emosi serumit ini.
Ya, Taehyung memang Bodoh.
.
.
Taehyung tersenyum kembali.
Dia tidak menangis. Untuk apa dia menangis?
Apa menangis akan merubah semuanya?
Tidak.
.
Sejujurnya Taehyung benci.
Benci saat malam hari, saat dimana Jin mencium Jungkook di balkon Kamarnya.
Tapi Taehyung tersenyum dan hanya menutup jendela.
Taehyung memang tampak tidak peduli. Saat Jin dan Jungkook melewatinya, Jimin dan Suga hyung akan menghiburnya. Tapi Taehyung hanya tersenyum.
"Taehyung-ah, apa kau tidak merasakan... sakit?"
Sakit? Taehyung sudah sering merasakan sakit. Ah, mungkin karena Taehyung sering merasakan sakit, rasa sakit itu sudah tidak terasa lagi. Karna itu sangat sakit. Taehyung hanya tidak ingin merasakannya.
Dan Taehyung hanya bisa mengatakan, "Ah Aniya. Gwechana"
Selalu.
Kadang Taehyung akan tersenyum simpul dalam dekapan Suga hyung, dan Jimin akan mengumankan lelucon.
Itu hanya terkadang, jika sakit itu semakin menggerogotinya.
Tapi, Taehyung akan tersenyum keesokan harinya. Seperti tidak terjadi apa-apa.
Oh. Hati Taehyung sudah mati.
.
Sore harinya, taehyung akan duduk di Balkon. Memandang Jin yang sedang fokus pada Bukunya. Memotret seperti stalker.
Ah, Taehyung memang seorang Stalker.
Dan akan ada saat dimana, Jin melihat kearahnya. Pandangan mereka bertemu.
Meski hanya 2 detik. Taehyung merasa senang.
Sesederhananya kah Cinta Taehyung itu?
Tapi, mengapa begitu kuat?
.
.
Taehyung berusaha menyayangi orang yang menyayanginya.
Tapi ketika Taehyung menyayangi seseorang, dan tidak terbalas. Taehyung tidak apa-apa.
Karna dari awal Taehyung yang salah.
Dia tidak pernah mengatakannya.
Mengatakan Saranghae, atau semacamnya.
Taehyung Hanya mengamati.
Dan itu sudah membuat Taehyung senang.
Sederhana bukan, cinta seorang Kim Taehyung?
Dia tidak pernah berharap lebih untuk balasan perasaannya. Taehyung mencintainya dengan Tulus. Taehyung..
..bodoh.
Sangat bodoh Hinnga bahkan dia tidak menyadari Sesuatu.
Sesuatu yang penting didalam Hatinya.
.
.
Bagaimana Taehyung bisa mencintai orang lain, kalau dirinya bahkan..
..tidak mencintai dirinya sendiri?
Kenapa, Taehyung merasa sangat bodoh?
Apa Taehyung akan menyerah?
Tidak.
Taehyung membenci dirinya.
Taehyung membenci dirinya yang dengan gampangnya mencintai Jin.
Taehyung benci.
Taehyung benci merasakan sakit.
Oh. Taehyung merasa bodoh lagi.
.
.
Taehyung akan sangat senang ketika menunggu matahari tenggelam.
Dia akan bermimpi. Mimpi yang didalamnya hanya ada Dirinya, dan Jin. Hanya mereka.
Taehyung akan bangun keesokan paginya.
Berharap sebuah keajaiban. Berharap Mimpi itu menjadi kenyataan.
Tapi Taehyung tidak berharap lebih. Tidak boleh berharap lebih.
Taehyung akan mengikuti Takdirnya.
Dan Takdir-nya mengatakan, Jin hanya angannya.
Taehyung hanya tersenyum.
.
.
.
Bahkan Taehyung tidak tahu.
Kalau dia bisa menggambil Jalan Hidupnya sendiri, untuk mengubah Takdir.
.
.
.
TBC '-'
dengan tidak elitnya.
Uwaaa FF apa ini T.T
Maaf mengecewakan maaf sekali kalo ini Gajelas, maaf. Aku ga tau/?
Maaf karna otak Amu lagi kacau.
Amu Galau.
Oke Abaikan
Ini masih Amu TBC kan, karna sesuatu hal.
Min to Review? :3
