-Because Tomorrow Comes-

a YunJae fanfiction...

©Chii_Cassiopeia

Pairing : YunJae, Slight!MinJae, ChangKyu, dll

Genre : Fluff-Romance

Rate :

Length : 2/

WARN! Out of Characters, alur kurang jelas(?), garing, Yaoi that Contained BOY X BOY, and probably contained some mature scenes

a remake again from manga by Amano-sensei..

Hope u like it, Readers... ^^

a/n :: Sebelumnya, author minta maaf karena chap sebelumnya banyak banget typos, soalnya itu buru2 banget, belum sempet editing ._.

tapi buat kedepannya author berusaha lebih teliti lagi...

dan ini replies review kalian... ^^

_Aoi Ko Mamoru_

ini lanjutannya, moga gg bosen baca.. ^^

_Js-ie_

hehe.. aneh ? silakan dibaca lanjutannya aja deh yah.. dozo~

_NaraYuuki_

jawabannya belum di chapter ini sih, tapi keep reading yah, moga gg ngebosenin.. ^^

_loupeu_

whoaa~ chingu tau yah..? :D

iya, aku remake dari komik itu..

maksudnya remake/translate ? *puterotak* komik ini remake dari sana, tapi banyak yang ditambah..

gomawo sarannya, chingu~ ^^

_Irengiovanny_

hehe.. gomawo udh mau baca.. ^^

ini dilanjut kok..

_Luckies Luck_

hoho.. iyah, jealous mungkin... sana ambil Kyu, biar Min balik padaku.. . /dibom/

oke, diusahain Changkyu-nya dibanyakin deh, apasih yg gg buat dongsaeng kku ini :*

_lailajaejoong7_

jawabannya di chap ini dan berikutnya.. keep reading and review ne ? gomawo ^^

dan readers yg udh sempetin baca.. gomawo :*

/kecupkecup/

ok, silahkan nikmati chap ini..

douzoo~

"Semua hal ini menguji dan membuatku sadar bahwa hanya kau yang ku inginkan..."

.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ

.

.

.

.

.

.

.

.

.

_OooYunJaeooO_

Jaejoong terbaring diatas ranjang salah satu kamar di rumah sakit itu...

Heechul bersyukur, adiknya hanya pingsan karena kelelahan...

seorang dokter muda tampak sedang memeriksa hasil-hasil rontgen milik Jaejoong...

"aku yang salah, tak mengingatkannya dulu bahwa aku noona-nya... ia pasti bingung..."

Heechul hendak membuka pintu...

"pastikan kau melakukannya lain kali... setelah adikmu bangun, aku akan sedikit melakukan therapy..."

ujar dokter ber-nametag 'Tan Hankyung' itu...

Heechul hanya mengangguk paham...

.

.

.

"geurae... gambar ketujuh.. siapa dia ?"

tanya Hankyung pada Jaejoong yang duduk di hadapannya..

Jaejoong mengira-ngira...

"kau sangat mengenalnya.. dia baru mengalami kecelakaan sebulan yang lalu di kawasan pertokoan apgujeong..."

Jaejoong bereaksi mendengar clue itu..

"itu... aku..."

.

.

.

Jaejoong menatap jam...

"noona belum Pulang juga.." keluhnya...

takk~

takk~

Jaejoong menoleh karena mendengar suara aneh dari luar...

ia pun memastikan..

"Boo~ aku disini.."

Jaejoong mencari sumber suara, yang ia tahu milik siapa-dari panggilan 'boo' itu-...

"Yun ?"

"Yo~" Yunho tersenyum manis..

"kau ? ada apa..?"

"hehe.. tidak bolehkah ? ohya, noona-mu ?"

"Heechul noona Pulang terlambat malam ini..."

Jaejoong pun mengajak Yunho masuk...

"aku ingin memberikan ini..."

Yunho mengulurkan tangannya...

menunjukkan miniatur gajah imut...

"omoo~"

Jaejoong terlihat excited ketika melihat hadiah kecil dari Yunho...

ia tertawa sambil mengamati hewan kesukaanya itu..

"aa~ neomu kyeopta~"

sementara Yunho menatap penuh minat pada ekspresi Jaejoong yang menurutnya lebih 'imut' dari siapapun atau apapun juga...

"ah, andai aku punya uang lebih.. akan kubelikan gajah asli untukmu..."

Jaejoong tersenyum simpul...

"hadiah kecil ini saja sudah sangat berharga, Yun..."

Yunho tersenyum mendengar itu...

'aku tahu kau selalu begitu, Jae... jika dihari kecelakaan itu kau tak selamat, sungguh aku tak yakin mampu bertahan..'

batinnya..

"apa itu begitu cantik sampai kau terus melihatnya ?" tanya Yunho penasaran.

"ani, aku justru menyukainya karena ini darimu, Yun..."

Yunho gemas melihat Jaejoong yang begini imut...

"Jae..."

panggil Yunho lembut..

Jaejoong yang menoleh, sempat kaget melihat Yunho yang begitu dekat..

tapi kemudian ia mengerti...

ia membiarkan Yunho menarik tengkuknya untuk menyatukan manis itu...

mencium bibir Jaejoong dengan penuh hati-hati...

namun pelan, berubah menjadi lumatan manis yang teratur...

dan Jaejoong menikmati sentuhan penuh euforia yang selalu Yunho berikan padanya...

"Yuhnnn~"

Jaejoong melingkarkan lengannya di leher Yunho, menyatukan hangat tubuh mereka...

mereka larut dalam kehangatan hingga lupa..

"Apa yang kalian lakukan...!"

Yunho dan Jaejoong sontak melepas ciuman mereka...

kaget luar biasa ketika mendapati Kim Heechul berdiri menatap garang pada dua namja di depannya...

tangannya terkepal erat menandakan marah yang siap diluapkan...

"tidak tahu malu..! singkirkan tanganmu dari Joongie...! kau juga, Joongie.. sudah kubilang lupakan dia.. menyingkir..!" Heechul menarik lengan Jaejoong..

"pergi dari sini..! Joongie lebih baik tanpamu.. Changmin lebih pantas untuk Joongie..."

Yunho tercekat..

lalu tersenyum sinis..

"hoo.. tapi maaf saja kakak ipar-ku yang cantik.. Jaejoongie lebih memilih aku dibandingnya kan ? seperti yang kakak ipar lihat sendiri..." jawab Yunho penuh keyakinan...

"kau..."

PLAKK~~

"noona...!"

sebuah tamparan melayang ke pipi Yunho...

gigi Heechul bergemeletuk tanda bahwa ia benar-benar marah...

Yunho sendiri mengusap pipi kirinya..

"aku akan sangat senang jika penyakit Jaejoong ini membuatnya melupakanmu... hanya melupakanmu, Jung Yunho..!" gertak Heechul

"noona..!" jerit Jaejoong lagi..

Yunho yang sempat mengernyit akhirnya menatap Jaejoong..

tatapan meminta jawaban...

"Joongie.. menjauh darinya.. dia tak pantas untukmu..." ucap Heechul lagi..

"aniyoo, noona.. kumohon, aku harus bicara dengan Yunho..." pinta Jaejoong...

Heechul mendengus "10 menit, dan ini yang terakhir... akhiri hubungan kalian..."

dan ia melangkah menjauh...

.

.

.

"Yun.. kumohon dengarkan aku dulu..."

Jaejoong menarik lengan kaus Yunho, sementara namja itu menatap kearah lain, tak sedikitpun ingin melihat. Jaejoong...

"maafkan aku, Yun.. aku sengaja tidak memberitahumu, aku takut kau akan menjauhiku... aku takut..." lirihnya sendu..

kini ia justru menyesal menyembunyikan hal ini, jika ia tahu reaksi ini yang akan ia terima dari Yunho...

"pabo..." desis Yunho masih dalam posisi semula, tak menatap Jaejoong...

"apa gunanya 1 tahun hubungan kita..? kau justru menyembunyikan ini dariku..? apa perasaanku sedangkal itu.. jadi kau takut untuk mengatakannya..?"

kali ini, Yunho menoleh.. mata musangnya menatap langsung ke dalam mata bulat Jaejoong...

"Yun ?"

Grepp~

"aku tidak mungkin menjauhimu, bodoh.. kau lebih berharga dari apapun juga..." Yunho memeluk erat tubuh itu..

mencoba melenyapkan khawatir masing-masing..

Jaejoong sempat tercenung mendengar itu...

namun setitik butir bening jatuh meluncur di pipi putihnya...

'ani, Yun... kau tidak tahu, aku banyak melukaimu.. kenapa masih sebaik ini ? aku bahkan pernah mengkhianatimu, Yun...'

batinnya kacau..

tamgannya bergerak pelan merengkuh punggung Yunho..

"aku akan terus disini, jadi jangan takut, ne ?"

Yunho melepas pelukannya kemudian mengusap kristal yang sempat tumpah dari mata Jaejoong...

"10 menit sudah habis.. keluar dari rumah ini..." usir Heechul sedikit halus..

Yunho pun beranjak..

"ok, aku Pulang dulu, Boo~"

Chupp~

"mimpikan aku ne ?" bisiknya setelah mencium pipi Jaejoong...

"kau..!"

"ne.. ne.. aku Pulang... gomawo, kakak iparku yang cantik..." godanya sebelum benar-benar menghilang dibalik pintu...

"bocah kurang ajar...!" pekik Heechul...

.

.

.

.

.

.

.

_OooYunJaeooO_

Kyuhyun memperlambat gerak kakinya ketika ekor matanya menangkap sosok yang paling tidak ingin ia lihat...

"Kyu ?" panggill Ryeowook..

Kyuhyun masih menatap sosok Kim Jaejoong yang berjalan bersama Junsu..

saat kemudian...

"Oii~ aku ikut ne ?"

Kyuhyun terbelalak mengetahui namja yang menghampiri Jaejoong itu adalah kekasihnya..

Shim Changmin...

Kyuhyun menatap sinis pada kepergian mereka...

'ternyata benar.. dia yang disukai Changmin selama ini..'

tatapan itu menyiratkan benci yang begitu dalam...

"Kim Jaejoong..." desis Kyuhyun bahaya...

.

.

.

Perpustakaan terlihat lengang..

Jaejoong sibuk memilih buku di sebuah rak dipojok kini..

disampingnya ada Changmin yang bersandar pada rak itu sambil memegang bukunya...

"jadi, sebenarnya apa penyakit itu sungguhan, hyung...?"

tanya Changmin mendekat.

gerak Jaejoong terhenti...

ia terdiam...

"aku mengenalmu sejak kecil, dan kurasa penyakit itu sama sekali tidak cocok untukmu yang periang... katakan yang sejujurnya, hyung.."

Jaejoong tersenyum getir..

lalu menghela nafas berat...

"Jadi, apa maksudmu aku aneh, Changminnie..?"

ia menoleh, menatap Changmin yang notabene jauh lebih tinggi darinya...

"sebenarnya aku bahkan tidak tahu kalau sejak tadi yang disampingku itu adalah kau, Changminnie.."

desahnya sedikit terdengar kepenatan..

Changmin menatap serius..

"geureom ? darimana hyung... "

"kau bilang kau mengenalku sejak kecil... sahabatku sejak kecil hanya kau, Shim Changmin..."

Changmin menatap ragu...

"membingungkan ..? aku juga lelah dengan keadaan ini.." ucap namja cantik itu sendu, sebelum akhirnya ia bergegas pergi meninggalkan Changmin...

sendu, Jaejoong berjalan tak tentu setelah meninggalkan perpustakaan...

ia merasa takut, karena kini bahkan Changmin sudah menganggapnya aneh...

'Yun.. dimana kau ?'

hati kecilnya yang begitu sakit terus meneriakan nama Yunho, meski ia tak bisa menemukan namja itu diantara orang-orang sekitarnya...

'aku membutuhkanmu, Yun…!'
.

.

.

.

.

.

Yunho terhenti dari aktifitasnya-memukuli berandalan sekolah- saat ia merasa mendengar suara Jaejoong yang memanggilnya..

"Jaejoongie ?" lirihnya sambil mengernyitkan dahi..

"a-ampun Jung Yunho, maafkan nyawaku.."

perhatian namja tampan itu kembali tersita saat sosok yang hendak dihajarnya kembali berujar…
'hohoho, tidak semudah itu… kau harus menerima ini…."

DUAKKH~

satu tinju melayang mulus ke wajah berandalan itu, Yunho pun tersenyum puas..

Namun tiba-tiba temannya, Park Yoochun, menghampiri dengan raut tak biasa dan terlihat sangat terburu-buru..

"Yunho-yah..!" ia mengatur nafasnya sesaat sebelum membicarakan hal penting itu..

"Jaejooong… Jaejoong-mu dan Cho Kyuhyun bertengkar Jaejoong jatuh dari tangga, sekarang dia ada di ruang kesehatan.."

dan, bagai disambar petir di siang hari, Yunho terbelalak.. tanpa berpikir apapun lagi, ia segera pergi…

Berlari sekuat tenaga menuju tempat Jaejoong…

Tempat malaikatnya berada saat ini…

.

..

.

.

.

BRAKK~

Pintu ruang kesehatan dibuka kasar oleh Yunho, menampakkan sosok kekasihnya yang terduduk diatas salah satu ranjang..

Dapat ia lihat dahi dan tangan kiri kekasihnya itu dibalut perban…

Yunho melotot horror..

"n-nuguseyo..?" lirih Jaejoong menatap Yunho.

Yunho mendekati Jaejoong, meletakkan telapak tangan kanannya diatas kepala namja cantik itu..
"syukurlah kau tidak apa-apa… ini aku, Yunho.."

Jaejoong terdiam sesaat mendengar ucapan orang di hadapannya ini

"Yu-Yunho ? kaukah itu, Yun ? hikss…" tanpa ba-bi-bu lagi, Kim Jaejoong segera memeluk pinggang Yunho yang sedang berdiri di samping ranjangnya..

Tangan Yunho pun memeluk erat punggung kekasihnya itu

"hikss… aku takut Yun.. hikss.. sejak tadi aku mencarimu… tapi aku malah betemu dengannya.."
isak Jaejoong pilu. Demi apapun, Yunho tak akan mengampuni orang yang telah membuat Jaejoong-nya menjadi seperti ini…

"Cho Kyuhyun.. dia yang melakukan ini ?"

Jaejoong mengangguk samar di pelukannya

"awalnya aku juga tidak yahu, saat sedang mencarimu dia menatapku penuh kebencian.. aku baru tahu itu Kyuhyun saat yang lain meneriakkan namannya ketika ia mendorongku.."

Gigi Yunho bergemeletuk, ingin rasanya saat ini juga ia menghampiri Cho itu…

"ini semua gara-gara si brengsek Shim itu… kalau dia tidak menyukaimu semua tidak akan menjadi seperti ini.." desis Yunho.

"anii.. aniiya.." Jaejoong menggeleng.

Namja cantik itu melepas pelukannya dan menatap Yunho.

"bukan sepenuhnya salah Changmin, Yun… aku.. aku juga salah…" ia menggenggam erat tangan kanan Yunho.

Membuat namja sipit itu menatap bingung pada kekasihnya.

"apa maksudmu, Boo..?"

Jaejoong masih terisak sendu..

.

.

.

"a-aku.. aku pernah menyukai Changmin.. aku menyukainya saat itu…"

TBC

Mian for all typos

Masih adakah yand mau baca ff saya ? '.')/

Masih sudikah readers mereview..? ^^

Last..

Gomawo..