JIMIN SUGA STORY '-')7
.

.

.

Jimin kesal akhir-akhir ini, keluhan sang-malaikat benar-benar membuatnya kesal.

.

.

"Aku rindu Nenek-ku~"

Tuh, kan.

lagi-lagi..

Entah apa lagi yang Yoongie gumankan. Jimin sudah Stres, sejak dua hari yang lalu Yoongi selalu mengeluh 'rindu'. Rindu dengan Ayahnya, Ibunya, temannya, neneknya, mungkin sebentar lagi mantannya -_-

"Yoongi-hyung, sebentar saja, diam ya. Ini di perpustakaan" Jimin merajuk, menghentikan liukan pensilnya dan menatap Yoongi was-was.

"Tidak suka Mendengarku berbicara? Jangan didengar! Tulikan saja telingamu!" Yoongi membentak, menghentakkan kakinya lalu melengos pergi.

"Yatuhan..."

.

.

"Jimin-ah~"

Yoongi buru-buru bergelayut dalam lengan Jimin saat melihat Jimin keluar kelas. "Hyung?" kaget sih iya, sangat malah. Yoongi yang galak berubah jadi Yoongi yang menjanya overdosis seperti ini. Ada yang salah sepertinya.

"Temani aku kerumah Kakak-ku~ Rinduu~" Jimin mendengus, merapat-kan jaketnya lalu mengangguk malas.

Toh jika di tolak juga Yoongi akan memaksa..

Kenapa Minggu ini tidak jauh dari kata Rindu?

Heol, Jimin cemburu.

.

.

Jimin mendudukkan dirinya didepan komputer, menghilangkan bosan mungkin.

Yoongi yang -menumpang- tidur pulas di Ranjangnya itu tidak kunjung bangun. Padahal sudah pukul 7 malam, Yoongi tidur sekitar 4 Jam dikamarnya.

Dan untungnya Jimin bisa menggendalikan diri, sebenarnya menahan sih.

"Ughh, J-jimin?" Yoongi terduduk. "Sudah bangun hyung?" Jimin berbalik, menatap Yoongi yang sudah tampak kacau itu.

Kemejanya kusut, kancing ke-5 nya terbuka, rambutnya acak-acakan, atau bahkan resleting celana jeans-nya yang turun, entah kenapa bisa.

Yang pasti itu memancing Jimin. Yeah, menggoda sekali.

"hyung, sebenarnya kau tidur atau bergulat?" Jimin terkekeh, menghampiri Yoongi lalu duduk ditepi Ranjang. "Hmnn" Yang malah, Yoongi tertidur kembali di paha Jimin.

Jimin tersenyum kecil, sedikit mebetulkan kemeja Yoongi, mengancingkan kemejanya, mengusap kepalanya.

"Hyung resletingmu-"

Plak.

"Ya-ya-ya! Berhenti di situ Jimin mesum!" Tangan Jimin yang sudah bersiap untuk menaikkan resleting Yoongi di tepis. "Mesum"

Jimin menggaruk tengkuknya. "niatku kan, baik hyung" cibirnya.

Hening berapa saat.

"Jimin-ah, aku rinduu.."

Nah kan mulai lagi. Jimin hendak bangkit-

"..Aku rindu saat diriku masih bayi.."

-jantungnya melocos.

"..dimana Ayah, Ibu,kakak, Kakek dan nenek berkumpul disatu atap yang sama.."

Yoongi meringkuk, masih pada posisi yang sama.

"Aku benar-benar Rindu pada masa-masa itu, Ibu yang selelu ada untukku, Ayah yang selalu menjagaku.."

Yoongi memejamkan matanya lagi.

"Aku rindu suapan Ibuku, pelukannya, Ciumannya, Bahkan aku rindu saat ibu memandikanku di musim panas.."

Yoongi menghela napas. "..tapi semuanya sudah tidak ada, aku kesepian.."

Jder.

Jimin menatap Yoongi, nanar. Beuh, jahat sekali Jimin!

"Ada aku hyung"

Jimin mengusap wajah Yoongi,

"Aku akan menjadi Ibumu, yang selalu merawatmu.. Aku akan menyuapimu, aku akan memelukmu, aku akan mencium-mu, sungguh, aku bahkan akan memandikanmu hyung"

Senyum kemenangan terpampang jelas di ajah Jimin.

Oh gagal deh romantisnya.

"PARK JIMIN MESUM"

.

.

.

.

.


FF APA INI ;A:

Teriakasih udah membaca FF ini ;A; Super gaje yatuhan/?

Buntung sih otaknya, mau publish ini susah publis itu susah yaudah akhirnya publis ini ;A;

FF yg lain lain bakal nyusul kok tenang ;A; Amu lagi DEPRESI JADINYA NGANU ;a;

Oke makasih salam ganteng ;A;