Fujo bener-bener kaget banget waktu ada yang nagih ini fic setelah sekian lama. Ga nyangka masih ada yang inget n nunggu lanjutan fic ini -.-a

Padahal Fujo uda mengganggap fic ini discontinue. Selain Fujo uda kehilangan mood, Fujo juga sekarang kurang suka sama Over Girly Naruto (karena awalnya ini fic ingin dibuat FemNaru) dan Fujo lagi tergila-gila sama Itakyuu jadi draftnya ada yang dirubah ..

Fujo ucapin makasih banyak buat uda nunggu fic ini apdet juga mohon maaf karena baru diapdet setelah 2 setengah tahun lamanya .

Untuk semua reader Fate..

Enjoy!

WARNING: Lime, Alur kecepetan, Apdet kelamaan, Typo banyak dan kawan-kawan

Don't like, Don't read!

Disclaimer: Naruto Selamanya punya Masashi Khisimoto!

Fic ini Terinspirasi dari fic Ecstasy punya Argi Kartika 'KoNan'

Pair untuk saat ini: ItaNaru, SasuNaru, SasuSaku

XXX

-Fate-

Cerita sebelumnya: Sasuke dan Naruto telah menjalin hubungan selama 3 tahun, namun di saat kelulusan SMA Naruto mengakhiri hubungan mereka karena dia telah di jodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya. Tanpa mereka berdua ketahui tenyata yang di jodohkan dengan Naruto adalah Itachi, kakak Sasuke. Sasuke yang megetahui jika kakaknya begitu mencintai Naruto jadi tidak tega untuk merebut Naruto kembali. Itachi pun akhirnya menikahi Naruto tanpa mengetahui dia telah menghancurkan hati adiknya lalu pergi ke london bersama Naruto, meninggalkan Sasuke yang harus merajut kembali kehidupannya tanpa orang yang di cintainya.

Chapter 3

Setahun kemudian..

Universitas Tokyo

"Sasuke-kun," panggil seorang gadis cantik dengan gaya anak harajuku karena rambutnya di cat merah merah terang.

Pemuda tampan yang merasa namanya disebut menolehkan wajahnya, dengan wajah datar dia memperhatikan langkah-langkah wanita berambut merah itu.

Setelah sang wanita berdiri di sebelah pemuda yang bernama Sasuke itu, ia segera mengaitkan tangannya di lengan Sasuke dan kemudian bergelayut manja.

"Sasuke nanti kita jadi kencan kan?" wanita itu tersenyum manis untuk mencari perhatian kekasihnya.

"Tidak, aku ada janji dengan orang lain," Sasuke berujar dingin lalu dengan kasar melepaskan pelukan manja wanita itu.

"Janji? Sama siapa? Bukan pacar barumu kan?" wanita itu kembali mencengkram lengan Sasuke agar tidak meninggalkannya.

"Itu bukan urasanmu, Sara. Dan cepat lepaskan tangan ku sebelum kau ku hajar," Sasuke memang terkenal sebagai mahasiswa jenius yang playboy. Terlebih lagi tidak akan segan-segan berlaku kasar pada wanita yang masih saja ingin bersamanya padahal sudah ia buang.

Mendengar ucapan Sasuke yang terdengar serius, Sara segera melepaskan tangannya dari Sasuke.

"Kau pacarku, Sasuke, wajarkan kalu aku ingin tau apa yang ingin kau lakukan," Sara berujar lirih sambil menunduk.

"Sayang sekali, aku sudah bosan denganmu dan punya pengganti baru," kata Sasuke dingin lalu dengan cuek Sasuke pergi meninggalkan gadis malang itu sendirian.

Xxx

Sasuke kembali melanjutkan langkahnya kearah perpustakaan untuk mengembalikan buku yang telah selesai ia baca.

"Hoi," tiba –tiba seseorang merangkul pundak Sasuke dengan akrab. "Aku pinjam makalahmu dong," seorang pemuda tampan berambut pirang kemerahan nadahkan tangannya ingin meminjam tugas Sasuke.

Sasuke melirik sinis, "Tidak bisakah kau kerjakaan tugasmu sendiri, Kyuubi?" Sasuke kembali berjalan tanpa melepaskan rangkulan sahabat akrabnya sejak SMA itu.

"Hei, aku sudah kerjakan setengahnya, aku hanya ingin membandingkan hasilnya denganmu! Jangan melihatku seakan-akan aku ini benar-benar bodoh!" protes Kyuubi.

Sasuke mendecih lalu membuka tasnya dan memberikan Flashdisk yang berisi data tugasnya pada Kyuubi.

"Pakai ini saja, kalau hasil print outnya yang ku berikan pasti jadi kusut," Sasuke kembali menutup tas ranselnya.

"Oke, Bro! Kau teman ku yang paling baik!" Kyuubi pun nyengir gembira karena berhasil mendapat contekan tugas.

"Oiya, tadi aku lihat si Sara, yang jadi senior itu menangis tak jauh dari sini. Apa kau baru memutuskannya?" kyuubi tetap berjalan mengikuti langkah Sasuke ke arah perpustakaan.

"Hn," sahut Sasuke datar.

"Aaaah kalau begitu boleh ku dekati ya? Dia lumayan cantik sih," Kyuubi si cowok tampan tapi jomblo ini berseru senang karena dapat incaran cantik.

"Terserah kau saja,"

"Hei, dia hebat tidak diranjang?" otak mesum Kyuubi mulai loading saat sudah di beri lampu hijau.

"Cek saja sendiri kalau berhasil mendapatka-," Sasuke tidak melajutkan kata-katanya saat mata kelamnya menagkap sosok wanita berambut merah jambu melangkah kearahnya.

"Sasuke-kun," sapa wanita itu.

"Siapa dia?" Kyuubi memperhatikan sosok asing yang tiba-tiba mengaggu pembicaraan pentingnya dengan Sasuke dalam mengorek informasi tentang incaran barunya.

"Dia Sakura Haruno, anak fakultas kedokteran, pacarku. Dan dia Kyuubi bijuu, sahabatku," Sasuke memperkenalkan dua orang yang tadinya tak saling mengenal itu. Kyuubi sempat melongo kaget saat Sasuke menyebut Sakura pacarnya. Bukannya Sasuke baru saja putus dari Sara beberapa menit yang lalu? Apa Sasuke selingkuh? Kyuubi tertawa miris dalam hatinya.

Sakura tersenyum lembut pada Kyuubi. Ingin terlihat manis di depan sahabat kekasihnya. Kyuubi hanya balas mengangguk sopan.

"Aku pergi dulu kalau begitu," Kyuubi melepaskan rangkulannya lalu berjalan mundur wajahnya masih menatap Sasuke sambil melambai, "terimakasih flashdishnya dan sampai jumpa, Sasuke," setelah berkata seperti itu Kyuubi segera membalikan badannya dan berjalan menjauh dari pasangan itu.

Xxx

"Kali ini siapa korban Sasuke?"

"Sara, senior tingkat 5 yang berdada besar itu,"

"Tadi kulihat Sasuke sedang ditaman belakang bersama cewek yang manis,"

"Mungkin pacar barunya, seperti apa wajahnya..,"

Gosip kalau Sasuke lagi-lagi mematahkan hati seorang primadona kampus terdengar jelas meski mereka bicara sambil bisik-bisik di kantin yang ramai ini.

Kyuubi yang duduk tak jauh dari para penggosip itu tampak cuek dan tak peduli. Dia melahap roti karenya dengan santai.

"Lagi-lagi si Uchiha bikin ulah ya?" Neji yang kebetulan satu meja dengan Kyuubi ikut membahas gosip yang sedang hangat ini.

"Hei Kyuu, sebaiknya kau nasehati sahabatmu. Nanti dia bisa kena sial karena membuat seorang wanita patah hati," Lee yang baru saja kembali dari toilet ambil suara.

"Memang aku ini ibunya? Ibunya saja tidak peduli anaknya jadi bajingan," Kyuubi meraih air mineral miliknya kemudian meneguknya perlahan.

"Apa sejak dulu dia begitu? Kau temannya sejak SMA kan?" Neji mencomot keripik milik Lee yang sisa setengah.

Kyuubi mengelap mulutnya dengan punggung tangan, "yang ku tau dulu Sasuke orang yang setia, buktinya bisa bertahan selama tiga tahun dalam menjalin hubungan satu orang saja,"

"He? Lalu apa yang terjadi dengan hubungan mereka ? jangan-jangan Sasuke jadi playboy itu karena trauma dari mantannya?" Neji mendengus menahan tawa saat mendengar argumen Lee barusan. Sangat lucu saat membayangkan seorang Uchha yang biasanya membuat wanita menangis kini menangis karena wanita.

"Entahlah aku tidak tau, itu bukan urusanku," Kyuubi bangkit dari kursinya dan meraih ransel merah miliknya, "aku pulang duluan, tugas si tua bangka Danzo belum selesai ku kerjakan," Neji dan Lee mengangguk paham dan melambai pada Kyuubi, dapat kyuubi dengar suara Lee yang mengucapkan hati-hati dijalan dari belakang punggungnya.

Kyuubi keluar dari kantin menuju parkiran motor di daerah belakang kampus, saat melewati sebuah mobil kijang Kyuubi melihat sosok yang ia temui tadi siang. Sakura Haruno, kekasih baru Sasuke. Dia sedang mengabrol dengan seorang wanita pirang yang rambutnya di ikat buntut kuda.

Tadinya Kyuubi ingin menyapa Sakura, tapi saat melewati mereka Kyuubi sadar dua orang wanta itu sedang bicara serius. Jadi Kyuubi urungkan niatnya. Samar- samar dapat ia dengan obrolan dua wanita cantik itu.

"Ayolah Sakura, jangan pergi ke tempat Sasuke! Bukankah kau tau dia itu playboy? Dia hanya mempermainkanmu! Masa kau tak ingat dengan Temari yang Sasuke campakan begitu saja saat dia hamil? Kau mau seperti itu?" sahabat Sakura mencengram bahu Sakura gemas karena otak Sakura yang sudah dibutakan cinta.

"Aku tidak peduli meski ia cuma main-main, Ino! Sekarang cepat menyingkir dari situ! Sasuke sudah menungguku dari tadi!"wajah Sakura tampak kesal dia nyingkirkan tangan Ino yang ada di bahunya.

Ino masih berusaha meyakinkan Sakura agar tidak pergi, tapi kata-katanya sudah tidak dapat Kyuubi dengar lagi.

"Haah.. cewek bodoh. Harusnya kau ikuti kata-kata sahabatmu itu, jelas-jelas kau cuma dipermainkan oleh si kelamin berjalan," ujar Kyuubi pelan pada dirinya sendiri.

Xxx

"Huuh, dasar Ino! Dia Cuma iri karena Sasuke-kun lebih memilihku," Sakura sedang memoleskan lipstik rasa cherry kesukaannya pada bibir tipisnya di dalam mobil saat dia baru saja sampai di depan rumah Sasuke yang minimalis. Setelah merasa wajahnya sudah terpoles sempurna Sakura segera melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Ia pun melankah perlahan kearah pintu rumah Sasuke dan menekan belnya.

TING.. TONG..

Sambil menuggu Sasuke membukakan pintu untuknya Sakura kembali merapikan bajunya agar tak terlihat berantakan.

Ceklek..

Pintunya terbuka. Sasuke muncul dari balik pintu hanya dengan t-shirt berwarna biru muda dan celana pendek. Wajah tampannya tak memudar meski dia hanya dengan pakaian santai. Sakura yang baru pertama kali melihat penampilan Sasuke yang tampak lain dari biasanya jadi memerah. Dia senang bisa melihat sisi lain Sasuke.

"Masuklah," Sasuke menyingkir dari depan pintu agar Sakura bila lewat. Dengan malu-malu Sakura masuk dalam rumah Sasuke.

"Permisi," Ujar Sakura sopan lalu melepas sepatunya. Dia berjalan menelusuri lorong rumah Sasuke diikuti Sasuke dibelakangnya. Mata emerald Sakura melihat beberapa foto Sasuke dan keluarganya yang dipajang oleh ibu Sasuke di sepanjang lorong.

"Sasuke-kun, ini kau dengan siapa?" tanya Sakura saat melihat Sasuke kecil tengah digendong oleh Itachi di salah satu foto.

"Kakakku," ujar Sasuke datar.

Sakura terkikik pelan,"Kau dulu manis sekali,"

Sasuke tampak tak memperdulikan Sakura. Dia berjalan melewati Sakura dan masuk ke dalam ruangan yang sepertinya ruang tamu atau ruang keluarga. Diruangan itu ada sofa panjang dan televisi layar datar yang besar. Lalu ada tangga yang mengarah ke lantai dua.

"Duduklah," Sasuke yang sudah duduk lebih dulu mempersilahkan Sakura untuk duduk di sampingnya.

Dengan malu-malu Sakura duduk di sebelah Sasuke.

Seakan seudah tak sanggup mehan hasratnya lagi Sasuke segera menarik Sakura dalam pelukannya dan menciumnya dengan kasar.

Xxx

Derit sofa terdengar berirama dengan tiap hentakan yang dilakukan Sasuke dalam menjamah tubuh yang ada di bawahnya. Deru nafas yang memburu dan suara desahan menggema dalam ruangan itu.

Ruangan yang berAC tak sanggup mendinginkan suasana panas dan penuh gairah sepasang anak manusia yang penuh peluh dan sedang saling memanja itu. Kecupan demi kecupan serta gigitan Sasuke torehkan pada sosok wanita yang sedang mengelinjang nikmat dibawahnya itu. Mereka terus bergerak mencari kenikmatan duniawi yang sebentar lagi akan mereka gapai.

"Bukankah seharusnya kalian lakukan hal ini ditempat yang lebih privasi?" suara briton yang khas menginterupsi kegiatan mereka.

Sasuke terkejut dengan kedatangan orang lain di rumah yang di tempati sendiri, dia langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang kurang ajar yang mengganggunya.

Matanya kelam Sasuke melebar sempurna saat melihat orang yang seharusnya tak berada dirumah itu.

"Itachi..," bola mata onyx Sasuke bergulir ke sosok lain yang ada di sebelah kakaknya itu, "Naruto..," lirih Sasuke pelan.

Itachi tersenyum mengejek kearah Sasuke, tangan kekarnya dia selampirkan ke pundak Naruto. Dia kecup pipi Naruto mesra.

"Sepertinya tak lama lagi kita akan dapat keponakan, Sayang," Itachi berujar senang saat ia kembali menatap Sasuke yang masih membantu di tempatnya. Itachi tidak menyadari kalau sosok yang ada dalam rangkulannya sedang mengigit bibirnya kuat-kual dan mengepalkan jari-jarinya agar tidak menerjang sang adik ipar yang sedang bergumul didepannya.

TBC

Author Note lagi~

Buat Devilojoshi No Hikari dan Diah Santika.. ini pesenannya uda bikinin kilat.

Untung otak fujo lagi bener jadi idenya cepet ngalir dan lagi mood ngetik berkat ancaman secara ga langsung seseorang -,-

Noh! Noh! Si Kyuubi uda muncul tuh! Siap menjadi badai buat penikahan Itanaru! Awas ya kalo bikin itakyuu menderita di fic itu!#ngomong ke someone

Itachi harus sama Kyuu pokoknya! Harus!#demo

Terus Fujo mohon maaf kalo chap ini banyak adegan sasusakunya soalnya memang alurnya begitu. Terus apdetnya Cuma dikit T.T maaaaff!

Terima kasih buat yang uda rnr di chap sebelumya!

Semoga chap depan ga perlu nunggu dua setengah tahun#nyengir

RnR?