Jin Taehyung Story's III

BTS Story's

Amu-i's Story

.

.

.

Senyum Taehyung adalah segalanya.

.

.

"Open your Heart.."

.

.

"...And Shut Up.."

.

.

"..Your Pride"

.

.

.

Jin ingin mengeluh sekarang, terasa ada yang berubah.

.

Taehyung berjalan sendirian lagi, Kamera-nya bergelantung di leher. Taehyung ingin Mencari Object Photo-nya.

Kim Seok Jin.

Bukan mencari sebenarnya, tapi membuntuti.

Langkah senang Taehyung membentuk sebuah irama, hanya Hobby ini yang bisa membuatnya senang.
Taehyung sudah terlalu terporosok dalam lingkaran Kim Seok Jin. Terlalu dalam.

Jin mengenal Taehyung, dan Taehyung mengenal Jin. Mereka duduk dalam satu kelas yang sama di sekolah, tempat yang paling Taehyung senangi, tempat dimana Taehyung bisa dengan bebas Mengamati Jin, alih-alih guru.

"Tae-Taehyung-ah!"

Jimin berlari kearahnya, dengan ringisan andalannya.
"Sedang apa disini? Aku sedang menunggu hyung-ku, bagaimana kalau kita duduk?" Jimin dengan tidak sopan menyeret Taehyung pergi. Taehyung ingin memberontak, tapi Taehyung tau. Jimin peduli padanya.

Jimin tidak ingin Taehyung melihatnya, melihat Jin dengan Jungkook lagi.

Taehyung ingin berterimakasih padanya, berterima kasih karna sudah mencegah Luka baru bagi Taehyung.

.

.

"Tae-Taehyung-ah, ini Sepupu Yoongi, Hoseok. Jung Hoseok"

"Uh? Kim Taehyung"

.

.

"Dan kau hanya bisa tertawa diatas kesakitanku.. Ah memang lucu.. Pantas ditertawakan.. Teruslah tertawa karna hal ini memang begitu lucu... Lucu.. Teramat lucu.. Kuayunkan 1 langkah mundur untukmu.."

.

.

Hidup Taehyung setidaknya Sedikit-Agak-Berwarna setelah bertemu Dengn Namja bermarga Jung itu, dengan segala ke-Konyolan yang dia punya.

"Jung-Hyung!"

"Aihh~ Bocah kau ya! Panggil nama-ku dengan benar!"

Taehyung tertawa untuk ke-Dua-Kalinya dalam Sehari, bukan kah itu sebuah kemajuan yang pesat?

"Jja! Kalian cepat akrab, baguslah aku tidak perlu repot-repot memikirkan Taehyung-Patah-Hati lagi" celetuk Jimin.

Taehyung dengan gampangnya tersenyum sekarang, tidak ada lagi Taehyung yang pediam dengan wajah masam disana-sini. Jimin maupun Suga ikut gembira, tentu. Melihat Taehyung kembali tersenyum seperti dulu, sebelum ditinggal seorang Kim-Seok-Jin.

Hoseok cepat akrab dengan Taehyung, mereka sama-sama telah terperangkap. Terperangkap pada sakit hati, meski tidak ada yang tau Hati Hoseok sekarang. Tidak ada lagi.

"Jung-Hyung! Jung-Hyung!"

"Jjaaa! Jangan memanggilku begitu!"

.

.

.

"A-anyeong.."

Taehyung terbangun, suara bel-pintu rumahnya yang agak menggangu itu. Taehyung pikir itu Jimin-Atau-Hoseok yang datang mengganggu. Oh-tapi, semuanya pikirannya mendadak buyar. Kim Seok Jin ada di hadapannya sekarang.

"A-anyeong Taehyung-ah, maaf mengganggu Pagi Indah-mu. Aku hanya datang mengantarkan ini, maaf menggangu. Permisi"

-Dengan segala Pesonanya, Kim Seok Jin mampu membuat Taehyung kembali dalam ombang-ambing perasaannya kembali.

Taehyung hanya tersenyum, sedikit tersenyum lalu membuang Amplop yang Jin berikan ke tong sampah.

Amplop?

Tidak maksudnya,

Undangan Pernikahan.

.

.

"Tae-tae~ Ada apa?"

Taehyung tersenyum lebar. Senyum yang ia tunjukkan setelah Hoseok disini.

"Tae-tae-ah~ Yaaa"

Hoseok menjatuhkan jaketnya tepat di kepala Taehyung. "Jung-Hyung Pabo" Hoseok menghela napas. Dia sudah pasrah saja Taehyung menyiksanya.

"Ada apa? Tidak mau bercerita padaku?"

Taehyung terkekeh pelan, tangannya menekan tombol-tombol pada Kamera. "Hyung! Hyung! Lihat! Sunset disini bgus sekali, kau wajib pergi kesana! Aku tdak mau tahu!"

Hoseok terkekeh, "Jjaa~ Ah bukit ini! Ini kan tempat Resepsi SeokJin-ah besok!"

.

"Tae-tae? Gwechana?"

.

"Benar hyung? Ini tempat Resepsi Jungkookie dan SeokJin hyung? Waa Chukkae!"

.

Hoseok tahu, dari nada itu tersirah rasa sakit, Taehyung dengan Senyum Palsunya. Hoseok hanya mempu memeluk Namja rapuh itu, hanya bisa. Karna Hatinya berkata sesuatu.

"Ah, sangat sakit ya hyung"

.

.

.

.

.

TBC


HAI AMU BALIK '-')/

Maaf telat Update :'3 ada banyak masalah

Mind To Review?