Aahhh… akhirnya dapet ide juga gimana selanjutnya. Jujur gw saat ini lagi gak ada mood nulis yang sangat gede kayak dulu-dulu, jadi ide slalu mentok and tulisan gw rasanya kurang berbobot gitu. Crita ini kira-kira bakalan gak nyampe 10 chapter, atau bisa saja lebih. Nah, selamat menikmati!

Disclaimer : See the previous chapter.

Cerita sebelumnya :

Shinichi menghilang! Kenapa bisa begitu? Dan apa sebenarnya topi itu....


Devil Fruit

BRUGH!!

Shinichi terjatuh di sebuah ruangan yang gelap. Meringis sebentar, dia terbangun dan melihat ke sekeliling. Tampaknya ruangan ini lebih mirip atrium di kastil-kastil besar. Langit-langitnya menjulang tinggi, ada banyak jendela besar di sekeliling, cahaya yang ada hanya berasal dari lampu-lampu kecil di dinding, membuat suasana remang-remang. Topi jeraminya masih melekat di kepalanya.

Dia akan berjalan sebentar ketika tiba-tiba lampu di ruangan itu serentak menyala, membuat cahaya silau mendadak. Dia segera menaruh tangan di depan matanya, berusaha menghalangi cahaya yang terlalu banyak.

"Wah wah wah, tampaknya ada orang pemberani lagi yang mau menerima tantangan ini," sahut suara dari belakang diiringi tepuk tangan.

Shinichi berputar ke belakang, melihat siapa orang itu. Seorang wanita berambut hitam panjang dengan bunga di samping kirinya, memakai gaun ketat yang menjulai sampai ke bawah lutut berwarna serba hitam. Di bahu wanita itu ada bakpau hitam – atau setidaknya di mata Shinichi.

Dia langsung memborbardir wanita itu dengan berbagai pertanyaan. "Siapa kau? Kenapa aku ada di sini? Tempat apa ini? Dan apa itu yang ada di ba-"

"Tenanglah Shinichi Kudo, detektif SMU terkenal dari Kanto, Holmes jaman Heisei, penyelamat kepolisian Beika," kata wanita itu dengan suara halus.

Shinichi terkejut. 'Bagaimana dia bisa tahu tentangku?' tanyanya.

Wanita itu tersenyum menyeringai dan melanjutkan, "Ah, kau pasti bertanya kenapa aku bisa tahu tentangmu, padahal kita baru saja bertemu. Yah, tentu saja aku tahu, tapi kita lewatkan dulu hal ini."

"Pertama izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Yuko. Aku seorang penyihir," alis Shinichi terangkat mendengar hal ini, dahinya mengerut, "lebih tepatnya penyihir dimensi. Akulah pemilik topi itu," katanya sambil menujuk topi jerami, "dan aku juga yang membawamu ke sini. Kau sekarang ada di kediamanku, tepatnya di ruang sihirku. Dan ini," dia memegang 'bakpau' di bahunya, "adalah Larg, tapi panggil saja Mokona. Dia memiliki kembaran yang berwarna putih bernama Soel, juga dipanggil Mokona."

A/N : Sekadar informasi buat yang nggak tau, Yuko tuh muncul di manga karangan CLAMP, Cardcaptor Sakura n Tsubasa Reservoir Chronicle.

Shinichi hanya terbengong mendengar penjelasan Yuko, matanya melebar, mulutnya menganga. 'Belum pernah aku mendengar omong kosong seperti ini,' batinnya.

Akhirnya dia berhenti bengong dan bertanya, "Er…kau belum menjawab pertanyaanku, Yuko-san. Kenapa aku bisa ada di sini?"

"Kau belum membaca tulisan yang ada di topi itu?" tanya Yuko heran. "Bukankah kau sendiri yang menerima tantangan itu, jadi seharusnya kau tahu dengan otak jeniusmu itu."

"Itulah yang ingin aku tahu, kenapa kau mengirimu ke sini!?" teriak Shinichi, kelewat sabaran.

Yuko tersenyum kecil, lalu menjawab, "Benar juga, aku belum bilang. Kau akan mengikuti sebuah permainan yang akan seru." Jawaban yang simpel.

"Dan permainan apa itu?" balas Shinichi, kebingungan dan ingin tahu.

"Singkatnya," timpal Yuko, dan Shinichi tahu, itu berarti penjelasan yang panjang, "kau akan kubawa ke jaman yang menegangkan. Era bajak laut. Era di mana bajak laut menguasai samudera. Kau harus bertahan di sana jika kau mau kembali ke kota asalmu, yang berarti mungkin kau harus bertarung dengan berbagai macam musuh yang kuat. Misimu adalah menemukan harta terpendam yang bernama One Piece. Jika kau menemukannya, kau akan menang. Tidak ada batasan waktu dalam game ini."

"Kedengaran seperti cerita dongeng." kata Shinichi. "Aku lebih baik pulang saja."

"Kemana?" tanya Yuko. "Kau tidak bisa balik dengan caramu sendiri. Ikuti permainan ini, dan aku akan mengirimumu pulang."

"Dan aku tidak berminat mengikuti permainanmu itu!" teriak Shinichi keras, sampai-sampai kaca jendela hampir bergetar. "Kau kira siapa kau, berani memerintahku seenaknya?"

"Kau mirip sekali dengan pendekar ninja hitam (Kurogane) itu, keras kepala." kata Yuko tenang. Dia mendekat ke arah Shinichi, jarinya ditujuk ke dadanya. "Kau boleh tidak mengikuti permainan ini, dan untungnya kau juga ada di Tokyo tapi yang berbeda dengan kotamu. Kau bisa memulai hidup baru di sini jika kau bisa, atau menjadi pelayanku selamanya, jika kau mau," ancam Yuko dengan nada sinis.

Mendengar ancaman itu, Shinichi hanya bisa membatu. 'Tampaknya tidak ada pilihan lain. Aku harus meladeni permainan wanita sialan ini.' Dalam hati, Yuko terlihat bagi Shinichi seperti kawanan BO, sama-sama serba hitam dan jahat. "Baiklah, aku ikut. Katakan, apa yang harus kulakukan."

Yuko tersenyum lagi tahu bahwa dia menang. Dia menjentikkan jarinya, dan dari mulut Mokona hitam keluar setumpuk kartu – Shinichi terkejut melihat hal ini. "Nah, sekarang pilihlah kartu yang kau mau, dan jangan dilihat." kata Yuko, menyodorkan tumpukan karu yang tertelungkup.

Shinichi langsung mengambil kartu sembarangan. Jelas dia ingin cepat-cepat balik ke rumahnya. 'Setelah terkurung hampir 6 bulan menjadi Conan Edogawa, sekarang aku harus menghilang lagi? Hebat!'

Dia menyerahkan kartu pilihannya ke Yuko. Melihat kartu pilihan Shinichi, Yuko hanya bisa tersenyum. "Kartu yang bagus," timpalnya, "bukan yang terbaik sih – malah aneh – tapi kurasa cukup untuk menolongmu."

Dia menjentikkan jarinya lagi, membuat kartu itu berubah menjadi buah dengan corak spiral yang aneh. Dilemparnya buah itu ke Shinichi. "Makanlah," tawarnya.

Shinichi melihat buah di tangannya dengan ragu-ragu. "Er…ini bukan racun, kan?" tanyanya bego.

"Tentu saja bukan, baka." cemooh Yuko, "Buah itu adalah buah iblis. Buah itu akan memberimu kekuatan super, tapi sebagai gantinya kau tidak akan bisa berenang."

Setelah diam beberapa saat, Shinichi memutuskan untuk memakannya juga. Rasanya…

"UGH!" Shinichi langsung merasa mual begitu baru menelan buah itu. Seperti memakan buah busuk. "Kau menipuku!" teriaknya marah.

Yuko hanya tertawa keras melihat reaksi Shinichi. "Kau seharusnya melihat wajahmu ketika kau memakan buah itu, Kudo-tantei." kata Yuko dengan senang, membuat muka Shinichi memerah karena malu.

"Efek dari buah itu akan terasa dalam beberapa menit lagi." sambung Yuko, berhenti ketawa, sementara Shinichi menahan agar tidak muntah karena buah itu. "Nikmatilah perjalananmu dan kekuatanmu." Lalu dia menaruh Mokona di tangannya, menghadap Shinichi.

"Oh ya, ada beberapa hal yang ingin kukatakan sebelum kau pergi." lanjut Yuko, "Pertama, karena itu era bajak laut, jadi kau juga harus menjadi bajak laut untuk menyelesaikan permainan ini. Karena kau akan melalui banyak pulau, kau akan butuh kapal dan kru. Tapi tenang saja, aku sudah mempersiapkannya."

"Yang kedua, mengenai krumu, kurasa kau akan merasa nyaman dengan mereka. Akan ada beberapa orang yang mirip dengan orang-orang yang kau kenal di duniamu tapi berkpribadian berbeda. Beberapa di antara mereka akan menjadi krumu. Jadi, jangan pilih orang selain mereka, dan ajaklah mereka untuk ikut bersamamu, sebab merekalah yang kau paling butuhkan nanti."

"Yang ketiga," sementara Yuko berbicara, mulut Mokona hitam mulai membuka, "topi jerami itu adalah penghubung antara kau dan duniamu. Jika topi jerami itu hilang atau rusak berat, kau tidak akan bisa kembali kecuali kau menemukannya kembali atau memperbaikinya seperti sediakala. Selamat menikmati perjalananmu, Kudo-tantei."

Sontak Shinichi ditarik ke dalam mulut Mokona hitam. "Tunggu, kita belum selesai bicara…" tapi dia keburu ditelan oleh Mokona.

Yuko melirik sebentar ke tempat tadi Shinichi berada, dan bergumam, "Kita lihat sejauh mana kau bisa melewatinya, tantei-san. Terakhir kali seseorang mencobanya, dia butuh waktu setahun untuk menyelesaikannya…"

to be continued…


Akhinya selesai juga! Menurutku chapter ini bukanlah yang terbaik, mengingat pendek sih. Tapi di chap selanjutnya petualangan akan dimulai, dan akan kubuat panjang!

Cerita ini agak aneh? Terserah kau saja.

Please review ya. Kritik saran n sodaranya gw trima koq.

Cerita selanjutnya :

Shinichi memulai petualangannya di era bajak laut, namun sebelumnya dia harus mencari nakama dulu. Bisakah?