Akhirnya bisa nulis juga! Chapter ini udah fujo bikin setelah ngetik yang pertama, tapi karena kayaknya masih ada yang ngeganjel-?- jadi fujo tahan dulu dan fic in juga udah beberapa kali dirombak tapi tetep aja ancur T^T .

kalau masih mau baca fic aneh yang ceritanya sangat dipaksakan ini ya silahkan.

Balesan review yang gak login ada di paling akhir!

inspirasi fic ini dari fic Straight karya Argi Kartika 'KoNan' judulnya 'Ecstasy'.

Anggap aja BL udah diterima dijepang dan dunia!

WARNING: Sho-ai, OOC,AU,Gaje,Garing,Typo super banyak, Alur kecepetan dan kawan-kawan

Don't like, Don't read!

Disclaimer: Naruto Selamanya punya Masashi Khisimoto!

Ecstasy punya Argi Kartika 'KoNan'

Pair: ItaNaru, SasuNaru

XXX

-Fate-

Chapter 2

Sontak Sasuke membelalakkan matanya, Melihat seseorang yang sangat dikenalnya. Pemuda yang telah menjadi kekasihnya selama hampir tiga tahun ini. Yah, meskipun sekarang status mereka sekarang 'mantan kekasih'. Naruto menggunakan kemeja orange dengan jas berwarna putih bersanding dengan Itachi yang menggunakan kemeja biru dan jas hitam. Tampak serasi. Senyum tak lepas dari wajah tampan Itachi. Tanpa mengetahui perasaan adiknya yang kini hancur berkeping-keping. Rasa sakit menyebar dalam hati Sasuke membuatnya sesak dan sulit bernapas. Melihat kakaknya yang paling ia sanyangi berdampingan dengan orang yang paling dicintainya.

Ia tak mengerti kenapa jadi begini. Kenapa Naruto? Kenapa Itachi?

Sasuke tak lagi memfokuskan perhatiannya kedepan. Dimana Itachi sedang menyematkan cincin emas putih tanpa mata ke jari manis Naruto dan sebaliknya. Sasuke sibuk dengan pikirannya sendiri. Dunianya sibuk mengutuki Naruto, Mengutuki Itachi, mengutuk keluarganya dan keluarga Naruto yang mengadakan perjodohan ini, mengutuki tuhan yang memberi takdir seperti ini, mengutuki para undangan yang seakan sedang menertawakannya, mengutuki apapun yang bisa dikutuki.

Dia sakit hati pada Naruto yang meninggalkan dirinya demi kakaknya.

'Apa maksud Naruto mempermainkan aku seperti ini, Naruto sialan!'

Pandangan Sasuke tak fokus, ia tak menyadari Itachi dan Naruto berjalan kearahnya sampai..

PLOK!

Itachi menepuk punggung Sasuke pelan. Menyadarkan Sasuke untuk kembali kedunia nyata.

"Hai Otouto, kenalkan ini Naruto. Kau ingin bertemu dengannya kan?" Senyum itachi belum juga hilang dari bibir tipis Itachi. Sepertinya ia begitu bahagia bahagia bertunangan dengan Naruto. Dan ini membuat Perasaan Sasuke semakin sakit. Karena tahu, ia tak mungkin tega merebut Naruto dari Itachi.

Naruto memandang takut-takut kearah Sasuke. Ia merasa sedih dan amat sangat merasa bersalah pada Sasuke. Kalau bukan karena Itachi yang memaksanya menyapa Sasuke ,ia mungkin lebih memilih menghindari pemuda itu. Meskipun memang banyak sekali yang harus di jelaskan kepada Sasuke. Namun ia sendiri bingung harus menjelaskan dari mana. Ia tak tahu apa-apa soal perjodohan ini. Ia bahkan tak tahu laki-laki yang yang menjadi suaminya adalah Itachi, Kakak Sasuke. Selama pacaran dengan Sasuke, Naruto memang belum pernah bertemu secara langsung. Hanya tahu dari foto dan cerita Sasuke saja. Perjodohan ini semuanya diatur keluarganya yang sering bolak-balik keluar negeri. Yang ia tahu, ia akan di jodohkan dengan pathner bis-

Lamunan Naruto terpotong saat mendengar suara dingin nan sinis keluar dari bibir Sasuke.

"Ku pikir siapa, ternyata si Dobe"

"Dobe? " itachi menaikan alisnya tak mengerti dengan panggilan adiknya pada tunangannya.

"Kau tak seharusnya bersamanya," setelah berkata seperti itu, Sasuke langsung melangkahkan kakinya meninggal Itachi yang memanggil-manggil namanya dan Narutu yang trtunduk sedih. Dalam hatinya ia pun merasakan sakit yang sama dengan yanga dirasakan Sasuke.

XXX

Minggu yang cerah, suhu terasa hangat karena sudah memasuki musim semi. Sasuke minggu tenangnya dengan bersantai didepan televisi yang sebenarnya kurang di sukainya, tapi karena tidak ada hal lain yang dapat dilakukannya dan tak ada buku baru yang bisa dibacanya jadi ia menonton televisi dengan sesekali myuput jus tomatnya. Ibunya sedang berbelanja ke supermarket ditemani ayahnya, kakaknya ada didalam kamarnya entah sedang melakukan apa.

Ketika akan mengganti chanel televisi, telinganya mendengar sura bel rumahnya ditekan seseorang.

TING-TONG... TING-TONG...

"Sebentar," dengan malas ia beranjak dari duduknya melangkah perlahan ke pintu depan. Matanya membelalak terkejut meski tak terlihat ia masih memasang wajah stoic khas uchihanya.

"Naruto.."

Seketika tubuh Naruto langsung kaku melihat pemuda yang membukakannya pintu.

Ini memang pertama kali Naruto datang kerumah Sasuke,dan bukan pertama kali pula Sasuke membuka pintu rumahnya untuk Naruto, tapi kali ini berbeda.

"Sa-Sasuke..." ucapnya kelu.

Onyx dan sapphire bertemu.

Onyx yang biasanya terlihat bercahaya dan hangat ketika bertatapan dengannya kini terlihat kelam, sangat kelam dan dingin menusuk. Seakan menarik Naruto ke dala kegelapan malam yang abadi.

"Apa mau mu?" Sasuke nenatap sinis Naruto menaha gejolak yang entah yang ...Entahlah. ia sendiri pun tak mengerti rasa sakit, pedih, sedih, marah, kesal,dan rindu berbaur menjadi satu saat menatap langit dimata pujaan hatinya.

"A-anu...A-aku..." bibir Naruto masih terasa berat untuk berucap apalagi jika ditatap dengan tatapan yang begitu dingin. Hatinya sakit menatap mata itu. Ia merasa sangat bersalah.

"Akh, kau sudah datang Naru-chan," kata-kata riang Itachi menyela pecakapan kecil antar mantan kekasih itu.

Sasuke melirik kakaknya yang tampak sudah siap bepergian dengan kemeja ungu kebiruan berlengan panjang yang di gulung sampai siku dengan celana satin hitam. Mata Sasuke beralih ke Naruto di lihatnya pemuda itu mengenakan kaos putih dengan kemeja orange yang tidak di kancing dengan celana jeans biru navi.

"Kalian akan kencan," itu lebih seperti pernyataan dari pada pertanyaan.

"Begitulah," kegembiraan tampak diwajah mulus Itachi.

"Kami akan memebeli beberapa barang untuk pernikahan kami," tambahnya.

"Hn,"

"Sampai jumpa Sasuke," Itachi berjalan keluar pintu rumahnya menuju porche hitam kesayangannya sambil menggandeng Naruto. Diam-diam Naruto melirik Sasuke dari sudut matanya. Wajah Sasuke tetap datar tapi Naruto tahu di dalam sana hati menahan rasa sakit yang temat sangat seperti yang dia rasakan.'maaf Sasuke.'

XXX

Hari-hari berjalan cepat berlalu bagi Sasuke. Hari pernikahan kakaknya semakin dekat. Ia ingi sekali memohon pada orang tua dan kakaknya agar membatalkan perjodohan ini. Atau kalau bisa pasangannya di ganti menjadi dirinya dan Naruto . kalau saja Itachi tak mencintai Naruto, mungkin ia akan beanar-benar melakukan hal itu. Tapi tidak, Itachi mencintai Naruto. Dan ia tak tega menyakiti kakaknya satu-satunya. Wajah Itachi yang berbinar-binar saat bersama Naruto yang sibuk mengurus pernikahan mereka. Tapi ia juga tak rela melihat orang yang dicintainya bersama laki-laki lain.

Tiap kali Naruto datang kerumahnya atas undangan Mikoto, ibu Sasuke. Sasuke selalu menghindarinya dengan berbagai alasan. Orang tua Sasuke mencoba memahaminya. Sasuke sibuk mengurus semua keperluannya untuk masuk ke universitas Todai ( Tokyo Daigaku). Universitas elit di Tokyo atau mungkin di jepang? saja alasan itu bohong dan itachi sepertinya menyadarinya. Pernah satu kali Itachi memaksa Sasuke ngobrol dengan Naruto namun Sasuke bersikeras tak mau, membuat itachi penasaran. Ditanyakannya alasan Sasuke, kenapa tak mau bicara dengan Naruto.

Dengan wajah tanpa ekspresi andalannya, Sasuke mengatakan kalau Naruto adalah 'Rivalnya' saat di KHS dulu dan ia tak suka dengan anak berisik itu. Dan secara terus terang ai mengataka kalu ia tak setuju dengan pernikahan Itachi dan Naruto. Itachi hanya menaggapinya dengan senyum maklum. Dan berkata kalau Sasuke belum mengenal Naruto. Tentu saja kita tahu kalau kata-kata itachi itu tidak benar.

xxxTime skip, Hari pernikahanxxx

"...Anda dapat mencium pasangan anda"

Terdengar suara pastur gereja tempat berlangsungnya acara pernikahan Itachi dan Naruto. Dan tak lama kemudian terdengar suara tepuk tangan meriah dari para undangan yang hadir. Sasuke tak memperhatikan acara itu karena sejak duduk dibangku gereja yang paliing belakang ini ia langsung memejamkan kedua matanya. Kalau bukan karena Itachi yang memohon-mohon padanya agar datang ke acara penikahan ini , ia tak mungkin ada disini. Ia tak bisa melihat tampang kakanya yang memelas begitu saat memintanya datang.

Begitu acara dalam gereja selesai ia langsung pergi meninggalkan gereja. Ia tak sanggup melihat lebih jauh lagi. Beitu pula dengan respsi penikahan yang adakan di salah satu hoterl berbintang lima yang disewa Itachi, Sasuke lebih memilih berdiam diri dalam kamarnya .

XXX

Setelah pesta pernikahan yang melelahkan. Itachi dan Naruto akan melakukan malam pertama mereka disalh satu kamar di hotel yang disewa itachi. Dan kemudian besok siang mereka akan terbang ke London. Acara bulan madu mereka dilakukan disana. Selama seminggu penuh mereka kan belibur mengelilingi Eropa.

Dan Sasuke?

Dia akan menjalani kehidupannya yang baru sebagai mahasiswa dan tentu, tanpa Naruto.

TBC

AN: Pendek? Fujo tau.

Alur kecepetan? Emang bener! Fujo gak bisa bikin fic panjang!TT^TT

Mungkin chapter berikutnya langsung ke beberapa tahun kemudian.

Balesan review yang gak login:

Jill: Tentu saja Sasuke akan bersama dengan Naruto! Fujo ini pecinta Sasunaru! Cuma si Sasuke di siksa dulu, siapa suruh gak pulang-pulang bikin Naruto menderita. Thanks reviewnya^^

ShiMizu: Kenapa gak bikin aja? Fujo juga pengen baca fic bikinan mizu!biar pun ceritanya mirip, tapikan pasti ada yang beda. Ayo gabung jadi author FFn, biar tambah rame! Thanks reviewnya^^

NhiaChayang: Gapapa kok, fujo juga sering baca lewat hape. Kayaknya fujo gak bakat bikin cerita panjang-panjang jadinya malah gak nyambung! Thanks da review^^

Sweet's Srawberry: Hehehe sekali-kali si Teme harus di bikin menderita!*disuasno'o* Fb fujo? Sama aja kok ''

Buat yang udah review tapi belum fujo bales bilang ya! Lewat Pm atau Review!

Saran dan kritik yang membangun masih Fujo tunggu dengan penuh harap. Untuk flamer silahkan aja, tapi dengan alasan yang jelas dan jangan menghina pair kesayangn Fujo!

Ayo ripiu biar Fujo semangat ngetiknya!

Ripiu please...